EXO PLANET “The Beginning”

EXO PLANET NEW TEASERFebruary 03th 2013

TATAPAN GADIS ITU BERKELIARAN DI SEKELILINGNYA. TELINGANYA mendengung tajam. Ia tak mampu menangkap jelas suara deru mesin dari bus sekolah yang baru saja ia tumpangi. Bahkan ketika sepasang gadis yang ia kenal sebagai biang gossip di kelas biologi tengah menertawai seorang bocah culun berkacamata tebal di tepi pagar utama.

Kelopak matanya bergerak lambat. Tas ranselnya ia genggam dengan kuat. Angin seolah masuk ke dalam telinga hingga ia hanya mampu mendengar suara desah napasnya yang kian melambat.

Ia menelan liurnya.

Ada yang salah.

Setiap kali perasaan itu muncul, ia akan mengalami hal serupa. Waktu seolah berhenti; dunia seolah membeku; dan hanya ia yang mampu merasakan itu.

Hingga akhirnya…

Ya! Aku memanggilmu dari ujung jalan sana dan kau terlihat seperti orang dungu! Kau tidak lupa mengerjakan tugas kesenian ‘kan?”

…seseorang berhasil membuatnya tergugah.

Ia terkesiap. Bibirnya mengecap-ecap menghilangkan kemarau di dalam mulutnya. Kaku, ia membenahi helaian rambut pendeknya yang tersapu semilir angin.

“O-oh, tentu.” Hanya itu jawaban yang terlontar.

Gadis di hadapannya menyibak rambut panjangnya, menunjukkan nametag bertuliskan ‘Sunhwa Han’ di dada sebelah kiri, “Hei, kau terlihat aneh akhir-akhir ini. Ada apa, Cho?”

Sunhwa menepuk pundak Cho Ikha. Ia menoleh cepat kemudian menunduk rendah. Telapak tangannya mengusap kening yang ia rasa cukup normal untuk ukuran orang yang terkena demam.

“Tak apa. Aku hanya… sedikit pusing akibat berdesakan dengan bocah-bocah tengil barusan,” ia berbohong.

Come on! Amber dan Jonghyun sudah menunggu kita di kelas Bahasa Inggris. Don’t be late! This is your favorite class!

Cho Ikha kemudian memberikan senyum terbaiknya saat Sunhwa mendahuluinya menuju kelas di lantai tiga. Senyum itu tak bertahan lama. Karena selang setelahnya, ia kembali merasakan perasaan itu. Cho Ikha menukik tubuhnya tajam ke arah sudut ke seratus delapan puluh, kemudian berbalik menuju arah jam sebelas.

Tidak.

Tak ada siapa-siapa di sana. Hanya beberapa penghuni sekolahnya saja yang berkeliaran saling memasuki area bangunan.

Jika ia diperintahkan untuk membuat sebuah pengakuan, sesungguhnya ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikiran Cho akhir-akhir ini. Ia merasa seseorang tengah memperhatikannya—tanpa terdeteksi, seperti seorang paparazzi. Tiap kali Cho mendengar bisikan-bisikan yang menguasai isi kepalanya, ia seperti berada di dalam dunia yang hampa.

Firasat yang dimilikinya kini berubah kuat. Cho Ikha mengalami ketakutan yang luar biasa saat bisikan itu terarah pada sesosok pria yang melintasi pandangannya dari kejauhan. Sesosok pria, dengan mata biru yang mengilat-ngilat—serta debu hitam yang bergerak mengelilinginya—berhasil membuat gadis itu berlari cepat menyusul jejak kaki Sunhwa.

Ia tak ingin menoleh kembali ke arah pohon tua di samping pagar sekolah.

Ia tak ingin lagi terjebak dalam bisikan-bisikan tak nyata yang diterimanya.

-o-

KAU YAKIN TAK INGIN BERGABUNG DENGAN KAMI NANTI MALAM?” ulang Jonghyun untuk ketiga kalinya.

Desah panjang terdengar dari sela bibir Cho Ikha, “Untuk apa? Aku bosan terlihat seperti gadis tolol di depan Heechul Sunbae.”

Amber tergelak, nyaris memuntahkan isi mulutnya. Masih teringat kuat ketika Cho berusaha mati-matian untuk mendapatkan perhatian Heechul, senior yang begitu dibanggakannya—meski hasilnya selalu gagal total.

“Jika kau ingin sunbae cantik itu memperhatikanmu, ubahlah sedikit fashion dan hair style-mu, Cho Ikha. Lihat! Bahkan kau dikalahkan oleh Key. Si banci itu bisa menjelaskan seluruh peralatan make-up hanya dalam semenit saja,” ejek Amber.

Cho mencibir, “Aku sudah terbiasa bergaul dengan manusia dekil macam kalian. Jadi aku tidak tertarik dengan hal-hal berbau feminin,” kemudian ia mendapat pukulan singkat dari Jonghyun di kepalanya tak lama setelah ia menuturkan kalimatnya.

Getar di dadanya tiba-tiba menegunkan Cho. Ia merogoh kantung rok seragamnya, meraih ponsel yang nyaris terselubung oleh stiker Yuna, sang skater handal idolanya. Awalnya senyum itu menyala dari bibir tebal yang selalu dianggapnya seksi. Namun ketika suara ponselnya kian tersamarkan oleh bunyi desing yang muncul dari arah lain, sontak senyum Cho meredup.

Panggilan dari ayahnya tak dihiraukan.

Matanya lagi-lagi bergerak liar mencari hal yang tak nyata di sekitarnya. Cho Ikha berubah gelisah. Bisikan itu semakin kuat menusuk rongga telinganya. Ia menemukan bayangan bermata biru tak jauh dari balik punggung Jonghyun. Semua yang ada di sekelilingnya mendadak buram. Ia tahu bibir Jonghyun tengah bergerak-gerak menyebut namanya. Namun ia tak mampu mendeteksi apapun.

Terkecuali bisikan sang bayangan yang mengatakan bahwa ia…

“Aku harus pergi!” Cho Ikha berkata lantang, sadar bahwa Jonghyun baru saja menghentak-hentak kedua bahunya.

“Ada apa, Cho Ikha? Tell me!” Amber ikut khawatir. Tentu saja. Karena raut wajah Cho tak mampu disembunyikan lagi.

Ia ketakutan. Sangat jelas dari sorot matanya.

“Tak apa. Aku hanya—“

“Kau selalu mengatakan hal serupa setiap kali mengalami hal-hal aneh. Hantu apa lagi yang kau lihat? Pria bermata tiga dengan kulit hijau yang menyala?” Jonghyun menepuk wajah Cho, mencari sisa kesadarannya.

Gadis itu kembali meninjau apa yang baru saja ia temukan. Sosok itu menghilang dari tempatnya dan ia tak lagi mendengar bisikan tersebut.

“Sudah saatnya kau pergi ke paranormal untuk menutup penglihatanmu itu. Tidakkah kau merasa khawatir dengan orang-orang di sekelilingmu?” Giliran Amber yang mengaduh.

Cho sadar bahwa ia sedang menggenggam tangan Jonghyun dengan erat. Napasnya tak beraturan dan pandangannya seolah berputar-putar. Sebelumnya ia menolak untuk mempercayai hal tersebut saat ayahnya menuturkan keistimewaan yang dimilikinya. Di tahun pertama, ia selalu menjerit dan memaksa sang ayah untuk berpindah tempat. Hingga tahun demi tahun berlalu dan ia mulai beradaptasi dengan berbagai hal-hal tabu di sekelilingnya.

“Aku hanya mampu melihat mereka, Jonghyun-ie. Tidak berkomunikasi dengan mereka. Itu sangat berbeda,” seperti biasa, Cho berkilah dengan upaya untuk menenangkan diri.

Jonghyun berubah kesal, “Kau sangat terbebani oleh ‘mata tiga’ mu itu. Aku sudah muak melihatmu berteriak histeris saat mereka mengganggumu.”

Cho mengusap kening. Hal yang selalu ia lakukan sesaat setelah ia merasakan ketidaknyamanan akan sosok-sosok fana itu, “Mereka hanya… tertarik. Lagipula aku hanya membutuhkan beberapa hari saja untuk membiasakan diri dengan… yang satu ini.”

Dan jawaban itu membuat Amber memutar bola mata, “Bahkan hantu pun tertarik padamu, huh?” Ia meremas lengan Cho, “Kau telah menghabiskan sisa hidupmu untuk menyesuaikan diri, Mata Tiga. Ayo kita pulang,” ajaknya, setengah menyeret.

“Aku bisa melakukannya sendiri,” Cho menolak dengan menepis genggaman Amber. Tanpa mengucap kata terakhir sebelum mengakhiri pertemuan mereka hari ini, ia bergegas pergi menembus lampu merah.

Sahutan Jonghyun dan Amber yang saling mendahului tak digubrisnya. Ia sudah cukup dewasa untuk pulang tanpa diiringi sepasang bodyguard seperti mereka. Lagipula mereka memang bukan bodyguard, lebih tepatnya teman sekelas yang nampak seperti bodyguard.

Hanya butuh tujuh menit bagi Cho untuk mencapai persimpangan kedua. Kepalanya mendongak, memastikan lampu hijau untuk pejalan kaki masih menyala terang. Ia berjalan dengan kecepatan yang konstan. Ia sudah mempelajari hal itu semasa playgroup, jadi ia tak mengalami kesulitan yang cukup kentara untuk sekedar berjalan di sepanjang crosswalk.

Langkah Cho terhenti. Suara itu mendadak terdengar lagi. Bisikan itu kembali mengalun melingkupi tubuhnya. Di tengah persimpangan ia mengaduh. Memohon pada siapapun untuk menghentikan bisikan tersebut. Hingga Cho Ikha tak menyadari saat sebuah mobil merah dengan lambang lingkaran yang terbagi menjadi tiga bagian itu menggempur tubuhnya.

Ia terpental jauh. Tubuhnya mendarat hebat di atas permukaan aspal.

Sebelum kehilangan kesadaran, ia menemukan sosok berabu dan bermata biru itu berdiri di hadapannya…

…membisikkan kembali kata-kata yang selalu menghantuinya selama beberapa hari terakhir.

“Kuharap kau memaafkanku, Cho Ikha. Ikutlah denganku, untuk menyelamatkan castèku.”

 

and the story begins…

Thank For Your Visit Huglooms

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

57 thoughts on “EXO PLANET “The Beginning””

  1. Eonni~~ agak gak rela ada amber disini ._. Jujur kurang suka sama dia~ ~

    Itu siapa sih eon yg makhluk halus nya ? Luhan atau kai ? Kok tega ngedorong ikha sampai jatuh gitu!??

    Ini si ikha roh nya diambil makhluk halusnya terus dibawa ke exo planet ya eon ? Hehehe~~

    yaudah lanjuuut ajalah, bikin bingung ini mah u,u

    ohya luhan itu cuma sebagai simpenan aja kalau key lagi tour concert, kekee~ tenang aja, kalau key ada entar luhan aku kasih ke eon, whahaha~~

    Anyeonng 🙂

    1. hahaha emang kenapa kamu rada gak suka ma amber? abis onn gak mau masukin krystal/sulii,, /plak\

      heaaaa tetep aje kan lirik lirik ma luhan. udah key mah milik bersama ya gak mau tau. tapi buat hari ini, jatah Key buat onn dolo, heaaa~

  2. Kenapa ya gak suka ?? Kurang suka aja sama yg tomboy2 gitu eon /plak disini ikha juga mirip amber kan ? Tomboy2 gitu ? Tapi gak papa, kai kan imut2 gimana gitu, berarti ikha tomboy gak masalah~~ cocok2 aja!-

    eiitsss lupaaaaaaaa .’ Key Accident’ nya mana eon T_T lama nih nunggu nya, gak di post u,u

  3. Hiyaaaa!!!! Adadadadadadadadadadadadadaddadadadadadad ternyataaaaaa nggak salah ngunjungin wp iniiih *tereak ke gunung*lari*jatuh dr gunung*ditangkep sehun

  4. wuuuuhhh!!!! prolognya bikin penasaran. jangan2 ikha-nya koma lagi gara2 jiwanya di bawa sama si makhluk halus ganteng itu. haha
    lanjut bacaaaa 😀

  5. *Trrriiinnggg…. muncul kembali dengan asap berwarna pink ke hijau2an (kaya gmn coba???)

    Emang daya imajinasi lu keren banget kha… pokoknya T.O.P ganteng banget deh… hehe… 😛 (ngerti gak??)

    Kha, gw merindukan sosok Eunhyuk neh, eh btw ntar klo gw bikin FF castnya dia gw pake nama lu gpp ya…??

    1. yah, lw lagi li. Bosen gue, hahahha /plak
      Jadi kesimpulannya yang ganteng itu si T.O.P apa FF gue? Eaaaa~
      eh? Nama kampung gue mau dipake? Kkk~ boleh boleh.. btw nama wp lw apa say? Bentar, keknya masuk ke list notif deh.. /cek dulu

      1. Kan gw dah bilang, gw bakal sering2 nyampah disini… Jaid gw bakal menganggu hidup lu mulai sekarang….

        Muahahahaha… *ktawa evil ala kyuhyun

        T.O.P donk… (padahal gw sendiri kga tau mukanya die kaya gmn… hehe)

        Iya, abis gw keabisan ide nama, gw mau ikut2an bikin pairing2an gitu kaya tetangga yg laen… Jadi tiap member gw kasih satu couple OC gitu deh… hehe…

      2. ᄏᄏᄏᄏ wah gawat lu, untung TOP yang lupa mukanya, bukan gue (?)
        terus maksud lw abang gue di pairing-in sama lw gitu? Hmm, yaudah deh rela, yang penting gue sama si monkey hyukje. hahaha~

      3. Gw bukannya lupa, tapi kagak tau sama sekali khaa~~ haha… gw mah taunya abang2 suju doang… 😛

        Kagak bisa dibilang gitu juga seh, secara gw bukan cuma pairingnya aja. Tapi bini’nya… wakakakaka~ 😀

        Iya seh lu sama si monyet itu, tapi gwsama Kai ya??? *wink wink*

      4. sejak kapan lw sah jadi istrinya abang gue? ijab qabul masa gak ngajak” gue? Sa’ik mameeeen~
        tuh kan tuh kan, lw mah ngasih pertanyaannya yang bikin gue galau. gue kan tante tante maruk sama kek lw. Biar gue sama eunhyuk, gue gak rela kalo brondong piaraan gue kena imbas pesona lu juga li. Aiiih~ gaswat

      5. Kita berdua emang sengaja gak bawa lu pas ijab qabul. Ntar takut lu minta dikawinin ma monyet yadong itu juga… Muahahahaha~

        Gw juga khaa~ semenjak diajarin lu buat maenan ma brondong, gw jadi suka inget2 si Twins Kai sama Taemin klo lagi diapelin ma abang lu… >,<

  6. anjiiiiiiiiirr lo oen! dpt ilham dari mana buat ff ini? kerennya masyaAllah.

    wew kepulan asap biru. wooh jangan2 sebenarnya si jongin ini masih berdarah elf. Mungkin ini masih ada hubungannya sama iteuk si penguasa blue ocean yg tiba2 nongol jadi tetua di planet exo *hyaaa bikin cerita sendiri*

    jongin pake bajunya legolas toh padahal sebelumnya gue ngebayangin jongin pake jubah ala mama. huekekek.

    sempet ragu dikit sih itu luhan apa kai gegara ngomongnya pake telepati. tapi kalo dipikir sih yg bisa teleport kan cuma si kai jadi ya pasti itu kai. bener kan??? *iya bener*

    1. kkkk~ tebakan kamu ada benernya juga ko beb. Eaaaa keceplosan. Mmm, jadi kesimpulannya itu siapa saeng? Hayooo~ yaudah baca next patnya aja yaaa~ eh, tapi kalo gak salah sih aku protect deh /cek dulu

  7. Eonni… Ini seru deh.. Tapi pas mau baca part 1-nya kok diprotect sih.. Mau minta passwordnya jadi aku komen disini.. Hehehe..:D

    maklum lah, baru mengenal exo pas jaman-jaman skrg jadi nyari-nyari fanfic serunya jga baru skrg jadi komennya jga baru skrg..*ah rese lu*

    ya udh deh.. Tpi penasaran sma part1-akhirnya.. Minta passwordnya ya eonni.. *bow bareng thehun trus senyum ama luhan*.. :DThank you very gamsa~

    1. Halu milani \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/
      Keknya aku baru liat kamu disini ya? Kalo gitu salam kenal^^
      Kamu coba cek ke page “QUESTION”. Disitu nanti ada form dibawah poster gede-nya suju. Isi aja formnya sama email + twitter account kamu yang masih aktif. Nanti baru deh aku kasih passwordnya.
      Makasih sebelumnya udah visit kesini. Sering sering yaa”” 😀

      1. Iya eonni.. Aku anak baru n murid baru jadi masih bau kencur deh.. Hehe.. Thanks eonni atas infonya..

      2. kkk~ sip sippp~ sama sama milani^^
        welcome yaaa, kenalan juga sama temen temen yang lain gih, biar makin akrab juga sama mereka (ɔ’з’)ɔ(ɔ’з’)ɔ

  8. hai eonni #sokkenal hehe
    aku pembaca baru ni salam kenal ya. Btw ceritanya keren eon..
    makin cinta sma kai #eh hehe
    eon mau baca part selanjutnya.. bleh minta pw nya gk?jebal.. gomawo ^^

      1. kyknya kai atau suho?
        pokoknya antara 2 itu deh ka..
        kha part 1 gk janji gue baca secepatnya maklum jadwal terbang gue tinggi kkk~
        blom ada baca lo beib perdana ni aku bacanya hehehe

  9. bagus eon, ff nya.
    Makhluk itu siapa? Kai atau luhan?
    Penasaran…
    Trus yg buat taksi yg ditumpangi ikha celaka, makhluk itu juga kan?

    Eiy… Kalo aku kyk ikha bisa liat makhluk2 halus, pasti gak sanggup dan akan selalu ketakutan

  10. huaaa! itu pasti yg duduk di bangku paling belakang itu kai. terus ‘hantu’ yg nyerang ikha itu bukan kai, ya? soalnya ciri fisiknya (?) beda lagi ._.
    kereeen, chingu! aku suka sama ceritanya, gaya bahasanya juga. hehe ^^b

    lanjuuut~! xDb

      1. chingu, part 1 ada password-nya. jadinya aku gak bisa baca T-T
        boleh minta password-nya? wkt itu aku pernah mengisi form yg di Password Area ._.
        gomawo ^^

  11. Key dibilang banci wkwkwkwk, tp kasian juga sih, Key cakep cuma masih cakepan Taemin 😀
    oh ya kak, aku suka nih cara penulisan kakak, kata”nya simple, mudah dimengerti 🙂

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s