EXO PLANET “The Prologue” (REPACKAGED)

EXO PLANET NEW TEASERAPA KAU TULI?! INI BERITA YANG SANGAT PENTING BAGI KITA!” Sehun kini menggertak. Tubuhnya menegak setelah sekian lama bersandar mesra pada kursi pentagon di balik punggungnya.

“Bagi kita?” Kai menghentikan push-up keempat puluhenamnya, “Bagimu mungkin iya,” ia mengoreksi.

Sehun berdecak. Ia meraih flubbish1 di atas meja, menggenggamnya kuat lantas menggigitnya dengan kasar; membayangkan kepala batu lawan bicaranya yang berada di bawah lapisan kulit tersebut. Sehun hanyalah satu di antara ratusan makhluk yang tak mampu meluluhkan kekerasan hati Kai—meskipun gelar castè2 yang disandang keduanya tidak cukup meyakinkan statusnya sebagai seorang sekutu di mata Kai.

“Apa kau tahu dimana posisi Suho saat ini?” Sehun melakukan inisitatif ke sekian kalinya lantaran Kai tak kunjung bicara.

“Mana kutahu. Mungkin ia sudah mati ditelan Black Hole,” Kai menjawab asal dan lagi-lagi membuat Sehun menelan kekesalannya bersama flubbish yang meluncur manis di dalam tenggorokan.

Pria itu ternyata masih sama, tak memiliki keakraban yang cukup erat antara sesama castè Krypth. Meskipun Suho adalah pemimpin di gugus mereka, gelar itu tetap tak mengubah keengganan Kai terhadap Suho. Secarik rumor murahan menyebutkan bahwa terpilihnya Suho menjadi pemimpin gugus Krypth membuat Kai tak memberikan sedikitpun hormat padanya. Sehun dan sisa castè tidak membenarkan maupun menyalahkan rumor tersebut. Karena mereka mengetahui dengan baik kenyataan yang sesungguhnya.

“Apakah Leeteuk telah membuat keputusan?”

Kali ini Kai yang bertanya; sekaligus menyudahi pelatihan otot yang menjadi ritualnya setiap pagi dan sore menjelang.

“Inilah alasan mengapa aku menanyakan Suho!” Tukas Sehun, berdecak. Kemudian ia membuat jeda untuk menelan flubbish. “Setelah menimang-nimang, akhirnya mereka membuat satu persyaratan lagi. Jika syarat itu tidak dipenuhi, maka ia tidak mungkin bisa menjadi kandidat utama,” jelasnya.

“Apa itu—syarat yang harus dipenuhi?” selidik Kai.

“Menikah,” seloroh Sehun, santai.

Kai mendengus. Kepalanya seolah terbentur batu besar sehingga darah yang seharusnya mengalir keluar justru terhisap masuk ke dalam paru-paru, membuatnya sulit bernapas dan jantungnya berdebar hebat.

“Apa Leeteuk sudah gila? Diantara castè kita, Suho lah yang paling tua dan umurnya baru menginjak angka dua puluh satu. Dia pikir kita akan merelakan keperjakaan hanya demi sebuah tahta? Sinting!” Kai menyerbu Sehun seolah pikirannya dipenuhi oleh ledakan amarah yang tak kunjung terhenti.

Sehun tergelak. Diacungkannya sang ibu jari untuk membenarkan pernyataan Kai. Para castè─baik di gugus Krypth maupun Myrath─masih terbilang cukup muda. Dan kata ‘menikah’ sangatlah asing bagi mereka. Jauh pula dari pikiran mereka.

Kai menyergap sehelai tipis kertas lusuh yang melayang cepat melintasinya. Ia mengayunkan lipatan kertas yang telah diraihnya kemudian berubah menjadi sebilah papan kayu berhiaskan tulisan khas planetnya. Seiring ia membaca rentetan tulisan aneh tersebut, sepasang sosok yang dikenalnya dengan baik muncul dari balik daun pintu.

“Apa ini?” Kai bertanya pada satu pria berbadan tinggi nan tegap.

“Petinggi kerajaan akan mengadakan pertandingan antara gugus kita dan Myrath. Sepertinya mereka menginginkan pertunjukan yang menarik seperti halnya pemilihan penguasa baru abad ke-dua.”

Chanyeol. Si pria tinggi dengan telinga fairy tersebut duduk di tepi Sehun. Baekhyun, makhluk lain yang datang bersamanya, ikut bergabung di antara mereka. Kulit putih mulusnya nampak lusuh dan hidungnya sedikit bengkok. Kai tak perlu bertanya mengapa. Pertengkaran Baekhyun dengan gadis-gadis yang dikencaninya sudah menjadi rahasia publik.

Kai menghampiri ketiganya, memposisikan diri duduk di hadapan Sehun, “Satu lawan satu?” Alisnya mengernyit.

“Ya. Tapi di pertandingan terakhir, enam lawan enam,” sambung Baekhyun.

Sudut bibir Kai membentuk seringaian, “Kita kalah,” desisnya.

“Bagaimana mungkin kita akan kalah dari mereka?” tanya Sehun, sedikit menyombongkan diri.

“Kemampuan castè Myrath berbeda dengan kita. Kita lebih mengandalkan kemampuan fisik sedangkan mereka lebih bermain dengan pikiran. Mungkin aku bisa menandingi kemampuan Kris dan Xiumin, tapi mereka memiliki Lay dan Tao. Keduanya merupakan kombinasi yang baik,” jelas Kai. Kedua alisnya bertautan—berpikir keras.

“Setidaknya Chanyeol bisa memanggil Uro3 dan membawa kita pergi di saat keadaan genting,” olok Baekhyun. Chanyeol terkekeh seraya beradu telapak tangan dengannya.

“Hei, apa kau tahu legenda afftheurcaly? Aku sempat membahas hal ini bersama Suho di kedai Bapak Ghom kemarin lusa,” sela Baekhyun di tengah tawa Chanyeol yang belum mereda.

“Tapi bukankah tak ada yang tahu dimana pedang itu berada?” tanya Sehun.

“Legenda mengatakan jika kita ingin memiliki pedang tersebut, kita harus menemukan Sang Huglooms4,” Chanyeol menimbrungi.

“Semesta ini begitu luas, Omorfos5. Tidak mudah bagi kita untuk menemukan huglooms,” timpal Sehun tak mau kalah.

“Tapi itu satu-satunya cara agar kita dapat memenangkan pertandingan. Kemampuan Myrath jauh melebihi kita,” Baekhyun angkat bicara.

“Apa kalian lupa? Kita memiliki Kai. Selain Uro, Kai juga mampu membawa kabur kita ke seluruh alam semesta.”

Giliran Kai memutar bola mata, “Justru ketika kau dalam bahaya, aku akan dengan senang hati menjadi penonton utama,” kemudian ia menerima sebuah pukulan kecil dari Baekhyun di lengannya.

“Andai aku bisa berteleportasi sepertimu, Kai. Aku akan menggunakan kekuatan itu dengan baik. Kudengar planet ketiga memiliki spesies yang cukup beragam dan kecantikan kaum hawa yang tiada tara. Aku sudah bosan dengan Krystal. Dia benar-benar tipikal seorang diktator.”

Chanyeol menyikut perut Baekhyun. Tersinggung karena nama gadis yang disebutnya tak lain adalah sepupunya sendiri. Bukannya merasa bersalah, Baekhyun malah melempar senyum padanya, membuat sepasang pria itu saling menarik rambut lawan mereka masing-masing.

“Huglooms,” Kai berucap lirih, nyaris berbisik pada diri sendiri. “Kurasa akan lebih mudah menemukanmu dengan bantuan Baekhyun.”

Ia menoleh pada pria pendek dengan rambut cokelat terang yang menutupi kening lebarnya. Hanya sejenak, lantas ia berpaling pada papan kayu mengenai jadwal pertandingan yang akan dilaksanakan bulan depan. Sepertinya laga itu akan berlangsung ramai. Ditambah lagi ia mengetahui siapa yang akan menjadi lawannya di pertandingan nanti.

“Luhan,” gumamnya seraya menopang dagu.

Seringaian khasnya mengembang, “Sungguh menarik.”

…and the story begins…

Thank For Your Visit Huglooms

——————————–

1Flubbish : Buah-buahan yang hampir mirip seperti apel. Kulit luarnya sedikit kasar namun lembek. Bagian dalamnya berwarna keunguan. Perpaduan manis dan asam sama seperti asinan Mangga.

2Castè : Kumpulan penjaga gugus. Setiap gugus terdiri dari enam anggota.

3Uro : Naga peliharaan Chanyeol.

4Huglooms : Pembuka Kunci. Pemilik The Afftheurcaly.

5Omorfos : Nama asli Chanyeol di dunia Exo Planet.

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

58 thoughts on “EXO PLANET “The Prologue” (REPACKAGED)”

  1. kalo mau cium aku, sodorin suho dulu dong kak…. wkwkwkwk, aku baru mampir mau baca yg zero eee ketemu komentar seperti ini. wkwkwkwk, kak lia juga ikutan collaboration nih. wahhhh rame dong

    1. Aku gak bisa sodorin Suho dek, Tyas katanya mau beli saham Suho. Jadi mintanya ma Tyas ya, hahaha~~
      Iyap Lia ikutan disini tapi doi lagi sibuk jadi belum bisa update. Andai aku bisa lempar kancutnya GD ke tempat Lia biar doi bersemangat *berharap dan berdoa*

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s