NO TITTLE

Pagi itu suasana di dalam ruangan sangat sepi. Hanya terdengar bunyi detak jarum dari jam berukuran mini yang ada di atas permukaan meja kecil dekat tempat tidur. Cahaya mentari berusaha merengsak masuk ke dalam ruangan. Namun karena terhalang tirai soft-cream yang membentang di sepanjang jendela, cahaya tersebut tidak sepenuhnya menerangi ruangan yang hanya diterangi oleh lampu duduk dimana benda itu menjadi satu-satunya alat penerangan disana.

Seorang gadis langsung terjaga ketika mendengar sebuah suara yang cukup nyaring menggema mengusik mimpinya. Ia mengaduh pelan sambil mengucek kedua kelopak matanya yang sulit untuk membuka. Yeoja itu membalikkan tubuh untuk menggapai ponselnya yang terus mengumandangkan ringtone My World yang dipopulerkan oleh EXO-K.

Saat ia hendak mengambil benda tersebut, tiba-tiba pria yang—memang sejak tadi— tidur disampingnya melingkarkan satu tangannya pada pinggang si gadis. Menjeratnya hingga gadis itu tak banyak bergerak. Lagi-lagi gadis itu mengaduh. Mungkin saja panggilan itu sangat penting dan —meski ia mencoba melepas pelukan— si namja tetap bergeming, tak memberi kesempatan sedikitpun baginya untuk bergerak bebas.

Si gadis kembali memutar tubuh menghadap si pria. Bibirnya mengerucut seraya meniup poninya yang acak-acakan. Ia tahu, suaminya itu tidak menginginkan dirinya mengangkat telepon tersebut. Well, ia memang selalu mendumal tak tentu arah jika mendapati istrinya itu selalu membicarakan urusan pekerjaan setiap kali bangun tidur.

Honey, aku harus mengangkat telefon.” gumam Ikha tak bersemangat.

Onew bergeming. Pura-pura tidak mendengar permintaan Ikha. Dengan posisi mereka yang masih terbaring di tempat tidur, mudah bagi Onew untuk semakin mengeratkan pelukannya—membuat tubuh telanjang mereka saling menyentuh satu sama lain. Wajah Ikha pun memanas. Okay, ini memang bukan kali pertamanya mereka bersentuhan. Tapi perlakuan Onew saat ini justru membuat tubuhnya serasa tak menapaki bumi. Sudah dua tahun mereka menikah dan Onew sama sekali tidak mengurangi sedikit pun kebiasaannya itu.

Ikha memandang wajah Onew seksama. Pria itu masih mengeratkan kelopak matanya. Bibirnya sedikit melengkung membentuk senyum tipis. Dan tak lupa, rambut pirang kecokelatan yang sangat disukainya terlihat berantakan, membuat Onew terlihat semakin tampan baginya.

Jari telunjuk Ikha begerak menelusuri wajah Onew. Mengusap kelopak mata, pipi, dan dagunya cukup lama. Tadinya ia ingin memarahi namja itu karena sudah menghalaunya untuk mengangkat telepon. Tapi hal itu segera terlupakan saat ia menemukan sosok Onew disampingnya. Ya. Dunianya seolah teralihkan oleh pesona Onew.

“Aku tahu kalau kau sedang memuji ketampananku. Iya ‘kan, sayang?” bisik Onew tepat di depan wajah Ikha.

Gadis itu hanya tersenyum simpul. Jemari yang semula menjelajahi wajah Onew kini bergerak memainkan rambut prianya yang, harus diakui, lebih terawat dari rambutnya sendiri. Dengan jarak yang tak lebih dari 15 cm tersebut, Ikha dapat mengamati wajah Onew dengan leluasa. Sangat mulus dan tanpa cacat. Kau tahu mengapa Ikha selalu berdoa setiap hari? Karena ia sangat bersyukur. Berterima kasih pada Tuhan karena Dia telah memberikan Onew sebagai hadiah paling indah selama masa hidupnya.

“Aku harus bersiap-siap sekarang atau aku akan terlambat,” ucap Ikha, mengakhiri kegiatannya mengagumi apa yang ada pada wajah Onew.

Ikha mengangkat tubuhnya dan bersiap untuk bangun. Sayang, Onew berkehendak lain. Tangannya masih tak ingin terlepas dari pinggang Ikha. Otomatis gadis berambut hitam kecokelatan tersebut tak dapat beranjak dari tempat tidur. Lagi, Ikha menatap Onew yang masih mengatupkan mata. Pasti Onew menuntut sesuatu.

Morning kiss, sayang,” gumamnya manja.

Terkaannya tepat.

Bola mata Ikha berputar seraya mendengus pelan. Tanpa ba-bi-bu lagi, yeoja itu meletakkan satu telapak tangannya pada pipi Onew, mengecup bibir si namja hanya beberapa detik saja. Hanya mengecup. Tidak intens seperti yang biasa dilakukannya setiap hari. Dan jelas, hal itu membuat Onew membuka mata serta mengerutkan alis. Raut kekecewaan terpancar dari wajahnya.

“Aku akan memberinya lagi setelah aku siap. Eum?” terang Ikha, seolah mengerti apa arti dari ekspresi wajah Onew.

Senyum pria itu mengembang. Membuat matanya menyipit seperti seekor kucing yang sedang menguap. Ikha menarik bed-cover untuk menutupi tubuh telanjang-nya lalu berjalan perlahan menuju kamar mandi. Tenang saja, Onew masih tertutupi selimut putih. Jadi ia tak perlu khawatir jika tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar pribadinya itu.

“Sayang,” sahut Onew, menghentikan langkah kaki Ikha. Gadis itu memutar kepala lalu mengangkat sebelah alisnya seolah berkata ‘ada apa lagi, sayang?’.

Onew memperlihatkan gigi-giginya dan kedua matanya semakin tak terlihat. “Kau tak perlu memakai bed cover itu untuk menutupi tubuhmu,” godanya.

Ikha tersenyum seraya mengibas rambut sebahunya. Sengaja menggoda suaminya itu dengan meng-ekspos kedua bahunya yang tak terbalut bed-cover. Yeoja itu kemudian membuka pintu kamar mandi yang menyatu dengan kamar. Ia tak punya banyak waktu untuk menggoda Onew karena akan terlambat masuk kerja. Setidaknya nanti malam Onew masih mau ‘bermain’ dengannya.

“Kau yakin aku juga tidak perlu untuk menemanimu di dalam sana?” tawar Onew tepat sebelum Ikha sepenuhnya menutup pintu kamar mandi.

You wish,” ucap Ikha dari dalam.

Onew terkekeh seraya menaikkan selimut tipis yang menutupi tubuhnya itu hingga sebatas leher. Tawa Onew berubah menjadi senyum licik saat ia memperhatikan ponsel Ikha yang sempat berdering mengganggu paginya. Ia menggeleng. Tiga panggilan dari Taemin, teman satu kantor Ikha, dan tujuh pesan dari atasannya. Jari Onew bergerak lincah di atas keypad, mengetik sesuatu yang mampu membuat Ikha mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor.

***

Kedua tangan Ikha sedari tadi sibuk membelit syal bermotif bunga-bunga di lehernya. Ia sangat terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.38  pagi. Selang beberapa detik kemudian, tangan Ikha bergerak mengambil dua lembar roti yang muncul dari pemanggang lalu meletakkannya di atas piring. Kemudian matanya beralih pada mesin pembuat kopi.

Meskipun terlihat rumit, Ikha sudah terbiasa melakukan kegiatan tersebut. Karena semenjak menikah dengan Onew, ia sudah meyakinkan hati bahwa dirinya akan menjadi istri yang baik —disamping pekerjaannya yang cukup padat. Onew adalah seorang aktor musikal. Bukanlah seorang anggota boyband atau pemain drama. Ia hanya bertemu Onew setiap pagi dan malam saat pulang bekerja. Jadi ia harus memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melayani sang suami dengan baik.

“Oh!” pekik Ikha ketika mendapati sepasang tangan melingkar manis di kedua pinggangnya.

Kepalanya memutar beberapa derajat saat Onew meletakkan dagu pada bahu miliknya. Pria itu mengokohkan pelukan dengan menarik tubuh Ikha mendekat padanya. Ia hanya terkekeh pelan. Onew memang selalu seperti itu —pagi hari ia akan berubah seperti anak kecil  yang haus akan kasih sayang dan pada malam hari ia sangat liar seperti harimau hutan.

Hentikan, sayang,” pinta Ikha dengan halus. Ia tidak ingin Onew membuat blouse yang dipakainya mengusut.

“Aku sudah menghubungi Taemin kalau kau terkena demam. Jadi kau tidak perlu pergi bekerja hari ini,” seloroh Onew tanpa dosa.

Ikha memutar tubuhnya menghadap Onew, membuat namja itu menegakkan kepalanya yang semula ia benam di leher Ikha. “Ya! Kenapa kau malah—“

Yeah. Kalimat Ikha diinterupsi oleh Onew. Namja itu serta merta mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Ikha. Sengaja agar yeoja itu tidak banyak bicara. “Aku hanya ingin menghabiskan hari ini bersamamu. Apa itu salah?” rajuknya, bertingkah manis seperti anak kecil.

Bola mata Ikha berputar. Ia kalah telak jika Onew sudah memasang tampang seperti itu. Seolah-olah Onew mempunyai daya magis yang kuat agar ia tidak bisa menolak permintaannya. Ikha memundurkan tubuh agar menyender pada kitchen-set dan Onew mengikuti pergerakannya. Sepertinya pria ini tak ingin menyisakan jarak sedikitpun antara mereka berdua.

Ikha lagi-lagi terkekeh melihat tingkah suaminya itu. Well, setidaknya Onew tak lagi telanjang seperti yang ia lihat tiga puluh menit lalu. Kini ia sudah terbalut kaus putih tipis serta boxer ungu bertuliskan ‘raise me up’. Dan ah, entah kenapa sepertinya Onew sedikit menyisir rambutnya —terlihat lebih rapih jika dibandingkan saat ia masih di atas tempat tidur.

“Kalau begitu sebutkan saja apa yang kau mau,” ucap Ikha langsung pada intinya. Matanya sempat memperhatikan mesin pembuat kopi. Hanya sekedar memastikan bahwa mesin itu sudah tidak menyala.

“Pertama-tama—“ Onew memberi jeda pada kalimatnya dengan memperhatikan wajah Ikha. Kedua tangannya bergerak melepas syal yang semula Ikha pakai. Setelah itu, Onew membuka dua kancing blouse yang melekat pada tubuh bagian atasnya, ia tidak suka jika melihat Ikha memakai pakaian tertutup di hadapannya. Well, ia ternyata tidak banyak bergerak. Pasrah dengan apa yang dilakukan Onew padanya.

“—kau harus memberiku sebuah ciuman manis,” gumam Onew sambil melepas jepitan di kepala Ikha, membuat rambut sebahunya menjuntai indah.

Ikha mendengus. Ia sudah menerkanya. Onew memang selalu mengawali apapun dengan sebuah ciuman. Dan tidak sulit baginya untuk mengabulkan permintaan Onew. Jarinya meraup dagu Onew, menariknya perlahan seraya mendekatkan wajahnya sendiri pada wajah Onew.

Ikha sempat menahan nafas terlebih dahulu ketika hidung mereka saling bergesekan. Entah kenapa ia merasakan seperti ada sesuatu yang mengaduk perutnya setiap kali ia akan berciuman. Ikha memantapkan ciumannya dengan melumat bibir Onew saat bibir mereka saling bertemu. Onew menyukainya. Sangat menyukainya. Ciuman Ikha yang lembut dan tidak terburu-buru itu justru memberi sensasi tersendiri baginya.

Tangan kiri Onew refleks meremas pinggang Ikha sementara tangannya yang lain bergerak menelusuri leher wanitanya. Ciuman Ikha memang tidak begitu menggebu-gebu namun mampu membuat libido Onew meningkat sepuluh kali lipat hingga kini pria itulah yang terlihat agresif membalas ciuman Ikha.

Setelah cukup puas bergumul dengan bibir Onew, dengan sangat terpaksa Ikha pun melepas ciumannya dengan mendorong tubuh suaminya itu menjauh darinya. Kedua insan itu saling menatap kemudian melempar senyumnya masing-masing. Menertawakan lawannya yang masih terengah-engah akibat kekurangan oksigen.

“You’re great,” puji Onew. Membuat kedua pipi Ikha berubah warna.

“Aku belajar darimu,” aku Ikha disertai tawa kecilnya.

Onew meraih beberapa helai rambut Ikha kemudian menyelipkan di balik telinga mungilnya. Telunjuknya sempat menelusuri bentuk bibir Ikha yang sangat disukainya. Raut wajah Onew seketika berubah sendu saat terhenti pada kedua bola mata cokelat Ikha.

“Maaf, sayang.” Ucap Onew setengah berbisik.

Ikha memiringkan sedikit kepalanya. “Kenapa kau tiba-tiba meminta maaf padaku? Kau tidak melakukan kesalahan apapun, sayang.” Ucapnya memberi penjelasan.

Onew menunduk sejenak. Bibirnya mengeluarkan senyum tipis yang tak begitu kentara. Kedua tangannya yang semula memainkan rambut Ikha kini beralih ke perut istrinya itu. Ia mengusap permukaan perutnya dengan halus dan lembut. “Aku telah mengecewakanmu,” bisiknya.

Ikha meraih kedua tangan Onew yang masih asyik mengelus permukaan perutnya kemudian menggenggamnya cukup kuat. Hangat. Hanya itu yang dirasakan oleh Onew. Ikha memang mampu memberikan kehangatan yang tak pernah ia dapatkan dari orang lain. Meskipun kehangatan itu ia dapat hanya melalui genggaman tangan Ikha.

“Tidak ada yang perlu diungkit lagi, sayang. Yang lalu biarlah berlalu. Okay?” tutur Ikha. Nadanya sangat halus dan hal itu —lagi-lagi— mampu membuat Onew merasa tenang.

“Tapi jika kecelakaan itu tidak pernah terjadi, kita pasti—“

“Ssstt!”

Segera Ikha menghentikan pembicaraan Onew dengan meletakkan jari telunjuknya pada bibir tipis pria berperawakan tinggi tersebut. Ia paling tidak suka jika siapapun —entah itu anggota keluarga ataupun temannya sendiri— mulai mengungkit kecelakaan yang sempat menimpanya satu tahun lalu.

Kecelakaan itu terjadi tepat setelah Onew selesai melakukan pertunjukan drama musikalnya. Ikha mengatakan bahwa ia tengah mengandung anak dari suaminya itu hingga pada akhirnya Onew memutuskan untuk membawa Ikha ke rumah orang-tuanya di Ilsan. Berita bahagia itu tidak boleh terlewatkan oleh keluarga besarnya bukan? Sayangnya, di tengah perjalanan, mobil yang dikendarai Onew menabrak sebuah truk. Nyawapun menjadi taruhannya. Salah satunya adalah jabang bayi yang dikandung Ikha.

“Semua itu bukan salahmu, sayang. Harus berapa kali kukatakan hal itu padamu, eum? Hanya kecelakaan dan itu memang sudah takdir kita. Untuk masalah bayi —hmm— kita masih bisa membuatnya lagi bukan?” ucap Ikha setengah menggoda.

Onew mengacak rambut Ikha saking gemasnya. wanita ini memang selalu bisa mencairkan suasana. “Kalau begitu berjanjilah satu hal padaku,” pintanya.

Ikha mengangkat satu alisnya. “Mwoya igeo? (Apa itu)”

“Karena aku selamanya tidak bisa membahagiakanmu, jadi kau harus bahagia tanpa aku.” ucap Onew mantap.

Kekehan Ikha menggema di seluruh sudut dapur. “Kau mengatakan hal itu seolah-olah akan pergi meninggalkanku, sayang. Aku bahagia selama kau ada disampingku. Hanya itu,” jelasnya, masih tertawa mendengar pernyataan Onew yang menurutnya tidak masuk akal.

“Kau tahu? Tetangga sebelah cukup tampan untukmu,” katanya lagi. Onew kemudian pura-pura meringis saat Ikha melayangkan pukulan ringan pada lengannya.

“Ya! Ingat! Aku sudah bersuami dan suamiku itu bernama Onew!” rutuk Ikha hampir hilang kendali. Serta merta Onew menarik tubuh Ikha kemudian memeluk wanita itu dengan erat. Ia tahu bahwa selama ini ia tidak salah menikahinya. Ikha balas memeluk Onew. Setidaknya pagi ini ia tidak menyesal untuk tidak datang ke tempat kerjanya.

“Sayang,” gumam Ikha di sela kegiatannya memeluk Onew.

“Hmm,” Hanya itu balasan Onew.

“Entah kenapa hari ini aku sangat merindukanmu,” bisik Ikha, makin mengeratkan pelukannya. Sekarang ia tak peduli jika blouse-nya mengusut. Yang penting saat ini adalah ia dapat merasakan kehangatan Onew yang serasa telah lama tak didapatkannya.

“Aku mencintaimu,” ucap Onew tak kalah bergumam. Kata itu sengaja ia lontarkan agar dapat menjawab semua kerinduan yang Ikha rasakan sekarang.

***

Bunyi dering ponsel Ikha sedari tadi terus menggema mengusik ketenangannya. Ia sengaja untuk tidak mematikan ponselnya karena ingin mendengar celotehan yang biasa ia dengar setiap paginya. Ponsel itu sempat terhenti beberapa detik lalu berdering kembali. Namun sampai dering yang ketiga kalinya, ia tak mendengar suara yang ingin ia dengar.

Dengan berat hati, Ikha membuka kelopak matanya. Yang pertama kali ia lihat pagi itu adalah tempat kosong yang ada disampingnya. Ia sempat terdiam selama beberapa menit. Tangannya bergerak mengusap permukaan sprai disampingnya dengan tatapan hampa.

Puas menatap tempat kosong tersebut, ia pun beranjak dari pembaringannya. Kepalanya seketika pening saat berusaha bangun hingga akhirnya ia memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di tepian tempat tidur. Ikha meraih ponselnya lalu mendapati tiga panggilan dari Taemin dan tujuh pesan dari atasannya. Ia mendesah. Untuk kali ini ia merasa bosan dengan pekerjaannya itu.

Tangan Ikha menari-nari di atas keypad, mengetik sebuah pesan yang sengaja ia kirimkan pada Taemin. Setelah melihat kalender yang ada disamping tempat tidurnya, ia memutuskan untuk tidak masuk hari ini. Hari ini adalah hari yang sangat penting dalam hidupnya. Jadi moment ini jangan sampai terlewatkan.

Sekali lagi, mata Ikha bergerak menelusuri sekeliling kamar. Hening. Tak ada seorangpun yang ada disana kecuali dirinya. Yeoja itu mendengus. Mengibas poninya seraya beranjak menuju kamar mandi. Ia lupa kalau selama setahun terakhir ini ia hanya sendirian. Tak lagi bersama orang yang dicintainya.

Syal bermotif bunga-bunga menjadi pilihan Ikha hari ini setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam di depan lemari hanya untuk mengutak-atik seluruh pakaiannya. Entah kenapa syal itu mengingatkannya pada sesuatu. Setelah itu ia berjalan menuju dapur. Matanya hanya menatap kosong cangkir kopi yang sedari kemarin belum dibersihkannya. Ia kembali tersenyum tipis ketika mendapati dapur yang sangat ia banggakan begitu kotor dan berantakan.

Ikha memutar tubuhnya menuju ruang tamu. Ia tak ingin berlama-lama di rumah ini. Rasanya begitu menyakitkan jika mengingat hal-hal indah yang pernah ia lewatkan disini. Sebelum benar-benar menutup pintu rumah, Ikha sempat menatap sebuah bingkai foto yang memperlihatkan dirinya dan Onew saling berpelukan. Ia masih ingat, foto itu diambil ketika mereka berbulan madu di Maldive. Puas menatap foto itu dari kejauhan, Ikha pun beranjak dari tempatnya dan berlalu menuju suatu tempat.

***

Seikat bunga yang baru saja dibeli Ikha digenggam dengan cukup erat oleh yeoja berambut sebahu itu. Langkahnya pelan namun pasti menuju hamparan gundukan pada tanah lapang di hadapannya. Jejak kakinya terhenti di depan sebuah batu nisan yang masih terlihat bersih dan terawat. Sejenak ia menatap nama yang tertera pada benda padat itu, mengusapnya hingga ke celah-celah terkecil.

Ia menyunggingkan senyum seraya meletakkan bunga yang sengaja ia bawa di dekat batu nisan. Matanya serasa memanas. Dan benar saja, sedetik kemudian setetes air mata mendarat mulus di pipinya. Ikha menekan dadanya sendiri dengan maksud untuk menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang. Sesak. Ya. Dadanya serasa sesak setiap kali mengingat bahwa orang yang dicintainya tak lagi menemaninya menjalani hidup.

Ikha mengusap air matanya perlahan. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya, berusaha untuk menenangkan pikiran dan juga emosinya. Tubuhnya ia rendahkan agar sejajar dengan batu nisan. Nama Onew yang terukir pada batu tersebut lagi-lagi mampu membuat Ikha terisak.

“Sayang,” gumamnya, setengah terisak. Airmatanya semakin deras mengalir di pelupuk matanya dan hal itu membuat Ikha kesulitan untuk melihat. Ia mengusap matanya berkali-kali namun tetap saja air itu menggenangi kedua matanya.

“I miss you,” ucap Ikha lirih. Ia—dengan menghilangkan rasa malunya—menangis tersedu di hadapan nisan Onew.

“Sepertinya tadi malam aku memimpikanmu lagi. Tapi mimpi itu rasanya begitu nyata,”

Ikha mengeluarkan selembar tisu dari tasnya seraya mengelap ingus yang mulai mengalir melewati hidungnya. Ya. Sepanjang perjalanan menuju pemakaman, ia terus mengingat mimipnya tadi malam.

“Kau bicara denganku, memelukku, bahkan menciumku seperti yang biasa kau lakukan dulu,” imbuhnya. Suara Ikha bergetar disertai isakan tangisnya.

Well, benar. Ikha memang memimpikan Onew tadi malam. Mimpi itu selalu datang setiap kali ia merindukan Onew. Mungkin pria itu ingin menghibur sang istri dari ‘atas’ sana dengan masuk ke dalam mimpi. Namun justru yang didapat Ikha adalah kesedihan. Karena ketika ia bangun tidur, wajah Onew tak lagi menjadi hal pertama yang dilihatnya.

Hari ini adalah tepat satu tahun pasca meninggalnya Onew. Kecelakaan tahun lalu telah berhasil mengambil nyawa pria yang sangat dicintainya serta jabang bayi yang dikandung Ikha. Mungkin ia masih bisa mentolerir ketika Tuhan mengambil nyawa si jabang bayi. Tapi ini Onew, pria yang telah mengisi hidupnya dan menjadi pilihan terakhirnya.

“Kapan kau akan kembali?” tanya Ikha skeptis. Ia tahu pertanyaan itu sangat bodoh dan selamanya tak akan terjawab oleh siapapun. Onew tidak akan kembali kecuali jika pria itu tiba-tiba bangkit dari kubur setelah satu tahun ia terbaring di dalam tanah.

“Aku tahu kau disini,” ucap seseorang dari balik punggung Ikha.

Ikha hanya memutar kepala beberapa derajat ketika si pemilik suara memutuskan untuk berlutut di depan batu nisan seperti yang dilakukan Ikha saat ini. Ia meletakan buket bunga yang dibawanya tepat disamping bunga yang diletakkan Ikha.

“Lee Taemin?” tanya Ikha, meyakinkan bahwa orang tersebut memang benar Taemin.

Taemin hanya melemparkan senyum manis. Tak mempedulikan ekspresi Ikha yang sulit diterka. Well, Ikha memang tak menyangka jika pria berparas cantik ini akan datang kemari. Apa dirinya tahu jika hari ini ia tidak masuk kerja untuk datang ‘menjenguk’ Onew?

“Sudah satu tahun bukan?” terka Taemin. Ia memberanikan diri mendekatkan jemarinya untuk mengusap air mata Ikha yang mulai membekas di pipinya.

Ikha memundurkan wajah perlahan agar tidak membuat Taemin kecewa. Ia tidak ingin memberikan sedikitpun pada pria yang dikenalkan ibunya beberapa minggu lalu. Taemin memang mengatakan secara gamblang bahwa ia tertarik padanya. Tapi toh Ikha masih tidak bisa meninggalkan Onew demi pria lain. Usaha ibunya tetap akan sia-sia.

“Kenapa kau belum melupakannya?” tanya Taemin, membuat Ikha menundukkan kepala seraya menatap nisan Onew dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

“Sederhana saja. Karena aku sangat mencintainya, Taemin-ssi.” Aku Ikha. Telapak tangannya mengusap wajah cukup lama untuk menghilangkan sisa air mata yang hampir membasahi seluruh permukaan wajahnya.

Taemin menggenggam satu tangan Ikha kemudian meremasnya. “Jangan terlalu larut dengan kesedihanmu, Cho Ikha. Kau harus menata kembali kehidupanmu,”

Lagi, Ikha mencoba melepas genggaman Taemin dengan menjauhkan tangan pria itu menjauh darinya. “Namaku Lee Ikha, Taemin-ssi.” Jelasnya, menekankan.

“Kalau begitu kau harus menerima tawaranku dulu. Setidaknya jika kau menerimaku, kau tidak perlu mengganti marga,” goda Taemin.

Ikha hanya mendengus pelan. Harus diakui, Taemin memang tidak pantang menyerah meskipun ia selalu menolaknya. Baik menolak untuk melakukan kontak fisik, skinship, ataupun menolak ketika namja itu dengan tulus mengajaknya pergi berkencan.

“Haruskah kukatakan berkali-kali padamu, Taemin-ssi? Aku masih mencintai Onew dan—“

“Aku tahu. Ini hanya masalah waktu, Cho. Kau hanya perlu waktu untuk membiasakan diri denganku,” potong Taemin. Senyumnya mengembang sempurna pada wajah cantiknya. Dan hal itu membuat Ikha menarik kesimpulan bahwa namja ini memang serius dengan ucapannya.

***

Ikha berjalan dengan lemah ke arah pintu apartemen. Saat langkahnya terhenti di depan pintu, desahan napas beratnya kembali terdengar. Ia harus menjalani hari-harinya sendirian lagi tanpa Onew. Sang ibu memang memaksanya untuk tinggal bersama. Tapi tempat ini adalah satu-satunya tempat baginya untuk mengenang Jinki. Jadi ia tak ingin meninggalkan semua kenangan manisnya itu dengan cuma-cuma.

“Dammit!!” pekik seseorang tak jauh dari tempat Ikha berdiri.

Ikha mengerutkan alis ketika menemukan seorang pria tengah berkutat dengan pintu samping apartemen miliknya. Penasaran, Ikha pun menghampiri namja berambut pirang kecokelatan tersebut. Mungkin saja ia pencuri atau semacamnya bukan?

“Maaf,” sapa Ikha sesopan mungkin.

Pria berambut pirang itu melirik sekilas kemudian membungkukkan diri ketika mendapati Ikha tengah berdiri tegap di sampingnya. “Tak apa. Tapi… bisakah anda menolong saya membuka pintu ini?”

Alis Ikha seketika mengkerut. Pria itu seolah mengerti apa arti dari ekspresi wajah Ikha. Ia pun tersenyum seraya mengibas poni kecokelatannya dengan anggun. “Saya penghuni baru apartemen ini. Jadi… saya tidak begitu mengerti bagaimana cara membuka pintu dan—“

“Oh, syukurlah,” tukas Ikha. Setidaknya pria ini bukanlah perampok atau semacamnya. Gawat jika ia harus berhadapan dengannya. Ditambah lagi suasana di sekelilingnya begitu sepi.

Tanpa ragu, Ikha pun mengajari si pria bagaimana membuka pintu apartemen yang memang cukup membingungkan jika dibandingkan apartemen lain di daerah Apgujung. Awalnya ia sempat memandang remeh karena pria itu seperti seorang wanita—karena ia memakai aksesoris serba pink yang mencolok. Tapi ketika ia melihat pria itu lebih dekat, Ikha menemukan sisi maskulin.

“Karena kau telah membantuku membuka pintu, aku mengundangmu untuk minum teh sore ini. Bagaimana?” tawarnya.

Ikha memasang wajah pura-pura berpikir. “Hmm, tidak terlalu buruk juga.” Ucapnya sambil mengangguk pelan.

“Key, namaku,” pria itu mengulurkan tangannya pada Ikha.

“Cho Ikha,” sambil menyambut tangan Key.

Tepat setelah itu, Key masuk ke dalam apartemennya sendiri. Meninggalkan Ikha yang masih terdiam di tempatnya. Saat Ikha hendak beranjak, tubuhnya seolah membeku di tempat. Ia ingat. Setahunya, apartemen yang ditempati Key saat ini selalu kosong selama dua tahun terakhir. Serta merta ia teringat dengan mimpinya tadi malam bersama Onew. Dahinya mengerut dan alisnya menyatu.

“Apakah orang yang kau maksud itu adalah dia?” tanya Ikha pada diri sendiri.

— END —

Header 01 (Cut)

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

39 thoughts on “NO TITTLE”

  1. pertama bca FF ini gw lgsg netesin air mata 😥

    kisah onew disini berlabuh pada batu nisan T^T

    judulnya kl mnrt gw adlh memories of a love . kkk~~

    bsk2 kl buat FF pkai nma PARK HYE SUN yaa.. gomawo. :p kkk~~

    1. ahahahaa~ demi apa ya park, bahasa lw tingkat berat. ‘berlabuh’.. lu kira kapal? Tapi Onew nya keren kaaan? hhh ge sengaja gak ngasih nama lw. tar keenakan di tempat tidur sama onew. Eaaaa~

  2. EONNIII ANNYEONG~~~

    Omo.. Eon selingkuh sama onew kkk~
    udah duga deh pasti ujung2 nya ama key juga u,u .. Paling gk tega kalau onew nya dibuat gk ada gitu..

    Tp baca nya aneh ya eon, udah biasa ikha ama key.. Jadi kalau di pairing sama cast lain aneh gitu -____-

    ohya eonni .. SETUJU BANGET ONEW OPPA EMG SEKCI BANGET DI MV SHERLOCK… TAEMIN JUGA… Sudah pada dewasa semua.. 😛

    O iya eon FF Key Aciddent kok gk dilanjutin sih? Aku nunggu nih eun ~~~ masih sibuk ya ??

    Btw eon inget kan sama aku?_. Udah lama gak ada kabar 😐

    1. Ahahaha masih inget dong sayang, kamu kan salah satu orang yang paling bawel nge-post comment disini, kkk~ /plak\
      Hu-uh, Saeng, onn lagi suka Onew sama Taemin masa? Huaaaa *cakar2 tong sampah* tapi Key tetep prioritas utama c, HAHA
      Udah dilanjutin sbnr’y saeng, tpi sengaja di publish nya ntaran, kkk~ biar ada jeda dikit. Doain onn ya skripsi nya lancar, huhuhu rambutku rontok parah iniiii~

  3. Hihi.. Emg nih, saeng juga lagi suka sama OnTaem.. 😀

    yaudah ne, saeng doain biar skripsi nya cepet selesei~ kasian eonni rambut nya ntar botak sebelah , kekkk~~~

    cepet dipublish ya eon, bosen nih dirumah, skola libur mulu 😐 pengen baca ff!! *abaikan PR* HAAA

    1. hahaha dasar beleeeeee~
      emang kamu lagi banyak libur? yaudah kamu ke rumah onn deh, bantuin beres2 rumah /plak\
      Iya baweeeel~ ih onn kasih jonghyun juga nih… 🙂

  4. Hihi.. Emg nih, saeng juga lagi suka sama OnTaem.. 😀

    yaudah ne, saeng doain biar skripsi nya cepet selesei~ kasian eonni rambut nya ntar botak sebelah , kekkk~~~

    cepet dipublish ya eon, bosen nih dirumah, skola libur mulu ! pengen baca ff!! *abaikan PR* HAAA

  5. Wah..
    eon QaQ ad sambungan na?

    Ah iya..
    One Shoot! PABO..!,
    eonni selingkuh lagi,
    Eon suka ma Key, Taemin, atau Onew se?

    Tp ff eon tetap GREAT
    hhe..,,
    😉

    1. mehehehehe~ itu onn bikin pas jamannya MV Sherlock keluar say… masa onew sexy banget? /plak\
      Ah, SHINee mah onn suka semua. Tapi Key bias utama disitu, hohoho~
      Makasih sayang~ muah muah~

  6. Duh eonnie sayang~ *ditampar Unyuk*
    tuh Onew Oppa mank dah ganteng dek lahir *diomelin Ryeowook muji2 Onew*

  7. WAH!!! *teriak2 histeris*
    Diberitakan /live/:
    ‘KEMUNGKINAN SAENG UNTUK BERTEMU AUTHOR SEBESAR 65%!’
    *ya lebai*
    QaQ si eon saeng tnggl di Medan
    Uhm..,,
    tp *ada tapinya lo!*
    #….tp kasih tw QaQ ya?..#

    tp saeng abis ujian ne liburan ke jaksel juga..,, *kedip2 gak jls*

  8. Cara na gmn eon?
    saeng pkr2 dl rncana na *kbur dek rmh z kali ye!?*
    *jln ke arh pntu /krek../*
    #..
    Wookie: ChaeRin? Lo mlm2 mo kmn?
    Me:/keringatan tkut ketauan mo kbur//snyum2 gaje ke Wookppa/hehe wookie oppa aku tdk bisa tdr jd mw cari angin.
    Wookie:Oo.. gitu.Aku jg gak bisa tdr kebtlan mw nemenin aku cari angin?
    Me:/mutar otak cari alasan lps dr jeratan Wookppa/n-ne. Eodiga?
    Wookie:ke Sngai Han.
    Me:kajja
    #sngai Han…
    Wookie: yak! eodiga!? /teriak Wookppa krn aku mw kbr/Aku sdh tw kau mw kbur kan?
    _ END _

  9. Hehe..
    ni krn lg galau mode on gitu lo /lebai bangetz!/
    kacau ni otak di press 3 pelajaran 2jam semalam
    syukur,, *puji Tuhan*
    tes na berhasil!

    1. kkkk~ chukkahae~~ 🙂
      Wah, Saeng Christian ya? Aduh. mian ya kalo onn suka keceplosan ngomong ‘alhamdulilah’ atau ‘ya allah’.. hehehe~
      Asik maenannya galaaau~ kkk~

  10. QaQ jg lo!
    me buddhist eon
    hhe..,,
    mank udh mw ganti agama ne
    j’The Christian tp gak pa2 koQ
    agama means nothing!
    like HeeChul z QaQ pusing2 ma agama na
    yG pnting kita tw Tuhan tu a’Tha
    /ceramah keQ ustat, pendeta, biksu/
    *walah..,, makin lebay z!*

    1. Wah, maaf ya Say.. Onn nyinggung kamu gak? Hehehe, onn kira kamu Christian.. *tanda peace*
      Iya gpp ko. Indonesia juga negara demokrasi, gak maksain warganya buat agama ini itu yang penting percaya ada Tuhan.. 🙂

  11. oke emmm harimau liar di malam hari, boxer ‘raise me up’ ngahahahaha ketawa bacanya tapi langsung berubah moodnya, aku pikir ikha udah mengalihkan pikirannya ke onew tapi ujung-ujungnya ikha sama key juga -.-

  12. Eoonniieeee…..!!!!! Saya telat baca yg ini…!!!! Pa yg eonie lakuin ma Onew????? Gtu2 jg dia mantan aku !! #ngambek
    Kirain onew nya masih idup(?), trnyata…! Itu pas awal2 cerita rapih banget kata2nya, bljar drmn? untung saya udh 21thn….! Gg salh saya suka ma ff nya…!
    T.O.P G.O Eunhyuk Suho Onew banget…/ daebak…!!! Love love dah!

    1. ahahaha kamu kemana ajaaaaaa~~~~~~
      itu onn bikin karna onn liat onew seksi banget masa di Sherlock Saeng? Aiiiihhh~ unyu unyu gimanaaa gitu. Rasanya pengen gigit bang onew /loh?

      wah, onn juga gk tau belajar drimana, ngalir gitu aja saeng, kkk~

      1. Sblum si ayam digigit ma eon, aku udh gigit dluan, rasanya manis asam kecut gimanaaa gto…! Eh eon, knp yg ini dprotect, prasaan kmrin pas baca g dprotect deh, en tau gg eon, saya nyobain masukin pw yg aneh dlu, trnyata masuk…hahahahaha, tdinya klo gg msuk mu nyobain semua pw yg udh prnh dikasih…hahahahahaha #apadeh

  13. pas baca awal crta smpet nelen ludah kirain nie ff yg agak2 yadong gmn gt eh trnyta menyedihkan jg nasib onew….. harus’y jgn one shoot hrus ad part2 selnjut’y biar lbih seru pngen liat kisah kelanjutan key ma ikha’y…..
    #tp ttp daebak koq ♥

    1. kkk~ tar kalo dibikin yadong yang laen keenakan nenk /loh?
      Nanti yaa, kalo pe-er FF Squel sama FF Request-nya udah kelar semua. Mungkin ini bisa dilanjutin. Makasih nenk buat komennya^^

  14. huhuhu..,, HUAAAAA!!! eonni *hikks abis baca *hikks ff nya Oh My God *hikks trus baca *hikks ni FF *hikks aku bener bener sikira gila sama adekku!! huaaa.., meskipun itu kenyataannya *eh tetep aja deh *hikks aku gg trima..,, eonni tanggung jawab..,,! *eh

    hehehe… eon ni FF thu ada yadongnya trus juga bikin galau (?) bikin aku yang abis ngakak” jadi sampe nangis” lho /plak

    tapi nih taeminnya mau dikemanain eon???? trus thu key oppa juga muncul
    harusnya thu eon sama taemin oppa aja, nanti key oppa buat aku *eh
    gitu di FF ini critanya onew oppa ud mati kasian bener deh..,, eonni jangan bikin taeminnie-ku sakit hati.,, diakan ud suka sama eonni thu, jadi ya eonni sama dia aja biar key oppa gg usah eonni ambil (ujung ujungnya juga aku ada maunya hehe /plak) kkk~

    IKHA EONNI HWAITTINGG!!!

  15. Eonni kau merebut onew ku! (sered onew ke kamar.loh)

    Huwaaaaaaaaa awalnya mesum berakhir sad,, plaaaakkkk
    ternyata semua mimpi, tapi memang udah nyangka gini sih pas yg onew bilang ikha harus bertahan tanpa dia,dan yang tetangga itu. Udah langsung gak enak hati. Maklum gak baca genre.hahaha

    feelnya dapet bgt eonni, aku sampe netesin air mata, serasa kaya bener kehilangan Onew. Huweee (susut ingus)
    nyesek bgt…

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s