HUGLOOMS

Intro 03

Mereka menyebutnya pelik. Aku menyebutnya unik. Tanpa disadari bahwa di antara aku dan mereka, ada setitik ketidakcocokkan dalam menyalurkan sebuah anggapan; atau mengutarakan maksud hati dalam alunan kata.

Jangan menghakimiku dulu, aku tidak sedang menyalahkan mereka. Dari situ, yang ingin kusampaikan adalah betapa setiap manusia memiliki warna yang berbeda di dalam kotak kecil yang tersembunyi manis pada pojok-pojok kepala masing-masing.

Biar kuberitahu sesuatu padamu. Kemarilah, mendekat lebih dalam…

Lihat, ada beberapa benang hijau yang membentuk garis ram tebal di pusat kotak, menjadi penengah di antara warna lain yang berkeliaran. Itu karena aku tumbuh di lembah gunung, bersama siulan burung dan lambaian dedaunan dari pohon-pohon tinggi yang melindungi tanaman petani dari hewan liar. Hijau juga berarti bahwa aku menyukai kedamaian, meski sesungguhnya itu bohong karena sang ibu kota kemudian merajai segala keindahan itu dengan kegelapan di sekeliling sudut.

Mari kita lewatkan gelap-gelap itu dengan mengamati warna lain. Lihat, ada titik-titik merah dan biru mulai bermunculan dari berbagai sudut ruang. Belum sepenuhnya berbaur dengan warna hijau namun berkembang secara berulang melalui bercak-bercak abstrak yang nyaris tak nyata. Dari segala kegelapan itu, tumbuh kepercayaandiri yang menstimulasi kegembiraan dan suka cita. Indah bukan? Bahkan satu di antaranya membentuk corak tulip yang imajinatif.

Kau tak perlu menelisik jauh mengenai gelap-gelap yang belum menerang di sana. Setiap manusia memiliki ruang yang sama. Hanya saja, mereka memiliki cara tersendiri untuk membiaskannya. Gelap tidak akan mudah terpupus begitu saja, sama halnya seperti masa lalu yang suram. Ada sesal, tentu saja. Kotak kecilku sebelumnya memiliki warna yang indah. Namun dengan gelap itu aku belajar memahami syukur, mengenal harapan, dan mencintai diri sendiri.

Ada yang ingin kau bagi denganku? Mungkin kau memiliki warna yang berbeda dalam kotak kecilmu[.]

Last updates: March, 2016