Chocholia

Chocholia (2)
chocholia

Kau cukup memanggilku Lia, atau Choco—seperti nama peliharaan salah satu penyanyi terkenal dari negeri seberang sana. Namun jangan samakan aku dengan Choco yang sesungguhnya. Aku bukan peliharaan, namun manis seperti makanan penutup khas Italia. Ya, seperti choco, seperti cokelat. Karena itu mereka pula menyebutku sang pemikat hati—kemampuanku untuk berbaur dan menyatu dengan keadaan melebihi keahlian ahli komunikasi dari universitas ternama.

Tak lebih dari manusia biasa, aku tidak memiliki kemampuan istimewa seperti layaknya Steve Rogers, pun tak selihai Tony Stark dalam merakit kabel-kabel kusut menjadi mesin canggih yang mampu membawanya melayang setinggi camar. Aku, tumbuh di antara mereka yang memahami bahwa hidup adalah sesuatu yang harus disyukuri, tinggal di antara mereka yang mengerti bahwa….