DO NOT CLICK

Do Not Click

SUN HA KYUNG!” RYEOWOOK BERSERU TATKALA MENEMUKAN gadis itu tengah menarik keluar layar komputer portabel-nya dari sentuhan keyboard. Ia merampas paksa benda tipis tersebut sebelum Ha Kyung meletakkan ujung telunjuknya untuk menekan tombol power.

Ha Kyung terperanjat, terkejut sewaktu menyadari bahwa Ryeowook datang lebih cepat dari perkiraan. Ini pasti karena ia terlalu lama menghabiskan waktu untuk mencari gadget silver tersebut. Ryeowook terlalu pintar menyembunyikan laptop-nya; benda yang berhasil membuat hampir 69% perhatian sang kekasih teralih padanya.

“Bagaimana kau bisa menemukan Ji Eun?” Begitulah Ryeowook menamai laptop-nya. Kadang pria berambut hitam itu juga menyebut benda mati itu dengan kata ‘Baby’. Sebuah nama yang bahkan tak pernah dikumandangkan pada Ha Kyung.

Bibir tipis Ha Kyung mengecap. Menurutnya, sikap Ryeowook terlalu berlebihan acap kali ia menyentuh Ji Eun. Entah itu secara disengaja atau tidak. Reaksinya selalu sama. Segera menjauhkan Ji Eun sebelum gadis itu menjamahnya lebih jauh.

“Apa yang kau simpan di dalam benda mungil itu hingga aku tak boleh menyentuhnya sedikit pun?” Ha Kyung bertanya, pertanyaan yang sama—yang selalu ia ajukan pada Ryeowook saat pria itu mulai menomorduakan kehadirannya.

Ryeowook tak menggubris. Ia memeluk laptop-nya seolah benda itu lebih berharga dari cincin Sauron pada film Lord of The Ring.

“Tak ada, Kyung-ah. Aku baru saja membuat lagu baru untuk dijual ke sebuah agensi. Aku tak ingin kejadian waktu lalu terulang kembali—saat tangan minus Donghae merusak semua dataku hanya dengan sekali sentuh,” ia berkilah.

“Tapi aku bukan Donghae, Babe. Aku Sun Ha Kyung, kekasihmu.” Tandas Ha Kyung.

Matanya menatap lekat pada Ryeowook. Pria dengan tinggi badan tak lebih dari 175 cm itu masih berdiri kaku tak jauh darinya. Ryeowook mendesah, menyadari akan sikapnya yang nampak berlebihan.

Ia tahu gadisnya kembali menyorotinya dengan tatapan itu. Tatapan yang sama setiap kali ia menolak tangan si gadis untuk menyentuh Ji Eun. Selain itu, Ryeowook juga tidak memberikan kesempatan bagi Ha Kyung untuk sekedar menatap layar Ji Eun yang menyala. Ada sesuatu yang tak boleh diketahui Ha Kyung. Sesuatu yang mungkin saja dapat membuat hubungan mereka meretak.

Situasi ini membuat Ryeowook tertekan. Maka ia berkesimpulan untuk menenangkan Ha Kyung. Gadis itu masih menatapnya kecewa. Bingung. Frustasi. Entahlah yang jelas ia tidak begitu menyukainya.

“Mungkin sikapku agak berlebihan tapi aku tidak bermaksud untuk membuatmu merasa tersisihkan,” Ryeowook menghampiri Ha Kyung. Duduk disampingnya setelah meletakkan Ji Eun di sisi lain—yang sekiranya aman untuk tidak terjangkau Ha Kyung.

Sayangnya kata-kata Ryeowook tak mampu membuat Ha Kyung membaik. Gadis itu malah makin menunjukkan kekecewaannya dengan mengacuhkan Ryeowook. Ia berpaling. Duduk bersandar pada punggung sofa lantas menatap langit-langit kamar.

Ruangan ini masih sama saat pertama kali ia berkunjung; rapih, serta semerbak wangi aromaterapi yang menyejukkan pikiran. Hanya saja kali ini wewangian itu tak mampu meminimalisir rasa kecewanya.

Betapa tidak.

Hari ini adalah hari istimewa. Tepat satu bulan sejak keduanya meresmikan hubungan mereka. Ha Kyung menyempatkan sedikit waktunya untuk membuat kejutan tapi yang ia dapatkan justru teriakan Ryeowook yang baginya sungguh sesuatu hal yang tak patut untuk diucapkan.

“Maafkan aku,”

Ha Kyung mendengar pria itu bergumam. Sentuhan Ryeowook di tangannya membuat Ha Kyung memutar kepala. Tatapannya berubah sendu saat melihat sorot mata Ryeowook yang dipenuhi penyesalan. Pria itu menggenggam jemarinya dengan kuat, mengisyaratkan bahwa ia akan mengutarakan sesuatu dengan sungguh-sungguh.

“Aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Laguku berhasil terjual dan kurasa bayarannya lebih dari cukup untuk menyewa semua ruangan di Marriot Hotel selama satu malam,” ucap Ryeowook.

Suara nyaringnya memelan. Terdengar lebih dalam dan maskulin.

“Aku tidak butuh tempat itu, Babe. Kau tahu apa yang selama ini kuinginkan,” Ha Kyung tak kalah berbisik. Kepalanya menunduk, tak mampu untuk sekedar melirik pada pria yang masih menyebarkan kehangatan pada setiap jemarinya.

Gadis itu mendengar Ryeowook mendesah. Ia mengerti apa arti dari hembusan napas si pria yang singkat dan kasar tersebut. Pria itu menolaknya, menolak apa yang diinginkannya.

Ha Kyung hendak melepas tautan jemari mereka sebelum Ryeowook menahannya. Pria itu masih gentar. Tak ingin melepaskannya karena memang ia tak menginginkannya.

“Aku,” Ryeowook menggantungkan kalimatnya sejenak. Bola matanya bergerak gelisah. “Aku akan mencobanya,” lanjutnya pasrah.

Meski tak begitu kentara, bibir Ha Kyung bergerak tipis membentuk seulas senyum. Inilah yang selalu ia tunggu. Sesuatu yang sangat ia nantikan saat ia memutuskan untuk menerima Ryeowook sebagai kekasihnya.

Hingga detik ini, ia hanya mampu menelan ludah dan tersenyum ketir setiap kali menangkap apapun yang dilakukan teman-temannya. Ia bosan melihat Yesung mengecup bibir Ika saat keduanya bertemu pandang; bosan melihat keintiman yang ditunjukan Miinah dan juga Kyuhyun di setiap kelas; terlebih lagi muak melihat kemesuman yang selalu dipamerkan Hyukjae bersama kekasihnya, Cho Ikha.

Ia tak pernah menemukan semua hal-hal menyenangkan tersebut saat bersama Ryeowook. Pria ini terlalu fokus dengan Ji Eun, si gadget sialan tak berotak. Apa di dalam pikiran Ryeowook sebuah laptop akan memuaskan napsunya? Benda itu bahkan tak dapat diajak berperang lidah sekalipun pria itu mencium monitornya. Memuakkan!

Bahkan setelah mereka melewatkan waktu selama 31 hari, pria berhidung mancung itu sama sekali tidak memeluk atau menciumnya. Pernah Ryeowook mengecup pipi Ha Kyung saat pria itu mengantarnya pulang. Itu pun karena gadis itu memintanya. Secara paksa.

“Aku seperti pelacur yang selalu memaksamu untuk melakukan skinship denganku,” terselip tawa rendah saat Ha Kyung mengucapkan kalimat tersebut.

Ryeowook menanggapinya dengan tersenyum pula. Tangannya bergerak merengkuh wajah kecil Ha Kyung, menenggelamkannya dalam telapak tangan lebarnya.

“Tidak, Kyung-ah. Itu bukan salahmu. Aku saja yang terlalu berhati-hati,” kilah Ryeowook, mencoba menghibur hati sang kekasih.

Ha Kyung lantas menatapnya. Berkata melalui sorotan matanya bahwa ia berterima kasih akan hal tersebut. Dengan begitu ia tak perlu mendengar kicauan Sungmin maupun Kyuhyun—yang selalu mengatai Ryeowook bahwa pria itu memiliki kelainan sex.

Keduanya sempat terbenam dalam pikiran masing-masing. Saling menatap dalam diam merasakan gejolak rasa yang dipenuhi ikatan emosional. Perlahan Ha Kyung mendekat, menghilangkan batas di antara mereka bersama getaran yang bergumul di dalam hatinya.

Gadis itu mengatupkan kelopak mata saat bibirnya hampir menyentuh bibir Ryeowook. Sebelum akhirnya…

“Aku harus bersiap-siap. Kita harus pergi ke Kona Beans untuk merayakan anniversary ini.”

…Ryeowook menyela niat baiknya.

Bibir bawah Ha Kyung digigit kuat saat pria itu meninggalkannya saat itu juga. Ryeowook pergi. Menelantarkannya sendirian bersama sisa rasa malu akibat kegagalannya meraih bibir sang pria.

Ha Kyung lantas meraih smartphone-nya. Mengetik sesuatu pada Ikha bahwa keagresifan yang diajarkan temannya itu tidak membuahkan hasil. Ia kembali menyandarkan tubuhnya begitu perhatian si gadis teralih pada Ji Eun.

Benda itu tergeletak sembarangan di lantai. Sepertinya Ryeowook lupa menyembunyikannya.

Seketika Ha Kyung memutuskan untuk menjamah kembali Ji Eun sebelum Ryeowook kembali. Semoga saja Tuhan menghalangi kekasihnya untuk tidak memergokinya tengah berusaha menjelajahi dunia Ji Eun.

Tombol power ditekan. Beruntunglah Ji Eun hanya ter-hibernate. Jadi Ha Kyung tak perlu menunggu mesin Ji Eun beroperasi hanya karena loading lama. Ada rasa penasaran sekaligus gugup yang dirasakan Ha Kyung saat berhasil menyentuh Ji Eun. Dan ketika anak panah digerakkan pada tombol locked, ekspresi Ha Kyung berubah drastis saat itu juga.

Ke sepuluh jemari Ha Kyung bergetar hebat. Tak hanya itu, matanya yang bulat semakin membesar begitu melihat setiap icon shortcut yang memenuhi monitor Ji Eun. Selain Recycle Bin dan Ulead Video, ia tak menemukan icon lain selain folder-folder dengan nama-nama perempuan.

Masih tak mempercayainya, Ha Kyung mengarahkan anak panah pada salah satu folder; melakukan double-click; memilih satu di antara puluhan video pada folder dengan nama Maria Ozawa itu; mengklik tombol enter; dan terakhir menyaksikan video dengan durasi enam menit tersebut.

“SUN HA KYUNG!”

Gadis itu menoleh saat Ryeowook berlari ke arahnya dengan kekuatan maksimal. Pria itu bahkan tidak mengaitkan kancing kemeja pada lubang yang semestinya. Ia terlalu sibuk menghentikan video yang ditonton Ha Kyung dan menghentikan suara erotis yang dilontarkan si pemain wanita.

Ryeowook menatap murka pada Ha Kyung. Sementara gadis itu justru menatap Ryeowook dengan sejuta tanya dan tawa.

“Jadi…” Ha Kyung menelan suaranya menunggu Ryeowook untuk bicara. Pria itu mematikan Ji Eun dalam sekejap. Melepas baterai dan membuangnya sembarangan.

“Sudah kubilang jangan menyentuh Ji Eun, Kyung-ah! Berapa kali harus kuingatkan!” Pria itu berteriak. Wajahnya berubah masam—dan terselip sedikit rasa malu di dalamnya.

Ha Kyung kini mengetahui rahasianya.

Ya. Video porno yang dimilikinya.

“Sejak kapan kau menyimpan video-video itu, Oppa?” tanya Ha Kyung. Gadis itu tersenyum, lebih tepatnya menahan tawa.

“Kenapa kau tetap memaksa, Kyung-ah?” Ryeowook memelas. Antara malu dan murka.

“Aku tidak akan memakimu hanya karena kau memiliki hobi mengoleksi video itu, Oppa. Jadi selama ini kau lebih menyukai video-video itu ketimbang diriku?” tuntut Ha Kyung. Gadis itu tidak mengatakannya dengan amarah. Justru dengan tawa.

Hal tak terduga yang ditemuinya dari Ji Eun.

“Dengar,” Ryeowook menghampiri Ha Kyung. Kembali duduk disampingnya. “Ini semua tidak sesuai dengan dugaanmu. Aku…”

Ryeowook terdiam. Agak ragu berucap sebelum akhirnya Ha Kyung mendesaknya dengan meremas pergelangan tangan si pria.

“Aku mendapatkan semua video itu dari Hyukjae. Kukatakan padanya bahwa aku memiliki sedikit masalah dengan kejiwaanku,” jelas Ryeowook.

Ha Kyung diam. Mengamati dan mendengar.

“Kau terlalu berharga untukku, Kyung-ah. Karena aku tak memiliki cukup keberanian untuk sekedar menciummu, Hyukjae menyuruhku untuk belajar dari video-video itu.”

“Lalu?”

Ryeowook memejamkan mata. Menunduk mengumpulkan sisa tenaga yang ia punya. “Karena kau telah merusak semua rencanaku, sepertinya kita harus mengakhiri hari ini di dalam kamarku.”

“Maksudmu?” Alis Ha Kyung mengerut. Agak terkejut saat Ryeowook tiba-tiba menahan erat kedua bahunya.

“Pelajaran kedua yang diberikan Hyukjae padaku adalah ‘lakukan dengan paksa saat keberanianmu surut’,” ucap Ryeowook diiringi dengan aksinya melepas kemeja yang semula melekat di tubuhnya.

“Maksudmu?” Lagi-lagi Ha Kyung mengerut.

“Kau akan mengetahui maksudku setelah kuberikan hadiah khusus untukmu, Kyung-ah.” Ryeowook mendorong tubuh mungil Ha Kyung.

“Happy anniversary, Babe.”

**END**

2013 - Thx For Coming

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

31 thoughts on “DO NOT CLICK”

  1. Uyeeeeeeaaaaaahhhhhhh,,,,,,,akhir’y ff req q publish jg woooowwww bang kau polos bgt smp msti berguru sma the master of yadong lee hyuk jae heeee…..
    Tp knp cho ending’y kek gini w pngen liat aksi bang ryeowook kha Wae,,,,,wae,,,,Waeeeeeeeeeeee??????!!!!!!

    #jambak rambut mpe botak gara2 cho ikha

    1. hihihi maap ya nenk kelamaan, abis ke-stuck abis sumfeh deh huhuhu~ moga kamu suka yaaa~
      Hahahaha jangan nenk, tar berujung ke yadong-yadong. Yang laen keenakan baca ntarnya eaaa~
      sekali lagi maaf yaaa baru dibikin sekarang~ *kiss and hug*

  2. YAA!!! Cho ikha……!!!!! Bilangin ma Hyukjae, jgn mnodai kpolosan Ryeowook…!!!!
    Oh ya, itu cho ikha, ga dimana sllu muncul.
    “̮=D… .”̮.. =))…”̮..
    (*) Ћªǟªǟћªǟћªǟªǟћªǟ (*)
    <=-P <3Ћªǟªǟћªǟћªǟªǟћªǟ ❤
    (*) Ћªǟªǟћªǟћªǟªǟћªǟ (*)
    _/ \_ ❤ Ћªǟªǟћªǟћªǟªǟћªǟ ❤
    (*) Ћªǟªǟћªǟћªǟªǟћªǟ (*)
    Tapi gue suka, mskipun yaa kta lo tdi, humornya gak gak dpet…!!! Request_an gue udh blom? **eh (emang gue pernah ng-request)

    1. MUAHAHAHAHA ya iyadong secara gue gituloh, harus numpang eksis dimana mana /eh?
      haduh gk tau deh vie, otak gue rada sableng pas bikin ff ini. stuck di comedy-romance nya. Gue kan gak ahli di bidang itu, ahlinya di bidang peryadongan, eaaaa~
      request-an lw masih proses bebs, SEXY nunggu EP kelar dolo :p

  3. Aduh kak, aq pngen ngakak tau, soalny ryeowook dgn tampang plos trnyata ngoleksi video yadong, kykny kna virusny si hyuk jae deh..
    Cho ikha it sering yadongan sama hyuk jae y? Kok kykny udh pngalaman bnget.

    1. Hahahaha aduh dek, aku udah ke stuck mau bikin alurnya kek gimana, Tapi makasih yaa udah sempetin baca 😀
      Yohi doong, Cho Ikha gitu loh. Miinah sama Rizka juga ikut”an yadong gara” sering maen ma onn, eaaa~ tar juga kamu ketularan juga :p

  4. wkwk,,,
    ff apaan ini??????
    ryeowook ternista,,,
    #plak
    paling gak tahan pas
    ” terlebih
    lagi muak melihat kemesuman yang
    selalu dipamerkan Hyukjae bersama
    kekasihnya, Cho Ikha.”
    okay, aq ngakak pas bagian itu,,
    ceweknya kyk agresi militer, slalu mlncrkn serangan ke ryeong,,,,

    1. kkkk~ kan bang ryeo itu kepolosannya gak bisa diilangin dari mukanya dek. Mau bikin ff nista kek hyukjae yang ada aku gak rela… Bangryeo baek baek, beda ma hyukjae doi kan binal banget /eh\
      hahahaha makasih dek komennya “D

  5. Ini kenapa ada nama saya dibawa”???

    Dan kenapa masih ngungkit” masalah mesumnya gue sama abang lo sih??? Please Khaa~ gue udah move on… Biarkan gue hidup tenang dipelukan brondong” kece gue… (red: Taemin & Kai )

    Ini Lucu kok~ Ryeowook, Aku gak nyangka Oppa suka nonton gituan…. Tau gitu dulu aku gak putusin. Eeeeeaaaa~ Hahahaha…

    Dan I love endingnya by the way… *belepotan banget sih bahasa gue* -___-

    1. Terus? Gue mesti nulis nama mbee atau heru gitu karna statuss lw yang udah move on itu? *angkat jempol ke bawah* (?)
      hahahaha jadi dulu ryeowook sempet ma lw? Pasti lw putusin gara” gak bisa digrepe” kek donghae? /mulai lagi\

  6. ahhhhh, kenapa ryeowook jadi kayakkk gitu oen.
    kau harus tanggung jawab oen,
    marahilah suamimu yang memberikan video nista itu!!
    *ngapain gue marahhh*. haha gak jelas
    pdahal biasku kan Kyuppa. hehe 😀
    tapi kasiaaann ahhh wookie.
    selalu endingnya penuh keyadongan itulahhh ciri khas ikha oenni.
    muahaha *evil laugh*

      1. yang nulis kan oenni. ihhh gak jelass, hehe
        iyaaaa, mungkin hidupmu tak lengkap tanpa keyadongan ya oen.
        ngakuu dehhh..
        kekeke
        tapi yaaaa lumayan ahhh oen. tapi aku lebih suka genremu yang misterius daripada romance. hehe
        KEEP WRITING

      2. eh? yang nulis gueh? sejak kapan dek? kkkk~
        abis kalo romance itu nanggung-nanggung gimanaaa gitu. kalo yadong kan udah fix menggelitik penuh penosa dek, eaaaa~ sip sipp~ thx ya dek. cup cup muah muah buat kamu 😀

  7. OHMAIGAD!!!! >< kemana ryeowook yang selama ini innocent sekali?? kenapa ryeowook berubah jadi perv. begitu??? kemana ryeowook yang selalu malu-malu itu??? ASTAGAA…
    gak percaya kalo wookie disini jadi begitu, ini semua gara-gara bang hyukk!! *pukul*
    hhahahah… tapi boleh lah, kesian wookie kalo selamanya innocent.. hhehehe

    1. hahahaha waduh, itu kata yang pertamanya sampe gede semua gitu hurufnya (¬_¬)–o(✗_✗)
      salahin banghyuk dek, jangan salahin onn. Onn nulis begini juga gara” liat banghyuk nge-dance harleem shake. Jangan salahin onn. Jangan salahin akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
      *mendadak gila

  8. ada aku sama bg yes uwoo hihihi
    gk nyangka hyuk jae menodai kepolosan ryewook hahahaha
    tobat bg,klo sesat jangan ngajak yg polos kayak ryewook
    ajak yesung aja biar cepet” nikahin aku /eh XD

    1. yeh, bukan hyukjae doang ka, yesung juga. hahahaha
      iya dong kan biar eksis mameeen~ ff yesung masih dalam proses jadi tunggu dulu yak 😀
      hapah? nikahin lw? Hahaha dengan senang hati kaaaaa, biar lw gak grepe grepe brondong gue lagiiii. alhamdulilah kai selamet ya allah… selameeeeeeeet

      1. tenang aja ka, gue bakal nunggu hhehe
        pantesan bg yes mulai agak nakal klo jumpa gue kkk~ ternyata di hasut hyuk jae
        yesung nikahi gue 2 tahun lagi nunggu doi selesai wamil jd masih lama T.T
        APA Kai selamat??? gk akan biarpun gue nikah sama yesung Kai ttp jadi brondong gue!!! Kai tetap milik gue!!! milik gue!!!! *jambak rambut* *mulai stress*

  9. Onn itu endingnya gitu sihh kok gk dilanjutin ajah *eaaa *yadongnya kumat
    tp ksian jg wokkie oppa yg unyu nan anggun dksi nntn film yadongan kyk gitu aplgi krn krjaan si abang *lirikhyukpa kn ksian onn ksi tau dong si abang jgn ngaruhin wokkie oppakuu yaa hihikkk~
    tp of all bgus kok onn, slalu ada ciri khas cho ikha-nya yg slalu aq sukaa hahaaa

  10. astagaa..!
    ryeowook ternoda >_<
    ato malah wookie yg menodai (?)
    chingu, cara dapetin pwnya gimana sih? tlong share yak… *puppy eyes
    gomawo….*kecup basah

  11. Saat pertama kali membaca, ak sedikit bingung dengan tokoh Ji Eun. Ternyata……
    Selanjutnya dalam hal isi, kurang greget si. hehe. Tapi endingnya cukup sukses, ak tidak bisa mengira-ngira. Meski berupa adegan xxx berikut nama Eunhyuk yang terlampir. Sekian.

  12. ini yang buat pikiran polos ryeowook ternoda itu Hyukjae apa Eonni? =.=
    Aduh eonni, ryeowook poyooosnya hampir sama kayak aku. Andwae!! Ryeowook, kau belum cukup umur nak T.T

    1. Onenkfoo!!!!!!
      OH, MY GOD, I MISS YOUUU!!!!

      Maaf banget ini baru check blog lagi jadi gak ngeh kamu komen disini. Please chat me back because I’m so lonely!!!! 😦

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s