MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 10”

FF - My name is lee hyuk jae - New“YA!”

Satu kata itulah yang —sejak setengah jam yang lalu— terus berdengung di telinga Hyuk Jae. Siapa lagi kalau bukan Cho Ikha yang berteriak? Yeoja itu sedari tadi terus saja memaksa Hyuk Jae untuk melepaskannya. Dan sialnya, namja berperawakan skinny tersebut berkehendak lain.

“FREE ME UP, YOU JERK!” teriak Ikha disertai serangan pukulan tangannya bertubi-tubi.

Setelah yakin dirinya ada di tempat yang ia inginkan, Hyuk Jae segera melempar tubuh Ikha di atas sofa. Ia sedikit meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku akibat menggendong yeoja itu sejak turun dari mobil. Cho Ikha cukup berat juga untuk ukuran yeoja ‘yang terlihat biasa saja’ —dalam artian, tubuhnya terlihat ideal, padahal ia menimbun cukup banyak lemak di  sekitar lengan dan perutnya.

You’re —appearantly— troublesome enough, (Kau ternyata cukup menyusahkanku)” aku Hyuk Jae, masih menggerakkan beberapa bagian tubuhnya untuk menghilangkan pegal.

Kedua mata Ikha menangkap sinyal ketika memperhatikan ruangan yang ada di sekelilingnya. Tata letak benda, bentuk sudut, serta apapun yang menghiasi ruangan itu bukanlah hal asing baginya. Ia berdecak seraya mengibas poninya yang cukup panjang itu ke belakang kepala.

 “Why you brought me here?” tanya Ikha —atau lebih tepatnya mendumal pada Hyuk Jae. Jelas sekali bahwa yeoja itu tengah dilanda ‘alergi’ berat pada tempat ini. Gara-gara terlibat jauh atas apa yang menimpa Hyuk Jae, ia selalu memaki dan menyesali apapun yang telah membuatnya bisa terperangkap dalam masalah ini.

Ya. Ruangan Heechul –lah yang menjadi tempat pemberhentian Hyuk Jae tepat setelah ‘menculik’ Ikha di pagi buta. Namja itu bergerak ke arah meja Heechul, mengangkat gagang telefon, kemudian menempelkan jemarinya di bibir —menyuruh Ikha untuk diam. Ia sedang mencoba untuk menghubungi seseorang.

While waiting them, tidy up your hair. It looks so…”

Hyuk Jae mengarahkan telunjuknya yang lain ke sekitar kepala dengan gerakan memutar seolah menunjukkan pada Ikha bahwa rambutnya sangat berantakan. Yeoja itu memandang refleksi tubuhnya dari pantulan kaca jendela. Dan —yeah— benar juga. Rambutnya awut-awutan sekarang.

Well, setidaknya ia beruntung karena masih menggunakan pakaian yang pantas —celana longgar selutut plus sweeter tipis. Tadi malam cuaca kurang begitu bagus. Ditambah lagi penghangat kamarnya rusak. Jadi ia memutuskan untuk menggunakan kedua helai pakaian tersebut. Biasanya ia hanya mengenakan underwear dan kaus tipis tanpa cup of bra. Dan —sekali lagi— beruntunglah ia karena tidak menggunakan apa yang biasa ia gunakan. Lee Hyuk Jae masuk ke dalam rumah tanpa izin pagi ini. Apa jadinya jika namja normal itu melihat apa yang dikenakannya?

Selang beberapa menit, orang yang dihubungi Hyuk Jae datang. Dua namja berperawakan tinggi. Keduanya berjalan dengan cukup tergesa ke dalam ruangan. Ikha mengerutkan alis. Jadi namja ini menghubungi Heechul dan Kyuhyun?

“Ya! Ada apa ini? Kenapa aku dibawa kesini oleh namja mesum ini? Dan kau! Sejak kapan kau ada di tempat ini? Bukankah tadi malam kau masih di rumah?” celoteh Ikha pada Kyuhyun yang terlihat biasa saja —flat expression lebih tepatnya.

Seolah tak mempedulikan celotehan Ikha, Kyuhyun malah memilih membicarakan sesuatu dengan Heechul. Sedangkan Hyuk Jae? Namja itu  malah geleng-geleng kepala. Sama sekali tak mengerti dengan apa yang diucapkan Ikha. Merasa diacuhkan, satu-satunya yeoja yang ada di ruangan itu pun berteriak sejadinya hingga membuat ketiga namja itu mengalihkan perhatian.

“JELASKAN PADAKU APA YANG TERJADI?” teriaknya. Tubuh Ikha meloncat pelan saat yeoja itu menghentakkan kedua telapak tangannya pada sofa. Dan benar saja, Kyuhyun, Heechul dan Hyuk Jae semakin mengeratkan telinga.

“Kau itu mengerti definisi dari kata ‘sabar’ tidak sih?” ketus Kyuhyun. Kesal dengan sikap kekanakkan Ikha yang mulai muncul.

“AKU TIDAK SABAR JIKA DIKELILINGI NAMJA MESUM SEPERTI KALIAN!” teriaknya untuk ke sekian kali.

“Ya! Aku tidak mesum seperti mereka, Kha-ya. Wajahku masih baik-baik saja —tidak terlihat seperti seorang playboy.” Elak Heechul disertai tawa mengejeknya.

Pusing dengan pembicaraan ketiga makhluk bumi yang menggunakan bahasa Korea dengan baik dan benar, Hyuk Jae memilih untuk mendekati Ikha dan memposisikan diri duduk di sampingnya. Sontak yeoja itu mematung serta menelan ludah. Masalahnya, jarak antara mereka sudah mendekati jarak intim. Walhasil Ikha langsung membungkam mulut, takut jika namja liar itu collapse dan melakukan hal-hal aneh lain —misalnya saja, menciumnya tiba-tiba.

“Have’t you wondered why I could be closed with them?” tanya Hyuk Jae mengalihkan semua panca indera Ikha. Dagunya bergerak menunjuk ke tempat Heechul dan Kyuhyun berdiri. Yeah, namja itu sudah mengerti gelagat yeoja yang kini jaraknya hanya terpaut ± 30 cm saja darinya. Ia gugup. Tentu saja.

“What?” Ikha malah balik bertanya, masih tidak mengerti arah pembicaraan Hyuk Jae.

Namja itu berdecak. Hanya memutar bola mata sejenak kemudian memusatkan kembali lensa matanya pada Ikha. Kyuhyun dan Heechul masih asyik membicarakan rencana yang telah mereka buat. Jadi sebaiknya ia memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk bicara dengan Ikha.

“I knew it. Everything,” ucap Hyuk Jae. Satu tangannya ia letakan di atas sandaran kursi untuk menopang sebelah kepalanya.

Lagi. Ikha menelan ludah. Bukan. Bukan apa-apa. Hanya saja, ia tak ingin lebih dekat lagi dengan namja liat itu. Ia sudah cukup puas bersentuhan dengannya saat namja itu membawanya dengan paksa ke rumah sakit.

“About?” tanya Ikha. Sempat ia berdeham pelan untuk membersihkan kerongkongannya yang terasa gatal untuk menghilangkan gugup yang melandanya kini.

Hyuk Jae sedikit mencondongkan tubuh. Mengeliminasi jarak antara keduanya. “Eunhyuk,” bisiknya tepat di telinga Ikha.

Untuk ke sekian kalinya Ikha kembali menelan ludah. Kali ini bukan karena jarak, melainkan karena suara Hyuk Jae yang menelusuri lorong telinga mungilnya. Bulu kuduk Ikha berdiri dengan sempurna. Oh God! Terakhir kali ia merasakan hal ini adalah ketika Donghae melakukan hal yang sama satu tahun lalu. Lalu kenapa ia harus merasakan hal ini lagi tapi dengan namja yang berbeda? Bukan Lee Donghae?

Setelah beberapa detik tenggelam dalam fikirannya sendiri, Ikha mengerjapkan matanya lalu menatap Hyuk Jae yang masih saja mencari perhatiannya. Matanya sempat teralih saat pupilnya menangkap satu tangan Hyuk Jae yang bergerak menekan dadanya sendiri. Dan hal itu membuat Ikha mendongakkan kepala, menatap kembali kedua mata Hyuk Jae untuk mencari tahu.

“He’s in here, isn’t it? (Eunhyuk ada di dalam sini bukan?)” gumam Hyuk Jae sambil sedikit meremas kaus yang menutupi tubuh bagian atasnya.

“How did you know?” selidik Ikha.

Hyuk Jae membenahi tempat duduknya terlebih dahulu sebelum memberi penjelasan. Kedua matanya tak lagi menatap Ikha, tapi kini beralih pada Kyuhyun. “Kinda hard —at first— to believe this. But when Kyuhyun forced me to saw the video when a man with the named Eunhyuk changed his personality, i found somethin’ interesting here,”

Ikha mengerutkan alis. Kepalanya bergerak menuju arah dimana Kyuhyun berada dan kembali lagi menatap Hyuk Jae secara bergantian. “Kyuhyun? Forced you to saw everything about Eunhyuk?”

Ia mengangguk. “Eum. For this time, I felt that he was on my side, not the one who should i stay away from,”

Tepat setelah Hyuk Jae mengakhiri kalimatnya, Kyuhyun dan Heechul bergerak menghampiri mereka berdua. Heechul memilih duduk disamping Hyuk Jae sementara Kyuhyun duduk pada sofa yang ada disamping yeo-dongsaeng-nya.

“Keadaan rumah sakit sudah aman. Kita tinggal melancarkan apa yang sudah kita rencanakan. Sajangnim sudah memberi kita kuasa untuk mengontrol rumah sakit seharian ini. Dan —ah, aku melupakan satu hal— Polisi Park sudah bersiap di tempat yang kita sepakati. Kita hanya tinggal menunggu kesiapan kalian,” celoteh Kyuhyun tanpa jeda sambil sesekali membolak-balik beberapa helai kertas yang dipegangnya.

Si maniac PSP —sebut saja Kyuhyun— itu sempat memperhatikan Hyuk Jae dan Ikha bergantian untuk mencari tahu jawaban mereka. Heechul menerangkan kembali apa yang dikatakan Kyuhyun dalam bahasa Inggris pada Hyuk Jae. Ia yakin 100% bahwa namja itu tidak akan mengerti apa yang dibicarakan Kyuhyun barusan. Tak lama, pandangan Kyuhyun terhenti pada Ikha yang tengah menatapnya intens. Yeoja itu seolah sedang memancarkan sinar laser Iron Man. Menakutkan.

Wae? (Kenapa?)” tanya Kyuhyun acuh.

Wae katamu? Apa yang telah memaksamu untuk melakukan semua ini? Setahuku kau itu termasuk namja acuh yang tidak mempedulikan Eunhyuk ataupun Hyuk Jae. Dan lagi aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan. Rencana. Rencana. Rencana. Apa yang sedang kau rencanakan? Hyuk Jae membawaku kemari saat aku masih terlelap dan kau justru membicarakan ‘rencana’ yang tak kumengerti!” dengus Ikha, agak menggertak Sang Oppa.

“Kurasa aku tidak perlu membahasnya,” elak Kyuhyun, membela diri.

Bola mata Ikha berputar. Tak lupa ia mengeluarkan dengusan pelan dari hidungnya. Heechul —yang memahami keadaan— berusaha mengalihkan perhatian Hyuk Jae dengan membicarakan hal lain sementara menunggu kakak-beradik keluarga Cho tersebut meredakan emosi masing-masing.

“Menurutku, hampir semua orang mendekati Eunhyuk hanya untuk memanfaatkan kondisinya saja. Apa kau juga termasuk ke dalam salah satu dari mereka? Bergabung dengan Lee Donghae?” cecar Ikha, tak berjeda.

Ugh, ia hampir lupa dengan Donghae jika bibirnya secara tidak sengaja (baca: refleks) mengucapkan nama itu. Sulit untuk mempercayai bahwa Donghae merupakan biang dari semua yang menimpa Eunhyuk. Dan fakta lain yang tak disangkalnya adalah: ia mencintai Donghae!

“Jangan samakan aku dengan namja brengsek itu, Cho Ikha! Kau fikir kenapa aku bisa dengan nekad-nya menceritakan pribadi Eunhyuk pada pribadinya yang lain? Itu karena aku menemukan sebuah fakta baru. Dan sekalipun aku menceritakannya, kau pasti tetap tidak akan percaya,” oceh Kyuhyun, tetap bersikukuh dengan pemikirannya.

“Lalu apa? Apa yang kau ketahui dan tidak kuketahui?” paksa Ikha, menuntut Kyuhyun untuk menceritakan apa yang tak diketahuinya.

Hyuk Jae —yang sedang membicarakan hal lain dengan Heechul— sempat menghindari Ikha dengan menggeser tubuhnya beberapa centimeter. Well, sekalipun ia sering melihat Ikha marah ataupun membentaknya, kali ini auranya terasa berbeda. Yeoja itu ternyata begitu menakutkan ketika bertengkar dengan Kyuhyun.

“Lee Donghae—“

Kyuhyun menghentikan kata-katanya sejenak untuk menghela nafas. Agak ragu pada awalnya, namun tatapan Ikha jelas sekali sedang menuntut. “—kau tahu kalau Donghae sedang bekerja sama dengan Appa perihal proyek baru mereka di Singapore? Awalnya aku tidak curiga sama sekali, namun ketika kuperhatikan pergerakan financial perusahaan, ada sesuatu yang mencurigakan disana. Aku sempat membicarakan ini dengan Sekretaris Jung beberapa hari yang lalu. Dan…”

Chagama! (tunggu!) Maksudmu—“

“Ya. Donghae —dengan perlahan— mencoba menguasai perusahaan yang dikelola Appa,” jelas Kyuhyun, memotong kalimat Ikha.

Bahu Ikha merosot seketika. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Otaknya pun serasa kosong. Apa yang dikatakan Kyuhyun masih belum dicernanya selama beberapa detik. Namun ia segera menunduk, membenamkan wajah pada kedua telapak tangannya.

“Maksudmu—“

“Aku tidak mau mengatakan hal itu. Terlalu kejam,” interupsi Kyuhyun untuk kedua kalinya.

Semua saraf yang ada di dalam otak Ikha bekerja dengan sangat cepat. Menghubungkan semua kejadian yang telah dialaminya satu per satu. Ia butuh jawaban mengenai pernyataan Kyuhyun perihal Donghae ataupun semua yang berhubungan dengan namja itu.

“Aku tidak tahu—“ Sejenak Ikha menghentikan kata-katanya untuk menelan ludah. “—aku sama sekali tidak tahu jika Donghae sedang bekerja sama dengan Appa. Yang aku tahu, dia hanya sering bertemu dengan Appa dan Eomma —yang kukira hanya untuk membicarakan pernikahan kami,” ucapnya, lirih.

Bola mata Kyuhyun berputar seraya bibirnya mengeluarkan suara decakan pelan. “Kau fikir hal apa yang membuat Donghae bertahan selama ini denganmu? Fisikmu tidak terlalu bagus, kepribadianmu juga minus. Kalau bukan karena tertarik dengan industri yang dijalani Appa, lalu apa lagi?”

“Ya!”

Ikha sedikit menghardik pada Kyuhyun yang memang sedang mengejeknya. Ia menatap garang namja berperawakan flat —tanpa abs— tersebut seolah sedang mengatakan ‘akan kurobek mulutmu sekarang juga’.

Senyum Kyuhyun mengembang. Senang rasanya bisa menggoda dongsaeng satu-satunya itu. “Tapi memang benar ‘kan? Jangan terlalu berbangga hati jika Donghae tiba-tiba datang ke Seoul bulan lalu hanya untuk menemuimu. Dia datang kesini karena Polisi Park menghubunginya perihal kasus Eunhyuk yang sempat membunuh dua namja asing tempo dulu,” sambungnya.

Suara desahan berat terdengar dari mulut Ikha. Kedua tangannya terlipat di dada. Jelas ia tidak suka dengan candaan Kyuhyun. Sekarang ini waktu untuk serius dan Kyuhyun sepertinya lupa dengan kondisi tersebut.

Geumanhae, Kyu. (Hentikan, kyu). Kau hanya akan membuat mood-nya semakin buruk,” sela Heechul, menengahi pertengkaran kecil mereka.

“Kha-ya. Ada satu tugas baru untukmu,” ucap Heechul, mengalihkan perhatiannya pada Ikha. Yeoja itu membanting kepalanya ke kiri dengan cepat untuk menatap Heechul. Wajah kesalnya masih terpampang jelas dan hal itu cukup membuat si namja cantik menjauhkan kepalanya beberapa meter.

“Mwo?” gertaknya. Dingin.

Heechul terkekeh. Tak lupa, Hyuk Jae juga ikut terkekeh. Ia memang tidak mengerti apa yang dikatakan Ikha. Namun melihat ekspresi wajahnya yang terlihat seperti orang terbelakang, mau tak mau namja skinny itu menahan tawa. Setidaknya ia tak ingin mendapat pukulan ringan di pipinya dari Ikha —untuk hari ini.

“Tugasmu itu ringan-ringan saja, Cho Ikha. Bantu aku mengubah namja ini menjadi Eunhyuk,” terang Heechul.

Mata Ikha membulat. Double eye-lid -nya semakin kentara. “WHAT?”

“Jangan membantah! Aku dan Kyuhyun akan mengecek gudang tempat pertemuan kita nanti dengan Donghae. Kudengar ada satu kamera tersembunyi yang mati di salah satu sudut ruangan. Oh, aku lupa. Suasana rumah sakit ini sudah kurancang seolah tidak ada orang selain kita disini. Jadi mungkin Donghae mengira ia akan aman jika meninggalkan kita meski kita tahu apa yang terjadi sebenarnya. Donghae pasti akan datang dengan beberapa bodyguard-nya bukan? Jadi Polisi Park sudah berjaga di beberapa titik untuk mengamankan mereka. Skenario kita mungkin akan berjalan dengan baik,” celoteh Heechul.

Kyuhyun mengangguk, mengiyakan. Sedangkan Ikha hanya memasang wajah tak tahu menahu mengenai apa yang dibahas Heechul barusan. Kabel-kabel di otaknya masih kusut. Jadi ia agak lambat untuk mengerti.

“Tunggu! Donghae katamu? Lee Donghae?” tanya Ikha saat baru sadar jika Heechul menyebut nama calon tunangannya.

“Sebaiknya kau cepat ubah Hyuk Jae. Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi,” titah Kyuhyun. Ia dan Heechul segera melesat menuju gedung tua untuk membenahi apa yang belum siap. Meninggalkan kedua lawan jenis itu waktu untuk bicara.

Seolah mengerti apa kata Kyuhyun, Hyuk Jae segera merentangkan kedua tangannya. Ia tersenyum. Senyum yang penuh ke-evil­-an. “Come here, Baby.” Godanya.

Ikha membuang muka. “You wish!!!”

***

Donghae berjalan dengan sangat hati-hati ke arah suatu bangunan tua yang terletak di sebelah utara Seoul National Psychologic Hospital. Ia sempat merutuki diri sendiri mengenai keputusannya untuk datang ke tempat tersebut. Bangunan tua itu mungkin saja masih bagian dari rumah sakit, namun yang menjadi permasalahan adalah: tempat itu cukup jauh dari gedung utama. Agak sulit baginya untuk mencari pertolongan ketika dalam keadaan gawat darurat.

Namja berambut cokelat tersebut mengetik sesuatu lewat ponsel android-nya. Ia sedikit tenang saat muncul tanda ‘delivered’ pada layar. Setidaknya itu salah satu cara untuk melindunginya.

Kaki Donghae terhenti tepat di depan sebuah pintu kayu yang cukup usang. Sempat ia mengeluarkan desahan beratnya sebelum memutuskan masuk ke dalam ruangan besar yang sangat minim pencahayaan itu. Terdengar bunyi ‘kreet’ pelan yang ditimbulkan pintu  tersebut, membuat suasana semakin terasa mencekam.

Kedua mata Donghae dengan liar bergerak menelusuri setiap sudut ruangan. Ia tidak mendapati apapun selain benda-benda usang yang berderet rapih di dekat dinding. Namun ia segera memicingkan telinga saat mendengar derap langkah kaki menggema di dalam gedung tua yang sunyi itu. Otot-otot di sekitar lehernya sempat menegang. Tapi saat sosok seseorang muncul dari balik dinding tak jauh darinya, Donghae memberanikan diri untuk mendekati sosok tersebut.

“Kha-ya!” ucapnya, agak memekik.

Donghae hampir saja berlari ke arah Ikha. Ya. Cho Ikha. Lee Hyuk Jae menghubunginya tiga jam yang lalu bahwa namja itu berniat akan mencelakai Ikha jika dirinya tidak memenuhi permintaannya —yakni untuk datang ke gudang tua yang terletak ± 1000 meter dari gedung utama rumah sakit.

Niat Donghae segera terhenti ketika Ikha mengarahkan telapak tangannya, menyuruh namja itu untuk berhenti. Donghae menurut meskipun kini dilanda rasa penasaran. Yeoja itu terlihat sangat berantakan. Meskipun cahaya di dalam ruangan begitu minim, ia masih dapat melihat mata sembab Ikha. Sepertinya yeoja itu telah menangis.

“Apa dia melukaimu?” tanya Donghae prihatin. Ia berniat menghampiri Ikha namun lagi-lagi yeoja itu melarangnya.

Ikha —yang masih menunduk dan agak terisak— menegakkan kepala menatap Donghae dengan nanar. Bibirnya bergetar. “Kau masih ingat perbincangan kita beberapa hari yang lalu bukan? Tuhan merencanakan hal lain dari pertemuan kita,”

Alis Donghae mengerut. Matanya juga menyipit. “Apa maksud dari perkataanmu itu? Aku datang kemari karena aku tidak ingin kau terluka. Namja itu… dia menghubungiku kalau—“

 “Aku sudah tahu semuanya,” tukas Ikha, suaranya semakin tenggelam oleh kesunyian. Memotong pembicaraan Donghae yang sepertinya dapat diterkanya.

“Dan kau percaya?” seloroh Donghae tak mau kalah. Ia mengatupkan mulutnya rapat-rapat setelah itu. Ia tahu apa yang dibicarakan Ikha saat ini. Ya. mengenai Lee Hyuk Jae. Adik angkatnya.

Bibir Ikha bergetar. Kepalanya menggeleng lemah. “Aku hanya ingin mendengar sebuah kebenaran,”

Donghae mendengus disertai senyum hambarnya. Ia sempat memutar bola mata dan meletakkan kedua tangan pada pinggangnya. Agak lama ia menatap Ikha, mencari tahu kenapa yeoja itu bersikap seperti itu padanya.

“Kau mengkhianatiku, Cho Ikha.” desis Donghae.

“Aku tidak mengkhianatimu, Oppa. Aku mencintaimu. Sangat. Tapi kenapa? Kenapa harus kau…” Ikha mulai terisak. Nafasnya terdengar sangat berat seolah sedang berusaha menahan tangis.

“Kau belum mendengarkan penjelasanku,” elak Donghae.

Saat namja itu berusaha untuk mendekati Ikha—memberi penjelasan, suara derap langkah dari arah yang berbeda mengurungkan niatnya. Kepalanya berputar 60˚ dan ia menemukan tiga sosok namja tengah berdiri tegap. Donghae dapat mengenali ketiga namja tersebut. Yang tengah menunduk dan tak melakukan kontak mata dengannya adalah Eunhyuk. Sedangkan dua orang disampingnya—yang tengah menuntun namja berambut putih itu—adalah Kyuhyun dan Heechul.

Heechul mungkin hanya menatap Donghae datar. Tapi berbeda dengan Kyuhyun, aura iblisnya seolah memancar di sekitar tubuhnya. Tatapannya sangat tajam. Tersirat rasa dendam dan kebencian yang sangat pada Donghae.

Donghae menyunggingkan senyum tipisnya. Jadi, inikah alasan Lee Hyuk Jae memanggilnya? Agar semua orang ini menjebaknya? Atau memang Eunhyuk berniat untuk membongkar semua aksi busuknya selama ini?

“Annyeong—“ Eunhyuk mengangkat kepalanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan sapaannya. Matanya sempat menyipit ketika bertemu dengan sepasang mata Donghae yang baginya cukup menyeramkan.

“—hyung,” ucapnya pelan.

Namja yang disapa Eunhyuk hanya menyeringai. Nampak jelas bahwa ia tidak begitu suka dengan keadaan ini. Sempat ia melirik ke arah Kyuhyun—calon kakak ipar—untuk membaca ekspresi wajahnya dan ia sudah bisa menerka: Kyuhyun terlihat seperti seekor kucing yang siap menerkam mangsanya.

“Apa maksud dari semua ini?” tanya Donghae, berusaha untuk membela diri atau semacamnya.

“Saat aku tahu bahwa kau merupakan kakak angkat Eunhyuk, aku tak lagi memandangmu seperti biasa, Lee Donghae.” Ujar Kyuhyun. Suaranya memang sangat pelan namun mampu menohok sampai ke hulu hati Donghae.

Kedua tangan Donghae sengaja ia masukan ke dalam kedua saku celana. Ia mengeluarkan udara lewat hidungnya dengan kasar. Dadanya naik turun. Well, setidaknya cara itu dapat membuatnya sedikit rileks dan berfikir tenang.

“Sepertinya hari ini bukan hari keberuntunganku,” ucapnya.

Donghae mengeluarkan satu tangan dari saku celana. Jemarinya menyatu memegang sebuah benda berwarna hitam. Ia menekan salah satu tombol berwarna hijau pada permukaan benda tersebut kemudian namja itu tersenyum. Semua orang yang ada di ruangan ini sepertinya berniat untuk membongkar semua yang telah disembunyikannya selama ini. Jadi, tak ada cara lain yang dapat dilakukannya selain menutup mulut mereka atau usahanya selama ini akan sia-sia.

Selang beberapa detik kemudian, beberapa orang berjas hitam meringsek masuk ke dalam gudang. Satu orang berbadan tegap dan paling besar di antara yang lain memegang kedua tangan Ikha lalu membekuk tubuhnya agar yeoja itu tak berkutik. Empat namja lain bergerak ke arah Kyuhyun dan Heechul. Menahan tubuh dua psikiater tersebut dan mencengkeram tubuh mereka dengan kencang. Heechul mungkin tidak banyak berontak karena ia memiliki luka pada kaki sebelah kiri dan salah satu bahunya. Tapi bodyguard Donghae agak kewalahan menghadapi Kyuhyun yang seperti setan kesurupan iblis (?)

Masih ada dua bodyguard lain di balik punggung Donghae. Ia sengaja menyuruh mereka untuk tidak menyentuh Eunhyuk —yang notabene sedang kebingungan melihat ketiga orang terdekatnya tengah dibekuk oleh ‘suruhan’-nya— karena namja berambut hitam itu ingin menyelesaikan apa yang telah Eunhyuk mulai hanya antara mereka berdua saja.

Setelah yakin bahwa Heechul, Kyuhyun dan Ikha aman di tangan para bodyguard-nya, Donghae berjalan perlahan ke arah Eunhyuk yang masih terlihat bingung dan ketakutan. Eunhyuk balas menatap Donghae meskipun ia sebenarnya tidak sanggup untuk beradu kontak dengan namja itu. Tubuhnya bergetar. Keringat mulai mengalir di sekitar pelipis dan dagunya. Dalam posisi seperti ini, ia sangat ingin berubah kepribadian. Namun ada satu hal yang membuatnya menahan Lee Hyuk Jae untuk muncul.

Donghae menghentikan langkah kakinya tepat di depan Eunhyuk. Sempat ia mendengar kata-kata makian dari Ikha —calon istrinya sendiri— agar dirinya tidak menyentuh Eunhyuk secuil apapun. Tapi namja itu hanya menyeringai.

“Kau memang selalu menyusahkanku,” gumam Donghae. Sengaja Eunhyuk di biarkan seperti itu karena dia tahu, jika Eunhyuk merasa tertekan, maka Lee Hyuk Jae akan mendominasi jiwanya.

Eunhyuk menunduk. Nafasnya memburu. Perlahan kedua kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya yang terasa berat, hingga akhirnya ia jatuh ke lantai dengan kedua lutut sebagai pengganti telapak kaki. Satu tangannya diletakkan di dada, berusaha untuk mengontrol detak jantungnya yang kian abnormal.

“Sudah kukira, kau pasti selalu gugup ketika bicara denganku. Cih, hanya membuang waktu saja,” maki Donghae, membuat Eunhyuk semakin menenggelamkan wajahnya.

Setelah yakin bahwa bodyguard yang menahannya tak lagi mencengkeram terlalu kuat, Ikha —yang merasa bahwa kondisi ini cukup memprihatinkan— mencoba berdiri dari posisinya dan menatap lurus ke arah Donghae, menantangnya.

“Kau telah mengecewakanku, Oppa.” Ucap Ikha lemah.

Donghae hanya melirik sekilas pada Ikha yang jelas-jelas sudah tak berdaya oleh jeratan bodyguard-nya. Ia menyeringai untuk ke sekian kali. Benar. Sekarang bukan hanya Eunhyuk yang ada di ruangan ini, melainkan Cho Ikha dan juga Cho Kyuhyun. Seharusnya ia bersikap baik pada mereka berdua. Karena bagaimanapun juga, mereka akan menjadi bagian dari keluarganya.

Tapi untuk apa? Sepertinya kakak-beradik itu sudah mengetahui semua mengenai hubungannya dengan Eunhyuk. Itu artinya, mereka mengetahui perbuatan apa saja yang telah dilakukannya selama ini. Lalu apa lagi yang harus di tutupi?

Donghae mensejajarkan tubuhnya dengan Eunhyuk —berlutut di hadapannya— agar ia dapat dengan mudah berinteraksi dengan adik angkatnya itu. Well, dari dulu ia memang agak kesulitan mendapat perhatian Eunhyuk saat mereka berkomunikasi. Mungkin karena Eunhyuk tahu watak Donghae.

 “Katakan pada Lee Hyuk Jae untuk tidak mengancamku dengan membawa Ikha ke dalam permasalahan kita. Kenapa kau melakukan ini padaku, Lee Eunhyuk? Kau berniat menghancurkan hubunganku dengannya dengan menceritakan kisahmu yang —menurut semua orang— tidak masuk akal?” tutur Donghae, membuat Eunhyuk merasa semakin tertekan.

Eunhyuk masih merunduk seperti bunga puteri malu. Kedua matanya terpejam dan tangannya semakin erat meremas kaus yang menyelimuti tubuh bagian atasnya. Tidak! Ia harus tetap menjadi Lee Eunhyuk dan tak akan membiarkan Lee Hyuk Jae mengganti posisinya. Setidaknya sampai Kyuhyun, Ikha dan Heechul mengetahui seberapa busuknya seorang Lee Donghae.

“Kau dan Lee Hyuk Jae itu sama bodohnya. Menyuruhku untuk datang di areal rumah sakit. Mengancam akan melukai Ikha. Menyuruhku untuk tidak membawa siapapun. Hah? Kau fikir bisa melukaiku dengan keadaanmu yang seperti ini?” cecar Donghae.

Eunhyuk menelan ludah dengan berat. Keringat dingin mulai mengucur di sekitar pelipisnya. Bibirnya bergetar. Seolah ingin mengutarakan sesuatu. “Hyung. A-aku tahu kau selalu melakukan hal-hal buruk padaku. Tapi bagaimana jika sekarang yang di hadapanmu adalah Lee Hyuk Jae? Kau masih mampu bersikap kasar padaku?” ucapnya, agak terbata.

Lagi, Donghae memutar bola mata dan mendengus. “Kau sudah belajar banyak rupanya. Usaha si psikolog tolol itu sepertinya berhasil. Apa kau sudah sembuh? Kalau begitu lawan aku sekarang juga,” tantangnya.

“Aku tidak akan memukulmu. Aku hanya ingin kau menjauh dariku,” tolak Eunhyuk, kepalanya masih menunduk.

“Aku sudah menjauh darimu dengan pergi ke Paris. Kalau saja bukan karena kau yang selalu menghabisi nyawa orang sesuka hati, Park Byeongman tidak akan menghubungiku untuk datang ke Seoul. Lagipula hanya aku, satu-satunya orang yang menjadi penanggung-jawabmu. Siapa suruh kau membunuh kedua orang-tuamu?”

Geumanhae, (Hentikan)” geram Eunhyuk. Tubuhnya semakin bergetar dan detak jantungnya tak terkendali.

Mwo? Kau menyuruhku untuk berhenti? Apa kau sadar bahwa kau memang anak yang tidak berguna seperti yang dikatakan Appa?”

Geumanhae,” lirih Eunhyuk.

“Haruskah berulang kali kukatakan padamu, Eunhyukkie? Saat itu aku begitu bahagia karena sepasang suami-istri mengangkatku menjadi anak mereka. Aku selalu membayangkan memiliki sebuah keluarga yang lengkap. Dicintai Eomma, Appa, dan tentunya saudaraku sendiri. Tapi ketika kusadari bahwa posisiku hanya sebagai anak angkat, perbedaan itu semakin terasa mana kala perhatian mereka terlalu terpusatkan padamu. Apa kau sadar siapa yang telah membuat orang-tuamu begitu membencimu?” cecar Donghae tanpa jeda.

Kedua tangan Eunhyuk refleks menutup kedua telinganya. Ia tak ingin mendengar cerita itu lagi. Masa lalunya bersama Donghae dan kedua orang tuanya merupakan hal yang paling tak ingin diingat ataupun diungkitnya.

“Tuan dan Nyonya Lee terlalu gila pekerjaan. Karenanya, kugunakan kesempatan itu untuk membuat keadaan menjadi terbalik. Aku haus akan perhatian mereka dan aku haus akan kasih-sayang mereka. Kadang aku tertawa jika mengingat bahwa mereka berdua begitu mudahnya mempercayai semua perkataanku. Kukatakan pada mereka bahwa kau memiliki kelainan, selalu memakai pakaian wanita, dan bertingkah seperti seorang yeoja. Mereka percaya dan lambat laun kau selalu diperlakukan seperti seorang anak perempuan. Benar bukan? Apa kau masih ingat ketika kau dipaksa memakai lipstick saat ulang tahunmu yang ke delapan?” oceh Donghae disertai tawa menghinanya.

Mulut Ikha membulat seolah sedang mengucapkan kata ‘mwo’ saat Donghae mengakhiri kalimat terakhirnya. Jadi, inikah kisah dibalik munculnya pribadi Lee Hyuk Jae? Ketidakmanusiawian Donghae yang telah membuat namja lemah ini menerima semua perlakuan buruk dari orang-tuanya sendiri?

“Sebenarnya aku sangat iba ketika Eomma dan Appa memutuskan untuk mengurungmu di gudang bawah tanah. Namun apa daya? Aku tidak ingin menyia-nyiakan semua yang telah kudapat. Dan kebahagiaanku semakin lengkap ketika kau membunuh mereka. Kau tersingkirkan, dan aku yang menjadi pemimpin.” Lanjut Donghae, mengungkapkan semua yang selama ini dikuburnya bertahun-tahun.

Jika bukan karena Kyuhyun dan Heechul yang sepertinya sengaja untuk menjebaknya hari ini —plus Ikha yang ada diantara mereka— ia tidak akan mengatakan semuanya dengan gamblang. Sayangnya semua orang yang ada di sini sudah mengetahuinya. Jadi percuma saja untuk tetap menyangkal.

“Geumanhae,” elak Eunhyuk untuk kesekian kali. Ia sudah tidak tahan mendengar ocehan Donghae.

“Aku tidak akan menghentikannya, Eunhyukkie. Karena aku sangat menyukai bagian ketika kau merasakan perih dan juga sakitnya kehidupan. Bagaimana rasanya memiliki dua kepribadian? Bukankah kau begitu menyukai tempat ini? Kalau begitu aku akan membuatmu selamanya tinggal disini.”

Kalimat demi kalimat yang Donghae ucapkan seolah menohok jantung Eunhyuk. Namja itu semakin merintih menahan semua emosinya yang terus memuncak. Ia sangat ingin memukul Donghae hingga namja itu tersungkur dan bertekuk lutut di hadapannya. Tapi dorongan itu seolah tertahan sesuatu hingga dirinya hanya akan mengatupkan mulut dan mata rapat-rapat.

Donghae kembali berdecak. Bosan dengan sikap Eunhyuk yang terus berdiam diri seperti itu. Ditambah lagi Kyuhyun, Heechul dan Ikha yang menatapnya skeptis. Ia semakin merasa bahwa dirinya adalah orang yang tak memiliki perasaan.

Namja itu menggedikkan bahu. Memang beginilah sifat aslinya. Dan ia tak ingin ambil pusing.  “Baiklah. Sepertinya aku harus pergi. Aku tidak ingin berlama-lama di tempat usang ini. Aku alergi debu. Dan, oh, selamat menikmati hari-harimu, Eunhyukkie. Sisanya biar bodyguard-ku saja yang mengurus kalian,” dengusnya disertai seringaian penuh kelicikan.

Tepat saat Donghae memutar tubuhnya memunggungi mereka, bodyguard-nya yang masing-masing menahan Kyuhyun, Ikha, Heechul dan Eunhyuk mulai menyeret mereka ke luar ruangan dengan paksa. Mereka sempat meronta terkecuali Eunhyuk. Ia masih bergeming di tempatnya.

Nafasnya semakin tak beraturan. Peluhnya pun mengalir deras di sekitar pelipis. Suhu tubuh namja berambut blonde itu kian memanas, membuat kulit putihnya berubah warna menjadi kemerahan. “Kau sungguh menyebalkan, Lee Donghae.” Gumamnya.

Donghae menghentikan langkahnya saat samar-samar mendengar suara Eunhyuk menyebut namanya. Kedua pupil matanya langsung diterobos oleh tatapan lurus Eunhyuk dan tatapan itu mampu mengintimidasi Donghae. Namja itu seperti tidak sedang berhadapan dengan orang lain, bukan Eunhyuk.

Donghae segera menggerakkan kepala menyuruh bodyguard-nya menahan Eunhyuk. Benar. Tepat seperti dugaannya. Eunhyuk segera menghajar empat bodyguard yang bersiap untuk membekapnya dengan membabi-buta, membuat bodyguard lain yang masih sibuk menyeret Kyuhyun, Heechul dan Ikha langsung terdiam di tempat.

Semua namja ber-jas hitam yang ada di dalam ruangan kini tertuju pada Eunhyuk, tak lagi menyekap Kyuhyun, Ikha maupun Heechul. Satu per satu mereka mencoba menghalau Eunhyuk namun seolah sudah mahir martial arts, Eunhyuk dapat menjatuhkan mereka dengan mudahnya.

Setelah berhasil menjatuhkan semua bodyguard Donghae, Eunhyuk segera menghampiri namja itu dengan tatapan penuh benci. Beberapa bodyguard yang terkapar menghalangi jalannya sempat ia injak tanpa peduli apa yang mereka rasakan. Donghae hanya tersenyum tipis. Ia tahu, waktu ini akan segera tiba: yakni saat ia harus berhadapan langsung dengan Lee Hyuk Jae.

Eunhyuk melayangkan tinjunya ke arah Donghae. Hanya selisih beberapa detik saja, namja itu sempat berkelit dari pukulan Eunhyuk, memegang pergelangan tangan Eunhyuk kemudian memelintirnya. Namun Eunhyuk memahami keadaan tersebut. Tubuhnya ikut berputar ketika Donghae berusaha mematahkan pergelangan tangannya untuk menghindari patahan tersebut.

Eunhyuk kembali menyerang Donghae dengan menendang kaki sebelah kanannya hingga namja itu tersungkur ke lantai. Namun sebelum Donghae benar-benar jatuh, namja itu menjerat salah satu paha Eunhyuk hingga namja berambut blonde itupun ikut terjatuh. Kedua namja itu lalu bangun dari posisinya dengan gaya salto, membuat Kyuhyun, Heechul dan Ikha tercengang.

Menonton perkelahian Donghae dan Eunhyuk benar-benar seperti sedang menonton film laga di teater. Eunhyuk memang sedang dipengaruhi oleh kepribadian Hyuk Jae yang notabene sangat jago berkelahi. Sedangkan Donghae, sepertinya namja itu memang menguasai bela diri. Ia mampu menangkis beberapa serangan Hyuk Jae dengan berkelit atau dengan menyerang balik. Kondisi mereka saat ini sama: tidak ada yang terluka dan masih berdiri kokoh dengan sempurna.

“You can’t easily defeat me, Lee Hyuk Jae.” Desis Donghae, sengaja mengolok-olok Eunhyuk.

Kesal dengan perkataan Donghae yang seolah merendahkannya, Eunhyuk pun kembali menyerang kakak angkatnya itu dengan beberapa gerakan bela diri yang biasa ia lakukan saat menyerang beberapa orang dulu. Donghae memang sempat mengelak tapi kondisi itu tak lagi seimbang saat namja berambut hitam itu tak sempat menangkis pukulan tiba-tiba dari Eunhyuk. Walhasil Donghae langsung tersungkur ke lantai hingga menimbulkan bunyi ‘debum’ keras.

Tanpa satu katapun yang keluar dari mulut Eunhyuk, namja itu lalu menghampiri Donghae. Perut si namja sempat ia injak beberapa kali hingga membuat Ikha mengiris memandangi pemandangan tersebut. Heechul dan Kyuhyun bergerak menghampiri Eunhyuk, menahan di kedua sisi tubuh si namja.

“Hyuk Jae, Stop it.” Ujar Heechul saat Eunhyuk lagi-lagi menendang Donghae membabi-buta. Kedua telinga Eunhyuk pengang. Ia tak bisa mendengar semua perintah Heechul karena semua sarafnya seolah sudah tertutupi oleh awan kegelapan dan kebencian.

“Ya! Hyuk Jae!” rajuk Kyuhyun, berusaha untuk menenangkan Eunhyuk.

Tak lama, beberapa orang berpakaian polisi lengkap berdatangan masuk ke dalam ruangan. Mereka langsung mengamankan seluruh bodyguard Donghae kemudian menyeret si pemimpin menjauh dari Eunhyuk. Saat Donghae diseret pergi oleh dua petugas polisi, Eunhyuk masih mencoba untuk menghajar namja itu meski Kyuhyun dan Polisi Park menahan tubuhnya.

Merasa keadaan sudah aman, Ikha pun memberanikan diri mendekati Eunhyuk yang masih tak terkendali di bawah cengkeraman Kyuhyun dan Byeongman. Ia sempat menatap Donghae yang merintih kesakitan di ujung ruangan, memastikan terlebih dahulu bahwa namja yang tidak jadi ia nikahi itu diseret keluar oleh petugas polisi.

“Lee Hyuk Jae,” ucap Ikha, suaranya sangat halus saat yeoja itu menepuk pundak namja yang sedari tadi hanya menggeram seperti seekor serigala.

Eunhyuk bergeming. Ia benar-benar tidak bisa mendengar dengan baik sekarang. Yang ia inginkan hanya menghajar Donghae sampai dirinya puas.

“Lee Hyuk Jae, STOP IT!” hardik Ikha. kesabarannya mulai hilang ketika namja itu sempat menyikut perut Kyuhyun dan Polisi Park hingga keduanya melepas cengkeraman mereka.

Eunhyuk memutar tubuhnya menatap Ikha. Benar. Nafasnya masih tak beraturan. Dadanya terus naik-turun. Poni blonde-nya sudah basah oleh keringat dan tatapannya benar-benar menusuk. Sangat dingin dan penuh murka.

“AKU BUKAN  LEE HYUK JAE!! CAMKAN ITU BAIK-BAIK!!!” bentaknya pada Ikha. Kedua tangannya mengepal, sengaja agar ia tidak ‘keceplosan’ mendaratkan pukulannya pada yeoja itu.

Mata Ikha membulat. Mulutnya sedikit menganga. Tidak. Ia tidak salah dengar bukan? Kedua mata Ikha sempat berputar menuju tempat Heechul berdiri. Dan ia berani mengambil kesimpulan bahwa ia memang tidak salah dengar. Lihat saja, Heechul juga sepertinya kaget ketika Eunhyuk menyebut dirinya bukan Lee Hyuk Jae.

“A-apa kau bilang? Kau bukan Lee Hyuk Jae? J-jika kau bukan… lalu kau siapa?” tanya Ikha agak terbata.

Lagi-lagi Eunhyuk menatap tajam pada Ikha. Poninya yang basah sempat bergerak saat dirinya menatap Heechul sekilas pandang. “AKU EUNHYUK DAN JANGAN SEBUT NAMA LEE HYUK JAE DI HADAPANKU!! ARASSEO??” pekiknya.

Tepat setelah Eunhyuk berteriak pada Ikha, namja itu segera merintih kesakitan. Kedua tangannya meremas rambut blonde miliknya dengan kencang. Perlahan ia mulai ambruk ke lantai, tak sadarkan diri.

To be continued…

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

80 thoughts on “MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 10””

  1. daebak daebak ^_^
    parah banget donghae, ternyata dia dalangnya sampai eunhyuk jd kayak gitu…

    eunhyuk ???…
    jd yg td berantem dgn donghae itu eunhyuk ???…
    wow,,, eunhyuk dah bisa ngontrol diri supaya gk jadi hyukjae atau dia dah sembuh ???…
    penasaran… penasaran…

    eonnie, aku boleh gk minta pw yg part 12 ???…

  2. Donghae jahat baget sama adik angkatnya,,, gak bisa bayangin gimana masa kecil eunhyuk dulu,,,sabar ya oppa *peluk eunhyuk*,,
    Yeey,, kan ikha udh tau kebenarannya nih,,
    Jadinya nanti dia ama eunhyuk ya,,hehehehe

  3. OMAIGAT! AKHIRNYAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH… TAPI PREMAN PASAR MINGGU WANNABE-KU GAK AKAN MUNCUL-MUNCUL LAGI DONG? T_T
    unyu banget deh. lagi tegang-tegangnya karena klimaks cerita ini, eh disuguhin (?) yoogeun.
    baca lagiiiii 😀

  4. jd yg marah n nganuk tu eunhyuk bukan kepribadian y yg lee hyuk jae tu……
    pa berarti hyuk dah mulai sembuh……
    donghae y tega bgt sih jd semua y tu gara2 dia hyuk jd kyk gt…..
    yg bikin kesel ternyata dia ngak begitu cint ma ikha hae y cuma mau nguasain perusahaan y ikha mana ikha ma hae dah intim bgt lg….. nyesel deh…….

  5. climax…
    itu eunhyuk dah sembuh kah..tpi knp jdi garang bgtu(?)..

    trnya donghae jahat bgt itu…
    ikha ma eunhyuk aj deh…

    lnjut ah>>

  6. wow! hae… gue ga nyangkau setega itu sama hyuk.ckck
    hyuk dikambing hitamkan, dipitnahh, ckck
    yessseuuu finally, semuanya kebongkar.
    okeh aku ga salah ngusulin ikha sama hyukjae kan?wkwk
    lanjut yH

  7. hwweeeee,,,
    baru bisa komen..,
    baca di hp komennya sussaahhh,

    suka bgt sama karakternya Lee Hyuk Jae disini..,
    Liar, Baddasss,….
    sabar ya ikha, di kelilingi namja2 yadong,,,
    seru bgt..,
    part ini menegangkan…,

  8. omooo kejutan banget di part ini, di last part aku komen kalau kasihan sama donghae jika ikha meninggalkannya tapi setelah tau kenyataannya..oh nooo.. so truly pity to eunhyuk. dan apakah dengan pengakuan eunhyuk yang mengatakan kalau dia bukan hyukjae iitu artinya dia sudah sembuh? semoga hehe..

    eh iya eon, tadi ada typo.. sepertinya liar bukan liat hehe
    dan..dan..dan..
    apa-apaan eon menghina suamikuuu? namja berperawakan flat-tanpa ABS- ckckck, jangan diperjelas napah eon hahhaha /abaikan\

  9. aaaak tidaaaaak #drama
    kenapa Hae dibikin jadi sesadis iniiiih? kamu menghancurkan imagenya sebagai biasku hahahaha.. kidding dear 🙂 tapi serius deh, genre ff kamu ini bener2 beda. . dan aku enjoy banget sama alur ceritanya ^^

  10. Uh haeppa oke kau jahat disini oppa 😡 gak abis pikir padahal mukanya innocent gt tp kelakuannya haeppa u,u

  11. Yaah.. Like, I must say goodbye to Lee Hyukjae.. But, I think Eunhyuk mix Hyukjae will make a perfect character, dengan Eunhyuk yang baik hati ditambahi sifat Hyukjae yang sedikit bad boy, berani, pinter, pasti jadi keren 👍

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s