MY BROTHER, KYU

Poster of 'My Brother Kyu'

“EASY MOVES”

***

SO, WHAT ARE YOU DOIN’ LAST NIGHT?” Gadis di samping Kyuhyun bertanya dengan setengah menuntut. Tatapannya mengawasi sementara hidungnya yang bebas dari pengaruh suntikan silikon dokter bedah plastik tersebut bergerak kembang-kempis.

Anak pertama dari Keluarga Cho itu sama sekali tidak terkejut. Ia masih mematung pada posisinya—duduk pada sofa dengan kedua kaki yang terjulur angkuh di atas meja. Mata Kyuhyun berhasil bertemu dengan mata gadis tersebut setelah ia memaksakan diri membuka kelopak matanya. Dan rasanya justru menyenangkan.

Bibirnya yang menghitam akibat salah menggunakan sunblock lantas menyunggingkan sebilah senyum. Raut gadis itu menggelitik hatinya, betapa Kyuhyun begitu menyayangi satu-satunya saudara yang ia punya—meski ia sedikit kewalahan menghadapi kekhawatiran yang selalu gadis itu tunjukkan.

 Sambil menjepit tulang hidung si gadis di antara jemarinya, Kyuhyun berucap malas. “Dengar, Cho Ikha—adikku yang cerewet. Oppa-mu yang tampan ini baru saja pulang beraktifitas beberapa menit lalu. Bagaimana jika kau memberiku segelas gingseng merah atau beberapa potong cokelat di kulkas?”

Gadis bernama Cho Ikha itu menepis kasar. Ia tak pernah melakukan reaksi penolakan sekali pun Kyuhyun memeluk atau menciumnya. Tapi hidungnya adalah harta berharga melebihi koleksi bra yang ia punya. Baginya, siapa pun tidak boleh menyentuh hidung alaminya.

Siapa pun. Termasuk Presiden Korea Selatan sekali pun.

“Gara-gara kau, aku tidak bisa mengerjakan tugas dan jadwal kencanku dengan Lee Hyuk Jae gagal total!” tukasnya.

Ikha merogoh kantung sweater, mengeluarkan ponsel SK di lubang pertama dan ponsel Samsung di lubang yang lain. Ia juga merogoh kantung celana, mengeluarkan ponsel LG, I-Phone, dan beberapa smartphone lain yang ia selipkan sembarangan di sekeliling tubuhnya lantas meletakkan semua alat komunikasi tersebut tepat di samping kaki Kyuhyun.

Kyuhyun lagi-lagi hanya tersenyum. Gadget yang tergeletak seperti sampah itu hanya sebagian dari yang dimilikinya. Ia menyimpan dua gadget lain di dalam tas. Dan ah! Ada satu di kantung jas dan satu lagi di dashboard mobilnya—meski ia tak tahu persis.

“Aku bosan menjawab semua telepon dari semua fans-mu itu, Cho Kyuhyun. Kyuta, Jeannyhan, Vievie, Choi Yeonra, Nia, Salma, Sora, bahkan gadis Indonesia yang bekerja di cafe Leeteuk Oppa pun ikut kau sikat. Siapa namanya? Aku lupa.”

Kyuhyun mendelik sejenak. Alisnya terangkat, mencoba menerka-nerka. “Meinar maksudmu?”

Gadis itu menjentikkan jari lantas mengangkat ibu jari. Harus ia akui, Kyuhyun memang memiliki daya ingat yang jauh di atas rata-rata. Bagaimana mungkin pria tengil itu dapat mengingat nama-nama gadis dari ratusan nama yang ia hafal satu per satu pada phonelist smartphone Kyuhyun? Ia saja hampir kesulitan membedakan suara Song Joongki dan Onew.

Ikha menghempaskan tubuh pada punggung sofa. Melepas beban setelah semalaman menjawab semua panggilan para gadis yang menjadi koleksi Kyuhyun.

Ia berharap hobi Kyuhyun yang satu ini tidak berlanjut lebih jauh. Pernah ia dengan sengaja membuat dua diantara gadis itu bertengkar hebat hanya karena salah mengucap nama, dan entah siapa yang bodoh, Kyuhyun selalu memiliki berbagai macam trik untuk mengelabui mereka. Dan keduanya akan jatuh lagi ke dalam pelukannya hanya dalam beberapa detik saja.

Hebat.

“Bicara tentang Meinar, gadis itu memang lebih matang jika dibandingkan nama-nama lain yang kau sebut barusan. Lagipula dia yang menggodaku lebih dulu. Jadi jangan salahkan aku,” ucap Kyuhyun.

Pria dengan wajah yang begitu mulus tanpa bulu-bulu pengganggu itu melepas dasi kemudian melemparnya ke sembarang tempat. Sedangkan Ikha malah memutar bola mata. Hampir setiap pembelaan Kyuhyun merupakan sebuah klise lama.

‘Gadis itu yang menggodaku lebih dulu’. Ikha sudah mengira Oppa-nya akan mengucapkan kalimat tersebut.

“Kali ini siapa yang kau ajak ke hotel kemarin malam? Rinrin? Hyein? Cacamoi? Bee? Anis? Atau Pinky?” Ikha bertanya antusias. Tentu saja dengan sedikit berbisik. Jika ajumeoni mendengar perbincangan mereka, tamatlah sudah riwayatnya.

Kyuhyun menatap Ikha tak berkedip. Direngkuhnya wajah dongsaeng-nya lantas memutar kepala ke kiri dan ke kanan. Matanya menyipit, menelisik sesuatu hingga membuat bibir Ikha seperti ikan kembung akibat tekanan dari jemari Kyuhyun.

“Kau apakan uang yang kutransfer kemarin sore? Sepertinya hidungmu masih tidak berubah?” tanya Kyuhyun, mengejek.

Suara lengkingan Ikha membahana saat gadis itu menerjang Kyuhyun dengan jurus ‘monyet mencakar langit’ yang ia pelajari dari Hyukjae. Kyuhyun memang selalu memberinya kompensasi saat memberikan tugas padanya. Tapi bukan itu yang Ikha khawatirkan.

Rahasia Kyuhyun yang suka bermain wanita harus tersimpan rapi dari kedua orang-tuanya. Berkat ke-playboy-an Kyuhyun yang ia peroleh dari ayahnya, pria itu gagal bertunangan dengan anak dari pemilik Hyundai dan cucu dari pemilik kosmetik Etude House. Alasannya sangat jelas: pria itu tertangkap basah sedang berciuman dengan gadis-gadis yang ia sendiripun tak tahu berasal dari planet mana.

Well. Aku tidak perlu operasi plastik karena Hyukjae hanya tertarik pada ini,” jawab Ikha seraya membusungkan dada penuh kebanggaan.

Terbatuk-batuk, pria dengan perm yang membuat poninya mengembang itu menahan tawa. “Apa jadinya jika Hyukjae tahu bahwa kau pernah pergi bersama Kai ke sebuah bar di daerah Apgujung? Atau… apa yang Hyukjae lakukan jika sebenarnya kekasih yang sangat ia cintai ini pernah berciuman dengan adiknya di dalam bioskop. Siapa namanya? Lee Taemin?”

Seolah dipukul oleh tongkat baseball, gadis itu membeku seperti tiang bendera saat Kyuhyun dengan lantangnya mengucapkan kalimat terlarang tersebut. “Eotteohkae arayo? (Bagaimana kau tahu?)” selidiknya.

Bibir Kyuhyun melengkung, menampakkan sebuah senyum dengan berbagai arti yang tersembunyi di dalamnya. Dan sialnya Ikha hanya menemukan kelicikan disana. Pria itu pasti berada di tempat yang sama saat ia berduaan dengan Kai atau pun Taemin. Jika begini caranya, Kyuhyun pasti akan memerasnya. Segera.

 “Ayolah. Jangan munafik, Cho Ikha. Aku tahu malam itu kau sedang menunggu Lee Minho—dan bukannya Lee Hyukjae. Kita memang tidak jauh berbeda bukan?” ujar Kyuhyun, menang.

See? Dugaannya tepat. Pantas pria yang menyandang gelar The Killer of a Thousand Girls ini pernah menjadi juara olimpiade matematika saat masih di bangku senior high school. Otaknya cerdas. Terutama dalam hal seperti ini.

Cih, dasar penguntit!” gumamnya seraya melempar pukulan kecil di lengan Kyuhyun.

Gadis itu kemudian bersandar pada bahu Kyuhyun. Sejak pria itu disibukkan oleh status ‘pewaris utama’, Ikha jarang menghabiskan waktu bersamanya seperti yang selalu mereka lakukan beberapa tahun lalu. Rasanya menyenangkan bertengger di bahu Kyuhyun, seperti mesin penyedot debu yang mampu menghilangkan penat di kepalanya.

“Kapan kau akan mengajak teman-temanmu yang seksi itu kemari?” Kyuhyun menjatuhkan kepalanya pada kepala Ikha. Keduanya sama-sama bernapas dengan ringan. Menikmati alunan serenade Kiss From a Rose milik Seal yang mampu menghilangkan lelahnya.

“Aku sudah tidak berteman lagi dengan mereka. Seohyun dan Victoria sama saja dengan yang lain. Hanya memanfaatkanku agar bisa mendapatkanmu. Mereka tak lebih dari sebongkah toko kecantikan. Parfume yang mereka gunakan terlalu menyengat untuk menggaet beberapa gigolo di sepanjang jalanan Namdaemun.”

Sebisanya, gadis itu berusaha mengintip Kyuhyun dari sudut mata. Pupil pria itu semakin menghitam saat tersenyum. Dan saat ini Kyuhyun memang benar-benar tengah tersenyum.

“Kapan kau akan bertaubat, Oppa?” tanya Ikha.

Gadis disampingnya kini sedang asyik mengamati beberapa foto kebersamaan mereka di gallery gadget-nya. Ikha terkekeh begitu foto yang menunjukkan seorang pria yang hanya memakai boxer bermotif batik tersebut menggelitik otot-otot wajahnya. Wajah Kyuhyun tanpa make-up di kolam renang membuatnya nampak seperti netizen galau—itu adalah foto yang sangat Kyuhyun ingat saat berlibur ke Pulau Bali.

“Apakah bermain wanita itu sebuah dosa? Lagipula mereka sepertinya menikmatinya juga,” jawabnya lugas.

Bibir Ikha terangkat. Memang tidak ada yang salah dengan pernyataan Kyuhyun barusan. Hanya saja, kepercayadiriannya membuat Ikha ingin mematahkan lidah Kyuhyun.

Wanita adalah makhluk terindah yang diciptakan oleh Tuhan. Manfaatkan hal tersebut dengan baik, maka kau akan merasakan damainya dunia. Itulah yang Kyuhyun dengungkan setiap kali berduaan dengan lawan jenis.

Kurang lebih seperti itu.

“Kau sendiri? Kapan kau akan bertaubat?” Kyuhyun balik bertanya dan berhasil membuat Ikha terkekeh tajam.

“Tunggu sampai kau membuat pengakuan dosa setebal novel JK. Rowling.” tandasnya.

Keduanya lantas saling mengumandangkan tawa. Kyuhyun memeluk Ikha dan mengapit tubuh gadis itu di antara bagian tubuhnya. Ikha mengerang, mencakar lengan Kyuhyun karena tidak kuat menahan bau keringat di sekitar ketiak oppa-nya.

Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa gadis-gadis itu mau berdekatan denganmu yang jelas-jelas aromanya seperti bangkai tikus?”

***

KAU YAKIN TIDAK ADA SIAPA-SIAPA DI RUMAHMU?” Ini ketiga kalinya Miinah mengajukan pertanyaan yang mampu membuat Ikha mendesah keras.

“Haruskah kuulangi lagi, Miinah-ya? Hanya ada ajumeoni dan pria brengsek itu disini. Kedua orang-tuaku terlalu sibuk untuk sekedar pulang ke rumah,” jelas Ikha bosan.

Kedua gadis sebaya itu menaiki tangga menuju lantai kedua. Selama meniti setiap anak-anak tangga, Miinah tak henti-hentinya mengedarkan pandangan. Rumah Ikha memang besar. Sama besarnya dengan Seoul Gymnastic Stadium.

“Ini kedua kalinya aku datang kemari dan rasanya masih begitu asing,” ucap Miinah. Ia membenahi buku-buku yang ada di dalam pelukannya sebelum lolos dari genggaman. Matanya masih mengamati, menghapal setiap sudut ruangan.

“Aku akan mengambil makanan untuk mengiringi kita selama mengerjakan tugas. Kau sudah tahu ruanganku bukan?” Gadis itu menunjuk ke arah pintu berlapis kaca tipis tak jauh dari mereka berdiri.

Ujung telunjuk dan ibu jari Miinah menyatu, membentuk huruf O tanda mengerti. Untungnya ia mengenal pintu kamar Ikha. Benda itu memang nampak unik dibanding pintu-pintu lain di dalam rumah besar tersebut.

Agak kewalahan, gadis itu berjalan tergesa karena tak mampu menahan berat buku-buku tebal Phillips Kotler di tangannya. Saat melewati dua pintu sebelum ruangan Ikha, perhatian gadis itu tersita oleh sesosok manusia di dalam sana. Langkahnya terhenti secara otomatis. Persis seperti mesin bom-bom-car yang kehabisan koin.

Dari balik celah pintu yang tidak begitu lebar, Miinah menemukan seorang pria yang ia kenali sebagai kakak kandung Ikha. Yeah, itu dia Cho Kyuhyun.

Pria itu hanya mengenakan T-shirt dilapisi sweater tipis abu-abu yang menutupi lengan hingga jemarinya. Meski biasanya ia sering mengatai para pria yang selalu mengenakan jeans dalam kondisi apapun, kini ia memilih untuk menutup mulut dan tidak berkomentar saat Kyuhyun memakai jeans belel biru langit di kedua kakinya.

Kacamata bingkai hitam selebar kedua mata besarnya bertengger manis ditopang oleh hidung mancung Kyuhyun. Bibir pria itu bergerak-gerak membaca deretan huruf dari buku yang sedang ia baca. Dan karena hal itu, Miinah tak mampu berpaling dari bibir Kyuhyun selama beberapa detik.

Bohong jika gadis itu tidak menyukai Kyuhyun. Ia berani bertaruh, tak ada gadis atau seorang wanita pun yang mampu menolak pesona Kyuhyun—sekali pun pria itu mengajak terjun ke jurang tercuram sedunia sekalipun.

Miinah terperanjat saat pria itu berpaling menatapnya. Selama beberapa detik pandangan keduanya saling bertemu. Keadaan itu berhasil membuat gadis itu serasa mati suri. Jantungnya tidak berfungsi dengan baik. Debarnya tak menentu dan saluran arteri di paru-parunya mendadak menyempit.

Agar tungkai kakinya tidak melemah, Miinah memilih untuk membungkuk sopan kemudian meninggalkan tempat kejadian. Ia menarik-menghembuskan napas beberapa kali setelahnya. Sekedar menormalkan kembali organ vital tubuhnya atau ia benar-benar akan mati di tempat itu juga.

Selang beberapa menit, Ikha datang bersama nampan besar di tangannya. Tidak usah ditebak. Ia sudah tahu apa yang dibawa gadis yang telah menjadi temannya selama setahun terakhir ini.

“Sepertinya Oppa-mu tidak sibuk?” tanya Miinah, tetap bersikap hati-hati.

Ikha menggedikan bahu. “Mana kutahu. Yang kutahu pria itu tidak pernah ada di rumah pada jam-jam sekarang. Mungkin dia sudah bosan dengan koleksi-koleksinya?” jelasnya kemudian melirik jam Mickey Mouse yang melekat di dinding kamar.

09.45 p.m.

Miinah mencibir lantas menjatuhkan tubuhnya pada sofa empuk yang ada di tengah ruangan.

Wae? (Kenapa?) Sepertinya aku mencium sesuatu yang mencurigakan.” Kedua mata cokelat Ikha menyipit. Garpu yang semula ia pakai untuk menusuk potongan strawberry pun terarah pada Miinah.

A-ani (T-tidak),” tolak Miinah, agak terbata.

“Sudah kukatakan berulang-kali padamu untuk tidak terjebak oleh rayuan pria brengsek itu, Miinah-ya. Apa kau sudah berdoa dulu sebelum datang kemari—untuk menguatkan benteng keimananmu?”

Miinah kemudian terkekeh. “Kau pikir Oppa-mu itu setan perusak iman seseorang, eh?”

“Pada kenyataannya memang seperti itu bukan?” Ikha menjawab tanpa berbasa-basi. Sangat ringan dan natural.

“Aku tidak akan jatuh ke dalam perangkap Cho Kyuhyun seperti teman-temanmu yang lain. Tapi toh wajar saja. Pria itu memang tampan.” Pada akhirnya Miinah membuat sebuah pengakuan.

Sambil mengeluarkan bunyi ‘phew’ pelan, bola mata Ikha berputar menahan mual yang mendadak menguasainya. Ia sudah terbiasa menghadapi kelakuan teman-temannya yang tiada henti memuja Kyuhyun. Maka ia membiarkan Miinah melakukan apapun sesuka hatinya.

Sementara Miinah membuka Macbook dan mulai menulis, handphone Ikha bergetar pelan pertanda sebuah pesan singkat telah diterimanya. Gadis itu kembali mendesah lantas melempar benda itu sembarangan ke atas sofa.

“Aku akan ke bawah sebentar. Eomma datang dan membutuhkanku untuk membawakan beberapa hadiah yang ia bawa. Sepertinya ia membeli sesuatu untukmu. Chamkanmanyo (Tunggu sebentar).”

Tanpa melihat anggukan dari Miinah, Ikha segera berlari menuju lantai dasar dengan terhuyung-huyung. Derap langkahnya yang kasar terdengar jelas oleh Miinah saat gadis itu menuruni tangga. Miinah memilih untuk memulai paper-nya. Ia tak ingin Cho Ikha mendahuluinya lagi hanya karena gadis itu pandai membuat desain.

Baru saja Macbook kesayangannya ia letakkan di atas pangkuan, gadis itu mendengar suara ‘oh’ pelan dari arah pintu kamar. Ia mendongak dan menemukan Kyuhyun tengah mengamati seisi ruangan. Seolah Pangeran Charles sedang mengadakan kunjungan dadakan, Miinah segera membenahi posisi duduknya seanggun mungkin. Macbook-nya tetap berada di pangkuan, sengaja agar ia terlihat seperti gadis rajin yang memiliki intelektual tinggi.

Mian (Maaf), kukira ada Cho Ikha disini.” Kyuhyun membuka pintu lebih lebar, masih mengedarkan pandangannya.

Tak tahu harus memberi reaksi seperti apa, Miinah hanya mencoba membuat seulas senyum sebaik mungkin—meskipun hasilnya malah nampak seperti badut yang sedang menunjukkan gigi-giginya saja.

Kyuhyun memasuki kamar Ikha, bergerak menuju meja besar yang biasa adiknya pakai saat belajar sendirian kemudian mencari sesuatu di antara tumpukan buku yang berserakan seperti sampah di atas meja. Tak butuh waktu lama, pria itu lantas memekik begitu menemukan buku yang ia cari.

“Kemana gadis murahan itu?” tanya Kyuhyun, sadar bahwa Ikha berada di luar jangkauan matanya.

Miinah membungkam mulut menahan tawa. Pantas saja Ikha selalu menyebut Kyuhyun sebagai pria brengsek, pria yang sangat dikaguminya menyebut Ikha dengan sebutan gadis murahan. Sungguh dua bersaudara yang begitu unik.

“Ke bawah. Eomonim datang dan—“

“Kalau begitu aku akan menunggu disini.” Tanpa basa-basi pria itu memotong penjelasan Miinah lantas berjalan mendekatinya.

Suara berisik dari sendal flip flop original yang dikenakan Kyuhyun—yang beradu dengan lantai keramik kamar Ikha—menegunkan gadis berbulu mata lentik tersebut. Kedua bola matanya berputar seiring pergerakan Kyuhyun. Dan ketika pria itu menarik diri untuk duduk tepat disampingnya, ia berani bersumpah bahwa ia ingin mengeluarkan teriakan sebesar yang ia mampu saat itu juga.

Miinah mengalihkan perhatian dengan mencoba mengetik sesuatu pada microsoft word yang baru saja ia buka. Sayangnya tidak, wangi perfume Jammy Coo yang menyeruak dari tubuh Kyuhyun berhasil membuat konsentrasinya berubah samar-samar.

“Aku belum pernah menemuimu disini. Teman adikku juga?” Pria itu mengajukan sebuah pertanyaan sederhana.

Miinah hanya mengangguk lantas berucap, “Satu fakultas, beda konsentrasi.”

Kyuhyun hanya mengucap kata ah. Setelahnya pria itu sengaja berdiam diri. Disampingnya, Miinah menggigit kuku ibu jarinya karena ia benar-benar tak bisa berpikir sekarang. Meskipun ia tidak menatap Kyuhyun secara langsung, ia masih dapat menangkap dengan jelas saat pria itu melepas kacamatanya lalu meletakkan buku dan benda tersebut di atas meja.

“Apa… kau pernah mendengar gossip atau apapun itu yang berhubungan denganku?” selidik Kyuhyun.

Miinah mengeratkan jemarinya yang mendadak berubah dingin. Ia tahu, Kyuhyun hanya sekedar mengajukan pertanyaan untuk mengurangi kecanggungan di antara mereka. Namun entah mengapa setiap kata yang pria itu ucapkan mengandung unsur-unsur yang mampu membuatnya tergoda.

Semoga telinganya saja yang salah.

“Kau adalah lulusan kampus kami dan juga kakak dari Cho Ikha. Siapa yang tak mengenalmu?” Hanya itu jawaban Miinah.

Ia tak perlu menjawab terlalu panjang atau Kyuhyun dapat menangkap getaran dalam suaranya.

Gadis itu mengusap tengkuk lehernya. Kehadiran Kyuhyun benar-benar seperti hantu—mampu membuat bulu kuduknya berdiri secara serempak. Miinah sempat melirik sejenak pada Kyuhyun kemudian kembali menatap microsoft word yang baru saja dihiasi oleh dua baris kalimat saat pria itu tertangkap sedang mengawasinya.

Meski Miinah tidak memiliki buah jakun, ia boleh bertaruh bahwa Kyuhyun pasti merasakan ketegangan yang menyelubungi tubuhnya. Gadis itu berusaha untuk fokus dengan melantunkan beberapa doa—sesuai petunjuk yang Ikha berikan.

“Semakin lama dipandang, kau ternyata cukup menarik juga,” kata Kyuhyun. “Ireumeun? (Namamu?)”

Seolah tertimbun pasir, gadis itu bahkan tak mampu bergerak saat Kyuhyun menanyakan namanya. Ini adalah hal yang patut ia syukuri. Jelas saja, semua orang tahu bagaimana selera Kyuhyun.

“Miinah,” jawabnya, malu-malu.

What a beautiful name! Sama seperti pemiliknya,” puji Kyuhyun.

Miinah menunduk, menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara teriakan yang sedari tadi ia tahan. Rasanya ia ingin memakai papan bertuliskan ‘Kyuhyun Memujiku’ kemudian menaiki coupe dan mengarak dirinya sendiri mengelilingi setiap jalan di Kota Seoul.

“Biar kutebak. Kekasihmu pasti satu angkatan denganmu,” terka Kyuhyun.

Sigap, Miinah menggeleng cepat. “Aku masih sendiri,” jawabnya, meyakinkan pria itu bahwa ia memang gadis ‘bebas’ yang bisa dihinggapi kapan saja.

Wow! Sungguh kebetulan di atas kebetulan. Aku juga berstatus single, Miinah-ssi. Bagaimana jika kita berteman?”

Kyuhyun mengajukan penawaran lantas disahut oleh anggukan manis dari Miinah. Selama mereka berbincang, gadis itu menatap Kyuhyun tak lebih dari dua detik. Keadaan itu terus berulang selama beberapa kali.

Wajah pria itu kemudian berubah serius. Matanya tertumbuk pada bahu Miinah yang tertutup cardigan candies. Perlahan Kyuhyun menunduk, menghirup aroma tubuh Miinah disana dan berhasil membuat gadis itu terkesiap. “Hermes Eau des Merveilles. Wangi yang sangat kusuka,” gumamnya sensual.

Refleks, Miinah menggeserkan tubuh agar bibir Kyuhyun tak menyentuh cardigannya. Secara tidak langsung, pria itu jelas sedang menggodanya. Sayangnya pikiran Miinah tidak bisa bertindak tegas kali ini. Maka ia memilih untuk menyisir rambutnya yang panjang dan menutupi bahunya sebisa mungkin.

“Kenapa harus kau tutupi, Miinah-ssi? Bukankah akan lebih baik jika wangi ini kau bagi denganku?” Kyuhyun mencengkeram pergelangan tangan gadis itu dengan lembut, memerintahnya untuk tidak bergerak.

Ucapan Kyuhyun benar-benar seperti setetes racun yang mampu melemahkan tubuhnya. Ia ingin memaki ketololannya. Namun sejujurnya ia memang menginginkan hal ini. Miinah melirik ke arah pintu, sekedar mengawasi kehadiran Ikha yang bisa saja muncul tiba-tiba.

Pria itu meraih beberapa helai rambut Miinah, mengibaskannya ke balik punggung lalu menyelipkan sejumput di belakang telinga. Kyuhyun mencoba mendekat. Perlahan, perlahan dan perlahan hingga kedua kaki mereka saling bersentuhan.

Bibir merah tuanya menyentuh tulang belikat Miinah, membuat gadis itu mengejang saat itu juga. Kelopak mata Kyuhyun menutup, menyembunyikan mata hitamnya yang menggebu-gebu. Rasanya ia ingin menghirup wangi itu lebih lama dan berharap Ikha tidak muncul untuk menghentikan hasratnya.

H-h-hajimayo, Kyuhyun-ssi. (Jangan lakukan ini, Kyuhyun)” tolak Miinah.

Kyuhyun sempat melepaskan bibirnya dari sana untuk menatap Miinah. “Tapi aku menyukainya,” bisik pria itu, memelas namun penuh godaan.

Tangan Kyuhyun merebut Macbook yang ada di pangkuan Miinah, meletakkannya di tempat lain sebelum kembali menjarah gadis tersebut. “Bagaimana mungkin aku bisa melewatkan keindahan ini begitu saja?”

Ucapan Kyuhyun menggantung di ujung bibir. Terdengar begitu menggairahkan bagi siapa pun yang mendengarnya. Pria itu kembali bergerak mendekat. Miinah sempat menolaknya dengan menghindar perlahan. Namun Kyuhyun berhasil menggapainya saat gadis itu terpojok di sisi sofa.

Dada Kyuhyun terasa sesak saat indera penglihatannya hanya tertuju pada bibir Miinah. Ia ingin menciumnya dan menunjukkan beberapa trik yang ia punya saat bercumbu dengan gadis-gadis lain. Tapi ia harus sedikit menahan diri. Jika ia menyerang Miinah, progress-nya terlalu cepat dan terkesan buru-buru.

Maka ia memilih untuk meletakkan bibirnya di belakang telinga Miinah dan sedikit bermain-main disana. Satu tangannya menyusup di antara rambut panjang gadis tersebut sementara tangannya yang lain bergerak meraba paha Miinah yang terbalut celana jegging hitam. Kedua tangan Miinah menahan jemari Kyuhyun agar tidak bertindak lebih jauh, tapi semua itu sirna saat pria itu menghembuskan desah napas di lehernya.

Miinah memejamkan mata, mencoba untuk tidak terbawa suasana. Ia kembali menahan Kyuhyun saat jemarinya merangkak naik membelai punggungnya. Sialnya, ia kembali luluh dengan apa yang pria itu lakukan.

Kyuhyun mendongakan kepala Miinah lalu mendekatkan bibirnya pada bibir gadis tersebut. Karena belum siap dengan keadaan yang terlalu tiba-tiba itu, Miinah menghembuskan napas kasar dari sela-sela bibirnya. Kyuhyun lantas tersenyum, baginya, napas hangat Miinah yang menerpa wajahnya menandakan bahwa gadis itu hanya berpura-pura menolak ajakannya.

Waeyo? (Ada apa?)” bisik Kyuhyun merdu tepat di depan wajahnya.

Gadis itu menelan ludah. Tatapan Kyuhyun yang begitu tajam itu mengintimidasinya. “Ini… salah,” ucapnya gugup.

Jemari Kyuhyun kemudian mengusap ujung bibir Miinah. “Tidak ada yang benar atau salah, Miinah-ssi. Kau hanya perlu mengikuti kata hatimu,” ujarnya.

Tanpa membuang waktu lebih banyak, bibir Kyuhyun bergerak lebih dulu menghantam bibir Miinah yang sejak tadi terus menguji kesabarannya. Pria itu hanya melumatnya sejenak sebelum gadis itu kembali memberikan reaksi penolakan.

“Tidak. Sebaiknya kita akhiri saja.” Miinah menahan kedua bahu tegap Kyuhyun kemudian memalingkan kepalanya dengan cepat.

Seringaian Kyuhyun nampak di wajahnya. “Kau tidak bersungguh-sungguh, Miinah-ssi. Kau harus lebih kuat meyakinkanku bahwa kau memang tidak menyukainya,” serangnya.

Dengan sedikit memaksa, Kyuhyun merengkuh tengkuk Miinah hingga gadis itu tak mampu menghindar. Tubuh pria tinggi itu menghimpitnya hingga ke pegangan sofa. Dan pertemuan bibir kedua insan itu tak dapat dihindari lagi.

Kyuhyun menundukkan kepala, menekan wajahnya dan menyapukan bibirnya ke bibir Miinah. Awalnya gadis itu tetap menolak karena Cho Ikha. Jika adik dari pria yang tengah menciumnya dengan kasar ini mengetahui perbuatannya, maka habislah sudah.

Namun semua itu hanya sesaat, ia tak peduli apa yang akan Ikha perbuat padanya nanti. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali dan ia harus dapat memanfaatkannya dengan baik. Kedua tangan Miinah yang semula bertengger kaku di kedua sisi tubuhnya kini mulai bergerak memegang lengan Kyuhyun yang tidak begitu kekar jika dibandingkan lengan kekasih Ikha, Lee Hyuk Jae.

Kulit Miinah terasa lembab karena hawa panas di sekujur tubuhnya. Sama dengan Kyuhyun, pria itu pun merasakan gairah yang sama.

Kyuhyun menyentuh lidahnya ke sudut bibir Miinah. Belaian pria itu membuat sekujur tubuh Miinah semakin memanas. Rasanya menakjubkan. Lebih menakjubkan jika dibandingkan saat ia berciuman dengan Sungmin, mantan kekasihnya.

Kuku-kuku jari Miinah melesak menembus permukaan kulit Kyuhyun. Pria itu semakin buas menikamnya. Ia meremas cardigan yang dikenakan Miinah dan memperdalam ciuman mereka. Gadis itu menerimanya. Biar saja ia nampak seperti gadis murahan, yang penting ia dapat merasakan aroma maskulin dari tubuh Kyuhyun dari jarak sedekat ini.

Dada gadis itu bergerak naik-turun. Ia tidak bisa bernapas dengan benar karena Kyuhyun sama sekali tak melepaskan tautan bibirnya sejak tadi. Sesungguhnya Miinah tidak bermaksud menyuruh Kyuhyun berhenti, namun ia harus menghentikan semuanya sebelum gairah keduanya meningkat.

Memahami sinyal yang diberikan Miinah, pria itu melepas ciuman panas mereka kemudian mengambil oksigen sebanyak yang ia mampu. Benar, rasanya memang menakjubkan. Dan ia begitu bersyukur akan kepiawaiannya melakukan permainan tersebut dengan Miinah, satu diantara puluhan teman Ikha yang berhasil ia gaet.

“Lain kali buatlah bibirmu nyaman. Kau masih agak kaku saat berciuman denganku,” gumamnya.

Sebelum meninggalkan tempat tersebut, Kyuhyun sempat mengusap bibir Miinah yang agak basah akibat perlakuannya. Lantas pria itu mengerling nakal, membuat jantung gadis itu lagi-lagi berdetak tidak normal.

Yaissh! Kau mengagetkanku!” pekik Ikha saat Kyuhyun sudah mencapai pintu dan hampir saja menabraknya.

Serta-merta Miinah membenahi letak rambut dan cardigannya yang mengusut sebelum Ikha memergokinya. Beruntunglah Kyuhyun sempat menghalangi mata Ikha menggunakan punggung lebarnya.

“Aku pinjam bukumu,” ucapnya seraya mengacungkan buku bersampul merah di tangannya.

“Apa kau sudah lama berada disini?” selidik Ikha saat menyadari kacamata Kyuhyun tergeletak di atas meja.

“Belum. Aku baru saja masuk. Benar begitu? Miinah-ssi?” Kyuhyun memutar tubuh lantas menatap Miinah yang masih sulit untuk bersikap normal.

“Oh—ne… (ya)” jawabnya asal.

Pria itu kemudian pergi setelah menepuk-nepuk kepala Ikha. Mata gadis itu menatap Kyuhyun dan juga Miinah bergantian.

“Kau tidak melakukan apapun dengan pria brengsek itu ‘kan?” tanya Ikha, menyelidik seperti detektif.

Dangyeonghaji (Tentu saja). Lagipula pria brengsek itu hanya mengambil buku di mejamu,” ucapnya tanpa menatap Ikha.

Gadis itu meletakkan paperbag mini yang sengaja diberikan Eommanya untuk Miinah. “Mencurigakan. Sejak kapan kau memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘pria brengsek’? Terakhir kudengar kau menyebutnya tampan,” oloknya.

Aissh, sudahlah. Kau terlalu lama di bawah. Sebaiknya kita mengerjakan tugas ini atau malam semakin larut!” bentaknya, mencoba mengalihkan suasana.

Ya! Kenapa kau malah membentakku, Shin Miinah?”

***

IKHA MELAMBAIKAN TANGAN PADA MIINAH SAAT GADIS itu diantar pulang oleh supir keluarga. Miinah balas melambainya dan berteriak menyuruh Ikha untuk mengucapkan rasa terima kasih pada Nyonya Cho atas hadiahnya.

Setelah mobil tersebut hilang dari pandangan, gadis itu menghentakkan kakinya beberapa kali di atas lantai. Rambut sebahunya ia remas tak karuan. Tak lupa gadis itu mengeluarkan kata-kata makian sebanyak yang ia tahu.

Waeyo? Sepertinya kau sedang kesal?”

Tiba-tiba Kyuhyun muncul dari balik punggungnya. Pria itu tengah mengunyah gigitan apel fuji di tangannya. Ia tidak sadar jika Ikha menatapnya seperti sedang membidik hewan buruan.

Ikha merogoh kantung sweater violet yang dikenakannya kemudian mengeluarkan selembar kertas dan menyerahkannya dengan sangat terpaksa pada Kyuhyun. Pria itu tertawa puas saat melihat angka 1.000.000 Won tertera pada kertas tersebut. Ia mengibas-ngibas cek tersebut seraya menciumnya puas.

Thanks, Baby. Seharusnya kita melakukan taruhan ini sejak dulu. Aku akan terus mendapatkan uang banyak darimu,” kekeh Kyuhyun.

Ikha menepis tangan Oppa-nya saat pria itu mencoba mencubit pipinya. Ia masih tidak bisa mengira jika Miinah dapat semudah itu jatuh ke dalam rayuan Kyuhyun. Ia pikir gadis itu berbeda dengan temannya yang lain. Nyatanya dugaannya meleset.

Sebelum Miinah bertolak ke rumah Ikha, kedua bersaudara itu melakukan taruhan bodoh. Tentu saja menyangkut ke-playboy-an Kyuhyun. Jika Kyuhyun berhasil mencium Miinah, maka ia harus memberikan cek senilai 1.000.000 Won pada Kyuhyun. Begitu pula sebaliknya.

“Aku ingin menonton konser David Guetta dengan uang itu, Oppa. Bisakah kita hanya bertaruh seperempatnya saja dari nilai cek itu?” rengek Ikha, memohon.

Andwae. Kau sudah setuju dengan taruhan ini, Cho Ikha. Lagipula jika kau butuh uang, kau hanya perlu menelpon Eomma.,” jelas Kyuhyun panjang lebar.

“Oh. Aku lupa. Menurutmu, apa Miinah akan menerima hadiah itu dengan baik? Alasanmu ternyata cukup jitu juga—dengan berpura-pura Eomma datang bertugas padahal hadiah itu jelas-jelas kubelikan spesial untuknya,” imbuh Kyuhyun.

Ikha mendelik sinis. “MASA BODOH DENGAN HADIAHMU ITU, DASAR PRIA BRENGSEK!”

Gadis itu menghentakkan kakinya saat melangkah masuk ke dalam rumah. Ia merogoh kantung celananya kemudian menyentuh touch-screen smartphone-nya beberapa kali.

“YA! SHIN MIINAH! KENAPA KAU BEGITU MURAHAN? GARA-GARA KAU, AKU HARUS KEHILANGAN SATU JUTA WON! BUANG JAUH-JAUH HADIAH ITU ATAU KAU TIDAK USAH DATANG KE RUMAHKU LAGI!”

Ikha kemudian mematikan sambungan teleponnya sebelum orang yang diajaknya bicara merespon. Ia tak peduli Miinah mengerti perkataannya atau tidak, yang penting amarahnya sudah tersalurkan.

Kyuhyun tertawa cekikikan di belakang Ikha. Ia merangkul adiknya sambil mengibas-ngibas cek tersebut.

“PERVERT!!!”

★★END★★

2013 - Thx For Coming

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

94 thoughts on “MY BROTHER, KYU”

      1. buset dah. kalo jadi miinah tu waaaaaaaaaahhhh.. ckckckck
        tambah parah eon, ga pulang dari rumahnya cho ikha ntar.
        KETAGIHAN. wahahahahaha. XD

  1. yaaaaa~
    eon.. aq baru baca ff-mu yang ini ..
    dan..
    eonniiiiiii, itu ngapah cii abang kyu jadi nakal(?) gitu ???
    bener2 bikin gemeeeesss ! evil.a bener2 keluar yeee ..
    tadi.a aq kira dy emang serius, taunyaaaa ????
    issssshhh~
    kesian ama miinah .. >.<

    eonni ..
    dibikin sii next part.a ..
    (tapi kalo eon ga sibuk)
    cerita.a keren eon ..
    ntar eonni bikin deh tuh biar c abang kena batunya ! *eeehhh ? XD
    aq sabar qo menanti sampai kapanpun !
    *ngookkkk* kekekekkk~

    after all, daebaakkkk~
    two thumbs for you eon ! 😀

  2. SAYA MELONGO HEBAT BCA FF INI EON!!!!
    ya ampun kakak eonni pervert nya minta ampun!!!
    stlah bca ff kangin d sjff yg tragis. . bgtu bca ini lgsg ga bsa comment apa2 *shock berat*
    cma dgn sentuhan cho kyuhyun. . miinah bsa sampe kelepek2 gtu. . OMG o.0

  3. astaga… eonii… pertama kali baca sampe abis langusng seperti ini… O.O
    emang si kyu ini evil of evil, tapi pervertnya itu lohh… >< akkhhh~
    yaa… eonni… kenapa eonni juga ikut-ikutan kyk kyu… ~~

      1. ihh.. eonni jangan menebarkan aib orang disini dong… >/////< *dorong eonni*
        tapi ada enaknya juga sih…
        apanya yang dipertahankan??? *meledak*
        eonni jangan ikut-ikutan kyu dong… kan kesian bang hyukkie… *poke2 eunhyuk*

  4. YA AMPUN ONN KENAPA ABANG KYU JADI PERVERT KAYA BEGITU?!!!!!
    Tapi pantes sih sama mukanya._.
    Ade sama kakak sama sama mabok tuh sampe taruhan satu juta won kaya begitu. Ya ampun onn, satu juta won itu gede loh. GEDE. Emang kalo kaya mah apa aja bisa yak.
    Bingung onn mau komen apa lagi. Pokoknya sepuluh jempol buat nih ff. Suka banget sama karakternya Kyuhyun sama Ikha b._.b
    Oiya onn, yang Sexy itu Kyu juga jadi main cast kan ya? Kapan onn di post? *angkat alis*
    Keep writing ya onn *muah muah muah*

    1. Naaah emang cocok kan? *tooss pantat bareng migo*
      muehehehe kan ceritanya mereka itu boker duit dek, duit dibuang buang jadi 1juta won itu kek semacem uang buat jajan chiki. kkk~
      Yang sexy mungkin nanti abis EXO PLANET kelar dek. EP bentar lagi kan abis tuh, jadi tunggu aja yaaa~
      haseeek dapet ciuuum hahahha

  5. Bwahahaha
    Kakak-adek sama aja!!!!
    ngemeng2, tuh hpny berapaan???
    #Kayaktokohp
    banyak bener,,
    *ngiler ,,,

    eon, besok2 klu mau dua2an ma kai,taem ma minho jangan di tempat rame,,
    ketauan ma kyu kan,,
    kkk,
    EH,
    ITU si MINAH DOYAN AJA BILANG???!!?
    Ga usah SOK NOLAK”!!!!!!!
    #edisiNgamuk

    asli eon, ngebayangin si kyu kayak gt,,,,,,,,,,,,,
    *tit,,,,,,,

    sekian

    1. maklum dek, orang kaya, hape dibeli-beli terus dibuang buang kek sampah, hahhaa *toss pantat bareng kyu*
      bener dek, besok” harus di tempat sepi biar gak ketauan bangkyu, huh! hahahaha edisi ngamuknya aja dek gapapa. Tar onn buat lagi serialnya dimana kamu jadi korban bangkyu selanjutnya. muahahaha~

      1. wah,,
        bisa mintak lima dong tu HPnya,,,,
        *towel2ikhaun+KyuButt (?)
        hahaha,,

        ga enak kan ketauan ama abgnya???

        hahaha,,
        ga pa un q jadi korban selanjutnya,
        tp si kyu klu udah sama aq pasti nnt jd sadar klu diriqlah yg terakhir!!!!
        hahaha
        & Harus jadi yg terakhir!!!!
        klu ga , cekek aja ntar ,,,
        hahaha
        #dikuburAmaELFSedunia

  6. MASYA ALLAH!!! *langsung nyebut* *kemudian smirk*
    Aku reader baru eon, eh pertama kali baca di sini disodorin beginian.. Tapi aku suka! *plak*
    Aku pengen jadi anunya..*anu apa?!* *lupakan*
    Btw eon, aku kan reader baru nih, mau baca ff lain tapi pada diprotect-in partnya gak enak kalo gak sekalian.. New reader boleh minta password gak eon?
    Finally eon, salam kenal. And i’ll try to be an active reader here!

  7. Sumpah eon,,kyuhyun di sini WOW bgt,,and jelas seksoy *u,u*
    Menurut ku kyu pantes deh dapet peran kayak gini,,yaahh,,setelah aku lihat foto kyu yang rambutnya wkt jaman mr.simpel, terus matanya pake celak,,hauufftt,,cocok bgt aura bad boy nya n,n
    Ooo,,jadi yang sms sin si ikha tu kyu,,hahaha,,pinter bgt ide mu,,di suruh mama turun,,hahaha,, XD
    Tp,,beneran deh eon,,cerita ini gak ketebak bgt,,aku kira kyu bakalan tobat karna minah,,eehh,,ternyata -__- …..
    Hahaha,,ceritamu emang selalu daebak eon,,keep writting ya,,and aku keep reading ^^v

    1. Hahaha sesuju dek. Sesuju abeeessss emang mukanya yang evil itu cocok bet dapet peran begini. Justru aku bingung kenapa hyukjae jadi raja yadong. Padahal muka bangkyu sama bangyes lebih mendukung /loh?
      Yohi, maklum dek. Kakak adek stress. Apalagi kakaknya. Hahaha~ Sip sippp gomapta vita 🙂

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s