MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 02”

FF - My name is lee hyuk jae - New“APA KAU GILA, HYUNG?” sungut Kyuhyun seraya melepas kacamata bingkai hitam miliknya dengan cepat.

“Tentu saja tidak,” elak Heechul.

“Tapi—“

“Ini menyangkut Eunhyuk dan juga seluruh penghuni rumah sakit ini, Kyuhyunnie,” imbuhnya, meyakinkan Kyuhyun.

“Boleh saja Hyung melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan namja bermarga Lee itu tapi tidak dengan membawa Ikha ke dalam masalah ini. Kau tahu sendiri ‘kan apa yang akan namja itu lakukan ketika dia kembali brutal? Kakimu, tangan Dokter Kang, beberapa petugas rumah sakit yang mengalami patah tulang, dan yang lebih parah lagi… Eeteuk Hyung,” terang Kyuhyun berapi-api.

Heechul tertunduk sejenak ketika Kyuhyun menyebut nama Leeteuk, teman satu kerja sekaligus teman baiknya yang menjadi korban Eunhyuk. “Arayo, arayo (Aku tahu, aku tahu). Justru dengan begini, kita bisa menyembuhkan penyakitnya dengan cepat. Kita tidak akan pernah tahu jika belum mencobanya,” lanjutnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas sejenak. Ia terlihat tengah memijit-mijit kening untuk menghilangkan kegusarannya. “Bulan depan Ikha akan bertunangan. Jangan mengambil resiko yang akan menghancurkan kehidupannya, Hyung. Dia adikku. Satu-satu-nya,” ucap Kyuhyun. Suaranya terdengar begitu lemah.

“Aku janji, Kyu. Tidak akan ada yang terluka kali ini. Aku akan bertanggung-jawab atas semua yang terjadi pada adikmu kelak. Ah, satu hal lagi. Jangan beritahu Ikha mengenai penyakit yang diderita Eunhyuk. Biarkan ia mengetahuinya dari mulut Eunhyuk sendiri,” jelas Heechul menutup pertemuan singkat mereka sore itu.

***

Kyuhyun berjalan dengan langkah yang sangat pelan ke arah kamar Ikha. Sepanjang langkahnya yang semakin mendekat ke tempat tujuan, otaknya terus mengulang kata-kata Heechul tadi sore.

Ia memperhatikan Ikha dari celah pintu kamar. Dilihatnya yeoja berambut sebahu tersebut tengah asik bermain dengan laptop kesayangannya. Kyuhyun mendesah. Bahunya yang semula tegak kini terkulai lemas. Well, benar apa kata Heechul. Ia harus mencoba terlebih dahulu. Lagipula tidak ada salahnya melibatkan Ikha. Yeoja itu sedikit pandai berkelahi—meskipun hanya sekedar menendang tak karuan.

“Hei,” sapa Kyuhyun seraya membuka daun pintu kamar Ikha lebih lebar.

Ikha sekedar melirik sekilas melalui sudut matanya. Yeah, apalagi yang akan Kyuhyun lakukan jika ia tiba-tiba masuk ke kamarnya? Jawabannya: MENJAHILINYA! Terakhir kali yang ia ingat, kakak satu-satunya itu memasukkan seekor kodok rawa ke dalam selimut hanya karena ia susah untuk dibangunkan. Hasilnya? Ikha tak bisa makan seharian karena tak sengaja memegang kodok tersebut.

Stop teasing on me, Brotha. I’m busy,” ucap Ikha, melakukan pencegahan terlebih dahulu.

No. I won’t. Maybe next time,” balas Kyuhyun setengah meledek. Ia menempatkan diri duduk disamping Ikha yang tengah menelungkupkan tubuhnya sambil mengetik di atas tempat tidur. Hot mint tea yang ia minum sengaja ia letakkan terlebih dahulu diatas meja.

“Kau mau membantuku?”

No,” jawab Ikha dengan cepat dan tanpa berfikir panjang.

Kyuhyun mengambil guling yang tak digunakan Ikha kemudian mengarahkan benda tersebut pada kepala adiknya hingga ia agak tersungkur.

Ya! Bisakah kau tidak menjadikan kepalaku sebagai sasaran kejahilanmu, Cho Kyuhyun? Cih, lama-lama sikapmu itu sama seperti pasien penghuni tempat kerjamu,” rutuk Ikha kemudian membenarkan rambutnya yang agak kusut.

Kyuhyun hanya tersenyum jahil dan mengacak rambut Ikha, membuat yeoja itu kembali mengaduh karena sikapnya.

“Kau ingat Dokter Kim? Dia butuh seorang asisten untuk membantu mengurusi pekerjaannya,” ucap Kyuhyun sambil memperhatikan Ikha yang sedang memfokuskan diri pada layar laptop.

“Kau tidak menyuruhku untuk mengirim CV ‘kan?” tanya Ikha, seolah ia sudah mengerti arah pembicaraan Kyuhyun.

“Aku sudah bilang pada Eomma kalau kau diterima bekerja disana. Karena itu, kau akan tinggal—untuk sementara—di apartment baru-ku. Jarak antara rumah ini ke tempat kerjaku lumayan jauh bukan?”

Ikha melepas kacamata minus yang dipakainya seraya menatap Kyuhyun tak percaya. “Ya! Aku belum menyetujui pekerjaan itu dan kau sudah memanipulasi fikiran Eomma?” ketusnya.

Well, yang penting aku bisa membuatmu tidak bisa menolaknya!” ucap Kyuhyun disertai evil-smile-nya.

“SHIREUNDAE!” tolak Ikha.

“Ayolah, Kha-ya. Kau tidak terlalu sibuk dengan aktivitas kampusmu. Jadi daripada kau tak punya kerjaan—hanya ber-chatting ria dengan Donghae Hyung melalui Yahoo, lebih baik manfaatkan waktumu dengan kegiatan yang lebih berguna,”

No! Aku tidak ingin mengurusi orang-orang berkelainan jiwa itu!” elak Ikha untuk kesekian kalinya.

“Kau itu sebagai asisten, Kha-ya. Bukan petugas rumah sakit,” ucap Kyuhyun tak mau kalah.

So?

Just do it. Lagipula gaji per bulannya bisa kau gunakan untuk membeli 11 Tas Prada kesukaanmu,”

Ikha terdiam sejenak. Alisnya mengkerut dan tatapan matanya tak lepas dari Kyuhyun. “Jinjjayo?” tanyanya, bergumam.

Eum. Kau hanya membantunya membereskan berkas atau ikut meeting dengannya. Mudah bukan?”

Ikha befikir sejenak. Hmm, asisten seorang dokter? Gaji yang cukup menggugah jiwa? Dan hanya melakukan apa yang Kyuhyun sebut barusan? Terdengar tidak begitu buruk juga.

Oke. Call!” jawab Ikha, menyetujui permintaan Kyuhyun.

***

Ikha terlihat berjalan dengan terburu-buru. Sesekali diliriknya jam tangan yang melingkar manis di tangannya sambil berharap cemas. Ini hari pertamanya bekerja dan ia sudah membuat kesan yang buruk: terlambat dua puluh menit.

Cheeze!” pekik seseorang yang tak sengaja ditabrak oleh Ikha.

Mianhae, aku terlalu terburu-buru dan—“

Ikha langsung menghentikan kalimatnya saat ia mendapati seorang namja yang dikenalnya. “Eunhyuk-sshi?” tanya Ikha, meyakinkan bahwa orang yang ditabraknya—yang terlihat berantakan tersebut—adalah Eunhyuk.

Damn!” tukas si namja seraya melemparkan tatapan sinisnya pada Ikha. Bibirnya sedikit miring ke atas saat ia mendengus kesal.

Why should i met a stupid girl today?” makinya sambil menepuk bagian tubuh yang tertabrak Ikha.

Ikha memandang namja tersebut dengan seksama. Benar, sesaat ia mengira bahwa namja yang ada di hadapannya kini adalah Eunhyuk. Rambutnya yang berwarna brown-black dan sedikit awut-awutan, sweeter hitam yang melekat pada bagian atas tubuhnya, serta bentuk wajah yang sama persis dengan Eunhyuk. Kesemua hal itulah yang membuatnya berspekulasi bahwa namja itu memang benar bernama Eunhyuk. Namun saat ia mendengar aksen si namja yang ‘sok’ dan angkuh, ternyata dirinya salah terka.

I think i knew you,” gumam Ikha sambil tak kalah menatap namja tersebut dengan sinisnya. Well, ia baru sadar, ada yang berbeda dari namja bernama Lee Hyuk Jae ini: dia tidak mengenakan kacamata seperti halnya Eunhyuk.

“Ah, The Mister-always-right-in-everything was back!!” tukas Ikha lalu melipat kedua tangannya di dada.

Stay away from me,” ucap Lee Hyuk Jae dengan angkuh. Ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda seraya mendorong pundak Ikha hingga yeoja itu mundur ke belakang.

“YA!!” bentaknya pada Hyuk Jae yang terus saja berjalan tanpa mempedulikan Ikha. Yeoja itu melemparkan pukulan kosongnya ke arah Hyuk Jae sambil mengeluarkan kata-kata makian di belakang punggung namja tersebut.

***

Mianhamnida, Dokter Kim. Ada sedikit gangguan,” ucap Ikha tepat setelah dirinya sampai di ruangan kerja Heechul. Namja berumur dua puluh delapan tahun tersebut melepas kacamatanya.

Gwenchana, Ikha-sshi. Duduklah,” katanya kemudian mempersilahkan Ikha duduk pada bangku yang telah disediakan.

“Jadi, apa yang harus kukerjakan?” tanya Ikha to-the-point.

“Tak banyak. Apa kau mengenal Eunhyuk?” Heechul melayangkan pertanyaan yang disambut oleh anggukan kecil dari Ikha.

“Dia salah satu pasienku dan tugasmu hanya berusaha untuk menjadi temannya. Aku agak kesulitan untuk mendapatkan beberapa data. Mungkin, dengan berteman dengannya, ia akan mulai terbuka padamu dan apa yang kubutuhkan akan selesai dengan segera,” jelas Heechul. Ia terlihat membolak-balik beberapa kertas yang ada di tangannya.

Jwoseongiyo, Dokter Kim. Kalau boleh tahu, sebenarnya penyakit apa yang diderita Eunhyuk-sshi? Setahuku, dia terlihat seperti namja normal lainnya,”

Heechul terdiam. Ia menarik nafas sejenak, berusaha untuk merangkai kata sebaik mungkin. “Dia… hanya sedikit melupakan ingatannya. Hanya saja, emosi yang timbul dalam diri Eunhyuk berpengaruh pada kerja otaknya. Dan—ah—sebentar lagi ia akan datang. Sementara itu, kau bisa membaca majalah atau apapun. Buatlah dirimu rileks dan santai disini,” terangnya seraya tersenyum manis pada Ikha.

Ikha terpaku sejenak ketika melihat Heechul. Namja ini ternyata memiliki senyum yang sangat indah. Dan ah, ia baru sadar! Ternyata Dokter ini terlihat sangat cantik. Ya, cantik. Bukan tampan seperti kakaknya, Kyuhyun. Meskipun tubuhnya menunjukkan sisi maskulin, tapi wajahnya—meskipun ia tak ingin mengakui hal tersebut—lebih cantik darinya.

“Eunhyukkie!” sahut Heechul saat ia mendapati seseorang masuk kedalam ruangannya. Orang tersebut tengah memegangi kepalanya. Kedua matanya hampir menutup seolah sedang menahan sakit.

Mian, Hyung. Aku agak kurang sehat hari ini,” ucap Eunhyuk, memberi penjelasan.

Gwenchanayo?” tanya Heechul sambil menuntun Eunhyuk untuk duduk diatas sofa. Eunhyuk hanya menggumam lemah sebagai pengganti jawaban ‘ya’. Eunhyuk juga sempat menyadari keberadaan Ikha yang tengah menatapnya cemas lewat sudut matanya.

“Kenalkan, dia Cho Ikha-sshi,” ucap Heechul ditengah kegiatannya mengecek suhu tubuh Eunhyuk.

“Aku sudah bertemu dengannya tempo hari,” jawab Eunhyuk seadanya.

“Dokter Kim,” sahut Ikha pada akhirnya. “Apa benar kalau di rumah sakit ini ada namja yang mirip sekali dengan Eunhyuk-sshi?” tanya Ikha dengan nada yang sedikit tersendat-sendat. Matanya terus saja memperhatikan Eunhyuk yang tengah menyandarkan tubuhnya pada sofa sambil terus memijit keningnya.

Ne. Wae irae? Kudengar, kau pernah bertemu dengannya,”

Yeah. Tadi aku juga tak sengaja bertemu dengannya,”

Heechul kembali terdiam. Ia menatap Ikha dengan dalam dan tajam. “Kapan?” tanyanya.

“Saat aku akan ke ruanganmu—lebih tepatnya lima belas menit yang lalu,” balas Ikha, memberi keterangan.

Mendengar penjelasan Ikha, Heechul segera mendekati meja kerjanya. Tangannya dengan cepat meraih gagang telefon untuk menelfon beberapa dokter. Tak lama, orang yang diharapkannya datang lalu memeriksa kondisi Eunhyuk sekarang. Heechul kemudian membawa Ikha keluar. Membiarkan Eunhyuk didalam ruangan untuk diperiksa.

“Ikha-sshi, seberapa sering kau bertemu dengan orang yang mirip dengan Eunhyuk tersebut?” tanya Heechul mencari tahu.

“Aku baru bertemu dengannya dua kali. Dan aku sangat tidak suka dengan sikapnya yang angkuh itu,” terangnya.

“Siapa namanya?”

“Lee Hyuk Jae,”

Lagi-lagi Heechul mengerutkan alis. “Kau yakin dia tidak menyebut dirinya dengan nama ‘Tyrone’?” selidiknya.

Ani,” jawab Ikha seadanya. Ia kembali memperhatikan Eunhyuk yang tengah diperiksa dokter. Namja itu…. ia memang memakai kacamata, tapi jika memang ini hanya sekedar kebetulan belaka, kenapa ia bisa memakai outfit yang sama dengan Lee Hyuk Jae? Sweeter hitam, jeans skinny, serta sneaker Adidas.

“Pertanyaanmu sangat mirip dengan apa yang Kyuhyun Oppa tanyakan padaku, Dok. Apa ada sesuatu mengenai Lee Hyuk Jae?” tanya Ikha, ia benar-benar tak mengerti dengan semuanya.

Eopseoyo. Hajiman, apa dia pernah memukulmu atau—“

“Kami selalu bertengkar setiap kali bertemu. Tapi dia tidak pernah menunjukkan amarah yang begitu mencolok padaku. Hanya sekedar membentak dan bergumam dengan ucapan-ucapan angkuhnya,” ucap Ikha memotong pembicaraan Heechul.

“Aku akan pergi sebentar. Anggap saja tempat ini sebagai rumahmu, Ikha-sshi. Dan ingat, pekerjaanmu hanya menjadi teman Eunhyuk. Itu saja. Arasseo?” titah Heechul. Setelah ia menepuk bahu Ikha sejenak, ia segera melesat pergi ke suatu arah yang tak diketahuinya.

Ikha kembali memperhatikan Eunhyuk melalui pintu kaca ruangan Heechul yang menghalanginya. Matanya menyipit ketika mengingat kembali wajah Lee Hyuk Jae.

“Kenapa kalian begitu mirip?” gumamnya pada diri sendiri.

***

Dokter yang memeriksa Eunhyuk keluar dari ruangan setelah menyuntikkan sesuatu pada lengan Eunhyuk. Namja itu kini terlihat lemah di tempatnya. Karena penasaran, Ikha memberanikan diri untuk masuk dan menyapa Eunhyuk.

“Apa aku boleh masuk?” pintanya setelah membuka pintu ruangan.

Eunhyuk melirik sekilas dan kembali menutup matanya saat mendapati Ikha-lah yang bersuara. “Tentu,” jawabnya singkat.

“Kau baik-baik saja?” tanya Ikha seraya duduk disamping Eunhyuk.

“Hanya sedikit pusing,” lagi-lagi Eunhyuk menjawab seperlunya saja. “Kenapa Agasshi ada disini?” sambungnya sambil membenahi posisi duduknya.

“Jangan menyebutku ‘Agasshi’, Eunhyuk-sshi. Itu… terdengar sangat formal. Cukup ‘Ikha’ saja,” ucap Ikha membenarkan.

“Dan kau juga tak perlu memanggilku dengan embel-embel –sshi. Telingaku agak sensitif,”

Ikha tersenyum simpul mendengar penjelasan Eunhyuk. Membuat Eunhyuk—yang memperhatikannya—ikut tersenyum. “Baiklah… Oppa?” ujarnya.

Eunhyuk sedikit memajukan bibirnya yang tipis tersebut sambil mengelus dagunya. “Terdengar lebih baik,” ucapnya.

“Ngomong-ngomong, kau belum menjawab pertanyaanku,” ucap Eunhyuk kemudian meminum segelas air putih yang disediakan dokter tadi untuknya.

“Oh. Aku butuh tempat yang tenang untuk mengerjakan laporan kuliahku. Dan Kyuhyun Oppa sepertinya tak keberatan,” jawabnya, berbohong.

“Kau salah tempat, Ikha-ya. Ini tempat orang-orang yang berbahaya. Apa kau tidak takut?” selidik Eunhyuk. Ia kembali menatap Ikha yang hanya berjarak kurang dari satu meter darinya. Hidungnya menangkap wangi parfume yang dipakai Ikha. Sangat lembut dan feminine.

“Sejauh mataku memandang, aku tak melihat orang yang benar-benar berbahaya disini. Lagipula gedung ini sangat sepi dan hening. Seolah tidak berpenghuni,”

“Itu karena kau belum pernah pergi ke lantai empat dan lantai lima,” jelas Eunhyuk. Ia melihat alis Ikha yang mengerut seolah meminta jawaban lebih. “Disana adalah tempat semua orang yang melakukan terapi penyembuhan dan orang yang direhabilitasi,” imbuhnya.

“Tapi bukankah kau bilang bahwa kau merupakan salah satu pasien disini? Kenapa kau tidak direhabilitasi?” selidik Ikha.

Eunhyuk meregangkan otot leher dan kakinya sebelum menjawab pertanyaan Ikha. “Karena aku istimewa,” jawabnya penuh percaya diri.

“Apa kau lapar? Aku akan mentraktirmu makan. Itupun kalau kau tak keberatan,” ajak Eunhyuk ketika tubuhnya dirasa sudah membaik.

Sure. Aku sangat suka dengan kata ‘traktir’.” seloroh Ikha sambil memberi Eunhyuk cengiran kuda.

***

Um, massitta!” seru Ikha saat ia  menelan sesendok Toast yang dipesannya.

Jinjjayo?” tanya Eunhyuk sambil memperhatikan ekspresi Ikha. Yeoja itu mengangguk beberapa kali seraya terus mengunyah toast yang ada di mulutnya.

“Kau tidak memakan makananmu?” tanya Ikha saat melihat makanan yang Eunhyuk pesan belum tersentuh sedikitpun.

“Aku bosan dengan menu makanan disini,” ungkapnya.

“Kalau begitu aku akan mengajakmu makan di cafe favoritku suatu hari nanti,” tawar Ikha kemudian memasukkan kembali sesendok toast ke mulutnya.

Eunhyuk tersenyum simpul. Garpu yang ada di tangan kanannya ia tusuk-tusuk dengan asal pada daging ayam yang ada di atas piringnya. “Kurasa itu tidak mungkin. Selamanya aku tidak akan pernah bisa keluar dari dinding itu,” gumamnya. Pandangannya yang semula ia fokuskan pada makanannya kini ia arahkan ke luar luar jendela. Ia menatap dinding pembatas gedung dengan dunia luar tersebut dengan nanar.

Mianhae,” ucap Ikha, merasa menyesal karena telah membahas hal yang tak perlu diungkitnya.

“Tak apa. Tak usah merasa bersalah, Ikha-ya,” ujar Eunhyuk lalu memberinya sebuah senyum.

“Aku hanya sedikit… heran. Sungguh, kau terlihat sangat normal, Oppa. Tapi kenapa kau bisa di karantina disini?” Kembali Ikha bertanya pada Eunhyuk.

Lagi, namja itu tersenyum simpul. Sekilas ia menatap Ikha yang tengah menatapnya. Namun segera ia alihkan pandangannya ke arah lain. “Kau belum melihat sisi lain dariku. Jadi wajar saja jika kau mengambil kesimpulan sementara,” jelasnya singkat.

“Tapi kau tidak terlihat menyeramkan, Oppa.”

Eunhyuk tertawa ringan. Dengan malas, ia memasukkan sepotong daging yang ia iris ke dalam mulutnya.

“Apa kau tahu? Setelah sekian lama aku tinggal disini, baru kali ini aku bisa berbicara dengan sangat normal pada seorang yeoja,” kata Eunhyuk, mengalihkan pembicaraan.

Jeongmal?” tanya Ikha, sedikit antusias.

Eum. Dan rasanya menyenangkan,” imbuh Eunhyuk, membuat Ikha tersipu malu dibuatnya.

“Apa sebelumnya Oppa pernah jatuh cinta?” selidik Ikha.

“Tidak. Bahkan aku tak tahu seperti apa rasanya jatuh cinta. Sudah kukatakan bahwa kau adalah yeoja pertama yang bisa kuajak bicara. Lagipula aku tak pernah peduli dengan perasaan itu. Hidupku terlalu rumit dan semua orang seolah menghindariku.” Jelas Eunhyuk.

Ikha memperhatikan namja berkacamata di hadapannya dengan seksama. Raut wajahnya berubah drastis setelah ia mengucapkan kalimatnya barusan. Yeoja itu kemudian meraih tangan Eunhyuk yang ada di atas meja, menggenggamnya dengan cukup erat hingga mampu membuat namja itu terpaku sejenak.

“Jangan berfikir seperti itu, Oppa. Aku tidak menghindarimu,” gumam Ikha, mencoba menghibur dirinya.

Eunhyuk menatap tangan Ikha yang halus tersebut saat bagian tubuhnya itu menyentuh tangannya. Kulitnya serasa memanas. Bukan karena ia tidak suka dengan perlakuan Ikha, hanya saja… rasanya sangat lain ketika dokter-dokter di rumah sakit menggenggam tangannya. Seolah yeoja yang di hadapannya ini menyalurkan kehangatan yang selama ini tak ditemukannya.

“Kalau boleh tahu, apakah keluargamu sering berkunjung kesini?” tanya Ikha setelah ia melepaskan genggamannya.

Sontak Eunhyuk terdiam. Telinganya tiba-tiba berdengung saat Ikha mengucapkan satu kata yang menurutnya tak pantas untuk disebut. Tangan Eunhyuk kini memegang dada seraya mencengkeram sweeter hitam yang dipakainya. Tatapannya kosong dan membuatnya terlihat seperti orang yang terkena sinar pembeku Mermaid-Man dan Barnacle Boy.

“Oppa, gwenchanayo?” tanya Ikha, membuat Eunhyuk mengerjapkan kedua matanya dan kembali tersadar dari lamunannya.

N-n-ne,” jawabnya dengan sedikit terbata-bata.

“Baiklah. Aku tidak akan sembarangan bicara lagi,” janji Ikha kemudian mengusap pelan punggung tangan Eunhyuk. Namja itu menatap Ikha dengan was-was. Keringat dingin mulai mengalir indah di pelipisnya. Dalam hati Eunhyuk sangat bersyukur pada Tuhan, yeoja berambut sebahu tersebut tidak menyadari penyakitnya. Yeah, setidaknya tidak kali ini.

***

Eunhyuk tengah menulis sesuatu pada salah satu lembar file-nya. Sesekali ia memandangi pemandangan di sekelilingnya yang sangat ia hafal. Ia mendesah dengan berat. Meskipun suasana di taman gedung rumah sakit ini sangat indah dan—setidaknya—dapat mengurangi tekanan-tekanan yang timbul di fikirannya, ia tetap saja merasa jenuh dan bosan. Tata letak taman ini tidak berubah semenjak ia tinggal di  rumah sakit ini lima tahun yang lalu. Sungguh memuakkan!

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya seseorang dari balik punggung Eunhyuk. Namja itu memutar kepalanya dan mendapati Kyuhyun tengah berdiri sambil memegang dua botol soft drink.

“Hanya menenangkan diri,” jawab Eunhyuk seadanya.

Kyuhyun mendekati Eunhyuk, memposisikan dirinya duduk disamping namja tersebut dan menyodorkan salah satu botol minuman padanya. “Tadi aku tak sengaja melihatmu dengan Ikha. Sepertinya kalian terlihat sangat akrab,” celetuknya, membuka pembicaraan.

“Aku tahu kau khawatir, Kyu. Maksudku, Dokter Kyu.” Ralat Eunhyuk. Well, wajar saja Eunhyuk hanya menyebut namanya saja, Kyuhyun lebih muda dua tahun darinya.

Kyuhyun meneguk minumannya dengan cepat sambil memperhatikan burung-burung pipit yang tengah bersiul ringan di dekat kolam utama. Ia sama sekali tak menjawab pertanyaan Eunhyuk karena dia tahu, namja itu sudah mengetahui jawaban yang sebenarnya.

“Tenang saja. Aku tidak akan mencelakainya,” ucap Eunhyuk. File-nya ia letakkan disamping tempat duduknya kemudian meneguk minuman pemberian Kyuhyun.

“Kuharap kau dapat memegang semua kata-katamu,” gumam Kyuhyun. Matanya masih saja menatap sesuatu di depannya tanpa sedikitpun melirik pada Eunhyuk.

“Aku juga berharap seperti itu,” balas Eunhyuk tak kalah berbisik.

Kyuhyun tersenyum simpul seraya menepuk pundak Eunhyuk layaknya seorang sahabat. “Aku percaya padamu,” katanya.

“Adikmu sangat baik. Tidak seperti kakaknya,” ejek Eunhyuk dan berhasil membuat Kyuhyun memukul dadanya agak keras.

“Kau tidak memberitahunya mengenai penyakitku?” tanya Eunhyuk, penasaran.

“Tidak,” Hanya itu jawaban Kyuhyun. Ia berusaha bersikap senormal mungkin meskipun dalam hati dirinya ingin sekali mengancam Eunhyuk untuk tidak menyentuh Ikha sedikitpun.

“Kenapa kau membiarkannya dekat denganku? Kau tidak takut?”

Pertanyaan Eunhyuk yang sedikit tiba-tiba tersebut membuat Kyuhyun hampir saja tersedak. Sekilas ia memandang Eunhyuk yang terlihat tengah menunduk kemudian kembali memperhatikan burung-burung pipit yang beterbangan.

“Yang jelas jika terjadi sesuatu pada adikku, aku tidak akan melepasmu,”

***

Ikha berjalan dengan beberapa berkas yang Heechul minta tertumpuk di tangannya. Atasannya itu meminta dirinya untuk menyimpan berkas tersebut di ruangannya. Ketika ia akan berbelok, matanya menangkap sesuatu yang lain.

Yeoja itu menghentikan langkahnya sejenak untuk memastikan sesuatu. Matanya ia sipitkan dan alisnya mengkerut. Ia melihat seseorang tengah duduk pada bangku panjang yang terletak tak jauh dari lift sambil menundukkan wajah dan mendekap tubuhnya dengan kedua tangan.

Oppa?” tanya Ikha memberanikan diri.

Orang tersebut mengangkat wajah ketika telinganya menangkap sebuah suara yang dikenalnya. Ikha begitu lega ketika tahu bahwa namja tersebut adalah Eunhyuk, bukan Lee Hyuk Jae yang selalu membuatnya jengah.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Ikha untuk kedua kalinya.

Eunhyuk tak menjawab pertanyaan Ikha. Wajahnya tampak pucat dan ia terlihat tak begitu baik. Eunhyuk lebih memilih menatap Ikha tanpa suara. Kedua tangannya meremas sweeter yang dipakainya dengan erat.

Gwenchanayo? (Kau baik-baik saja?)” Ikha memastikan keadaan Eunhyuk dengan meletakkan punggung tangannya di kening Eunhyuk yang cukup lebar tersebut. Namja tersebut tetap saja diam saat Ikha mengecek suhu tubuhnya.

“Aku akan terapi sebentar lagi,” ucap Eunhyuk pada akhirnya. Suaranya sedikit bergetar dan terputus-putus.

“Bukankah itu sangat bagus?” ujar Ikha sambil mengusap punggung Eunhyuk.

“Aku benci terapi, Kha-ya.” elaknya.

“Tapi terapi bisa menyembuhkan penyakitmu, Oppa. Perlu kutemani?”

“Tidak! Aku tidak ingin kau melihatku,” tolak Eunhyuk dengan cepat.

“Kalau begitu cepatlah. Mungkin Dokter Kim sudah menunggumu,” titah Ikha.

Ia kembali mengusap punggung Eunhyuk dengan perlahan, membuat namja itu sedikit bisa mengatur nafasnya. Eunhyuk terlihat lebih tenang sekarang, meskipun sesekali ia masih saja menelan ludah.

“Semua akan baik-baik saja, Oppa.” ujar Ikha, menghibur Eunhyuk.

Namja berkulit putih mulus tersebut tersenyum simpul. Sejenak ia memejamkan mata untuk meyakinkan dirinya bahwa ia akan baik-baik saja.

“Baiklah. Aku akan ke lantai lima untuk terapi,” ucap Eunhyuk pada akhirnya.

***

Kyuhyun tertawa sekencang-kencangnya ketika Ikha menceritakan sesuatu yang menurutnya begitu lucu dan konyol. Sedangkan Ikha hanya tertawa ringan di tengah kegiatannya mengerjakan laporan yang sempat tertunda.

“Apa namja yang bernama Minho itu tidak menolong Yuri?” tanya Kyuhyun, ingin mengetahui kelanjutan cerita Ikha mengenai seniornya itu yang tergila-gila dengan hoobae-nya di kampus.

“Tidak ada. Semua orang malah menertawai Yuri Eonnie. Lagipula salahnya sendiri terlalu dekat dengan lapangan bola. Sudah jelas Minho dan Siwon Oppa sedang berlatih. Well, kurasa Yuri Eonnie harus segera memeriksa kepalanya ke rumah sakit. Benturan bola basket tersebut cukup keras hingga mampu membuat sunbae-ku terpental ke bangku belakang,” oceh Ikha diselingi tawa ringannya.

Ketika mereka masih asyik bercanda ria, tiba-tiba alarm yang tertempel di samping pintu ruangan Kyuhyun berbunyi nyaring. Kyuhyun dengan segera pergi ke meja kerjanya dan mengambil sesuatu yang ia butuhkan.

“Kau tetap disini. Jangan kemana-mana,” titah Kyuhyun kemudian ia bergegas pergi ke tempat tujuannya.

Belum sempat Ikha meminta penjelasan darinya, Kyuhyun sudah pergi lebih dulu ke suatu tempat yang tak dimengertinya. Yeoja itu hanya menggedikkan bahu dan mencibir. Yeah, apa pedulinya? Mungkin saja Kyuhyun harus membantu dokter lain di lantai lima karena ada pasien yang mengamuk?

Lima menit pertama, Ikha merasa biasa saja dengan keheningan yang menyelimutinya. Namun lima menit berikutnya, ia memutuskan untuk keluar. Dan benar saja, di luar ruangan Kyuhyun sangat sepi. Sepiiiiii sekali hingga suara cicak-pun tak terdengar.

Ikha berjalan ke arah lift. Hening ini ternyata cukup mengerikan baginya. Jadi ia memutuskan untuk pergi ke lantai dasar. Setidaknya resepsionis masih ada di tempatnya bukan?

Ketika pintu lift terbuka, Ikha menemukan sosok Eunhyuk di dalamnya. Namja itu menunduk seolah sedang memperhatikan sesuatu pada kakinya. Tak lama kemudian Eunhyuk mengangkat kepalanya. Matanya menangkap kedua mata Ikha yang tertuju padanya.

Ikha mengerutkan kedua alis. Namja di hadapannya benar-benar terlihat kurang sehat. Matanya memerah, nafasnya-pun tak beraturan.

Oppa, apa yang kau lakukan?” tanya Ikha seraya melangkah maju mendekati Eunhyuk.

Sayang, sebelum niatnya itu terealisasikan, namja tersebut telah lebih dulu mencengkeram kerah baju Ikha dengan garang.

“DON’T BLOCK MA WAY, YOU JERK!!” pekik Eunhyuk seraya melayangkan tatapan laser-nya pada Ikha.

Ikha menelan ludah. Otaknya seolah berputar-putar mencari jawaban atas perubahan sikap Eunhyuk. Namun saat ia tak menemukan kacamata di matanya, dan namja yang tengah memakai kaus hitam tersebut tak memakai sweeter, ia kini mengambil sebuah kesimpulan. Namja ini ternyata bukan Eunhyuk.

Tapi Lee Hyuk Jae…

To be Continued…

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

64 thoughts on “MY NAME IS LEE HYUK JAE “Chapter 02””

  1. Eooonnnn…..kok diimajinasi aku eunhyuk n hyuk jae masih unyu2 garang gimana gitu hehhe >>comment yg ga bermutu-_-
    Oh ya eon,gimana caranya eunhyuk berubah jadi hyuk jae dan sebaliknya dalam waktu cuma 15 menit??
    Mending aku lanjut aja ah…

  2. ok….
    saatnya komen….
    pdahal aq udh lma loch eonn mnta pw d fb,pdahal bru bca skarang….
    hahahaha……#emng dsarnya hbi mnta pw
    kyu syang bnget am ikha,smpe nglarang mti-mtian…
    leeteuk mti ??? what’s happen ???
    enhyuk sm hyukjae same right ???
    kyaknya eunhyuk ska sm ikha y??
    wkwkwkwk….

    eonnie fighting (◦ˆ⌣ˆ◦)

  3. ka thankyou pw nyaaa
    suka sama plotnya.. aku rasa ff yg ceritanya tentang 2 kepribadian baru ini aku baca. Bagus deh pokoknya.. Alurnya ga kecepetan dan rapi bahasanya

    1. sejujurnya aku pun rada geli baca tulisan ini cika. hahaha~ belum pandai menuturkan kata dan masih acak2an. But makasih atas komen kamu. So appreciate dibandingin sama si “pengunjung” aja 😘

  4. yeeeeeyyy akhirnya bisa baca ff ini jga.. aq krain nggx bakalan d ksih pw nya.. makasuh y kak.. hehehe.. aq bca dlu ff nya nti aq komen lgi..

  5. aq msih pnsarn bangt ma ff ini.. kyu gitu” kawatir jg y ma adeny… ikha nggx bakalan d ap”in kan ma hyuk???

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s