THE SHADOW

 

DERAP LANGKAH KAKI dari dua orang pria terdengar saling beradu dan menggema di sepanjang lobby. Seseorang diantaranya—yang tengah mengeret koper—mengekori pria lain yang berjalan agak tergesa. Tak lupa, kedua sensor matanya bergerak mengamati tempat itu dengan seksama. Harus ia akui, faktor finansial yang dimiliki pria yang ada di hadapannya ini memang patut diacungi jempol.

Setelah melewati lobby apartment yang luasnya hampir sama dengan sepuluh kali luas lapangan futsal yang biasa ia datangi setiap malam Rabu saat masih tinggal di TorinoItaly, keduanya terhenti di depan sebuah pintu yang terletak di lantai enam. Untungnya ia hanya membawa barang seadanya, jadi ia tidak perlu mengurangi uang sakunya untuk membayar tip pada salah satu bellboy disini.

“Kuharap tempat ini benar-benar menjadi persinggahan terakhirmu, Kai. Don’t you feel tired to move from a place to another one?”

Pria yang sedari tadi menggenggam gadget di tangannya tersebut akhirnya berucap setelah keduanya tiba di tujuan. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Dagunya memagut sambil mendengung—cukup puas dengan tempat yang dipesannya beberapa hari lalu.

Kamar terpisah dengan ruang utama, kamar mandi luxurious, isi pendingin yang dipenuhi snack dan makanan cepat saji, playstations… semua fasilitas tersebut sepertinya sudah lebih dari cukup untuk memuaskan chin-dongsaeng-nya yang baru saja datang dari Brisbane, salah satu kota besar di Australia, sore ini.

Sekali pun ia berada di belahan dunia lain, pria bernama Kai itu sudah terbiasa mendengar ocehan hyung-nya. Rentetan kata—atau yang lebih terdengar seperti sebuah kritikan pedas—tak pernah absen terungkap dari mulutnya. Baik via telepon, pesan singkat, email, tweets, maupun MSN.

Masih menyeret kopernya, ia kemudian memberikan cengiran polos. “Mian, Hyung.”

Heechul menghela napas seraya berkacak pinggang. “Bereskan barang-barangmu,” titahnya, menunjuk pada koper yang masih setia berada disamping Kai serta ransel Fred Perry yang teronggok manis di balik punggungnya.

Kai merunguskan bibir. Alih-alih menuruti perintah Heechul, pria belasan tahun itu lebih memilih berlari menuju ruang utama lantas menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Ia mengamati Heechul yang tengah berbincang dengan seseorang pada line telepon.

Well, kadang terselip rasa kagum dan juga jenaka secara bersamaan setiap kali mengamatinya. Meski figure Heechul nampak ber-kharisma, wajah cantik yang sangat diberkahi pria itu ternyata berhasil mengurangi nilai kejantanannya—hanya di mata Kai saja tentunya.

Hyung. You look so sexy tonight,” goda Kai, lengkap dengan nada suara yang sengaja dibuat-buat.

Tepat setelah mengakhiri perbincangan singkatnya, pria dengan paras bak Miss Korea tersebut meraih bantal sofa seraya melemparkan benda itu ke arah Kai. Pria muda tersebut terkekeh. Heechul memang mengenakan pakaian formal lengkap dengan dasi kupu-kupu yang menjadi bagian dari outfit-nya sekarang. Namun rambut sepunggung bergelombang yang ia ikat menyatu serta poni panjang menjuntai menutupi sebelah matanya membuat pria itu semakin mempesona. Belum lagi lipgloss yang membuat bibirnya mengilap. Kai bahkan sempat bergumam memuji bibir sexy hyung-nya.

“Aku sudah mengurus semua. Visa, surat kewarganegaraan, surat kepindahanmu ke universitas baru dan… ah! Kali ini Appa tidak mengizinkanmu untuk menyetir jadi dia tidak memberimu uang lebih untuk sekedar menyewa kendaraan,” jelas Heechul panjang-lebar.

“Tidak bisakah kugunakan kartu kreditmu?” pinta Kai sedikit memelas. Tak apa jika ia tidak bersemayam di dalam kamar mewah milik Marriott Executive Apartments, asalkan ia memiliki kendaraan untuk berpergian.

Heechul mencibir. “Jika kau berbuat ulah selama di Seoul, akan kukembalikan kau ke asrama saat masih sekolah di Inggris.”

Gigi Kai bergemurutuk sembari mengulum bibir. Kali ini ia tak bisa berbuat apa-apa. Heechul yang mengendalikan keuangannya dan Heechul pula yang mengatur segala kebutuhannya.

Arasseo,” Kai mendesah.

Merasa menang, tawa khas Heechul pun menggelegar menembus udara hampa yang ada di dalam ruangan. Lantas pria berambut hitam kecokelatan itu bersiap pergi setelah memastikan tak ada hal-hal yang terlewatkan—karena ia harus mengurusi hal lain selain Kai.

“Hubungi aku jika kau butuh sesuatu dan ingat—“ Heechul memutar tubuh selagi berjalan menuju pintu. “—jika kau tertangkap basah membawa yeoja kemari, habislah kau!”

I got it! I got it!” Kai menderik lalu mendorong tubuh Heechul agar ocehannya tak lagi membuat telinganya berdengung.

Sepeninggalan Heechul, pria bertubuh six-packs tersebut kemudian menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ekspresi wajahnya yang semula begitu riang saat masih bersama Heechul seketika berubah datar. Kerutan di keningnya semakin tampak dan raut kecemasan lebih mendominasi.

Ia berlari. Sensor di kedua matanya bergerak-gerak mencari kotak hitam persegi panjang yang menjadi bagian dari home theater. Terburu-buru, remote pengendali speaker itu ia tekan beberapa kali hingga alunan musik Kendrick Lamar berjudul Swimming Pools membahana mengisi udara hampa di setiap sudut ruangan.

Pria yang terbilang masih remaja itu kemudian menyalakan seluruh lampu LED, membuka seluruh pintu di setiap ruangan dan juga membuka seluruh ventilasi udara tanpa terkecuali. Setelah memastikan tak ada sisi gelap yang tersisa, tubuh pria itu seketika merosot dan terbujur lemah di atas lantai keramik.

Bertambah satu hari lagi dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah Kai habiskan hanya untuk berpindah dari satu negara ke negara lain. Ia telah mengunjungi beberapa tempat di berbagai belahan dunia, hingga ia merasa bahwa dunia yang terdiri dari lima benua besar serta dua kutub yang menjadi pusat dari planet tua ini begitu sempit dan kecil.

Ia menekuk lutut, membenamkan wajah sembari memeluk kedua kaki panjangnya dengan erat. Tubuhnya bergetar. Nyatanya dentuman musik itu tetap tidak bisa mengalihkan kegusarannya. Bahkan keramaian Kota Seoul yang sempat ia cermati lewat kaca besar di balik punggungnya tersebut seolah teredam oleh ketakutannya.

Keputusan Kai untuk datang ke tanah kelahirannya merupakan keputusan yang salah. Seharusnya ia tidak kembali. Segala yang diharapkan pria itu sepertinya hanya akan berakhir sia-sia. Ketakutan itu semakin menggerogoti tubuhnya. Terlebih ia hanya seorang diri di dalam ruangan yang cukup luas untuk ditinggali oleh satu keluarga.

Urat-urat nadi di sekitar leher Kai menegang saat sesuatu bergerak cepat melintasi penglihatannya. Pria itu terperanjat. Ia menoleh cepat pada sebongkah bayangan hitam yang menghilang secepat angin dan bergerak ke sisi lain ruangan. Perhatian Kai kembali buram saat bayangan gelap itu lagi-lagi mengusik kedua matanya. Tubuhnya berputar, mencari-cari sosok gelap yang mengganggunya.

Sial, tak ada siapa-siapa disana. Hanya furniture serta suara gemerisik rol tirai yang tertiup udara dari sela-sela jendela saja yang tertangkap inderanya. Ia gelisah, nampak dari kerutan yang timbul di sekitar permukaan dahinya.

Andwae… Andwae…

Kata-kata itu membelit bibir Kai hingga pria itu tak mampu mengucapkan apapun selain hal tersebut. Sambil terus bergumam, ia mendorong, memaksa tubuhnya sendiri untuk bergerak hingga ke sudut ruangan. Ia sadar sepenuhnya bahwa ia tak akan pernah bisa lari atau pun bersembunyi. Terlebih dari bayangan yang selalu menguntitnya selama ini. Kemana pun ia pergi dan berlabuh.

“Pergi… Pergi… Kumohon, tinggalkan aku sendiri.. Tinggalkan aku sendiri… TINGGALKAN AKU SENDIRI!!”

***

GADIS ITU BERDIRI SAMBIL MENUNGGU. Ragu untuk sekedar menekan bel atau pun mengetuk pintu—pertanda bahwa kehadirannya telah nyata. Setelah yakin tatanan rambut serta lipstick soft-pink-nya rapi merata, gadis yang memilih mengenakan terusan wrap setinggi lutut ketimbang jeans yang biasa ia kenakan sehari-hari itu mengukir senyum melalui pantulan stainless yang melapisi tombol kode pintu.

Beruntunglah Heechul termasuk jenis pria yang easy-going. Ia tak perlu memanjat dinding apartemen atau pun membobol pintu untuk masuk ke dalam ruangan yang Kai huni. Cukup menekan beberapa tombol dan, klik.

Instan, aman dan terkendali.

Antara antusias dan penasaran, gadis itu masuk perlahan dengan meredam bunyi ketukan heels-nya. Setelah mematikan home theater, ruangan itu seperti tak berpenghuni. Hening, hingga suara angin hampa di dalam ruangan pun terdengar gemerisik masuk ke sela-sela telinganya.

Si gadis memanggil-manggil nama Kai beberapa kali meski bunyi air conditioner lah yang menjawab sahutannya. Saat mengamati gundukan selimut di atas tempat tidur, benda itu lantas menarik perhatiannya. Sedikit kejutan mungkin tak apa. Anggap saja sebagai hadiah atas kembalinya pria itu setelah dua tahun menghilang di telan bumi.

I’m gonna kill you, jerk!” lantang si gadis setelah menjatuhkan tubuhnya pada gundukan tersebut.

Sekilas ia pikir candaannya hanya akan membuat Kai terperanjat. Dugaannya salah. Pria itu bereaksi dengan cepat. Tubuhnya terpelanting hingga berguling di atas tempat itu saat Kai mendorongnya menjauh. Sementara si pria beranjak keluar dari persembunyiannya lalu mengarahkan ujung pensil runcing pada gadis tersebut.

“MENJAUH DARIKU!” teriaknya histeris.

Gadis itu menatap Kai yang nampak gelisah dan ketakutan. Ruangan ini cukup dingin akibat udara yang mengalir dari sela air-conditioner. Namun pria yang lebih muda dua tahun darinya tersebut telah bermandikan peluh. Kedua tungkai kakinya bergetar seolah tak sanggup menahan beban tubuhnya sendiri. Sorot matanya pun mendadak gelap, seolah tak dapat membedakan antara imajinasi dan dunia nyata.

“Kai, gwenchana? (Apa kau baik-baik saja?)” Si gadis mengarahkan telapak tangannya pada Kai, berusaha agar pria itu tidak  bertindak gegabah. Ujung pensil itu bisa saja menembus jantungnya dengan mudah jika dipadukan dengan kekuatan Kai.

Pria bermata hitam itu menatap dirinya cukup lama. Rahangnya bergetar, mengakibatkan bunyi gemurutuk dari gigi-giginya yang saling bertubrukan. Menyadari bahwa gadis di hadapannya tidak memicu alarm tanda bahaya, jemari Kai melemah dan membuat pensil runcing di tangannya terlepas dari genggaman.

“Cho Ikha,” gumamnya lirih.

Gadis yang dipanggil namanya mengangguk. Memberi tanda agar pria itu mendekat padanya. Tergesa-gesa, Kai berlari menghambur ke dalam pelukan Ikha. Ia menangis tanpa memikirkan lagi citranya sebagai seorang pria di hadapan gadis yang begitu dikenalnya.

Ikha menyambut Kai dengan sejuta tanya. Tangisan pria ini menyalurkan ketakutan luar biasa ke dalam benaknya. Selama ini, Kai adalah pria yang tidak memiliki rasa takut. Ekspresi yang ia timbulkan justru membuat nyalinya menciut. Apakah ada sesuatu yang salah? Apakah ada pembunuh di dalam ruangan ini? Atau perampok? Atau hantu?

“Ada apa Kai? Abeonim memarahimu?” tanya Ikha, sekedar menghibur diri.

Pria itu tidak menjawab. Justru ia semakin erat mendekap Ikha di tubuhnya. Tangisannya pecah menembus malam. Menjerit-jerit melampaui suara-suara jiwa yang terbakar meminta ampunan di dalam neraka.

“Aku salah… aku salah…” Kai terus menggumam di tengah isaknya.

“Apa salahmu, Kai? Ayolah, jangan membuatku mati penasaran,” paksa Ikha.

Kai meremas pakaian Ikha sejadinya. Ia tidak mampu mendengar dengan baik sekarang. Yang ia butuhkan hanyalah seseorang yang mampu menemaninya di tengah kesunyian.

Kesunyian yang sangat ia benci.

“Jangan tinggalkan aku, Noona. Jangan tinggalkan aku..” isaknya sambil terpejam.

***

SUDAH LEBIH BAIK SEKARANG?” tanya Ikha seraya menarik ujung selimut menutupi sebagian tubuh Kai.

Pria itu mengangguk dalam diam. Mengeratkan rangkulan tubuhnya dan membenamkan diri pada salah satu bahu Ikha yang nampak nyaman baginya. Kehadiran gadis itu seperti semangkuk jjampong yang mampu mengusir rasa lapar. Menghirup wangi tubuhnya saja dapat membuat kengerian akan kesendirian itu merangkak pergi menjauh darinya. Meringankan beban otak.

“Ada apa denganmu, Kai? Jika kau ingin membuatku cemas, caramu itu sangat berhasil.”

Ia berusaha menatap Kai dari sudut mata. Pria itu masih menyembunyikan wajah di bahunya. Sama sekali tidak memberi sedikit feedback. Kai hanya menggumam tak jelas dan sesekali mendengung. Nampak seperti anak kecil yang tengah dilanda mimpi buruk.

Ikha mengendurkan rahang. Memaksa bukanlah cara yang tepat untuk menangkap jawaban yang berlalu-lalang di dalam kolam pikiran Kai. Maka selanjutnya ia menutup mulut. Biarkan pria itu bicara saat ia menginginkannya.

“Seharusnya kau kembali ke rumah abeonim. Tidakkah kau merindukan mereka—orang-tuamu?” Ia meraba pipi Kai, sedikit bermain-main pula dengan rambut hitam pendek yang dipelihara dengan baik oleh pria tersebut.

Kebijaksanaan mewarnai ucapan Ikha. Salah jika ia membiarkan Kai melakukan hal sesuai kehendak perintah otak kirinya. Egois boleh saja, tapi tidak saat keadaan keluarganya sempat terguncang beberapa tahun lalu. Mungkin Kai memberikan alasan yang cukup logis atas keputusannya untuk berlayar ke pulau-pulau besar seperti Amerika, Australia bahkan Eropa. Namun lagi-lagi keadaan itu menafsirkan bahwa keputusannya adalah keputusan yang tidak benar.

“Sejak Luhan pergi, kau sama sekali—“

“Jangan mengungkit hal itu!” Kai menegang dan disusul oleh pemohonan kecil agar Ikha tidak membahas tentang sosok manusia yang namanya sempat meluncur cepat dari tenggorokannya.

Gadis itu tercekat. Gerak refleks Kai begitu cepat bereaksi kala ia menyebut nama tersebut. Ia tak tahu seberapa pahitnya luka yang Kai alami ketika sosok Luhan—hyung keduanya—selamanya meninggalkan dunia yang ia tinggali. Tapi ia sama sekali tak dapat membaca buku yang terbuka di hadapannya. Kai menolak dengan keras pada siapa pun yang berusaha mengingatkannya pada pria tersebut. Apapun bentuknya.

“Aku tahu kau sangat terkejut saat mendengar kabar kematiannya. Namun menghindari kedua orang-tuamu bukanlah cara yang tepat. Sampai kapan kau akan terus berlari?” Ikha mengusap puncak kepala Kai. Bahkan sesekali menghirup wangi disana.

Yang diajak bicara hanya menggeleng tanpa bersuara. Ia membiarkan gadis disampingnya mengoceh. Yang ia butuhkan hanyalah seseorang yang mau menemaninya. Hal yang sama dengan tujuan utamanya.

“Aku harus kembali. Ada sebuah kasus yang harus kutangani,” ucap Ikha ketika mengingat hal penting yang hampir terlupakan.

Sigap. Pria itu mencengkeram lengan Ikha, mencegah gadis itu pergi ataupun menghilang dari pandangan. “Jangan pergi, Cho Ikha! Aku tidak ingin sendiri!” lagi-lagi menghentak, membuat keyakinan gadis itu luntur.

“Aku akan memanggil Heechul Oppa untuk menemanimu,” jawabnya, melayangkan seulas senyum untuk menghilangkan kegalauan Kai.

Shireo! (Aku tidak suka!)” pekiknya. Menarik tubuh Ikha untuk mendekat.

“Sehun? Taemin? Suho?” tawarnya halus.

Shireo! Shireo! Shireo!” dan itulah jawaban Kai.

Ikha menghembuskan napas kasar. “Baiklah. Aku menyerah. Tunggulah sebentar, aku harus bertemu Eunhyuk di lobby untuk menyerahkan berkas penting.”

Hanya itu tawaran terakhir Ikha. Ia mengecup bibir Kai beberapa detik sebelum menghilang bersama angin.

Tak perlu menunggu lama, pria yang masih bersembunyi di balik selimut tebal tersebut seketika menajamkan kelima inderanya. Mata bulatnya bergerak-gerak, alisnya terangkat dan mulutnya terkatup rapat.

Kai menjerit histeris saat bayangan itu lagi-lagi melintasi setiap pantulan lensa matanya. Gumpalan hitam tak berbentuk itu selalu bersamanya setiap kali ia sendiri. Menguasai sekaligus merusak mentalnya.

“PERGI! MENJAUH DARIKU!!” teriak Kai sembari melempar apapun yang terjangkau oleh tangannya.

Ia mencoba berlari meski kedua tungkainya tidak bekerja aktif. Menghindari bayangan yang selalu berusaha menuntunnya menuju jurang kenistaan. Tangisnya pecah diiringi suara gesekan sendal flitflop di lantai. Ia takut. Dan ia bersungguh-sungguh.

“Kumohon, Luhan….” ia merintih saat tubuhnya menabrak meja kecil hingga menjatuhkan lampu hias yang bertengger disana.

Ia tak sanggup untuk sekedar menoleh.

Semua telah melampaui batas imajinasinya.

Semua nampak nyata sejak kedatangannya sore itu.

Bayangan itu kini tak lagi mengabur, justru semakin membentuk sosok manusia yang paling tak ingin ia temui selama masa kehidupannya.

Kai memohon, meminta belas kasihan saat sosok pria itu menatapnya garang. Rasanya seperti berada di depan pintu neraka. Hawa panas dari kobaran sosok tersebut membuatnya enggan untuk mati.

“Kai!”

Sahutan dari arah berlawanan membuat pria itu terperanjat. Ia mengaung seperti singa. Berteriak sejadinya begitu Heechul menghampirinya. Kai menepis uluran tangan Heechul saat pria itu mencoba menyeretnya keluar dari bawah meja. Justru pria yang masih terbilang muda tersebut semakin tak terkendali.

Ia menendang, memukul-mukul kepala, bahkan mencakar-cakar tubuhnya sendiri saat Heechul berhasil memeluknya. Tak ada yang salah dengan Kai saat pria itu meninggalkannya beberapa jam lalu. Mengapa ia bisa selabil ini?

“Ada apa Kai? Jangan membuatku cemas!” Heechul tak kalah bingung. Ia memaksa dongsaeng-nya tersebut untuk menatapnya tapi pria itu menolak dengan terus menggeleng dan berteriak.

Sekalinya Kai membuka mata, pria itu langsung meraung dan mengucapkan ‘ampuni aku’ berulang kali.

“Kai! Ini aku, Heechul, Hyung-mu! Apa kau sedang mimpi buruk? Atau—“

Andwae! Andwae! ANDWAE!” Kai menginterupsi kata-kata Heechul sembari meremas balutan syal tebal di lehernya.

Kai menatap Heechul. Meski air mata telah membanjiri wajahnya, ekspresi pria itu sarat akan ketakutan. “Hyung… katakan pada Luhan bahwa aku salah. Katakan padanya bahwa aku menyesal…” ia menunjuk ke belakang Heechul kemudian kembali menjerit hebat.

Heechul menoleh dan tak mendapati siapa pun disana. Semua orang tahu jika Luhan telah tiada sejak dua tahun lalu. Lalu apa yang sedang Kai bicarakan sekarang?

“Apakah kepergian Luhan masih membuatmu kecewa?” tanya Heechul, nadanya melemah. Berharap agar Kai setidaknya sedikit menenang.

Pria itu menggeleng cepat. “Aniya… Luhan ingin aku menyusulnya, Hyung… LUHAN MENGINGINKANKU MATI!!”

Kai menggeram, menggigiti bibirnya sendiri. “Aku yang membunuhnya… aku yang membunuh Luhan… akulah yang sengaja menjatuhkannya ke tebing curam Seogwipo… akulah yang menusuk hatinya tepat sebelum ia mati… AKU YANG MELAKUKANNYA, HYUNG! AKU!” teriaknya histeris.

Alis Heechul mengerut. Masih belum paham dengan maksud Kai. “What the hell you’re talkin’ about?”

“AKU YANG MEMBUNUHNYA! AKU YANG MEMBUNUH LUHAN, HYUNG! AKU TIDAK INGIN DIA TERUS MENGUSIKKU! DIA SELALU MENGIKUTIKU KEMANA PUN AKU PERGI! AKU TIDAK BISA HIDUP TENANG! JAUHKAN DIA DARIKU!”

Napas Kai memburu. Mata hitamnya mengilat-ngilat karena tak sanggup untuk menahan rahasia yang selalu ia pendam sendiri selama ini.

“Aku cemburu… aku cemburu karena Luhan selalu mendapatkan apa yang ia mau… aku cemburu dengan semua perhatian yang kalian berikan padanya… aku cemburu karena dia yang merebut Cho Ikha dariku… bahkan aku cemburu setiap kali penjual ice-cream memberinya sebatang cokelat beku padanya terlebih dahulu…”

Ia menelan ludah untuk memberi jeda. “Karena itu aku membunuhnya… membawanya ke Jeju-do dengan alasan untuk menemaniku melakukan M-Training bersama yang lain… Saat aku melakukannya, kepuasan itu menggerayangi tubuhku. Tapi tidak.. setelah itu aku baru sadar bahwa aku salah… aku menyayangi Luhan dan aku menyesal… dia selalu mengikutiku, hyung… dia ada disini… dia ada disini…” lirihnya.

Heechul mematung mendengar pengakuan Kai. Roda yang membuat mesin di dalam otaknya berputar seketika terhenti. Pria itu menatap Kai nanar saat namdongsaeng-nya berlari ke sisi ruangan sambil mengibas-ngibas tangan seperti sedang mengusir sesuatu yang hendak menggapainya.

Pria itu tertunduk.

Jadi… sekarang ia tahu alasan Kai selalu berlari ke berbagai negara.

Karena ia takut.

Saat pria itu sedang menaklukan segala kebingungannya, ia baru menyadari  bahwa ada orang lain yang menyaksikan pertunjukan tersebut.

Disana, Cho Ikha, tengah mematung memaku diri menatap Kai. Ia sejenak merasa bodoh. Membodohi sesuatu yang hampir terlupakan.

“Kai…” gadis itu berbisik menyahut nama pria tersebut. Meski si pria tetap mengerang memerangi ketakutannya sendiri.

***

TAK ADA YANG BERBEDA SORE ITU. Langit masih mendung seperti biasa. Jalanan nampak padat oleh kendaraan. Kesunyian yang dirasakan Ikha hanya ia dapatkan di ruangan tersebut. Dan rasanya menyejukkan. Menembus ke sela-sela pori-pori kulit hingga mendinginkan mesin otaknya yang memanas karena terlalu banyak berpikir.

Seorang pria datang memberinya secangkir kopi hangat. Keduanya berdiri, saling sejajar dengan besi-besi berkarat yang dilapisi cat berwarna putih pucat. Tak ada yang memulai. Masing-masing larut dengan pikiran masing-masing.

“Dulu, aku mengenal seorang pria muda yang selalu tersenyum manis saat aku menatapnya. Kuanggap senyum itu sebagai tanda bahwa ia menuliskan namaku ke dalam daftar nama teman-temannya. Suatu hari pria itu datang bersama pria lain yang ia akui sebagai hyung-nya. Bodohnya saat itu aku mengira bahwa si pria memang bermaksud untuk mengenalkanku pada hyung-nya—karena hyung-nya tersebut selalu membawakanku sesuatu yang sangat kusuka, bunga.”

Ikha menyesap kopinya tanpa berkedip. Pandangannya lurus. Sama lurusnya dengan pandangan pria disampingnya.

“Kai memang bukanlah tipe pria yang mudah mengungkapkan perasaan. Mungkin ia memang membutuhkan bantuan Luhan untuk mendekatimu. Sayangnya kau tidak pintar membaca situasi,” ujar Heechul, si pria. Ia meniup-niup kepulan asap kopi di tangannya sambil sesekali mencuri pandang pada Ikha.

Gadis itu tersenyum. “Dan aku adalah gadis serakah yang berlari ke pelukan Kai saat Luhan tiada,” imbuhnya.

Keduanya tertawa. Tawa sederhana yang sama sekali tidak lucu.

“Apakah belum ada perkembangan?” tanya Ikha.

Heechul menggeleng. “Justru semakin memburuk. Kai sama sekali tidak mengingat Luhan saat dokter menunjukan potonya,” jawabnya.

Ikha lantas membisu. Desah napasnya terdengar saling mendahului dengan Heechul.

Koridor rumah sakit nampak lengang. Seolah membiarkan dua insan itu menikmati keheningan tersebut. Keduanya menatap sendu ke arah seorang pria yang tertunduk lemah di atas kursi kayu di dalam ruangan tak jauh dari pagar besi tersebut.

Tatapannya kosong. Sama sekali tidak bernyawa.

Heechul dan Ikha kemudian beranjak setelah memastikan bahwa Kai akan baik-baik saja disana. Tidak ada yang mampu menyembuhkan mental Kai, kecuali dari dalam dirinya sendiri.

★★ END ★★

Official WordPress - Zuleykha Lee

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

68 thoughts on “THE SHADOW”

  1. gw sukaaaa~ banget…

    serasa nonton drama Taiwan yang judulnya Mars…

    Kerrrrreeeennn…

    seneng banget gw sama yang sakit2 kaya gini… *ktauan psikopatnya dah.

    Btw si Heechul pake lipgloss juga, andwee…!!!

    gw paling suka dialog yang alasan dia cemburu sama Luhan, dan seperti biasa khaa… Daebak!!!

    1. Lo suka Mars juga beb? Gile, itu juga drama favorit gue tuh. LING-NYA CUAKEEEEEP PENGEN BOBO BARENG LIIING hahahaha~ tapi gue juga baru ngeh, dipikir” ceritanya agak mirip ya? hahahha kacau nih gue..
      Yohi beb, heechul kalo gak pake lipgloss gak seksi bibirnya. kan gue paling suka sama bibir si abang daripada yang lain. ahiiii~
      Hah? apaa? yang penjual ice cream maksudnya? 😀

      1. Lu juga suka??? Andweeeee!!! kenpa banyak bgt seh kesamaan kita???
        jangan2 gw mang jodoh ma abg lo neh… 😛

        gw juga mau bobo sama dia, LIIIInnnggg wo ai niiii… 😀

        gak mirip sih, cuman bgitu baca gw langsung inget film itu aja. gw dah nonton drama itu 3 x lebih…

        Tapi sebenarnya gak usah pake lipgloss juga kalee… gak macho bgt seh…

        Iya yang itu, hal2 yg bikin Kai cemburu. Harusnya kurang satu tuh. Dia juga cemburu klo gw lagi grepein si Luhan… ooopsss *sensor

      2. hahahaha apa hubungannya ma kejodohan lu sama si abang coba? Iyuuuuh~ ャダヽ(o`皿′o) ノ
        yaudah kita bobo bareng bertiga aja deh ya. Kan seru tuh kalo bertiga. Moga aja Ling kuat ngeladenin kita /eh maksdunya kebawelan kita\ kkk~
        sama beb, gue juga udah berkali-kali nonton itu sampe rebutan dvd ma adek gue. Tapi gue suka kalo ngeliat bibir bang chul mengkilat-kilat. Uwooo rasanya gue pengen terjang. hahhaa /eh?
        hahaha gue jadi gak kepikiran, kenapa gue gak tulis itu juga ya? “Aku cemburu saat melihat Cho Ikha berciuman dengan Luhan di bawah Pohon beringin”

      3. Udah lah~ hubung2in aja kali… biar keliatannya cocok…

        Hahaha~ Jangan khaa kesian dia ntar, abis maen ma kita bisa kena epilepsi dia… *maksud lo???

        Lu mah emang kagak bisa ngeliat congor nganggur, heran gw… *padahal gw juga sih 😀

        What?? pohon beringin??? ternyata elu si Kuntilanak yang abis nyium Luhan, dasar!!! >,<

      4. HAHAHAHAHAHA, hubung”in aja? tar kek selang pralon dong maen hubung”in… (–˛ — º)‎(–˛ — º)‎(–˛ — º)‎
        Waaah, mata lu butek apa beb? Lu tau sendiri luhan lagi rada-rada terus kata dokter kena sindrom cium-cium akut. jadi aja gue dicium” doi. Doi emang tau aja sama cewe cantik kek gue. Muehehehehe~ ٩(̾●̮̮̃̾•̃̾)۶

      5. Gw sampe detik ini sih, blom engeh2 banget sama yg namanya Luhan, jadi blom tergoda bwt naksir dia. Pas liat di MV Maxstep juga gw liat2 mukanya kya temen gw. walhasil gw blo dpt ilham bwt naksir dia.

        pokoknya sekarang gw lagi ser2an liat Kai neh, Ya ampyuuunn~ Kai, bibirnya rasa2nya pengen tante comot deh pake’ mulut tante…

        Muahahahaha~~~

        Ikkkhhhaaa~ gara2 kbanyakan maen ma lu gw jadi kaya tante2 girang yang sering berburu brondong neh, Andweeeeee…!!!

        gw gak mau tau, kirimin Kai ke rumah gw sekarang gak!!!

      6. loh, bagus dong. kapan lagi gue punya temen senasib seperjuangan yang suka godain brondong muda? Hahahhaa~
        emprul, yaudah terserah lu aja mau suka ma siapa. cuma itu mulut maen comot dikira e’e kucing apa? ╰(◣﹏◢)╯
        jangan comot lah beb, kek gue dong. langsung samberrrrrrrrr

  2. omona !!!
    ini amazing bngt oenni-ya.
    ya ampun gak bisa kasih coment dehhh

    ini mahh DAEBAK MAXIMUM
    gak nyangka Kai gila, wkwkwk 😀
    tapi aku suka 🙂

  3. kecemburuan yg membawa petaka………..,
    kasihan kai jd sedih baca’y knp g happy ending sich kha??????
    sayank low cuman oneshoot
    lanjutin…….lanjutin…….lanjutin……..

    #kumat dech……

    1. kkk~ kalo dilanjutin nanti FF yang lainnya terbengkalai beb.. gpapa nanti aja kalo lagi encer otaknya aku bikin sequel… Kalo happy ending tar jatohnya FF pasaran beb, sengaja dibikin tragis biar wow gitu, haha~

  4. Tuh kan bener dugaanku..
    dari posternya yang pertama dirilis aja, aku udah mikir kalau ceritanya bakalan agak-agak tragis gitu.. dan ternyata benar.

    Kata-katanya tersusun dengan rapi.
    Suasananya ringan tetapi mencekam
    dan karakter Kai yg gak seperti biasanya, dapat bangeet…
    aku suka banget sama drabble yg satu ini

    Zuleykha Lee
    (y) Daebak (y)

    BTW, kok si Kainya gak ingat sama Luhan lagi?

    1. hehehe, gomapta chingu-yaa~ 😀
      Tadinya akhirnya nggak begini beb. Cuma dipikir” kalo akhirnya kai ngaku kesalahan mah udah pasaran. Jadi mending di tragisin aja sekalian^^
      Aku baca buku katanya kalo orang yang udah depresi berat bisa gak inget sama beberapa hal yang ia sukai. Jadi, seperti itulah Kai, gara” bunuh Luhan, doi jadi makin begitu~^^

  5. wah,,
    Kai merasa bersalah baget tuh ,,,
    kasian Kainya,
    tapi yg lucu waktu eonnie blg “Dan aku adalah gadis
    serakah yang berlari ke
    pelukan Kai saat Luhan
    tiada,”
    berasanya ksian bgt tu 2 namja cakep,,,
    hehe
    -.-v
    eonnie mmg specialis Horor,,
    Eonnie ratu ny klu dlm buat cerita kyk gini,,
    hehe,,
    FF ny daebak deh pokoknya 🙂

    1. hehehe, maap ya.. salahin otak onn yang suka bikin genre beginian 😀
      aku sengaja bikin begini saeng. abis kesel coz kai bikin onn tergilagila ma doi. Onn bikin aja doi gila beneran disini. Muuahahahahhaha

      1. kkk,,
        jadi ceritanya bales dendam nih,,
        hehe,,
        tapi kan ksian Kai,,
        kan lebih bagus buat kai tergila2 ma eonnie ja, jangan gila beneran,,
        hehehe

      2. hahahaha oh iya, kenapa gak bikin kai gila beneran ya? Aduh, maap saeng. kebanyakan baca buku teori public relations jadi onn rada rada mabok. hahaha~ tar aja deh, si kai susah banget buat ngomong cinta sama onn. sebel dia mah sok sok cool mulu. Hajar aja yuk pake bibir (►_◄✗)┌П┐

      3. wkwk,,,
        lumayan jg dpt Kai,,
        Ayuk dah eon,
        mumpung abg Kyu lg maen drama musicL nih,,,
        wkwk
        si kai takut kali ma eunhyuk, makanya sok cool gt,,,
        ㅋㅋㅋ
        tapi eonie j yg duluan nyatain cinta,,
        kan keren tuh yeoja yg nembak
        #dor
        kk
        #plak

  6. baru aja tadi bca ff ini… dan wow….!!
    apa yang kau lakukan pada kaiku eonni >_<!!!!
    knapa kai jd begtu, gk nyangka ah kai yg bunuh si Luhan, hiks,,,hiks,,,
    tp ngegantung ini ceritanya. ada lanjutannya kan???
    jgn bikin reader penasaran dong…. lanjutkan

    1. kkkk~ abis aku bosen karna kai udah bikin onn tergila-gila ma dia vils. Jadi onn bikin dia gila beneran di FF onn. Muahahahaha ☆⌒(>。≪)イタイ
      nggak keknya beb, ini pe-er FF yg sekuel masih banyak bgt. nanti aja kalo udah pada kelar yak baru dilanjutin. kkk~ makasih vils komennya^^

  7. Ikaaaaa memang spesialis kamu buat cerita kyk gini
    Hhhha
    Kasian ya kai jd gila, tp kok gk dibuat meninggal aja?
    Kan lebih tragis lg ka *loh
    Itu heechul ttp eksis sama lipglos jd kangen sama dia gk sabar nunggu bln 8 hhha

    1. hahaahha wah, gila ka. pikiranmu kejam banget. Tar kalo dibikin gila kasian si cho ikha-nya ngabur ke pelukan heechul ka. Iya nih, aku lagi kangen si abang soalnya. kangen sama bibirnya doi yang seksi membahana gitu beb. eaaa 😀

      1. Hahahah, biar endingnya tu berasa makin ngeri, kasian juga key di rehabilitasi tp gk sembuh” :p
        Yaah jgn ikha ttp sama eunhyuk jgn di pasangin sama yg lain..
        Iiih bener ka,apa lg klo udh pegang” bibir mukanya seksi” gimana gtu hhhha

      2. Itu Kai bebeeeeh~ hahahaha hayooo suka sama key yaaa nyebut nyebut key. aduin bang yes aaah lalalala~
        (ˇ▽ˇ)-c<‾˛‾”)
        Buahahaha, Sssttt, kita kalo ngomongin bibir si abang jangan di depan umum ka. Rahasia berdua doang. tar keliatannya kek tante" lagi ngincer brondong lagi. kkk~

      3. ya ampun ka salah ketik maksudnya tu kai -___-v
        di aduin jga gpp abg yes ttp percaya sama gw, dia kan cinta mati sama gw hhhhha *jogetsinchan
        buahahaha, astagfirullah lupa, duh tante girangnya di sebuti kali ya ka berasa udah tua,kyk gk ingat umur,

        yg di wp lagu siapa ka? trus judulnya apa?

        *sekali” pake gw gpp ya ka lagi pengen 😀

      4. iyuuuuuuh lu gak tau ya ka kalo bang yes itu sebenernya kalo malem suka ngintipin gue mandi? (-‿◕)
        Hahahaha emprul… itu lagu nya EXO K cintaaaa~ teaser mereka yang judulnya My Lady. Keren kan? Cuma sayang gak ada full audionya. Huh!!

      5. Pantesan kemaren dia bintilan ternyata ngintipi lu mandi *asah piso buat yesung*
        Lu juga gk tau kan eunhyuk sering msk kamar gw klo malam jumat hahaha
        Ya ampun ka gw kepo bgt klo EXO hhhha
        Enak ya lagunya hhha (•̯͡.•̯͡) *buru” download*

      6. Hahahaaha
        WHAT? EUNHYUK MASUK KE KAMAR LW KA? Aigoo, udah berapa kali dibilangin kalo tuh cowo jangan suka ngambilin kolor orang. Berapa kolor lw yang diambil beb? Gue gnti deh. kkkk~
        Yohi beb, mantaf cuma sayang aja gada full versionnya. Jadi cuma teaser doang. Zzzz~ suara Dio ma Baekhyun nya uwoooo

      7. Buahahahahaha
        Sialan lo ka ketawa sendiri gw tengah malam klo di denger org dikira kemasukan setan gw..
        Eh dia ngambil kolor keramat gw yg warna merah bunga”, bilg sama bg eunhyuk balikin secepatnya klo gk jualan gw gk laris lg nnti hhhha

        Baru liat teasernya ya ampun ka kejang gw liat Kai ngedance.. Khusus Kai gw mau nyulik dia biar jd brondong gw hhha
        Gw blm tau suara siapa yg nyanyi pkknya keren dah
        Kapan full versionnya tu ka? Itu lagu dr album baru ya bukan 1 album sma MAMA?

      8. muehehehhee~ apa kolor kamu bunga bunga ka? nyahahaha bagus deh daripada si bangkang, badan gede tapi kolornya motif lope-lope (‾(••)‾)
        Wah gawat nih Kai dalam bahaya. Udah ah kamu gak boleh baca-baca FF yang ada Kai nya mulai sekarang. PERGIIIIIIIII hahaha
        Gada ka, mini album yg MAMA cuma ada Two Moons, Neoui Sesangeuro, sama history doang. Yg My Lady gak ada. Huhuhu~

      9. Buahahaha
        Gayanya gk sesuai sama kolor yg dipake
        O..tidak bisa skrg kamu saingan sama aku buat ngerebutin Kai ayeeee ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

      10. Putri yg tertukar kali ka ┐(˘˘,)┌
        Bagi” lah brondong kamu..tp taemin udh ada
        Aku minta kai aja… 😀

  8. kereeeeennn!!
    tragis sih emang, tapi ceritanya tu lhooo..
    dalem bangett.. :3
    suka suka suka!
    ini ada sequelnya ga? 😀

      1. hahahha ┌П┐(◣_◢) ┌П┐ (►_◄✗)┌П┐
        *nambah satu lagi yang ngerebutin abang saya. Gile, bang kyuhyun laku banget*
        *colek 12 temen lain disini yang suka kyu juga*
        😀

  9. Beruntungnya cho ika. Sebelum sama kai sempet ngerasain luhan dulu :p hahahaha.
    Good! Tapi endingnya kurang pas nih ka gantung bgt. Mau tau lanjutannyaaaaaaa

    1. Buahahahha bener juga ya? sesuatu banget berarti itu.. Tar kalo otak lagi jalan aku sambung deh beb. biarin aja si kai gila. siapa suruh dia selalu bikin saya tergila gila sama dia (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)

    1. hahahaha happy ending? MUahahahaha~~~ keknya kamu doang rhuu yang bilang happy ending. Si ikha ma heechul mah emang rada sarap beb. biarin aja. Sama sama AB soalnya. kkk~

      1. Author yang cantik *tiba2 sksd* hehe
        ini aku mau nanya, fanfic kmu yang exo planet itu gak bisa dibaca soalnya pake password, TT
        izin baca dong, soalnya yang prolognya oke tenan haha

      2. Hahahaha, baru kali ini ada yang manggil cantik. biasanya dipanggilnya seksi loh /ngelunjak
        Kamu isi form di page Question aja ya rania, nanti passwordnya di send via email.
        Gomapseumnida 😀

      1. wkwk ,,,
        Ok dah,,,
        ntar kita fans-fansan (?) ya,,,
        kkk
        tp unn , di SM susah lolosnya,,,,,,
        kapan kita jadi artisnya??????????
        *Garuk-garukTanah
        #ngelendotinKyuhyunOppa

  10. hi this is the first time I visited your blog and this is the first story I read
    nice to know you

    suka sama diksi yang kamu pake
    tapi aku kok agak kurang ngerasa feel-nya ya hehe maaf
    tapi overall bagus kok
    keep writing :))

  11. Kai dihantuin oleh Luhan… lagian Kai jahat sih, masa luhan dibunuh gitu? ah, so cruel! keren sih, jarang nemuin fanfic2 gini, eon. oiya, chin-dongsaeng itu artinya apa ya? ._.

  12. annyeong thor q reader baru di sini suka dech thor ama genrenya ! and akhirnya nggak terduga banget 😀 Daebak dech pokoknya !!! 😀 Btw Fighting !!! 😀 😀

    1. Hehehe makasih Arli. Sekedar info kecil aja, disini jarang lovestory yang menggelitik. Jadi kalau kamu cari tema fantasi, thriller, action yang disisipi bumbu romance, kamu bisa keliling di sini 🙂

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s