MERMAID (Prologue)

AWAN GELAP ITU BERGUMUL HINGGA KE TEPIAN PANTAI. Tak ada petir maupun hujan; mereka muncul seiring kedatangan vermillion-vermillion bak pesawat tempur. Laut seketika mengamuk saat tarian burung-burung dengan warna merah yang mendominasi itu menuai ancaman pada penghuni Samudera Gorgóna. Ombak menggulung-gulung setinggi pohon kehidupan di hutan Etèrnit; berujung hingga karang terjal dan menyeret pasir putih di sekitarnya.

Kapal dan perahu nelayan tak nampak di sana. Selisir pantai hanya dipenuhi oleh lengkingan hewan-hewan di dalam laut. Mereka saling bersahutan—dan pengertian itu tidaklah lebih dari suara kesakitan yang mereka alami saat ini. Memberi sinyal, meminta pertolongan; mereka saling beradu mendahului siapa pun untuk menyelamatkan diri.

Kelima vermillion terbang rendah. Sayap-sayap mereka melintang dengan lebarnya di sela udara dan gravitasi. Mereka mengitari samudera dan membentuk lingkaran besar. Bersamaan dengan lengkingan suara vermillion dengan mata kuningnya, yang lain mengepakkan sayap mereka dan meluncurkan kilatan-kilatan tajam menuju dasar samudera.

Di dalam sana, sekelompok mermaid berlalu-lalang menghindari kilatan-kilatan tersebut. Benda itu terhenti ketika menyentuh air, berubah menjadi jaring kawat yang mampu menangkap paus tutul dan penyu biru, kemudian menarik tangkapannya ke permukaan dengan kecepatan yang luar biasa.

Busur-busur itu hampir menyergap apa pun yang ada di hadapannya—kecuali para pria duyung yang mampu menepis benda berkilat emas tersebut dengan kuku-kuku monster yang mereka miliki. Meski miris menyayat-nyayat hati mereka, tak ada yang mampu duyung-duyung itu lakukan saat beberapa spesies mereka terjerat jaring-jaring mematikan tersebut.

Dalam keruh dasar laut, ekor violet dari salah satu manusia duyung berkibar-kibar menerjang arus. Gema yang muncul dari lengking suaranya memanggil-manggil duyung lain. Sesungguhnya ia cukup tak peduli saat beberapa hewan lain terjaring busur-busur vermillion. Keegoisan untuk melindungi spesiesnya jauh melebihi hasrat hewaninya.

Duyung itu mengibaskan ekornya saat beberapa kilatan tajam menukik tepat ke arahnya, menciptakan pusaran air yang mampu menghancurkan busur-busur tersebut menjadi potongan-potongan kecil. Suaranya kembali melengking seperti elang. Sepasang mata tajamnya bergerak liar di dalam samudera, sama halnya seperti rambut panjangnya. Pupilnya yang semula berwarna hitam pekat pun kini menyerupai warna ekornya.

“Dimana yang lain?” tanyanya pada wanita duyung yang melintas cepat di sampingnya.

“Aku tak tahu. Semua sudah menyebar,” ucapan duyung bertubuh kurus itu terhenti tatkala kilatan keemasan itu menembus ekor bersisiknya.

Si ekor violet menolongnya lalu menyeretnya ke balik bebatuan dasar. Saat ini berbicara melalui pikiran adalah pilihan yang tepat atau busur-busur itu dapat mendeteksi keberadaan mereka melalui getaran suara kemudian menyerbunya dengan jutaan busur tajam.

Sibuk dengan kecemasannya, ekor violet itu bahkan tak menyadari empat duyung lain mengikuti gerakannya. Mereka nampak cemas, raut wajah mereka menyerupai kerut di wajahnya.

Apa kau melihat Skaitus?” Kembali duyung itu bertanya sembari mengibas-ngibaskan ekor violetnya.

Dia bilang ingin menolong Sviesa. Ia tertangkap busur vermillion,” jawab duyung berambut hijau.

Si duyung violet kemudian mengedarkan pandangannya. Bola matanya kembali berwarna hitam pekat. Pun ekornya kini berubah gelap hingga sisiknya saja yang mengilat terkena cahaya busur. Lidahnya digigit paksa. Ia tak mungkin menyalahkan duyung-duyung itu setelah kabar penangkapan Sviesa mendengung di telinganya.

Bagaimana dengan para duyung pria?” Bola matanya bergerak kian kemari tanpa mempedulikan lawan bicaranya.

Mereka melindungi Ratu Marry. Sebagian lagi ada yang mencoba memanggil kraken untuk menolong kita,” balas duyung bertubuh kurus.

Segera duyung violet itu memalingkan wajahnya dari para mermaid. Rambut hitam panjangnya berkibar seiring gerakan ekornya. Sepasangan matanya menyipit sempurna saat ia mendongak ke permukaan laut. Kuku-kuku panjangnya menusuk dinding karang yang melindunginya dari serangan tersebut. Bohong jika para genbu sama sekali tak menyadari adanya penyerangan ini. Mereka adalah penguasa wilayah utara—dan Samudra Gorgóna adalah bagian dari wilayah itu.

Duyung violet lantas mendelik pada si rambut hijau. “Bukankah kraken tidak bisa dipanggil kecuali para genbu yang membangunkannya?

Entahlah. Aku—argh!

“Dolca!”

Pekikan si ekor violet begitu nyaring hingga menyayat telinga begitu dua diantara kumpulan mereka terperangkap oleh jaring. Dolca, yang ia kenal sebagai pelayan Sviesa, menjulurkan tangan kurusnya saat jaring tersebut menarik tubuhnya ke permukaan dengan cepat.

Mermaid berekor violet merentangkan kedua tangan. Rambut hitam panjangnya berkibar. Kedua telapak tangannya mengeluarkan cahaya keunguan. Sejenak ia menutup mata dan detik berikutnya cahaya keunguan itu merusak jaring yang membawa Dolca dan satu duyung bertatto naga bersamanya.

Pergi! Gua itu akan membawa kalian ke Samudera Baltaz!” perintah si duyung violet sembari mengarahkan ujung telunjuknya pada lubang di dasar tak jauh dari tempat persembunyian mereka saat ini.

Ia membalikkan tubuh saat tekanan air di sekelilingnya menyalurkan getaran-getaran tertentu pada kulit licinnya. Puluhan busur vermillion bergerak ke arahnya dengan kecepatan yang luar biasa.

Tapi, Sabina—

Selamatkan spesies kita, Dolca!

Sabina, si duyung berekor violet, berteriak di dalam pikirannya. Pada jeda sepersekian detik itulah, Dolca membisikkan kata ‘hati-hati’ sebelum akhirnya melesat pergi meninggalkan Sabina di balik karang seorang diri.

Seiring kepergian Dolca, Sabina mengayunkan ekornya meruntuhkan bebatuan agar busur itu tidak mengikuti pelarian diri mereka. Ia menjauh, menyisakan sisa tenaganya dan berlari diantara tekanan air menuju permukaan laut. Bersama busur-busur vermillion yang melesat bagai sinar mentari, Sabina meluncur lurus hingga tubuh ikannya melayang di atas permukaan laut.

Dalam waktu yang sempit itu, ia mengamati kelima vermillion. Sabina melayang di dekat burung dengan ekor hijaunya yang menyala terang. Burung megah itu tak menyadari kehadirannya hingga ia tak memiliki cukup waktu untuk menghindar dari kilatan busur-busur keemasan yang sejak beberapa menit lalu mengejar Sabina.

Gadis duyung itu jatuh berdebam ke dalam laut seiring teriakan vermillion berekor hijau di udara. Sekilas, Sabina melihat sosok burung itu jatuh ke permukaan laut, menyorotkan sinar keemasan lalu menciptakan sosok lain dengan tubuh yang sama lekuknya dengan manusia biasa.

Tak habis pikir, Sabina segera melesat pergi meninggalkan tempat tersebut. Alga dan rumput lain yang tumbuh liar di dasar laut untuk saat ini berhasil menyembunyikan jejaknya.

Sayangnya, duyung itu tak menyadari jika sebuah dentuman keras menghantam tubuhnya hingga terhempas jauh oleh tekanan air laut. Ia memekik, tubuhnya terpental jauh dan bertubrukan beberapa kali dengan bebatuan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia yakini saat ini hanyalah satu hal…

Habitatnya telah musnah.

-o-

KUDA BERSAYAP ITU MENDARAT RINGAN di sisi pantai. Tapak kakinya membentuk garis lurus di atas pasir, membenam jejak-jejak keong laut dan burung camar. Jaraknya tak lebih dari satu meter dari pria di sampingnya.

Ya, siapa lagi jika bukan tuan-nya, orang yang memiliki hak penuh atas kesetiaannya.

Sambil mengamati sekelilingnya, pria itu sama sekali tak terusik saat angin laut mengacak-acak poni pirangnya.

“Tidak, Arklys. Kau yang seharusnya mencukur rambutmu. Apakah kau sama sekali tak menyadarinya—bahwa rambutku yang mulai memanjang ini justru membuatku semakin tampan?”

Pria dengan pakaian tebal yang melapisi tubuhnya itu menjawab lenguhan si kuda. Sepasang sayap kuda tersebut lantas bergerak seiring ringkihan pendek yang dilontarkannya. Ia kemudian menjulurkan tangan, meraih puncak kepala kudanya seiring gerakan jemarinya diantara rambut panjang teman terbaiknya.

Arklys tertegun bersamanya.

Ia yakin bahwa jeritan itu bukanlah halusinasi yang tercipta dari mimpi buruk yang ia peroleh beberapa hari terakhir.

“Apa kau mendengarnya juga?” tanyanya pada sang pegasus.

Kuda itu melenguh disertai tapak kaki yang ia ciptakan oleh sepasang kaki depannya.

Dalam satu gerakan, pria itu menduduki punggung kudanya lantas meraih tali pemacu. Hanya satu kata saja, sang pegasus kemudian terbang rendah di atas pantai. Sepasang mata pemiliknya mengawasi dan mengamati. Ketika jeritan itu kembali mengiang, kemudinya mengarah pada pulau kecil di balik hutan bakau.

Arklys melesat dan ia tak salah menduga.

Di balik bebatuan pada pulau kecil tersebut, ia menemukan sepasang anjing laut tengah meraung-raung. Kudanya mendarat sempurna sebelum akhirnya mengusir beberapa hyena dengan gigi tajam mereka yang mengilat-ngilat.

Berhasil memecah pertempuran kecil antara dua spesies tersebut, si pria lantas menyuruh Arklys untuk kembali ke tempat semula.

Arklys menolak.

Sejenak pria itu mendumal. Hingga ia sadar bahwa sepasang anjing laut itu tengah menyembunyikan sosok lain yang tersamarkan oleh warna gelap dari karang di balik tubuh mereka.

Ia menjejak tanah. Tanpa berniat menakuti keduanya, lututnya menyentuh riak air laut yang juga membasahi boots kebanggaannya.

“Aku tidak akan menyakitimu,” ucapnya lembut.

Lenguhan itu terdengar menyedihkan. Hanya itu yang dapat pria itu interpretasikan.

Yakin bahwa pria itu tak akan melakukan hal-hal yang mengancam keduanya, satu diantara mereka menyibakkan tangan lebarnya.

Pria itu terkejut.

Terlebih ketika sepasang anjing laut tersebut menampakkan sosok yang dilindunginya.

Mermaid,”

…and the story begins…

Header 01 (Cut)

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

77 thoughts on “MERMAID (Prologue)”

  1. ehmmm,, baru gabung niii,, baru nemu soal.a,! bener2 telattt~ *plakkk
    keren2 ff.a eonniiii … bisa begadang ampe pagii kaya.a, wad ngubek2 ni tempat,
    kekekekkk~
    aiiissshhh, yg ini baru baca prolog.a ajj udda seru bgd,,
    daebakkkkkk !! ^^
    oke dehhhh, lanjuuuttt baca next part.a .. 🙂

  2. Nah lho,, mermaidnya bkn klo d darat ga ada aer jadi manusia ya?? jadi pny kaki gt,, *biar bs pacaran ntar ma hyuk*…#plaaak :p
    oke,, msh blom bs nebak arah ceritanya, tp sempet ngakak wkt baca part akhir “menuju istana super junior”, suer ngga pantes bgt nama super junior jadi nama istana,, wkwkw,, lucu… xp
    tp kayaknya seru nih,, lanjut ah,, gud job kha!!

    1. kkk~ kebetulan yg bisa berubah jadi manusia cuma beberapa spesies doang rreyy *kalo di cerita ini ya*
      Abis bingung mau namain istananya apa, sebodo ah yg penting nama suju muncul dikit disini, MUAHAhAHAHA~
      Thx rreyy buat komennya^^

  3. Tante… tante kok bisa sih bikin FF lucu banget kaya gini…

    Hahahaha… *siap2 kabur pas ngeliat percikan api keluar dari mata Ikha

    Ikha lu bikin kaya gini, risetnya berapa lama??

    gw mau bikin ff romance aja males banget bongkar2 google nya, makanya jadinya pas2an bgt… 😦

    *btw mpo’ gw ikutan baca juga neh, padahal sebenarnya dia kga demen ama yg namanya ff. Orang novel aja kudu gw yang ngedongengin dia, dia kga demen baca.. (padahal dia penulis) Jadi ni FF perdana yg dia baca…

    Congratulation….!!!! *Sebar bunga sambil pelukan sama Sungmin.

    1. Udah deh sesama tante-tante gak usah saling mendahului 😀
      Dapet mimpi buruk gara” dikejer deadline li. daripada mubajir gue jadiin aja klimax dari cerita ini. Ahahaha gue gak pake riset”an beb, sesuai mood sama daya imajinasi aja. Abis gak sempet cari info. Sambil nunggu ditengah kemacetan ibukota, finally jadi deh alurnya^^
      Aigoo, eonni-nim~ Annyeong haseyo *bungkuk hormat*
      ᄏᄏᄏ kecup basah buat eonni-nim. bilang makasih gitu yak^^

      1. Wah sumpeh loe gak pake’ acara riset2an?? Ternyata pengetahuan lu ttg dunia korea luas banget ya khaa… 😀

        Kata mpo’ gw gak mau basah2 kecupnya, haha~~ 😛

      2. Hahaha, yaudah deh kak, aku kasih kecup kering aja /loh?
        Kalo FF ini mah gue ikutin sesuai mimpi gue aja beb… kkk~ eh gue udah nyampah di blog lu noh.. :p

  4. akhirnya baca ini juga gue. ayo kita liat apa yg terjadi di istana super junior, shappire blue island. ada si om iteuk gak yaah???

    *baru nyadar aku gak menemukan si evil magnae sama sekali di smua ff oen yg pnah aku baca.

    1. ahahahaha bang kyuhyun saeng maksudnya? Bang kyu mah udah populer dimanamana saeng, jadi onn mah khusus ngepopulerin bang eunhyuk ma leeteuk aja /dirajam\
      Nananana~ kalo gitu met baca aja ya bebeeeh~

  5. eh, saya waktu itu blon baca prolog.n, ia.? *bingungSendiri
    *bayang.inHyukSayang-sayang.anMaKuda..
    keren~..
    Kyu ndak pernah cocok sama kuda.. *tunjukKyuMaPSP

  6. Hwahhh.. baru prolognya aja bikin penasaran.. aku dari kemaren2 penasaran sama ff ini.. tapi gak smmpet mulu.. baru sekarang bsa baca.. dan ternyata seru… Eonni daebak ihh..

  7. ngubek-ngubek(?) google dan akhirnya ketemu ff ini.. dan langsung penasaran sama ff ini, padahal baru prolognya >< tapi kenapa part yang lain di protect thor?? huhuhu saya boleh kan minta pw nya thor?? *pasangpuppyeyes*

  8. Huaaa~~
    Aku baru baca FF ini T.T
    Ketinggalan banget ><

    Eonn, kenapa sih FF eon keren-keren??
    FF ini Daebak banget!!!
    Fantasynya bener-bener kerasaa~~ (EXO Planet juga ko^^)

    Aku mau isi form Question ya, eon~
    Biar dapet pw buat part selanjutnya 😀

  9. ahaha
    belum kelar baca exo planet, aku coba bc ff ini…
    Eon, apakah ini mirip sama cerita mermaid yg biasa, tentang cinta terlarang antara mermaid dan manusia, and endingnya bakalan setragis itu gak eon?

    Trus aku mw nanya eon, istilah2 yg eonni pake di setiap ff genre fantasy itu eonni dpt dr mana? Karang sendiri atau ada referensi tersendiri?

    1. halu vie ┌•((((( ► ◄ )•┘
      hehe kebetulan nggak dek.. ini full imajinasi dan gak ngikut cerita yang udah ada. Justru ini kek perang antar makhluk gitu deeeeh 😀
      endingnya baik-baik ko. tenang aja tar si mermaidnya gak mati hahaha
      kalo menyangkut istilah, kebetulan aku karang sendiri dek. maklum, aku tipe gadis malas yang malas nyari referensi. Jangan ditiru ya dek. kkk~

  10. Ohalla Ohalla 🙂 aku reader baru disini… panggil aja Typ 😀
    Typ nemu ff ini dari kabar jalanan google dan speechless pas batjanya,Typ suka banget cerita fantasy dan waktu nemu ini semanget banget batjanya..
    Typ suka sama cara pendeskripsian author yg simple tapi tetap terangkai dengan baik…u/ skrg blum nemu keganjalan apapun..so keep writing,ditunggu next chap nya B)

  11. Keren eonni ff nyaa>< baru nemu ini ff langsung suka hihi:D lanjut baca part yang laen ya . Oh ya aku salam kenal ya eonni aku reader baru soalnya ^^

  12. hai aku baru nemu blog ini dari sjff2010. Ff Message bikin aku jatuh cinta sama tulisan kaka. Eh pas buka blognya, ketemu ff mermaid. Beh keren banget karangan kaka. Kata2nya itu bisa dicerna padahal fantasi.
    Aku izin ngubek2 blognya yaaaa

  13. Haaaiii ikhaaaa.. lama tak bersua. Masih ingatkah padaku? :3

    Lg kangen ff-mu nih. Re-read lg mermaid dr awal krn pas mau baca chapter 5, lupa jln ceritanya *kelamaan gak blogwalking XD

    ~lanjut baca lagi

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s