(Recommended) Miinah “The Beautiful Lady” – 2nd Part

Poster of Miinah

MIINAH (CANTIK)

2nd Part – And The Game Has Just Begun”

Written By : Chocholia

Original Story : Chocholia Website (http://chocholia.wordpress.com)

Main Casts : Shin Miinah & Lee Donghae

Support Casts : Kim Jaejong; Lee Hyukjae; Song Joongki; Cho Kyuhyun; Lee Sungmin; etc.

Type : Sequel

Genre : Romance, Mystery

Rate : Parental Guidance

Quote : Say No to PLAGIAT!!!

***

Previous Part

“Terima kasih… Aku pasti akan membalasnya suatu saat nanti, pasti…” Kata Miinah yakin.

Lee Sungmin lagi-lagi hanya tersenyum mendengar penuturan gadis ini.

“Jika kau mau kau bisa memberikan dirimu dan aku akan memberikan segalanya untukmu…

***

Gomawo…

Kata Miinah saat Sungmin sedang membantu memasangkan paku di flat kecil yang dicarikan pria ini untuknya.

“Untuk apa?” Tanya Sungmin. Dia menghentikan kegiatannya dan menatap Miinah yang sedang duduk akibat kelelahan setelah mencari peralatan untuk mengisi tempat tinggalnya.

“Semuanya… Maksudku semua yang telah kau lakukan untukku. Saat kau menolongku dari polisi, memberikan makanan, membelikan semua barang-barang ini dan setelah ini kau akan mencarikan pekerjaan untukku.” Jelasnya.

Miinah masih tak habis pikir mengapa pria ini dengan senang hati menolongnya. Dia bukan gadis bodoh yang tidak tau apa yang akan pria minta setelah mereka memberikan banyak hal untuk seorang gadis.

Dulu dia sering mendengar cerita dari teman-temannya yang sering bepergian selama berhari-hari dengan pria dewasa dan pulang dengan membawa berbagai macam barang mahal, jadi tentu saja dia paham betul tentang semua itu. Hanya saja Lee Sungmin tidak menunjukkan ataupun menyinggung masalah itu sama sekali sampai detik ini.

Sudah 3 hari sejak pertemuan pertama mereka dan Sungmin masih saja bersikap formal padanya. Miinah bukanlah tipe gadis yang tidak tahu terima kasih, lagipula bukankah saat pertama kali menginjakkan kaki di kota ini dia sudah bersumpah untuk melakukan apapun agar bisa menaklukan kota ini. Jadi membalas budi pria itu juga akan dia masukkan ke dalam agenda hidupnya.

“Hanya itu?” Tanya pria itu lagi, kali ini dia ikut duduk disamping Miinah menatap hasil pekerjaannya di rumah sempit itu.

“Maksudmu?”

Sungmin menoleh dan menatap Miinah dalam-dalam seakan ingin meyakinkan Miinah dengan perkataannya, “Aku bisa memberikan yang lebih banyak dari semua ini, asal kau mau membatalkan niat mu untuk menjadi model dan menikah denganku.”

Mwo?!!” Tanya Miinah shock.

“Aku hanya menawarkan pilihan yang lebih mudah untukmu, tapi tentu saja aku tidak akan memaksa. Aku benar-benar ikhlas menolongmu Miinah~ya, jadi berhentilah bertanya bagaimana kau akan membalasnya, karena aku akan meminta banyak hal darimu pada akhirnya.”

Miinah terdiam mendengarkan pengakuan jujur dari pria tersebut, otaknya berpikir keras mencerna perkataan Sungmin tadi.

Aku tidak bisa melakukannya, aku bahkan baru mengenalnya. Terlalu cepat untuk menyerah pada impianku, ini semua bahkan belum dimulai sama sekali… Batin Miinah.

“Aku… aku tidak tahu bagaimana mengatakannya. Tapi sepertinya aku tidak bisa, entahlah mungkin ada satu cara yang menurutku akan impas jika aku melakukannya untuk membayar semua kebaikanmu.”

Belum sempat Sungmin bertanya tentang arti dari perkataan Miinah, gadis itu sudah naik ke pangkuan pria manis tersebut dan melingkarkan tangan di lehernya. Dengan perlahan Miinah mendekatkan wajahnya ke arah wajah pria itu menunggu penolakan darinya. Tapi ternyata Sungmin menerimanya dengan senang hati.

Beruntung Miinah sudah beberapa kali melakukannya dengan Shim Changmin, mantan pacar sekaligus kakak kelasnya waktu sekolah dulu. Jadi setidaknya dia cukup terlatih untuk urusan seperti ini.

Setelah menghabiskan waktu selama 2 jam, akhirnya mereka menyudahi permainan mereka. Sungmin berkata pada Miinah yang saat ini berada di pelukannya, “Gomawo, aku rasa ini bahkan lebih dari cukup.”

Miinah tersenyum lembut sambil menatap wajah Sungmin lekat-lekat, dia mengecup singkat bibir pria itu dan kemudian mengeratkan kembali pelukannya untuk kemudian terbang ke alam tidurnya.

***

Hari yang cerah untuk melakukan kegiatan baru di hari pertama Miinah akan memulai pekerjaannya. Sungmin bilang temannya sudah bisa ditemui hari ini, dan dia ingin melihat Miinah terlebih dahulu. Dengan bentuk tubuhnya yang proporsional Miinah yakin kalau dirinya akan diterima sebagai model dari pria itu.

Menurut Sungmin, walaupun tidak terlalu dikenal saat ini. Temannya itu memiliki naluri sebagai fotografer sejati, dia bisa melihat aura yang berbeda dari setiap wanita. Dia memang suka menjadikan para kaum hawa sebagai obyek dari pengambilan gambarnya. Dan Sungmin seringkali memuji hasil dari foto pria yang bernama Lee Hyukjae tersebut. Dan karenanya Miinah menjadi sangat penasaran dengan sosok pria tersebut.

Sesampainya di studio foto milik Hyukjae, Miinah disambut oleh seorang wanita muda berusia sekitar 24 tahunan dengan wajah mungil dan rok yang menurut Miinah agak provokatif. Gadis itu menghampiri Miinah dan tersenyum persis seperti anak-anak berumur belasan.

Anneyonghaseyo, ada yang bisa saya bantu?” Sapanya ramah.

“Aku ada janji bertemu dengan Tuan Lee, apa dia ada?”

Wanita muda itu berjalan menuju ke pintu dimana dia tadi keluar sebelum akhirnya dia menyapa Miinah di ruang tunggu.

“Sepertinya beliau sudah selesai, jika anda memang sudah ada janji mungkin anda bisa langsung masuk ke ruangan itu.”

“Baiklah, gamsahamnida.” Kata Miinah.

Tanpa basa basi lagi dia masuk ke pintu yang tadi di tunjukkan oleh wanita tadi. Dia agak terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang, seorang pria berambut blonde sedang membantu menutup resleting gaun wanita yang ada dihadapannya. Pria itu sepertinya menyadari kehadiran orang lain di ruangannya, lalu dia berbicara atau lebih tepatnya berteriak tanpa sedikitpun menoleh ke arah Miinah.

Ya, Kwon Sera! Berapa kali harus ku bilang. Kalau aku sedang bekerja, tidak boleh seorang pun masuk ke ruangan ku. Bahkan presiden sekalipun!!!”

Karena dia tidak mendengar jawaban, pria itu akhirnya memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya dari model yang saat ini sedang dia arahkan gayanya.

Hampir-hampir dia menghancurkan kameranya jika saja asistennya tidak segera menangkapnya. Mulutnya sedikit terbuka menatap wanita yang sedang berdiri dengan canggung di depan pintu masuk studionya. Dengan pelan dia berjalan mendekat ke arah Miinah yang masih terpaku di tempatnya.

Setelah dihadapan gadis itu, perlahan dia meneliti dengan takjub wajah Miinah dan menyentuh tiap sudut wajahnya. Belum pernah dia melihat keindahan seperti ini, banyak wanita cantik yang dia lihat tapi gadis ini seakan sulit di gambarkan dengan kata-kata. Garis wajahnya sempurna, kulit halusnya, hidungnya, bibir tipisnya, matanya, rambutnya bahkan bentuk tubuhnya sempurna.

“Kapan kau harus kembali?” Tanya Hyukjae akhirnya setelah beberapa menit sibuk mengagumi wajah Miinah.

Ne?” Jawab Miinah bingung.

“Bukankah kau sedang di utus ke bumi untuk mengajarkanku tentang arti keindahan sesungguhnya?”

Seketika itu juga Miinah merasa pipinya memanas dan saat ini pipinya merona. Dia menunduk untuk menutupi rasa gugupnya. Hal itu justru menambah keinginan Hyukjae untuk semakin menyentuhnya, dan tanpa di komando pria itu mengangkat dagu Miinah dengan jarinya lalu mencium bibir gadis yang belum sampai 5 menit yang lalu ditemuinya.

Miinah masih berusaha memahami situasinya saat Hyukjae menciumnya semakin dalam. Kedua orang di ruangan itu menatap mereka dengan tatapan tidak percaya. Lalu model wanita yang sedang di foto Hyukjae tadi langsung meninggalkan ruangan itu sambil menghentakkan keras kakinya. Miinah tidak menolak juga tidak menyambut ciuman Hyukjae sampai akhirnya pria itu menghentikannya. Hyukjae menatap Miinah sambil menjilat bibirnya dan mengusap lembut permukaan bibir gadis itu dengan ibu jarinya.

Hyukjae masih terdiam sambil memperhatikan wajah Miinah. Akhirnya Miinah memutuskan untuk menjelaskan maksud kedatangnnya.

“Ehm~  Namaku Shin Miinah. Sungmin bilang kau menungguku untuk datang kemari hari ini, jadi…”

“Jadi kau gadis yang diceritakan Sungmin waktu itu. Cih~ apa-apaan dia! Ini bukan berlian namanya, tapi harta terpendam dan sangat langka. Kemana saja kau selama ini?” Kata Hyukjae yang lebih terdengar sedang berbicara dengan dirinya sendiri. “Baiklah, kau diterima. Apa kau siap untuk di foto sekarang? Aku yakin ini akan meledak nantinya.” Kata Hyukjae bersemangat.

Miinah hanya takjub melihat ekspresi Hyukjae yang seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru. Dia masih sulit mengumpulkan kembali kesadarannya setelah ciuman Hyukjae tadi.

Pria ini sungguh unik, pikirnya.

Baru beberapa menit yang lalu dia berteriak marah karena tidak suka diganggu tapi sekarang dia sudah berseru kegirangan dihadapan Miinah.

“Jadi siapa namamu tadi?”

“Shin Miinah.”

Miinah, cantik. Kau bahkan lebih indah dari sekedar cantik. Apa kau pernah menjadi model sebelumnya?”

“Belum, aku baru saja memutuskannya jadi aku sama sekali belum berpengalaman.”

Hyukjae menatap Miinah, dahinya berkerut menandakan bahwa saat ini dia sedang berpikir keras tentang apa yang akan dilakukannya pada si gadis. Lalu dia akhirnya tanpa ragu lagi memutuskan kalau apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan gadis ini.

“Tidak masalah, kau hanya perlu belajar dengan keras. Aku akan mengajarkanmu dan tentu saja mengorbitkanmu nantinya. Hanya saja akan banyak sekali hal yang akan kau pelajari nantinya. Ngomong-ngomong dimana kau tinggal sekarang?”

“Di sebuah flat sederhana di kawasan Apgujong.”

Hyukjae terkekeh mendengar penuturan gadis itu dan berkata, “Flat sederhana kau bilang? Kau tidak bisa tinggal di tempat seperti itu, aku tidak akan membiarkanmu. Kau akan tinggal denganku, dan tidak ada penolakan! Kau butuh pelajaran intens dariku nantinya, jadi agar lebih memudahkanku akan lebih baik kalau aku bertemu denganmu lebih banyak bukan? Tinggalkan tempat itu hari ini juga! Bagaimana kalau nanti tiba-tiba ada yang mencurimu?”

Lagi-lagi Miinah dibuat tertegun dengan pernyataan Hyukjae yang menurutnya agak blak-blakan. Pria ini memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi dan sikapnya yang aneh, perayu dan otoriter disaat yang bersamaan.

Tapi entah mengapa, satu sisi di dalam diri Miinah terkagum-kagum dengan sosok dihadapannya. Dia menyukai sosok ini, selain karena dia sangat tampan tingkahnya yang selalu refleks menarik perhatian Miinah. Gadis itu akhirnya menyetujui saran atau lebih tepatnya perintah dari Hyukjae, dia pun bergegas kembali untuk mengambil pakaiannya sekaligus berpamitan dengan Sungmin.

“Tapi menurutku itu keputusan yang terlalu terburu-buru, dan Demi Tuhan! Miinah~ya Bukankah kau baru saja mengenalnya?” Kata Sungmin yang masih mengekori Miinah yang saat ini sedang mengepak barang-barang yang akan dibawanya.

“Bukankah kau sendiri yang bilang kalau Hyukjae adalah teman baikmu dan dia adalah fotografer yang sangat hebat. Jadi akan lebih baik kalau aku mendapatkan banyak ilmu darinya.”

“Tapi bukan seperti ini caranya, kau bisa menemuinya kapanpun kau mau. Bagaimana bisa kau tinggal seatap dengan pria yang baru kau kenal?”

“Sepertinya aku bisa, lagipula kupikir dia tidak mungkin melukaiku dan yang lebih penting saat ini aku sangat membutuhkannya.”

Sungmin tertohok mendengar pernyataan gadis itu. Dia mengusap kasar wajahnya dan terduduk lemas di hadapan Miinah.

“Lalu bagaimana denganku? Setidaknya kau harus memikirkan perasaanku.”

Miinah tiba-tiba menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatiannya kepada Sungmin yang saat ini menatapnya penuh harap.

“Seingatku tidak ada hubungan apa-apa diantara kita, dan sebelumnya kau bilang kalau bayaran yang ku berikan sudah lebih dari cukup. Bukan begitu Sungmin~shii?”

Sungmin terkejut dengan reaksi Miinah, kenapa gadis itu meninggalkannya saat dia sudah benar-benar jatuh dalam pesonanya. Tapi dia sadar tidak ada yang bisa menghalangi Miinah saat ini. Dia tahu sejak pertama kali Miinah menceritakan tentang impian gadis itu kepadanya. Inilah yang diinginkan Miinah, dan bukan hak nya untuk menghalangi gadis itu pergi. Dia memang tidak pernah memilikinya, Sungmin sadar itu.

“Aku harap kau tidak akan terganggu dengan keputusanku Sungmin~ah, dan perlu kau tahu kalau aku sangat menyayangimu.” Kata Miinah lembut. Dia sama sekali tidak berniat menyakiti pria ini dengan kepergiannya, tapi dia sudah memutuskan dan dia tidak berniat untuk kembali. Dia harus menggapai cita-citanya.

Arraseo… Tapi berjanjilah kalau kau akan datang padaku jika ada hal buruk terjadi padamu. Dan juga kau harus sering-sering menghubungiku.” Sungmin menyerah, tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.

“Aku janji…” Ucap Miinah, sebelum pergi dia mengecup pipi Sungmin dan keluar tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.

Ini sudah berakhir, pikir Sungmin. Ini berakhir bahkan sebelum dimulai sama sekali.

***

Apartemen milik Hyukjae berada tepat disamping studionya. Belum pernah Miinah melihat bangunan semegah ini sebelumnya. Apartemen milik Hyukjae didesain dengan gaya interior yang sangat manly. Dengan warna hitam putih yang mendominasi apartemen ini cukup luas untuk ditinggali seorang diri.

Banyak foto wanita tertempel rapi di beberapa sudut dinding ruangan. Dari gadis manis sampai gadis glamour, dari anak-anak sampai wanita tua, dari berpakaian ala gipsy sampai semi telanjang.

Dia memang seorang seniman sejati, pikir Miinah.

Dia memang masih awam dengan hal ini, tapi sebelumnya dia sering membeli majalah fashion dan dia sadar kalau foto-foto di majalah itu tidak sebanding dengan karya milik Hyukjae.

Sempat terlintas di benaknya tadi untuk membatalkan niatnya untuk tinggal bersama pria ini, saat perasaan ragu-ragu mengusiknya tadi. Tapi dia bersyukur karena dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti ambisinya. Dia harus menuntaskannya, dia harus yakin pada obsesinya untuk mejadi orang kaya dan terkenal. Dan menjadi model adalah jalan yang dipilihnya sebagai langkah awal.

Miinah masih berdiri di ruang tengah saat Hyukjae ke dapur dan menuangkan satu botol berisi cairan berwarna bening dan sedikit mengeluarkan buih di bagian atasnya ke dalam 2 buah gelas berleher panjang. Lalu Hyukjae sempat menoleh ke arah Miinah yang sekali lagi terlihat sangat canggung dihadapan pria itu. Tiba-tiba Hyukjae membuka kaos hitam yang membungkus tubuh bagian atasnya, dan sekali lagi Miinah tertegun akibat kelakuan pria berambut blonde itu.

Tubuhnya yang nampak skinny saat memakai kaos tadi, ternyata tidak seperti penampilan luarnya. Tubuhnya berbentuk dengan abs yang tercetak nyaris sempurna di bagian perutnya. Tangannya juga kekar dan untuk alasan yang sulit di jelaskan Miinah semakin merasa gelisah setelah melihat pemandangan itu. Hyukjae menyadari tatapan Miinah yang seakan sulit berkedip saat melihatnya, pria itu terkekeh pelan sambil membawa kedua gelas yang tadi dia tuang minuman.

“Untuk waktu menyenangkan yang akan kita habiskan nanti…” Katanya sambil mengangkat gelasnya.

Miinah dengan canggung ikut mengangkat sedikit gelasnya dan langsung meneguk habis minuman itu.

“Pahit…” Katanya sembari meringis, dia memegang lehernya saat cairan liquid itu memberikan sensasi seperti terbakar di tenggorokan gadis cantik tersebut.

Hyukjae tertawa dan mengacak rambut Miinah gemas. Saat itu juga Miinah merasa ada sesuatu yang aneh tengah terjadi pada tubuhnya. Perlahan kepalanya merasa sedikit pening dan tubuhnya menghangat. Bukannya dia tidak tahu kalau minuman yang baru saja dihabiskannya adalah minuman beralkohol, hanya saja rasa gugupnya membuatnya lupa dengan fakta kalau dia belum pernah menelan cairan semacam itu sepanjang hidupnya.

Hyukjae mulai melancarkan aksinya, kebiasaan yang hampir sering dia lakukan kepada modelnya. Dimulai dari membelai halus rambut hingga wajah, lalu dia mulai memperkecil jarak antara mereka berdua.

“Jadi, sampai kapan basa-basi ini akan berlanjut?” Tanya Hyukjae, tangannya mulai lancang membelai leher, bahu hingga lengan Miinah. “Kau tidak sedang berencana membuatku menunggu ‘kan? Atau jangan-jangan kau masih belum paham dengan aturan mainnya?”

Miinah tertawa tanpa suara mendengar penuturan Hyukjae, lalu dia menatap seduktif ke arah pria itu dan menghabiskan jarak diantara mereka berdua, “Apa aku terlihat seperti amatir dimatamu?”

Lagi-lagi Hyukjae tertawa mendengar pernyataan frontal yang keluar dari mulut gadis tersebut, segera dia menyambar Miinah ke dalam gendongannya dan membawanya ke ruang pribadi miliknya.

Semua yang memiliki mata yang normal pasti langsung setuju jika Miinah adalah salah satu makhluk terindah yang pernah tercipta. Hanya saja melihatnya dalam keadaan seperti ini, Hyukjae merasa kalau saat ini dia sedang meniduri seorang dewi.

Jika sebelumnya Hyukjae sering merasa kalau model-model itu hanyalah wanita-wanita  cantik yang hanya suka dimanjakan, ini tidak berlaku untuk Shin Miinah. Gadis ini berkali-kali membuatnya serasa melayang malam ini, Miinah berbeda dari yang lain dan Hyukjae semakin yakin hal itu.

Keesokan paginya setelah mereka selesai “bermain” untuk kesekian kalinya. Miinah mengutarakan kembali keinginannya untuk belajar dari Hyukjae. Awalnya Hyukjae meragukan permintaan gadis itu, karena para gadis biasanya hanya meminta untuk di orbitkan menjadi model, tapi Miinah justru menolak menjadi model sebelum dia merasa siap. Dia mengatakan kalau dia butuh banyak bimbingan dari pria tersebut.

Awalnya Miinah pikir kalau Hyukjae hanyalah seorang yang jenius fotografi yang memiliki latar belakang tidak terlalu istimewa untuk ditelisik lebih dalam. Ternyata perkiraan gadis itu sama sekali salah.

Lee Hyukjae sebenarnya adalah putra kandung pengusaha di bidang entertaiment yang saat ini tengah digadang-gadang memiliki saham dengan nilai tertinggi di Korea Selatan. Demi kepuasan dirinya, pria ini merelakan posisi nya sebagai calon penerus ayahnya untuk diberikan kepada adiknya Lee Taemin yang saat ini masih bersekolah di Jerman. Hyukjae adalah seorang pria mandiri dan penuh percaya diri. Dan perlahan Miinah mulai mengenalnya sebagai sosok tegas dan terkadang moody.

Setiap hari Miinah berlatih dari Hyukjae, pria itu mengajari dasar-dasar dan hal-hal yang harus dimiliki untuk menjadi seorang model profesional. Berkali-kali Hyukjae menekankan untuk menjadi seorang model yang sesungguhnya itu adalah hal yang berat. Jadi Hyukjae menuntut Miinah untuk berlatih dan mengatur pola makan ekstra ketat.  Hyukjae optimis dengan masa depan Miinah nantinya, gadis itu memiliki tekad yang kuat dan tujuan yang pasti. Walaupun sampai saat ini Miinah masih menutup rapat-rapat tentang masa lalunya, toh itu bukanlah masalah untuk Hyukjae.

Hyukjae membiayai semua kebutuhan Miinah, dari perlengkapan untuk perawatan tubuh, asupan makanan sampai biaya untuk fitness untuk gadis itu Hyukjae lah yang menanggungnya. Miinah membayarnya dengan melayani pria itu dengan sepenuh hati.

Hyukjae hampir tidak pernah merasa tidak puas dengan hasil “pekerjaan” gadisnya. Yah~ saat ini gadis berwajah bak Dewi Yunani itu adalah gadisnya, hanya miliknya. Miinah benar-benar menepati perjanjian awal mereka untuk fokus dengan pelatihannya bersama Hyukjae. Dia berlatih dengan sangat keras untuk mendapatkan pujian dari pria itu. Hyukjae bukan tipe pria yang dengan mudah mengumbar pujian, dia lebih sering menjatuhkan mental para modelnya dibanding membuat mereka melayang karena rayuan dan pujiannya.

Dan menurut Miinah disitulah letak daya tarik dari seorang Lee Hyukjae.

“Bagaimana kalau kau ikut kelas akting? Aku akan mencarikan guru yang bagus untuk mu…”

“Tidak chagiya… Bukankah kau tahu kalau aku hanya ingin belajar darimu.”

“Tapi aku fotografer, bukan guru akting. Dan yang kau butuhkan adalah seorang guru yang terlatih.”

“Aku tahu, tapi aku hanya mau kau yang menanganiku. Aku hanya percaya padamu, selama aku belum siap tidak boleh ada yang menyadari keberadaanku.”

Hyukjae berhenti menanyai Miinah lagi setelah itu, karena sekuat apapun dia berusaha untuk membujuk Miinah dia yakin hasilnya akan tetap sama. Hyukjae kagum dengan bakat yang dimiliki gadis itu, dia belajar dengan sangat cepat.

Dia sudah menentukan langkah-langkah yang akan diambilnya, menjadi foto model hanyalah batu loncatan untuknya. Setelah itu dia berencana untuk menjadi artis tanpa harus menjadi trainee. Dia tidak mau terlalu di ekspose, dan menjadi trainee hanya akan menjadikannya artis bodoh yang hanya mengandalkan kemolekan tubuh agar cepat bersinar.

Perlahan namun pasti Miinah mulai menyukai Hyukjae. Dia mengagumi sosok pria tersebut, pria itu bisa menjadi sosok yang dingin dan diktator tapi dengan cepat dia juga bisa berubah menjadi sosok yang ceria dan hyperactive. Dia menyukai setiap ekspresi yang pria itu keluarkan, marah, diam, tertawa.

Tapi Miinah sadar, kalau Hyukjae hanya menyukai tubuhnya, bukan kepribadiannya. Maka dari itu dia berusaha mengubur dalam-dalam harapannya untuk bersama pria itu. Sedangkan Hyukjae sendiri, setelah kehadiran Miinah, dia tidak pernah terlibat dengan wanita lain selain gadis ini. Dia mengambil alih seluruh perhatiannya. Wajahnya, tubuhnya, semangatnya dan semua rasa ingin tahunya selalu membangunkan gairah tersendiri di dalam diri Hyukjae.

Dan sampailah saatnya, ketika Hyukjae berpikir kalau Miinah siap untuk bertemu dengan dunia yang sesungguhnya. Hyukjae membawanya ke studio untuk di foto. Dengan gerakan alami dan profesional Miinah memberikan gaya terbaiknya untuk dibekukan oleh Hyukjae. Dan hasilnya, Hyukjae memiliki firasat kalau ini akan menjadi master piece untuknya.

Saat Hyukjae mengirim hasilnya ke sebuah majalah fashion ternama, mereka langsung menghubungi Hyukjae dan minta dipertemukan segera dengan gadisnya. Dan reaksi mereka seperti yang sudah diperkirakan oleh Hyukjae sebelumnya, mereka menunjukkan dengan jelas keterpukauannya dengan keindahan yang dimiliki Miinah. Dan bulan-bulan berikutnya dihabiskan Miinah untuk menjadi model di berbagai majalah dan wajahnya mulai menghiasi beberapa sudut kota bersaing dengan para member girlband dan juga artis Hallyu lainnya.

Hyukjae memeluk Miinah protektif dari belakang, dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh gadis itu yang kini seakan telah menjadi candu untuknya. Sambil meletakkan cangkir teh yang baru saja disesapnya, dia mengelus pelan lengan Hyukjae yang berada di pinggangnya.

Good job, chagi~ya… Kau pasti sudah puas dengan kerja kerasmu sekarang.”

Miinah menoleh dan tersenyum lembut menanggapi kesimpulan Hyukjae. Kau salah, batin Miinah. Masih jauh untuk mencapai tujuannya, dan Miinah sama sekali belum berniat untuk menghentikan impiannya. Ini bahkan baru saja di mulai…

 

…To Be continued…

 

a/n : Masih belom muncul juga kan si Ikan Mokpo itu… Kan gue dah bilang dia munculnya di akhir-akhir cerita. Tungguin aja yah… By the way anak-anak dibawah 17 tahun dilarang keras buat baca ya!!! Gue gak mau ikut ambil andil dalam kerusakan moral anak-anak jaman sekarang~ hehe… Tapi kalau dah terlanjur baca ya, istighfar banyak2 trus tobat nasuha deh… jangan lupa mintain ampun buat yang nulis juga ya…

2013 - Thx For Coming

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

36 thoughts on “(Recommended) Miinah “The Beautiful Lady” – 2nd Part”

  1. Beb beb beb….!!! Jgn dulu di protrct ya! Gue lum smpet baca nie! Dr part 1! Jgnkan ini EP part 7 az lum smpet baca, cuma ikut komen doank!!! Bknnya males sich, cuma az klo baca ff loe tuh hrus pas gue sadar, klo smbil “nundutan” gak enak bacanya! ƗƗaƗƗaƗƗa “̮ ƗƗaƗƗaƗƗa “̮
    、 ‘
    ╰=D︿′
    ‵︿)
    Ya ya ya….!!!

      1. Belum, EP + Shadow + Minah part1+2 blum pada kebaca!
        Gue da di EP7?? Besok az deh bacanya! Tanggung gi nonton. “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ! Gpp kan???

      2. hahaha emprul~ emang lagi nonton apa sih? tau gak sih beb, gue nyari link buat donlot werewolf boy yang lw rekomenin itu gak ada-ada.. Zzzz~ pengen nontonnnn

      3. Gie nonton drakor! Masih numpuk yang blum ditonton
        Kemarin sich namatin a gentleman Dignity, ntar malem Replay 1997 “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ …..!!!! Gue jg lum nonton tuh werewolf boy! Kemarin pas ngrekomendasi kan tuh film baru rilis dikorea h∂‎♧h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎h∂‎♧h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎=h∂‎♧h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎h∂‎♧h∂‎♧°˚˚˚°♧h∂‎ !!! Klo the
        Thieves loe udh nonton?

      4. Hahahha encuuuutt goreeeng kirain gue lw udah nonton. Gue nyari link tuh si song joongki kagak nemu” beb. Gue kan pengen nonton. itu yg kin sohyun jg blm nemu. Lw udah nonton yang itu vie?

      5. Mmmm…..blum >=)¤°˚Ħǟǟ˚°¤>=)
        >=)¤°˚Ħǟǟ˚°¤>=)
        >=)¤°˚Ħǟǟ˚°¤>=)
        . :)¤:)¤
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        *…*¤°˚Ħǟǟ˚°¤*…*
        *…*¤°˚Ħǟǟ˚°¤*…*
        *…*¤°˚Ħǟǟ˚°¤*…*
        . :)¤:)¤
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        :)¤:)¤°˚ĦǞǞ˚°¤:)
        :&¤°˚Ħǟǟ˚°¤:&
        :&¤°˚Ħǟǟ˚°¤:&
        :&¤°˚Ħǟǟ˚°¤:&
        tapi diliat dr reviewnya sich rame, beneran! ada adegan si so hyun ciuman ma han byul (pacar si bang seven)! Gue liat reviewnya jg di showbiz korea!

      6. Ternyata bukan han byul, tapi Jeon ji hyun “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ *kabuuuurrrr

  2. Aku udh baca part 1 di blognya lia langsung ka
    Tp part 2nya kan di protec tu, untung gk di protec di blog kamu hhha
    Suka bgt sama euhyuk seksi” gimana gitu hhhha

    Ka gk niat buat ff tentang yesung (•̯͡.•̯͡) hhhha

      1. Cek~ cek~ ika 1 sama ika 2… hehehe:P

        buat ika 1 (ikaika) kan aku dah kirim pwnya kan?? tapi baca disana atau disini juga sama aja kok 😉

        buat ika 2 (Ikhaa jelek 😛 ) gw emang sengaja jadiin dia kaya gini, gak tau kenapa akhir2 ini kyanya menyenangkan bgt jadiin tuh anak jadi obyek fantasi gw… haha~

        *kabuuurrrr

      2. ika : buahahaha klo itu cocoknya jd comedy ka pasti pas
        baru dibayangin udh ngakak sendiri hahahahaha

        lia: udh lia tp aku gk buka email kemaren hhha

      1. Makasih ya nadia…

        Keep reading juga ya… ^^

        @beibiilee~ please jangan tepok2 pantat gw mulu napa?
        udah tepos neh, kbanyakan dipegang2 ma abang lo… hahaha~ xp

  3. gx terlalu vulgar kok…
    masih standar..kekekekekke

    miinah udh kaia ehmmmmm.”……..”
    rela gadaiin tubuhny bwt mencapai obsesiny…

      1. kyaa….ketauan nie…
        haduwh malu…
        *cari koran bwt tutup muka…

        hahahahahaha
        cuma suka baca doank…
        belum praktek..kekekekeke

        hahahaahahaha

    1. Emang aku gak bakaln bikin terlalu vulgar ^^

      Yang jadi masalah itu alurnya, gak bagus banget bwt mental anak2, hehe~

      @beibiiilee lagi~ please deh ya, jangan panggil gw dengan nama piaraannya si Hyukjae… 😛

  4. Thour ko kesannya miinah kaya mudah jatuh cinta iia.

    Miinah ambisius banget, suka sama karakternya.
    Tappi ko donghae oppa blon muncul juga.
    Aku nunnguin dia

    1. Hai kakak cantik~ (liat dari arti namanya) salam kenal~

      Iya dia ambisius, tapi dia gak mudah jatuh cinta kok. Klo diperhatiin baik2 sebenarnya Miinah gak suka sama cowok2 itu… hehe~

      Blom dia masih 2 atau 3 part lagi kayanya, klo kamu liat note yang di part pertama, aku disitu bilang kalau dia munculnya pas bagian akhir cerita. >,<

      Tenang aja Aku juga nungguin dia kok /loh?? ^^

  5. heu~..
    entah kenapa saya lebih terhibur baca koment.n Double Cho.. ^_^.)
    eh, FF.n yang ni keren..
    kasian si Sungmin.. *puk-pukMing..
    kenapa si Miinah ndak tau perasaan Hyuk yang sebenarnya.?
    kalo jadian, keren itu.. ^_^.) *lirikIkha-ya>>tutupMulut>>gembok>>buangKunci.ny
    kapan Abang Evil muncul.?

    1. Untung kamu dah dewasa ru~ jadi aku gak ngerasa bersalah2 bgt pas tau ternyata ada yang perhatiin celotehan vulgar aku disini… hehe~

      Iya si Sungmin emang slalu aku bikin kasian, biarin aja dia kya gitu. Siapa suruh bibirnya ngegemesin kya gitu…

      Justru Miinah tau prasaan Hyuk yg sebenarnya makanya dia kya gitu. Baca yang part ke 3 dulu deh baru ngerti. Rencananya sih emang mau aku jadiin mereka berdua nantinya… *siap2 kabur liat Ikhaa asah golok

      Coba baca part 3 nya deh, nanti kau bakalan dibuat nelangsa ngeliat bgaimana aku memperlakukan abang evilmu itu…
      Muahahahaha~ *ktawa evil bareng Ikhaa

      1. Wha~..
        Cho Lia, Anda menyiksa calon suami Anda sendiri.. *pelukKyu

        sepertinya saya benar-benar harus menyelamatkan para pria tampan sebelum disiksa sama Cho Lia.. *ambilKarung>>masukinSungmin,Kyuhyun,Eunhyuk,Donghae,Key,Taemin,Kai,Luhan,Sehun,GD,G.O,TOP~~>>ketahuanChoLia>>kaabbbuurrrr

        Cho Lia, saya minta password.n, ia.. ^_^.) *bungkusBibirMing>>lemparKeChoLia
        @ru_phee3 <– ini twitter saya ^_^.)

      2. Haha~ biarin aja dia aku siksa. Shock terapy dikit, biar gak macem2, hehe…

        Iya, selametin deh cepetan. Karena keselamatan mereka sedang terancam sekarang, muahahahaha… 😀

        Iya nanti aku kirim lewat DM ya…

        Btw kamu usaha packing ya?? prasaan seneng banget bungkus2in cowok2 kinclong itu… haha~ ^_^

        Eh aku kemaren dah mampir ke blog kamu sebentar, ternyata tulisan kamu bagus bgt tau. kenapa baru sedikit nulisnya???
        Kamu sekolah seni ya ru??

      3. hehe.. saya usaha bikin boneka rajut.. ^_^.) *ngiklan

        uwaaaa.! *dieInHappiness
        terima kasih sudah berkunjung ke blog saya yang masih kya’ kapal pecah.. ^_^.) *bow90Derajad>>kirimBibirUminBwdChoLia
        sbener.n uda banyak..
        tapi masih dalam bentuk coretan di kertas.. ^_^.)

        saya kulia di pendidikan Bahasa Inggris.. ^_^.) *buru-buruPakeBajuFormal

    1. Haha~ hai nia… Salam kenal. Aku yang nulis FF ini, jadi aku aja yang balesin komen kamu… 😉
      lagian klo aku diem aja, ntar yang punya blog bakal tereak2 mulu nyariin aku. ^^

      Seneng banget deh tau klo kalo kamu suka… 😀

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s