COKE BOTTLE

C360_2014-09-20-15-50-38-077

PANAS. KATA ITU JAUH LEBIH MENDOMINASI pikirannya sejak matahari terbit pagi ini. Sinarnya begitu menyengat hingga menusuk ubun-ubun. Alih-alih bersyukur karena jaket tebalnya mengering lebih cepat, wanita paruh baya itu memilih untuk mengaduh dan meneriaki nama Tuhan-nya berulang-ulang.

Baginya, kota ini tak lebih dari tempat penampungan manusia yang berada di ambang kapasitas. Gedung-gedung tinggi di sekelilingnya sama sekali tak membantu. Asap kendaraan hanya membuat peluh dan kotoran di tubuhnya semakin menumpuk. Suara bising dari segala aktivitas di sana tak ayal meningkatkan stress dan lelahnya.

Setelah membayar pada kasir, wanita itu memilih tempat di bawah pendingin ruangan. Heels cokelatnya tergeletak bak bongkah jati dan ia sama sekali tak peduli. Jendela kaca di sampingnya masih menyorotkan sinar matahari yang telah membakar tubuhnya siang ini. Ia mendesah. Hanya sudut ini saja yang tersisa dan ia tak ingin memilih tempat teduh di luar sana tanpa pendingin yang menyejukkannya.

Letih, wanita itu menyisir rambutnya ke balik kepala. Lengan kemeja polkadotnya digulung hingga siku. Ia melepas dua kancing teratasnya lantas meneguk sekaleng Coke dingin yang dibelinya semenit lalu. Tegukannya hampir membuat wanita berambut sebahu itu bersendawa jika saja ia tak menangkisnya dengan breathe-control yang baik.

Sepuluh menit berlalu.

Tak ada yang dilakukannya selain bersandar pada kursi besi—dan bernapas. Kepenatan dan kejenuhan membuat hari-harinya kian kelam. Wanita dengan tahi lalat di bibir itu tak menolak kenyataan bahwa ketidakmaksimalan yang dilakukannya akhir-akhir ini telah menyentuh titik lemahnya. Beberapa kali ia berucap menyerah namun kata itu ditepisnya saat mengingat orang-orang yang dicintainya.

Jemari si wanita lantas menyentuh layar android.

02.34 pm.

Jeda enam jam antara Jakarta dan London kadang mengusik waktu dan jadwal istirahatnya. Namun apa daya, seseorang yang selalu ditunggunya berada jauh dari jangkauannya. Ia hanya mengandalkan WhatsApp dan Skype. Sedangkan saat ini seseorang itu tak dapat tersentuh.

Senyum ketirnya terbentuk saat mata cokelatnya menelisik lekuk kaleng Coke. Ingin rasanya ia melempar benda padat itu hingga terkantuk di kota asal Harry Potter. Maka ia melampiaskannya dengan mengeluarkan note dan alat tulisnya.

Perlahan, wanita itu mengguratkan ujung penanya pada lembar putih tersebut…

 –

Selamat sore, Sweetheart.

Kini kuketahui sebaik dirimu perihal perbedaan waktu yang kita alami saat ini. Kukira kelihaianku dalam menahan emosi mampu menenangkanku saat kegalauan itu menyelimutiku. Nyatanya tidak. Lelah itu mulai terasa dan kekhawatiran itu kian tumbuh di dalam hati.

Ada kalanya kurasakan bahwa kau agak berlebihan. Namun sekali lagi, kau benar. Sampai kapan kita akan terpisah oleh jarak ini hingga keyakinan mulai goyah dan terpupus? Ingin rasanya kusewa Thunderbolt Harry Potter atau pun karpet ajaib milik Aladdin untuk sekedar memelukmu di saat ku lelah dan takut. Sayangnya, Thunderbolt hanyalah sebuah pajangan di Harry Potter’ Studio sedangkan karpet ajaib merupakan benda khayalan belaka.

Apakah sebaiknya kita menyerah saja?

Tapi tidak. Aku tidak bisa.

Kita telah mengalami berbagai hal yang tak terlihat oleh kasat mata mereka. Kita telah melewati berbagai kesulitan yang tak terdeteksi oleh mata mereka. Hingga saat ini pun kita masih harus melewati liku-liku yang mengharuskan kita untuk melewati jurang curam berbatu tajam.

 –

Wanita itu meneguk sisa Coke terakhir. Hembusan napasnya beringingan dengan gerakan di kedua bahunya. Ia masih menggenggam kaleng kosong tersebut lalu jemarinya kembali menari-nari dengan indah.

 –

Saat kau merasa lelah dan tak yakin dengan segala rencana yang telah kita buat, ingatlah sayang…

Kita pernah berbagi tawa di outlet Starbucks Plaza Senayan setelah aku terburu-buru melewati gerimis agar kau tak menunggu lebih lama. Kau hampir menciumku di tepi jalan setelah kita melewati makan malam bersama di Arcadia House. Aku yang mengabsenkan diri dari seminar property Di Grand Hyatt Hotel hanya untuk melihat T-Shirt merah favoritku.

Kau, yang tak mampu menyembunyikan gugupmu saat kau mengutarakan perasaanmu di Le Meridien. Emosimu yang muncul kala keterlambatanku saat kau sakit. Kau yang cukup kesal saat aku membatalkan Starbucks yang kupesan di bandara. Kebersamaan kita di Bali dan Jogja; serta kesedihan yang kita bagi di Menteng Executive.

Ke semua itu hanyalah sebagian dari apa yang menjadi kekuatanku selama ini. Karena itu, kuharap kau melakukan hal yang sama.

Tahukah kau bahwa aku tak akan mampu mencari penggantimu jika kita memutuskan untuk menyerah? Kau telah mengetahui alasan-alasan itu jadi kumohon yakinkanlah aku bahwa kau tetaplah J-ku yang dulu.

 –

Helaan napas wanita itu begitu dalam. Goretan demi goretan membuatnya berubah sendu di tengah rasa lelah yang melingkupinya.

 –

Kini aku tak peduli. Apa yang mereka katakan tak lebih dari rasa iri dan dengki. Kau adalah masa depanku, teman sekaligus kekasihku. Mari kita bangun kebahagiaan abadi yang kita dambakan selama ini bersama-sama.

Karena berdua, kita akan lebih kuat.

Je T’aime,

J.S

 –

Setelah yakin tulisannya berakhir dengan inisial namanya, wanita itu merobek lembar tersebut kemudian melipatnya menjadi potongan kecil. Senyum simpulnya terbentuk setelah panas di sekelilingnya tak lagi membara.

Potongan itu disimpan ke dalam kaleng Coke sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan cafe kecil tersebut. Ia mengetahuinya—bahwa kaleng kosong itu akan berakhir di dalam tong sampah. Namun ia tak ambil pusing. Tujuannya hanyalah melampiaskan apa yang selama ini tak tersalurkan olehnya lewat status-status social media, seperti halnya yang dilakukan orang lain.

Di bawah terik matahari, wanita itu berjalan pasti menuju tujuan akhirnya. Tiba-tiba gadget bergetar di dalam genggamannya. Sejenak ia mengamati kemudian mencari tempat teduh di bawah poster besar tak jauh darinya.

Jemarinya mengetik sesuatu dengan cepat. Hal terakhir yang dibacanya membuat wanita itu tersenyum riang sembari melanjutkan langkahnya.

I love you too, J.Y.

=.=

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

6 thoughts on “COKE BOTTLE”

  1. IKHA IS BAAAAAAACCCCCKKKK!!!!!
    Lo gak bakalan pernah tau gimana rindunya diriku akan kehadiran penampakan dirimu babyyyyy…. *cubit pipi ikha pake tang*

    Ini lo lagi curhat ceritanya??? Ecieeeeee…. Ah lDR itu emang nyiksa banget emang… #LahGueIkutanCurhat

    Yasudin lah, yang pasti WELCOME BACK HONEY!!! Miss you bangetzzzz…. : ‘D

    1. LIAAAAAA~~

      DAN LO GAK TAU SEBERAPA DALAM RASA RINDUKU KEPADAMU JUGA *nangis bener-bener lebay*

      Mari kita bangun dunia maya ini bersama-sama. Kangen sama perdebatan kecil kita hanya karena si dancer brengsek itu *brengsek nakal gemes maksudnya* 🙂

      Jangan lupa gue masih tunggu FF balasan si para player itu!! MANA MANA MANAAAAA

  2. Permisi, misi…….. mau salam dulu sama yang punya blog. ada kah yg mengingat saya??? hahayyy.
    YA AMPUN KAK IKHA COMEBACK!!! KYAAAAAA!!! LONG TIME NO SEE THIS WP!!! AKUUUU RINDUUU!! HAHAHA
    ini ceritanya wpnya berubah jadi orific atau gimana ini kak???
    soalnya aku masih inget loh exo planet yg cetarrr membahana itu. gak tau endingnya gimana. huhu
    tapi gapapa lah, yg penting intinya kita bisa ngerusuh. hahahaha
    oh iya, cerita ini tuh nyesek sih, cuma aku gak tau rasanya LDR’an kak. wkwkwkwk, tapi masih ttep walaupun udah lama banget, tulisan kak ikha tetep keren dan bagus.
    ini kak ikha masih dilembah perkpop’an apa enggak ya?? hahaha
    yaudah deh. see ya in another fanfiction kak.. ^^

    1. KYUTAAAAAAAAAA

      Makasih bebong udah visit kemari 🙂 kangen sama kalian makanya aku buka lagi WP nya. Lagipula masih utang EXO PLANET sama serial lain disini. Jadi harus diberesin dulu. HA HA HA.

      Orific cuma beberapa aja ko dek. Soalnya, biarpun udah bersuami tetep aja masih tergila gila sama hyukjae & kai. Ditunggu FF yang lainnya yaaaa 🙂

  3. Oh oh ohhhhh… jdi ceritanya curhat ini wkwk
    Sekarang jdi ada dua ‘ldr couple’ yg lgi pada ditinggal cowoknya pulang kampung ya XD *colek ika eonni

  4. Wooooohoooooo……setelah sekian lama akhir’y kembali jg 🙂
    ini apa??????????lg sakit rindu ya loe kha sama w jg T_T
    w kangen ma tulisan loe kha….
    Slma ini kmna aj…..
    Aahh….seneng deh blog ini dibuka lg smga bisa mnikmati krya2 loe kek dlu lg……. 😉

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s