ACCIDENT (Chapter 04)

 

Kini didalam ruang tamu Dorm SHINee hanya ada dua sosok manusia. Seorang namja berumur dua puluh tahunan dan  seorang yeoja berumur empat puluh tahunan. Keduanya masih saling diam selama kurang lebih lima menit. Hingga akhirnya…

“Apa Choi Jin-sshi mengetahui hal ini?” tanya Nyonya Kim, memberanikan diri.

Ne,”

“Kenapa kau bisa melakukannya?”

ACCIDENT

“Aku tidak melakukannya, Eomma.”

“Jangan mengelak, Kim Ki Bum!”

“Aku tidak mengelak! Eomma adalah orang ke seratus yang menanyakan hal tersebut. Dan jawabanku-pun tidak akan berubah. ‘Aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi’.” Jelas Key, tetap bersikukuh pada keyakinannya.

“Lalu siapa yeoja ‘beruntung’ itu?” sindir Sang Eomma.

“Siapapun yeoja itu tidak jadi masalah, Eomma. Yang jadi masalah itu justru kenapa kami bisa melakukannya,”

“Dia menjebakmu?”

Key memutar bola matanya sambil mendengus. Rambutnya ia acak dengan gusar menggunakan kedua tangannya.

“Kenapa semua orang selalu berkata seperti itu? Aku tidak bisa menyalahkannya begitu saja karena dia juga sepertinya merasa dirugikan oleh keadaan ini, Eomma.”

“Mungkin saja dia hanya ber-acting untuk mendapatkan simpati darimu?” kilah Nyonya Kim.

Key terdiam. Sejenak ia mengusap wajah menggunakan telapak tangannya dengan kasar. Hembusan nafasnya-pun terasa berat.

“Apa kau tahu apa saja yang akan kau dapat ketika berita ini tersebar ke publik? Selain kau mempermalukan dirimu sendiri, kau juga mempermalukan keluargamu, Key. Termasuk Eomma,” serang Nyonya Kim untuk kesekian kalinya.

“Eomma, kumohon. Jangan membuatku semakin pusing,” ujar Key seraya beranjak dari tempatnya dan berjalan ke arah pintu keluar.

“Kau mau kemana?” sergah Nyonya Kim.

“Aku butuh udara segar,”

***

Malam ini entah kenapa Ikha tak bisa memejamkan matanya. Ia sudah mencoba untuk tidur tapi tetap saja tidak berhasil. Sempat ia alihkan perhatian pada laporan kuliahnya yang belum selesai. Namun ketika ia menyalakan laptop mini-nya dan mulai untuk mengetik, tiba-tiba saja otaknya stuck dan tidak bisa berfikir.

Ikha berjalan dengan gontai ke arah dapur. Membuka pintu kulkas lalu memperhatikan apa saja yang ada didalam pendingin tersebut. Ia kembali mendesah. Makanan yang ada didalam kulkasnya itu sungguh membosankan. Berbagai macam buah-buahan, sayuran, dan makanan organik lainnya berderet dengan rapih. Tak lupa, vitamin dan susu untuk ibu hamil yang berjejer pada rak kulkas. Ugh, ini semua karena kerjaan Sang Eomma ketika beliau datang tempo hari sambil membawakan beberapa pakaian Ikha yang masih tertinggal di rumah.

Tiba-tiba suara intercom apartment-nya terdengar pelan. Yeoja itu melirik sekilas ke arah jam dinding yang terpampang di ruang tamu.

01.09 am.

Siapa yang bertamu pagi buta begini? Eomma? Yeah, memang. Hanya sang eomma saja yang mengetahui keberadaannya sekarang. Tapi ada perihal apa yeoja tua itu datang sepagi ini? Bukankah sudah tidak ada lagi benda yang tertinggal di rumah?

Sambil menguap dan menggaruk kepalanya, Ikha berjalan ke arah intercom yang terletak disamping pintu. Ia meneguk segelas air putih yang ia bawa barusan kemudian menekan salah satu tombol pada intercom. Mata Ikha membulat ketika ia melihat wajah seorang namja yang tengah membenahi poninya. Air putih yang ia minum-pun sempat menyembur keluar.

“Aku tahu kau melihatku, Ikha-sshi. Cepat buka pintunya karena aku sudah lelah berdiri terus,” pinta si namja melalui intercom tersebut.

Ikha menelan air liurnya sejenak. Tunggu! Kim Ki Bum? Bagaimana bisa?

“Kau tidak mempersilahkanku masuk?” Lagi-lagi Key mengaduh melalui intercom karena sedari tadi Ikha tak membukakan pintu untuknya.

Setelah mendengar interupsi dari Key, Ikha pun—tanpa banyak basa-basi—segera membuka pintu tersebut. Ia menatap Key yang tengah berdiri didepannya.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku di—“

“Aku membuntutimu ketika kau bekunjung ke SM Buiding tempo hari. Lagipula apartment-mu hanya beberapa blok dari dorm-ku,” sela Key, memotong kalimat Ikha.

Ikha hanya menatap Key, bingung. Padahal dalam hati ia ingin berteriak. Mungkin saja ia hanya berhalusinasi karena tidak cukup tidur dan stress yang melandanya.

“Sampai kapan kau akan membuatku berdiri terus, Ikha-sshi? Aku ini tamu!” tukas Key, membuat Ikha langsung mengerjapkan matanya dan tersadar bahwa dirinya tidak sedang bermimpi atau semacamnya.

Key berjalan ke dalam ruangan setelah Ikha mempersilahkannya masuk. “Kau tinggal sendirian disini?” tanyanya.

“Yeah,” jawab Ikha seadanya. Tadinya ia ingin melanjutkan dengan kalimat ‘sebelum kedua orang-tuaku tahu bahwa aku melakukan perbuatan hina itu denganmu, aku masih bisa tidur di kamar kesayanganku’, namun ia urungkan niat baiknya—mungkin tidak saat ini.

Jotha! Jadi aku bisa sering mengunjungimu dan menginap disini,”

“Maksudmu?”

“Aku bosan. Setelah mereka mengetahui apa yang terjadi diantara kita, mereka terus saja menginterogasiku seolah aku telah melakukan kesalahan fatal—Oke, ralat! Memang sangat fatal,” jelas Key kemudian memposisikan dirinya duduk diatas sofa.

Mianhae,” ucap Ikha lirih.

For?

“Aku sudah menyulitkanmu,”

Key tersenyum simpul mendengar ucapan Ikha. Dirinya seraya melayangkan pandangan sejenak ke arah jendela disampingnya. “Come on. Jangan merasa bahwa semua ini salahmu, Ikha-sshi. Akupun merasa bersalah jika sampai orang-tuamu tahu kalau kau hamil. Kau pasti akan diusir dari rumah nantinya,”

Ikha menarik sudut bibirnya sedikit. Well, sayang Key. Apa yang telah kau sebutkan itu sudah menjadi kenyataan. Ia menatap Key tak bersemangat.

“Sudah kukatakan padamu, Key. Saat ini aku tidak membutuhkan pertanggung-jawabanmu. Aku bisa mengurus hal ini sendirian,” terang Ikha, berbohong.

“Kau ini ternyata keras kepala, Cho Agasshi,” ucap Key setengah mengejek.

Lagi, Ikha hanya tersenyum tipis. Ia tak begitu tertarik dengan candaan Key. Mungkin karena ia terlalu pusing memikirkan segala hal yang belum terselesaikan—seperti laporannya, urusan dengan sang Appa, dan urusannya dengan Key—hingga ia hanya tersenyum untuk sekedar menunjukkan kesopanannya. Lagipula dirinya bukan tipe orang yang suka menunjukkan kesedihan didepan orang-orang. Ia tidak ingin dikasihani oleh mereka.

Key memperhatikan Ikha dari kejauhan yang tengah menyiapkan secangkir teh hangat untuknya. Alisnya terangkat dan matanya menyipit.

“Kha-ya, gwenchanayo?” tanya Key saat ia mendapati lingkaran hitam pada kedua kantung mata Ikha.

“Tentu. Kenapa memangnya?” jawabnya, menghindar.

Ani. Kau terlihat lelah,” jelas Key seraya meraih cangkir teh yang disodorkan Ikha.

“Mungkin karena laporanku,” balas Ikha dengan asal. Ia menyelipkan sedikit rambut dibalik telinga kanannya sehingga tampaklah tulang pipinya yang agak terlihat.

“Kau lebih kurus dibandingkan saat pertama kali kita bertemu,” cecar Key lagi.

Ikha hanya mendengus pelan sambil tersenyum semampunya. “I’m fine, Key. Don’t worry ‘bout that,” kilahnya.

Tepat setelah itu, Key menerima sebuah pesan di ponselnya. Namja itu membaca pesan tersebut dan langsung bersiap untuk pergi setelah itu.

“Aku harus pergi. Kyungshik Hyung mencariku. Lain kali aku akan menemuimu lagi. Jaga dirimu baik-baik,” ucap Key, agak tergesa-gesa.

Ikha menurut. Ia tak banyak bicara saat ini. Well, sebenarnya ia juga tidak begitu mengharapkan kehadiran Key karena namja tersebut malah sedikit menyita waktunya.

Ikha mengantar kepergian Key hingga sosoknya menghilang dari pandangan. Matanya sempat tak berkedip saat telinganya mendengung dan memutar kembali kalimat terakhir yang Key ucapkan sebelum dirinya benar-benar pergi.

“PABOYA!!!!!” teriak Ikha, memaki dirinya sendiri saat jiwanya kembali masuk kedalam raga.

Ikha membanting pintu apartment cukup keras lalu punggungnya bersender pada daun pintu. Ia kembali mengerjap-ngerjapkan kedua matanya sambil menggeleng pelan.

“Lee Hyuk Jae. Lee Hyuk Jae. Lee Hyuk Jae,” bisiknya, menyebut nama bias utamanya di Super Junior.

Tidak! Dia tidak boleh terpesona pada Key hanya karena namja itu akhir-akhir ini menunjukkan perhatian padanya. Itu karena bayi yang ada didalam perutnya bukan? Bukan semata-mata karena dirinya. Ia terus meyakinkan dirinya bahwa ia sesungguhnya tidak tertarik atau sekedar simpati pada Key dengan terus menyebut nama Eunhyuk.

“Lee Hyuk Jae. Lee Hyuk Jae. Lee Hyuk Jae,” gumam Ikha berkali-kali.

“Ingat Cho Ikha. Kau hanya menyukai Lee Hyuk Jae. Bukan Key SHINee!” imbuhnya.

Di lain pihak, Key bergegas menuju parking lot yang ada di basement apartment Ikha. Mobilnya ia lajukan secepat mungkin karena ia tak ingin terkena omelan Kyungshik hanya karena telat pulang ke dorm.

Tak jauh dari sana, seseorang tengah memperhatikan pergerakan mobil Key dari dalam mobil yang ditumpanginya. Ia tersenyum hingga membentuk seringaian menyeramkan. Setelah ia mengucapkan sesuatu pada sopirnya, mobil yang ditumpanginya segera melaju mengikuti arah kemana mobil Key pergi.

“Kau tak bisa membohongiku, Kim Ki Bum,” bisik orang tersebut sinis.

***

“KEY! CEPAT KEMARI!” teriak Jonghyun saat ia menemukan sesuatu yang menarik di layar televisi.

“AKU SEDANG SIBUK!” balas Key yang tengah berada di ruangan lain. Yeah, sedari tadi namja tersebut sedang berkomat-kamit ria sambil menghafal lirik lagu terbaru untuk album Jepang pertamanya.

“KAU AKAN MENYESAL JIKA TIDAK SEGERA KEMARI!” Jonghyun kembali berteriak dan mengancam Key.

“NO!” balas Key, singkat.

“ARE YOU SURE?” pekik Jonghyun sekali lagi hingga Taemin—yang sedari tadi duduk tenang disampingnya—mau tak mau menutup kedua telinga mengingat suara Jonghyun yang menggelegar dan suara Key yang khas tersebut lebih mendominasi ruangan SHINee’ Staff tersebut dibandingkan suara dari speaker televisi.

“YES!” jawab Key tanpa ragu.

Jonghyun berdecak pelan sambil mendengus. Sengaja ia memperbesar volume televisi flat tersebut agar Key dapat mendengarnya.

“KAU DENGAR LAGU INI? IU TAMPIL DI MUSIC BANK!” ucap Jonghyun pada akhirnya. Memberitahu Key hal apa yang akan membuat namja berambut blonde tersebut tertarik dan mau menghampirinya.

“MWOYA?” pekik Key tak percaya.

Dan untuk memastikan, namja yang tengah memegang beberapa carik kertas di tangannya tersebut segera menghampiri Jonghyun yang tengah asik mengikuti gerakan dance dari lagu yang dibawakan IU. Key tersenyum girang seraya mengetik sesuatu di ponselnya. Onew—yang baru saja bergabung dengan mereka—mencuri pandang ke arah layar ponsel Key dan namja itu tersenyum simpul saat mengetahui bahwa Key tengah mengirim pesan pada IU.

 “Kenapa kau menyukai IU? Posisi Nicole sudah tergantikan?” tanya Onew lalu duduk disamping Taemin. Ia baru saja datang setelah shooting salah satu variety show di salah satu stasiun TV Korea.

Dont talk about it, Hyung. Aku sedang fokus,” sergah Key, berusaha agar tak seorangpun menganggunya.

“Memang seberapa besar kesukaanmu padanya?” Kembali Onew menanyai Key pertanyaan yang sudah biasa ia tanyakan.

“Aku ini fans-nya,” Dan hanya itu jawaban dari Key.

“Hah, bahkan kau lebih memilih membalas pesannya daripada pesanku,” rutuk Jonghyun ikut menimpali perbincangan mereka.

“Kau? Saling mengirim pesan dengan IU?” tanya Onew tak percaya.

It’s a secret,” jawab Key seraya mengayunkan kedua tangannya di atas kepala ke kiri dan ke kanan.

“Sudah sejauhmana hubungan kalian?” serang Onew untuk kesekian kalinya.

It’s a secret,” jawab Key dan lagi-lagi mengayunkan kedua tangannya.

“Aku pernah mendengar Key mengigau namanya ketika sedang tidur,” timpal Jonghyun lagi dan sedetik kemudian ia menerima sebuah pukulan kecil di perutnya oleh Key.

Jeongmal?” tanya Taemin, angkat bicara setelah sekian lama ia hanya menjadi pendengar diantara mereka. “Akh, aku kalah cepat!” pekik Taemin seraya memukul udara kosong di depannya.

Onew, Jonghyun dan Key menatap Taemin tak percaya. Mereka bertiga seolah membeku pada posisi masing-masing. Merasa menjadi pusat perhatian, Taemin mengibas kedua tangannya dan tersenyum.

“Aku hanya bercanda, Hyung.” kilahnya, membuat ketiga Hyung-nya tersebut mengeluarkan suara ‘phew’ secara bersamaan. Bukannya apa-apa. Jelas-jelas kemarin Taemin bilang sedang dekat dengan Suzy Miss A, salah satu member A-Pink dan salah satu member C-Real. Jika IU masuk kedalam list yeoja yang disebutkan barusan, apa jadinya Key? Taemin benar-benar seorang bad boy! #PLAK

Key menggedikkan bahu dan mencibir. “Tapi aku memang pernah memimpikannya,” ucapnya membenarkan—dan tanpa sedikitpun mengalihkan perhatian dari layar televisi.

“Mimpi apa?” selidik Onew, penasaran.

Key hanya tersenyum tak karuan. “Yah, begitulah,” jawabnya, seadanya.

“Bukan mimpi basah, ‘kan?” celetuk Jonghyun hingga berhasil membuat Taemin menepuk kedua telapak tangannya dan tertawa renyah.

Sontak Key mengeluarkan tawanya yang menggelegar seolah tawa tersebut merupakan pengganti jawaban ‘ya’. Saat ia kembali memperhatikan wajah IU, tiba-tiba muncul wajah lain yang terbesit di otaknya.

Key diam sesaat. kepalanya menunduk sejenak kemudian kembali memfokuskan diri pada layar televisi untuk melihat penampilan IU. Namun lagi-lagi ia menunduk ketika bayangan itu lagi yang muncul di benaknya.

“Key-ya, waeyo?” tanya Jonghyun saat mendapati mimik wajah namja yang lebih muda satu tahun darinya itu berubah drastis.

Key menatap Jonghyun selama beberapa detik. Tanpa menjawab pertanyaan Jonghyun, ia segera berlalu meninggalkan tempatnya dan keluar dari ruangan tersebut. Langkah Key sangat pelan dan tak ber-ritme. Bahkan ketika Sooyoung ‘SNSD’ dan Sulli F(x) melewati dan menyapanya, ia hanya melambaikan tangan seolah menyuruh mereka berdua untuk diam.

Key memegang kening dan memijitnya pelan. Ia terus saja berjalan menyusuri lorong di SM Building tersebut tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya—termasuk beberapa trainee SM yang tersenyum dan bersikap manis didepannya.

Andwae (Tidak mungkin),” gumam Key di tengah langkah kakinya yang mulai memberat.

***

Key menyesap soft drink yang ada di tangannya untuk ke sekian kali. Sesekali pandangannya ia tuju pada gedung-gedung yang menjulang tinggi menghiasi kota Seoul tercintanya. Yeah, tempat yang sering Key kunjungi ketika ia memiliki waktu luang setelah latihan atau terbebas dari jadwalnya yang kelewat padat adalah disini: di atap gedung SM.

Are you okay?” tanya Jonghyun yang muncul di balik pintu kaca tak jauh dari tempat Key berdiri.

Namja tersebut hanya menoleh sekilas, tersenyum singkat pada Jonghyun, kemudian menyenderkan tubuhnya pada pagar penghalang.

No,” jawabnya.

“Kau masih terlihat baik-baik saja satu jam yang lalu—tepatnya ketika melihat performance IU di televisi,” selidik Jonghyun.

Key mendesah cukup berat hingga helaan nafasnya terdengar jelas oleh Jonghyun. Bahunya terkulai lemas. Bibir tipisnya-pun ia gigit pelan untuk mengurangi kegusarannya.

“Aku tak tahu apakah aku harus mengatakan ini padamu atau tidak, Hyung.” jelas Key, agak ragu.

“Kalau mulutku berkicau seperti burung gereja yang selalu bertengger di jendela dorm kita, mungkin semua rahasiamu sudah terbongkar ke muka publik sedari dulu,” bela Jonghyun seraya ikut berdiri disamping Key dan mengamati beberapa iklan yang terpampang pada gedung-gedung disebelahnya.

Key tersenyum memamerkan gigi-giginya yang rata. Membuat kedua pipinya terbentuk seperti kue mochi yang bulat sempurna.

“Saat kita membahas IU barusan, Onew Hyung menimpalinya mengenai mimpiku,” ucap Key lirih, mulai menceritakan pada Jonghyun tentang apa yang mengganggunya saat ini.

Geuraesseo? (Lalu?)”

“Aku pernah memimpikannya—IU—dan mimpi itu…. yeah, mimpi orang dewasa,” lanjut Key.

Jonghyun mengerut seolah tak mengerti arah pembicaraan Key. Namun namja tersebut malah memukul pundak Jonghyun dengan kasar hingga tubuh namja yang selalu terlihat manly itu agak terdorong ke belakang.

“Kau pasti mengerti maksudku, Hyung.” seloroh Key. Jonghyun terkekeh pelan sambil tersenyum tanda mengerti.

“Dan saat aku memimpikan IU, wajah yeoja itu malah muncul di benakku,” ucap Key kemudian meneguk soft drink dengan maksud untuk membasahi kerongkongannya yang mulai mengering.

“Yeoja?” Jonghyun balik bertanya.

“Cho Ikha,” timpal Key.

“Oh,”

Sejenak Jonghyun mengangguk saat Key menyebut nama Cho Ikha—yeoja yang katanya dihamilinya. Dan tepat setelah itu, kepalanya langsung berputar cepat untuk menatap Key yang tengah memandang lurus ke depan.

Chamkanman! (Tunggu)” pekik Jonghyun, ia mencoba menerka-nerka melalui fikirannya.

Key menggerakkan telunjuknya ke kiri dan ke kanan. Kepalanya-pun ikut menggeleng dengan maksud menyuruh Jonghyun untuk tidak menyebutkan terlebih dahulu apa yang ada di fikirannya sebelum ia melanjutkan bicara.

“Yang kuingat, sebelum aku benar-benar terjatuh—karena pengaruh soju yang kuminum waktu itu, aku seolah bertemu dengan IU disana. Aku sempat bertabrakan dengannya dan ia jatuh di pelukanku. Dan saat itu… aku tersenyum. Aku bahagia karena aku bisa bertemu dengannya karena jadwalku yang benar-benar mematikan itu telah membuatku tak berkutik,” terang Key panjang lebar.

Jonghyun mendengarkan setiap kata yang Key ucapkan dengan seksama. Yeah, jika ada seseorang yang memotong kalimatnya, mulut Key yang terkenal seperti ahjumma itu akan berkoar tiada henti sepanjang hari.

“Kemudian di mimpi itu, aku membawanya ke kamar. Dan aku baru ingat kalau kamar yang ada dalam mimpiku itu sama persis dengan kamar yang kutempati—ketika bersama Ikha. Dan aku… aku…”

Key menggantungkan kalimatnya dan memilih untuk mengacak rambut blonde-nya dengan kasar. Bibir bawahnya kembali ia gigit dengan cukup kencang. Jujur saja, ia masih ragu dengan semua yang telah diucapkannya. Ragu bahwa mimpinya itu ada sangkut pautnya dengan tragedi ‘semalam bersama Ikha’ tersebut.

“Jangan katakan kalau yeoja yang yang kau anggap IU itu… adalah dia…” gumam Jonghyun. Sama halnya dengan Key, namja itu juga berkata dengan agak ragu.

Key menggeleng. Bukan karena ia menyalahkan statement Jonghyun, tapi lebih tepatnya karena ia tidak tahu. Ia belum yakin sepenuhnya.

“Fikirkan lagi Key! kau harus bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi! Kalau memang benar kau yang melakukannya, bagaimana nanti k—“

“Sejak tadi aku merenung dan berfikir, Hyung. Tapi semua yang ada didalam mimpi itu benar-benar kebetulan. Semua refleksi mengenai IU sangat sama dengan apa yang ada di kamar itu—saat aku bersama Ikha,” terang Key, memotong perkataan Jonghyun.

“Jadi…”

Key menghembuskan nafas berat lalu meminum soft drink-nya dalam sekali tegukan. “Aku butuh istirahat, Hyung.” ujar Key seraya menepuk pundak Jonghyun untuk kedua kalinya.

“Jangan beritahu yang lain,” imbuh Key setengah memohon.

Jonghyun balas menepuk pundak Key lalu memberinya sebuah senyum yang biasa ia pamerkan pada fans-nya.

“Tentu. Istirahatlah. Dan fikirkan baik-baik. Mungkin ada sesuatu yang terlewat,” kata Jonghyun, mencoba menenangkan Key.

***

Key berjalan ke arah yang diyakini merupakan toilet yang dicarinya setelah keluar dari ruang karaoke. Ia terus saja memegang perutnya yang terasa seperti diaduk dan juga kepalanya yang terasa berputar-putar dari tempatnya.

Selang beberapa menit saat ia berusaha mencari tempat yang ditujunya, kedua matanya menangkap sosok seseorang tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan saat sosok tersebut semakin mendekatinya, Key-pun semakin menyipitkan kedua mata.

Sosok itu kemudian jatuh menimpa Key—karena Key tak memiliki cukup tenaga akibat soju yang berhasil menguasai tubuhnya dan akhirnya iapun ikut terjatuh. Key mendorong tubuh orang tersebut hingga terbaring lemah disampingnya.

Ditengah kesadarannya, Key mengamati wajah sosok tersebut. Meskipun pandangannya sedikit kabur, ia menyeringai puas ketika wajah itu berubah menjadi wajah yang ia idamkan saat ini.

“Kau?” bisik Key ketika mendapati IU tengah terbaring lemah di atas lantai.

Sejenak, key mengusapkan ibu jarinya ke permukaan wajah IU secara perlahan. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman saat ia dapat menatap wajah yeoja yang tengah disukainya itu dengan jarak yang sangat-sangat dekat.

“Gwenchanayo, IU-sshi?” tanya Key, setengah berbisik.

Belum sempat ia mendengar jawaban IU—karena yeoja itu sendiri memang tengah tergeletak tak sadarkan diri disampingnya, Key malah tersenyum seperti orang yang memiliki tingkat kewarasan yang cukup rendah. Maklum, ia masih dikendalikan oleh soju hingga efeknya seperti itu.

“Baiklah. Aku akan membawamu ke tempat yang lebih nyaman,” ucap Key, seolah-olah IU-lah yang memintanya.

Tak begitu sulit bagi Key untuk menemukan sebuah kamar yang dicarinya. Sambil membopong IU dalam pelukannya, Key berusaha membuka pintu tersebut menggunakan kakinya kemudian menutup pintu itu kembali dengan cara menekan punggungnya pada daun pintu. Meski ia agak sempoyongan ketika membawa IU ke dalam ruangan, namun kekuatan kaki Key memang pantas diacungi jempol. Buktinya? Dia sama sekali tidak jatuh meskipun kepalanya masih pusing akibat alkohol yang diminumnya.

Key membaringkan IU yang masih saja tak sadarkan diri ke atas tempat tidur yang ada didalam ruangan tersebut. Dan bukannya beranjak dari tempatnya, Key justru bergeming di tempatnya. Ia memposisikan tubuhnya berbaring disamping IU. Matanya sama sekali tak berkedip ketika menatap yeoja tersebut.

Key menopang kepalanya menggunakan tangan, siku tangannya bertumpu pada tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, ia lebih leluasa menatap IU. Kadang ia mengedipkan matanya secara perlahan—layaknya orang yang benar-benar sudah mabuk berat.

“Mworago? Kau kepanasan?” tanya Key sambil menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi sebagian wajah IU.

Soju yang diminum oleh Key benar-benar telah membuatnya seperti orang ling-lung. Lihat saja, jelas-jelas IU tak mengatakan apapun padanya namun Key terus saja mengigau dan tersenyum sendirian seperti orang tak waras.

Karena IU merasa kepanasan—seperti itulah yang Key yakini—ia segera mendinginkan ruangan tersebut dengan menyalakan AC dan mengatur suhu hingga -6˚. Setelah itu, ia kembali menghampiri IU yang masih tertidur disana.

Key kembali membelai permukaan wajah IU dengan lembut. Kedua tangannya tak sedikitpun melewatkan setiap inchi dari wajahnya, mengagumi betapa indahnya makhluk Tuhan yang kini tengah berada di depannya. Perlahan, Key mendekatkan diri pada IU. Nafasnya memburu hingga membuatnya sesekali menelan air liur.

Sejenak Key mengusap bibir IU yang terlihat memerah di terpa sinar lampu temaram di ruangan tersebut, membuat Key tak sanggup lagi menahan keinginannya. Agak ragu, Key meraih dagu yeoja tersebut kemudian mulai mengecup bibirnya selama beberapa detik. Namja itu sempat menahan nafasnya ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir IU, membuat jantungnya berdetak tak karuan dan kulit wajahnya memanas.

“Aku tahu kau menyukainya,” bisik Key di telinga IU—masih mengigau.

Lagi, Key menempelkan bibirnya pada yeoja tersebut untuk kedua kali. Tangan kiri Key menopang tubuhnya agar ia tidak menimpa tubuh IU yang terbaring disampingnya, sementara tangan kanannya diletakkan di leher yeoja tersebut dengan maksud agar IU tak bisa mengelak.

(ps: orang mabok emang gak sadar sama apa yang dia lakuin ‘kan? *wink*)

Key semakin memperdalam kecupannya saat tubuhnya kian memanas. Padahal didalam ruangan tersebut cukup dingin akibat pengaruh AC yang dinyalakan Key namun namja tersebut sepertinya merasa sebaliknya.

Cukup puas mencium bibir IU, Key-pun melepaskan bibirnya dan kembali menatap IU dengan jarak kurang dari dua centimeter. Ia mengusap pipi IU yang merona dengan perlahan, membuat Key kembali tersenyum dan menyeringai.

“Kau sangat cantik,” bisiknya.

Key melepas hoodie dan juga T-Shirt Polo pink-nya sesaat karena ia sudah tak sanggup lagi menahan hawa panas yang menyelubunginya.

“Mwo? Kau masih kepanasan?” gumam Key. Ia bertingkah seperti seseorang yang kehilangan akal sehat. Kedipan matanya-pun tak menentu seolah kelopak matanya terasa berat untuk bergerak.

Merasa IU mengatakan pada Key bahwa dirinya kepanasan, Key-pun mengangguk sambil menarik sudut bibirnya.

“Mwo? Kau ingin aku membuka pakaianmu?” tanya Key lagi pada IU yang jelas sekali tak berkata apapun karena masih tertidur disana.

“If you don’t mind….” ucap Key. Wajahnya merekah. Kentara sekali bahwa ia sangat menyukai hal apa yang disebutkan IU barusan—menurutnya.

Sedetik kemudian, Key memposisikan dirinya setengak duduk disamping IU. Meskipun jemarinya agak ragu, namun ia memberanikan diri untuk meraih kancing baju yang dipakai IU. Perlahan namun pasti, ia melepas satu per satu kancing baju tersebut hingga kini tampaklah kulit tubuh IU yang mulus tersebut.

Jemari Key mengelus rahang IU. Perlahan, jemarinya turun ke leher jenjangnya, melewati dada hingga perut lalu berhenti di pinggang yeoja tersebut. Sekali lagi, Key menatap IU dengan susah payah lalu mendekatkan wajahnya dan diletakkan pada leher jenjang yeoja berambut sebahu tersebut. Ia mencium wangi tubuh IU sementara kedua tangannya meremas pinggang yeoja tersebut. Karena Key agak kesulitan dengan posisinya saat ini, sengaja ia apit tubuh IU menggunakan kedua kakinya. Membuatnya dapat dengan leluasa menciumi leher yeoja tersebut.

“Mmmh, aku suka wangi tubuhmu,” gumam Key yang masih terhanyut dengan gejolak jiwanya.

Tangannya yang semula mengelus-elus pinggang dan perut IU yang tak terbalut apapun kini mulai turun dan terhenti pada kancing jeans yang dipakai IU. Tanpa mendapat persetujuan dari IU, Key-pun membuka kancing tersebut dengan agak tergesa. Tak lupa, restleting jeans IU-pun ikut dibukanya.

Key mengecup leher IU beberapa kali sementara tangannya terus bergerak menurunkan jeans yang dipakai IU. Sejenak namja itu sempat mengelus paha yeoja itu. Entah kenapa saat ini ia sama sekali tak bisa mengendalikan nafsunya.

Key menghentikan aktivitasnya sejenak untuk mengetahui reaksi IU yang sedari tadi hanya diam menerima perlakuannya. Saat ia menatap IU, Key segera mengerjapkan matanya beberapa kali.

Ia mengucek mata beberapa kali untuk meyakinkan bahwa ia tak salah lihat. Dan ketika wajah yeoja tersebut bukanlah wajah IU, Key segera menjauh dari tubuh yeoja yang sudah setengah naked tersebut dan menggeleng pelan.

“NOOOO!!”

***

Ekh—“ pekik Key di tengah tidur pulasnya.

Mata Key membulat dan tubuhnya sedikit terperanjat saat ia terbangun secara tiba-tiba dari tidurnya. Ia mengusap pelan kedua matanya dan duduk diatas tempat tidur. Wajahnya-pun ia usap perlahan kemudian menarik poni rambut blonde-nya ke belakang.

Ia mengamati keadaan kamarnya dan mendapati Onew, Jonghyun, Minho serta Taemin tengah tertidur pulas di tempat masing-masing.

Key memutuskan untuk pergi ke dapur. Dan setelah sampai di tempat tujuan, ia segera memutar keran di tempat cucian piring, menampung sedikit air di kedua telapak tangannya kemudian membasahi wajah dan kepala agar ia bisa berfikir jernih.

Kedua tangan Key bertumpu pada sisi kitchen-set. Matanya menatap sesuatu di luar jendela kecil yang ada di hadapannya dengan tatapan kosong. Saat ini masih jam lima pagi, jalanan belum begitu dipenuhi kendaraan yang berlalu lalang.

Mata Key terpejam saat mengingat kembali mimpinya yang terasa terulang kembali. Ya, mimpi tentang dirinya dengan IU. Wajah Key kian memucat ketika ia mencoba mengingat kembali malam itu—saat dirinya bersama Ikha.

Andwae (Tidak mungkin),” gumamnya lirih.

Key tampak lemas. Keningnya ia pijat perlahan untuk mengurangi sedikit pusing yang menyerangnya. Namun sedetik kemudian, ia merasakan sesuatu mengaduk perutnya. Key segera mendekati tempat cucian piring dan memuntahkan sesuatu dari mulutnya.

Ia terdiam sejenak sambil mengusap bibirnya. Rambutnya ia remas cukup kencang sementara dirinya mencoba untuk mengatur nafas.

Nan halsu eobsseo (Aku tidak mungkin melakukannya),” bisik Key pada dirinya sendiri.

***

“Bagaimana dengan Appa?” tanya Ikha pada Nyonya Cho yang sedari tadi sibuk memasak makanan di dapur.

“Seperti biasa. Dia masih tidak ingin melihatmu,” jawab yeoja tua itu seadanya.

Nyonya Cho melirik sekilas ke arah Ikha yang tengah duduk tenang di meja makan sambil menyeruput vitamin-nya. Ikha hanya diam, tak berkata apa-apa ketika Nyonya Cho mengucapkan kalimat yang cukup menyakitkan hatinya itu.

Bagaimana tidak? Appa-nya masih tidak mau menerimanya kembali setelah beliau mengetahui kehamilannya. Kadang Ikha cukup ‘berterima kasih’ pada Choi Jin karena berhasil membuatnya tersingkir dari keluarganya.

Neo gwenchani? (Apa kau baik-baik saja?)” selidik Nyonya Cho.

Ikha mendesah pelan sambil menggedikkan bahu. “Gwenchana, Eomma (Aku baik-baik saja, Mom),” sahutnya, asal.

Nyonya Cho menggeleng cepat saat Ikha sepertinya salah pengertian. Yeoja tua itu kemudian menunjuk perut Ikha menggunakan spatula yang ada di tangannya.

“Oh—tentunya.” Jawab Ikha agak ketus.

Cih, sepertinya semua orang hanya peduli pada bayi yang ada di perutnya. Sebut saja: Key dan Eomma-nya. Well, oke. Hanya dua orang memang. Tapi tetap saja jumlah itu mengalahkan jumlah orang yang peduli padanya—lebih tepatnya: tidak ada!

“Namja itu… apa dia sering mengunjungimu?” tanya Nyonya Cho sambil mengaduk masakannya yang ada di atas penggorengan.

Yeah. Dia cukup bertanggung-jawab,” kata Ikha seperlunya.

“Kalau begitu kenapa dia tidak menikahimu saja?” sungut Nyonya Cho. Sepertinya dia masih dendam pada namja yang telah menghamili anaknya itu.

“Dia lebih muda dariku. Satu tahun,” akunya.

Nyonya Cho terhenyak. Mulutnya menganga lebar dan matanya semakin membesar. “MWO?” pekiknya cukup keras.

“Lagipula ini karena sebuah kecelakaan, Eomma.” Jelas Ikha, setidaknya menenangkan Eomma-nya yang sepertinya sulit menerima sebuah fakta baru yang baru didengarnya.

“Tapi kau yang dirugikan, Kha-ya. Apa dia tahu kalau kau telah diusir dari rumah?”

Ikha menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Eomma-nya. Nyonya Cho mendesah berat. Ia kembali mengaduk masakannya. Namun cara mngaduknya itu tampak sekali bahwa dirinya tengah kesal.

“Sebenarnya siapa namja itu? Sepertinya dia dari keluarga yang berada. Buktinya? Pamannya datang ke rumah kita dan membawa uang yang cukup banyak—sangat banyak sebenarnya—agar kau menjauh dari kehidupannya.” selidik Nyonya Cho.

“Dia—“

Ikha menghentikan pergerakan lidahnya. Haruskah dia mengatakan yang sesungguhnya bahwa namja yang telah menghamilinya itu adalah seorang superstar?

Malhae (Katakan),” desak Nyonya Cho tak sabaran.

“Dia—“

Tiba-tiba intercom apartment Ikha menyala. Sontak Ikha-pun tak melanjutkan kata-katanya. Sebenarnya ia agak bersyukur karena tamu yang datang ke rumahnya itu berhasil menahannya agar tidak memberitahu identitas ‘ayah’ dari si bayi.

Ikha segera berjalan menuju pintu. Sejenak ia memperhatikan wajah orang yang menjadi tamunya itu dan alisnya mengerut saat mendapati seorang yeoja paruh baya tengah berdiri tegap di depan pintu apartment-nya.

Tanpa banyak berfikir, Ikha membuka pintu tersebut. Dia dan yeoja paruh baya itu sempat saling memandang satu sama lain hingga pada akhirnya…

“Cho Ikha-sshi?” tanya wanita setengah tua itu.

Ye? Jweosonghamnida, Eomoni. Hajiman, dangshineun nuguyo? (Maaf, Bu. Tapi, anda siapa?).” tanya Ikha, sesopan mungkin.

Yeoja paruh baya itu menyeringai. Senyumnya terlihat tak begitu ramah. Yeoja tersebut lalu mengulurkan tangannya pada Ikha dengan angkuhnya.

“Perkenalkan. Saya Kim Songhee, Ibu dari Kim Ki Bum,”

 

…bersambung…

Header 01 (Cut)

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

27 thoughts on “ACCIDENT (Chapter 04)”

  1. Akhirnya keluarr juga (^.~)

    Ikha kasiann juga dituduh yg enggak2 mulu -__-
    Pas key keluar dr apartement ikha lg tenang2 nya baca tiba2 ikha teriak gara2 apa coba ? “EUNHYUK” -____-v kirain ada apa §;*

    Kemaren Nicole skrg IU?? ;_; Dasar keypa playboy ih… Taemin gak boleh ikutan playboy, gak cocok /plak~~

    Itu key bisa banget deh mimpi basah , sama IU pula ,_, Jadi ceritanya key dejavu ya eon, ???
    Trus yg tulisan warna ungu itu apa ? Mimpi nya key??
    Trus wktu jjong sm key diatap SM itu bicarain apa? *Gak ngerti*

    Trus eon jd Key beneran ngelakuin ‘itu’ sm ikha?? Tapi tapi key nganggep ikha itu IU ? Iya kah eon? –”

    Gak mau bayangin IU sama Key *gak suka gak suka gak suka*v

    Itu lg eomma key gak setuju kaya nya sm ikha 😐 . Sabar2 deh nungguin ini ff …
    Kalau baca ff eonni pasti harus baca lebih dari 2x.. Gak tau kenapa pasti akunya bingung sndiri eon, *ketahuan o2n* wkwk…
    Apalagi part ini sangat MEMBINGUNGKAN >_<

    *capek ngetik* ._.

    Eonni kalau sayang sama org bawaanya suka ngejek ya?? *Berarti eon sayang yah sama aku??? kkkk~~

    Iya saeng minta doanya ya eon bentar lg UAS~~~ Key dijaga yg bener yah eon, jangan lupa diminumin susu, tidurnya gak boleh malem2 , *apa coba?* -,-v
    Yaudah deh eon, maaf nyampah(lagi).

    Annyeong Cho eonni ~~~~&

    1. Ini komen panjang bener Saeng? Ckckck, lebih sampah dari kemaren, Hahaha…
      Aduh, bener deh pertanyaannya banyak bgt. Onn bingung mau jawab yg mana. Udah pokoknya yg penting kamu belajar yg bener mau UAS. Tar onn balik lagi buat nge-pub part selanjutnya, okeh? *wink*

  2. Aigoooo , ternyata udah keluar dari beberapa hari yang lalu >.<
    ih yaampun ada Nc nya , tapi setengah -____- .
    ih key kenapa harus IU coba !
    astaga , mamahnya key datengg O.O /
    kenapa pada ngira kalo key di jebak sih ? udah tau key yang salah -__-
    padahal Cho Ikha nya kasih tau aja kalo dia di usir garagara key ,
    terus ntar key jadi ngerasa bersalah , terus nanti minta maaf , terus nanti key nya jadi suka sama cho ikha ( bukan IU lagi ) #eaeangomongapacoba??

    sekiann ya eonn , ditunggu part selanjutnya 🙂

    1. Ya! Kamu lagi Saeng komennya kek sampah, ngikut si Keyta nanyanya banyak bgt. hahaha~
      iyaaaa gitu deh Saeng. Gak NC itu mah, masih batas wajar /plak plak plak

      Tadinya udah mau menjurus ke NC, cuma onn gak mau mencemarkan nama baik blog onn ini, kkk~

      Oke, okeeee… makasih ya Saeng udah sempet baca + komen, 🙂

      1. kwwkwkwwk , mending kan dari padaa ga komen sama sekali :))
        tapi ya , jujur aja aku bener bener males baca adegan setengah nc itu .
        soalnya namanya ko IU gitu . sumpah gasuka aku sama Nicole / Iu .
        envyy gituu ngeliat mereka ama Key -____________-
        hehe

  3. Aigoo ikha nasibmu bgtu buruk,, dituduh yg tdak” mulu. .
    Itu eomma key mau ap dtng k apartment ikha? Awas aja kalo cuma mau ngehina, ta jitak loeh. .wkwkwk

  4. kasian ikha, hamil gara2 pelampiasan key yang linglung soju terus ngekhayalin IU ..
    KEY TANGGUNG JAWAB DOOOONKKK ><
    kan kasian tu si ikha udah hamil, diusir bokap, laporan terbengkalai..
    kalo sampe si ikha bunuh diri gimana tuhh

  5. Eonniiiii, ini cerita kenapa jadi setengah ence? Yaaa gapapa sih #plak
    Taemin cewenya banyak banget, toh akhirnya bakalan sama aku juga -_- #doubleplak
    Keynya gimana sih onn, bisa bisanya ngira Ikha itu kembaran aku? #plakplakplak!
    udahlah onn komennya, udh bonyok ini muka ditamparin terus ._.v

    1. hahaha, mau onn tambahin gak? kebetulan hari ini onn belum nampar orang nih go (migo, disingkat jadi ‘go’)
      /plak plok plak plok
      sip deeeh, makasih komennya ya go~ >,<

  6. eon suami aku masa dibilang play boy sih #tunjuk2 taemin…
    dia itu nggak mungkin kayak begitu eon, wajahnya nggak mendukung buat jadi seorang playboy…
    lagian diakan setia banget sama aku eon…hehehe

  7. Ommo!!!! eommanya key tau drimana ikha ada d sna?
    kyknya bkal ada perang antar ibu2? *eomma key vs eomma ikha*
    eerr. . eon itu knp key mimpi bsahnya ama iu? *kan rada gag rela*
    ehm. . comment apa lg y?
    next za lah. .

  8. woa~..
    minus 6 derajat.?
    uda turun salju dalam ruangan itu.. *ambilMantelBulu..
    Ikha-ya ndak usa sebut.2 Hyuk, de..
    sama si Kunci aja sono.. *sorongKey>>ambilHyuk..
    ada pertarungan dua ajumma.? *ambilKompor>>siapManas-manasin..

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s