TWO DAYS

“Dua hari?”

Cho Kyuhyun menatap jam meja yang terpajang manis di hadapannya, pria menggigit bibir bawahnya, ekspresinya nampak serius. Mungkin menurut pria lain hal yang sedang diminta wanita yang berbicara di seberang telponnya ini bukanlah hal yang terlalu sulit, tapi itu tidak berlaku baginya. Pria itu merasa kalau yang sedang dibicarakan oleh istrinya ini sedikit tidak masuk akal.

“Jadi bagaimana Kyu?” Tanya wanita itu lagi.

“Entahlah, aku tidak yakin…” Jawab Kyu bimbang.

Terdengar suara hembusan napas berat disana, tak lama kemudian wanita itu berkata lagi, “Dua hari itu tidak akan terasa jika kau banyak kegiatan yang menyibukkanmu. Kau pasti bisa.”

Kyuhyun mengerutan keningnya, tantangan istrinya yang menurutnya tidak masuk akal dan sama sekali tidak ada manfaatnya itu kini terdengar menarik untuknya. Setelah dia memikirkannya lagi, sepertinya tidak ada yang sulit.

“Baiklah, hanya dua hari. Dan kita lihat siapa yang akan lebih lama bertahan. Kau akan menyesalinya Kim heejin-sii.” Ujar pria itu terkekeh.

“Aku tidak akan menyesal.”

“Oh iya, bagaimana dengan hadiahnya? Apa yang akan aku dapatkan dari tantangan ini?”

Wanita itu terdiam sesaat lalu berkata dengan mantap, “Aku akan membuat surat pernyataan kalau aku akan mencintaimu selama-lamanya.”

Cho Kyuhyun tergelak mendengar perkataan istrinya tersebut, menurutnya ini terdengar semakin menarik, “Kalau begitu aku setuju…”

Dan tanpa pria itu sadari, kalau persetujuannya itu menghasilkan senyuman tipis di bibir istrinya di seberang sana.

~ oOo ~

Tiga jam sebelum tepat dua hari, sesuai dengan perjanjian yang diajukan heejin pada Kyuhyun.

Pria itu sedari tadi membolak balikkan android nya, sesekali dia memutarnya. Waktu baginya saat ini terasa berjalan sangat lambat.

Dua puluh satu jam yang lalu, istrinya memberikan sebuah tantangan untuknya. Yaitu memutuskan komunikasi baik visual maupun non visual diantara mereka selama dua hari.

Dan menurut seorang Cho Kyuhyun itu adalah sebuah permintaan yang cukup berat untuknya.

Selama tiga tahun masa pernikahannya, tak pernah sekalipun mereka tidak saling berkomunikasi. Apapun yang terjadi keinginan Kyuhyun untuk mengetahui keadaan istrinya dan apa yang sedang dilakukan wanita itu tak pernah dapay dibendung oleh lelaki berambut coklat tua itu. Namun kali ini, dia diharuskan memenuhi tantangan istrinya untuk membiarkan wanita itu lepas dari jangkauannya selama dua hari, dan itu membuatnya nyari kehilangan akal.

“Nanti kau bisa menginap di hotel milik Young Do, dan bermainlah biliard disana sepuasmu selama dua hari. Atau bawa saja perlengkapan game-game mu kesana, jadi setiap kau ingin menyentuh ponsel untuk menghubungiku. Kau bisa langsung mengalihkannya ke benda-benda itu.”

Itu yang dikatakan heejin saat dia mengatakan bagaimana kalau nanti dia bosan. Dan lagi-lagi menurutnya itu pernyataan yang sangat bodoh.

Apa gadis itu lupa kalau dia sudah berhenti bermain billiard semenjak mengenal wanita itu?

Apa dia tidak tahu kalau game-game itu baru terasa menarik jika wanita itu ada di dekatnya untuk menemaninya bermain?

Jadi apa gunanya benda-benda itu sekarang?

Dan jadilah pria itu ‘menculik’ Eunhyuk, salah satu teman kuliahnya dulu yang juga pegawainya dari istrinya. Pria itu tidak peduli ocehan panjang lelaki bertubuh kurus (namun kekar) itu mengenai Quality time yang akan dilakukannya dengan istrinya, karena anak mereka sedang diajak liburan oleh orang tuanya.

Satu jam sebelum batas waktu yang ditentukan, Kyuhyun memanggil sekertarisnya dan mengatakan kalau dia akan pulang lebih awal. Setelah merapikan segala sesuatunya, pria itu mengambil mobilnya dan pulang melewati jalur tercepat menuju apartemen yang ditempatinya dengan istrinya.

Sesampainya di depan pintu pria itu mengecek sekali jam tangannya, dan lima menit lagi baru menunjukkan pukul tiga sore yang berari akhir dari tantangannya tersebut. Pria itu tersenyum membayangkan ekspresi wanitanya nanti saat melihatnya datang secara tiba-tiba seperti ini.

Lelaki itu bahkan sampai lupa membawa cheese cake kesukaan wanita itu karena semangatnya dia untuk bertemu dengan istrinya.

Pria itu memasukkan kode keamanan di pintu apartemennya dan memutar kenop pintunya. Kyuhyun melangkah mengendap-endap memasuki rumahnya, dan menemukan rumah itu terasa memiliki sedikit aura yang berbeda.

Entah mengapa suasanya agak sedikit sepi dan dingin.

Seluruh ruangannya terlihat rapi, dan sepertinya setitik debu pun tak mungkin ditemukan di selah manapun di rumah itu. Pria itu menghentikan langkahnya, memasang telinganya baik-baik untuku mencari keberadaan istrinya. Namun hasilnya masih nihil.

Pria itu berjalan lagi ke kamarnya dan membuka pintunya perlahan.

Benar saja, Kim heejin istrinya sedang terbaring di ranjang mereka.

Pria itu tersenyum lagi, mendekat kearah istrinya. Pria itu menatapnya dengan tatapan teduh, wanita itu terlihat cantik jika sedang tertidur seperti ini. Wajah polosnya nampak sangat tenang bagai bayi. Ini adalah salah satu alasan mengapa dia tidak bisa jauh dari wanita ini.

Namun tiba-tiba saja Kyuhyun mengubah ekspresinya. Lengkungan senyum di bibirnya menurun. Pria itu sepertinya sedang menyadari sesuatu.

Ada sesuatu yang lain dari istrinya saat ini.

Lelaki itu mengangkat salah satu tangannya yang agak bergetar dan mengarahkannya ke pipi wanita itu.

Dingin.

Seketika pria itu menarik kembali tangannya, menutup mulutnya.

Ini tidak mungkin

Kyuhyun menyentuh lagi pipi istrinya, dan mulai meraba bagian tangan dan leher wanita tersebut, namun  hasilnya sama. Dingin.

Tubuh pria itu limbung, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dengan pikiran kalut lelaki itu mencari-cari sesuatu yang entah apa itu ke meja lampu yang berada tepat di samping ranjang dimana wanita itu terbaring. Kemudian pencarian pria itu berhenti saat dia menemukan sepucuk kertas berwarna kuning, yang dia ketahui berasal dari buku harian istrinya.

Kau sudah datang?

Terima kasih karena sudah menerima tantanganku

Kini kau sudah bisa melewati dua hari hidup tanpa adanya diriku, jadi…

Bisakah kau melanjutkan tantangan ini untuk seterusnya?

Dan sesuai dengan janjiku aku akan mencintaimu untuk selama-lamanya.

 

 ~ Epilogue ~

20 Juni 2013

Aku yakin aku tidak akan menyesalinya…

 Aku mencintainya dengan seluruh hidupku, dan aku yakin dirinya tahu itu.

Aku sudah berjuang selama setahun ini, namun ternyata memang tak ada kesempatan lagi untukku. Jadi aku hanya bisa mengambil jalan ini sebagai cara untuk melatihnya agar bisa hidup tanpa diriku.

 Andaikan aku harus memohon ampun atas dosa ku, aku akan meminta ampunan dosa karena sudah membohonginya selama itu.

 Ampuni aku Tuhan, karena membohonginya atas penyakitku ini.

 Aku pikir aku akan baik-baik saja, dan bisa menutupinya sampai kita tua nanti. Tapi ternyata Kanker hati tidak bersifat sebaik itu. Mereka tidak memberiku jalan lain lagi selain pergi untuk selamanya dari laki-laki itu.

 Maafkan aku Kyu…

 Aku mohon jangan membenciku…

 Karena aku tidak akan sanggup jika harus melihat mata yang biasanya menatapku dengan tatapan penuh cinta itu, berganti dengan sorot mata penuh kebencian untukku.

 Sekali lagi maafkan aku…

 Maafkan aku untuk semuanya…

SURAT PERNYATAAN

 Dengan adanya surat ini,

Aku Kim heejin menyatakan untuk mencintai suami ku yang bernama Cho Kyuhyun untuk selama-lamanya.

 Seoul, 20 Juni 2013

 – Kim heejin –

 

~ END ~

Advertisements

Author: chocholia

Its not about me, its all about you...

2 thoughts on “TWO DAYS”

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s