IT’S TOO LATE, KEY (i)

“Aku ingin menikah,” ucap Ikha dengan setengah bergumam pada namja di hadapannya. Namja tersebut—yang notabene sedang menyeruput strawberry juice-nya—langsung tersedak tepat setelah Ikha menyelesaikan kalimatnya. Untung juice yang ada didalam mulutnya tidak menyembur ke wajah Ikha.

“Apa? Menikah? Get married?” tanya si namja. Oh, tidak. Lebih tepatnya berteriak ke arah yeoja berambut sebahu tersebut.

It's Too Late

“Eum… kita sudah berpacaran cukup lama. Dan dua tahun sudah cukup bagi kita untuk saling mengenal satu sama lain lebih dalam, bukan?”ucap Ikha sedikit berkilah.

Namja berambut blonde tersebut mendengus pelan sambil memutar bola matanya. “Are you kidding?” tanyanya setengah berdesis.

Ikha meletakkan cup yang dipegangnya ke atas meja lalu melipat kedua tangannya. “Baiklah. Lupakan,” ucapnya dengan gamblang.

Namja itu tersenyum tipis. “Sebenarnya, apa yang membuatmu menginginkanku untuk menikahimu? Apa hanya karena usia kita?” Kembali si namja bertanya pada yeojachingu-nya.

“Tidak. Tentu saja tidak,” elak Ikha.

And then?

“Aku—“ Ikha menelan air liur sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya. “—hanya ingin menikah,” tambahnya.

Namja itu kembali tersenyum sambil menyeruput juice-nya. Tangannya yang bebas kini membelai halus permukaan wajah Ikha. “Kau mencintaiku?” tanya si namja kemudian dijawab dengan sebuah anggukan kecil dari Ikha.

“Kau percaya padaku?” tanya si namja lagi dan Ikha-pun mengangguk.

“Kalau begitu kita nikmati saja dulu kebersamaan kita. Banyak hal-hal yang tidak bisa kau lakukan ketika kau sudah menikah,” terang si namja mencoba meyakinkan.

Ikha menarik nafas lalu menghembuskannya dengan pelan. “Algetta…” gumamnya kecewa.

Namja berambut blonde itu—yang duduk di depan Ikha—kini mengubah posisi duduknya disamping Ikha. Jemarinya-pun telah sepenuhnya melekat di pipi yeoja tersebut. “I’m here. Iwon’t go anywhere,” ucap si namja berbisik ditelinga Ikha, membuat bulu kuduknya menegang saat udara hangat dari mulut namja-nya menerpa kulit tubuhnya.

“Aku hanya merasa kalau kau tidak serius dengan hubungan kita, Key,” tukas Ikha, masih memelankan suaranya.

Key—namja berambut blonde—hanya tersenyum simpul. “Kau berfikir terlalu jauh, Honey. Or, should i call you ‘naui noona’?” godanya sambil mengerling nakal pada Ikha. Sedetik kemudian, Key mendaratkan bibir tipisnya pada bibir yeoja yang umurnya lebih tua dua tahun darinya. Mengecupnya perlahan dengan maksud meyakinkan Ikha bahwa ia akan selalu ada untuknya.

Ikha membeku, tidak merespon ataupun menolak kecupan Key. Hanya saja ia sedang kalut. Key, bagaimanapun juga usianya lebih muda darinya. Masih kekanak-kanakkan dan agak labil layaknya anak muda lain. Well, ia juga bingung kenapa mereka bisa bertahan sejauh ini. Meskipun di satu sisi yeoja itu menganggap bahwa Key tak pernah serius dan hanya sekedar ‘bermain-main’ saja.

Tak lama, Key-pun semakin mengeratkan bibirnya, membuat Ikha sedikit terkesiap. Ugh, kalau saja yeoja itu tidak mencintai Key, ia sudah meninggalkan namja itu dari dulu. Sayang, siapa yang bisa menolak Kim Key Bum? Namja yang sempurna di mata para yeoja? Hanya yeoja bodoh dan tolol saja yang melakukannya….

***

“Sudah kau tanyakan pada kekasihmu itu?” tanya Nyonya Cho di sela kegiatannya mencuci piring.

Eum,” jawab Ikha seadanya.

“Lalu?”

Kedua tangan Ikha yang sibuk menata buah-buahan ke dalam kulkas kini melemah. Ia mendesah pelan dan kembali menerawang. “Yah, seperti itulah,” balasnya, malas.

“Kalau kau memang ingin menikah, Eomma akan mempertemukanmu dengan anak pertama dari Keluarga Lee besok sore. Eotthe?” ucap Nyonya Cho sedikit bernegosiasi.

“Aku bukannya ingin menikah, Mom. Haanya saja Key itu sepertinya hanya menganggapku mainannya saja. Lagipula hal ini—mempertemukanku dengan anak dari Keluarga Lee—terlalu cepat,” elak Ikha, mendesis.

It’s ok. Kau hanya perlu bertemu dengannya. Untuk selanjutnya, Eomma tidak akan memaksa. Lagipula apa yang kau harapkan dari Key? Namja itu masih labil dan sepertinya kau juga sudah lelah berhubungan dengannya. Sebagai orang tua, Eomma berhak melakukan apapun untuk kebaikan anaknya,” cecar Nyonya Cho panjang lebar.

Ikha mengeluarkan desahannya dengan berat. “Tapi aku mencintainya,Mom,”

“Hah, kata itu terdengar seperti sebuah omong kosong bagiku,” ejek Nyonya Cho sambil mencibir.

Fine. You win, Mrs. Cho!!” hardik Ikha seraya melempar buah apel ke arah Eomma-nya—meskipun lemparan itu meleset total.

***

Ikha mengetuk-ngetukkan jemarinya ke permukaan meja yang ada di hadapannya tak sabaran. Sesekali ia melirik jam tangan kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mata angin. Bahkan ia juga sempat bercermin pada gelas wine yang berdiri tegak di atas meja sambil membenarkan rambut yang dirasanya sedikit berantakan.

Well, ia melakukan semua hal itu bukan karena ia gugup untuk bertemu dengan si anak Keluarga Lee, tapi lebih tepatnya karena ia bosan menunggu namja yang sudah lima belas menit ini tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Dan kebiasaannya setiap kali bosan menunggu sesuatu—apapun itu—adalah dengan memainkan rambutnya.

“Kuharap yeoja manis di hadapanku ini adalah orang yang kucari saat ini,” ucap seseorang dari balik tubuh Ikha.

Sontak yeoja itupun memutar tubuhnya pelan untuk mengetahui siapa pemilik suara yang cukup indah di telinganya. Matanya memperhatikan sosok tersebut dari ujung kaki hingga ujung kepala. Dan ketika mata mereka bertemu, kedua alis Ikha mengkerut. Tatapannya pada sosok tersebut dipenuhi dengan tanda tanya yang sangat besar.

“Dan kuharap kalau namja dihadapanku ini bukanlah seorang penggoda wanitadan mencoba menarik perhatiannya dengan penampilannya yang rapi dan…. wangi?” balas Ikha setengah meledek.

Orang tersebut tersenyum ramah seraya memamerkan gummy-nya. Ia membungkuk beberapa derajat kemudian kembali memamerkan gummy-smile-nya.

Eunhyuk imnida,” sahut si namja sesopan mungkin.

“Cho Ikha,” ucap Ikha pada akhirnya. Ia mempersilahkan namja yang lebih tinggi darinya itu duduk di tempat yang telah disediakan. Awalnya, ia berniat untuk memaki Eunhyuk karena keterlambatannya. Namun karena namja itu sudah bersikap sopan dan ramah, ia memutuskan mengurungkan niat baiknya itu. Lagipula, namja  di hadapannya ini tidak buruk juga.

Mianhamnida, aku harus mengurusi beberapa hal jadi kedatanganku sedikit di luar perkiraan. Sebagai permintaan maaf, aku akan mentraktirmu hari ini,” kata Eunhyuk sambil merapihkan pakaiannya ketika bersandar pada kursi yang ia duduki.

“Hal pertama yang ingin kukatakan adalah… kenapa kau mau datang menemuiku?” tanya Ikha, mencoba mencari tahu.

Eunhyuk tersenyum simpul, membuat matanya sedikit menyipit. “Sekedar mencari tahu seperti apa yeoja yang ingin direkomendasikanEomma-ku,” jelasnya apa adanya.

And your conclusion?” tanya Ikha, memancing Eunhyuk. Ia memang tidak begitu berniat bertemu namja yang kata Eomma-nya lebih tua empat tahun darinya. Tapi setidaknya ia tidak ingin dipandang jelek oleh Eunhyuk. Terutama ketika pertemuan pertama mereka saat ini.

Eunhyuk memandang Ikha dari atas hingga bawah. Bibirnya mengerut seolah sedang berfikir keras. “Good choice,” ucapnya singkat, membuat Ikha menyunggingkan senyumnya. Dua kata yang disebutkan namja itulah yang memang sangat ia harapkan.

Selama hampir setengah jam mereka saling berbincang satu sama lain. Dan Ikha berani menarik kesimpulan sementara bahwa namja berkulit putih mulus itu sangat asik diajak bicara, membuatnya sangat nyaman dan cepat berbaur dengannya.

Ketika Ikha tengah tertawa mendengar lelucon yang diberikan Eunhyuk, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang membuat seluruh sarafnya bergerak aktif. Ia memicingkan matanya lebih lekat, takut-takut ia salah lihat. Namun ketika apa yang dilihatnya itu semakin dekat dengan jarak pernglihatannya, urat Ikha menegang dan membuat jantungnya bergemuruh.

Eunhyuk—yang melihat perubahan sikap Ikha—menatap yeoja itu keheranan. Bagaimana tidak? Yeoja yang sedari tadi bersikap normal malah diam terpaku sambil menatap sesuatu yang kosong didepannya. Karena penasaran, Eunhyuk mengikuti arah penglihatan Ikha. Kemudian ia menemukan seorang namja yang terlihat masih muda tengah tertawa ria sambil merangkul seorang yeoja melintasi cafe tempat dirinya dan Ikha menghabiskan waktu senja harinya.

Gwenchanayo?” tanya Eunhyuk dan berhasil membuat kesadaran Ikha kembali sepenuhnya ke dalam jiwa.

Sure,” jawabnya singkat kemudian meneguk minumannya dengan agak tergesa. Ia kembali mengamati kedua makhluk di luar cafe tersebut dengan cermat. Ia berharap bahwa saat ini penglihatannya benar-benar salah. Tapi ternyata tidak. Semua itu memang benar apa adanya.

***

Key sedari tadi hanya melirik tak jelas ke arah Ikha yang sedang menyibukkan dirinya dengan membaca novel terbaru Sandra Brown yang baru saja ia beli. Ia sempat mencolek bahu Ikha sesekali untuk mendapat perhatian yeojachingu-nya itu. Tapi Ikha hanya berdeham pelan tanpa sedikitpun menoleh padanya.

“Akhir-akhir ini kau selalu diam? Wae?” selidik Key sambil mencoba mendapat perhatian Ikha dengan cara memainkan rambut yeoja tersebut.

“Aku sedang membaca buku,” jawab Ikha tak peduli. Ia memposisikan tubuhnya berbaring diatas bangku panjang yang menjadi tempat duduknya. Kepalanya menekan paha Key yang tengan duduk disampingnya dengan maksud menyuruhnya untuk menggeser tempat duduk.

“Kau kenapa, Honey?” tanya Key kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Ikha yang tengah berbaring disampingnya hingga jarak antara keduanya hanya beberapa centimeter saja.

“Kau menghalangiku, Key. Aku tidak bisa membaca,” tukas Ikha kemudian menyingkirkan wajah Key menjauh darinya.

Something’s wrong with you,” ungkap Key sembari menatap Ikha penuh tanya.

I think you are,” kilah Ikha tak mau kalah.

Hey, kau ini kenapa?” tanya Key. Perubahan sikap Ikha beberapa hari ini benar-benar membuatnya jengah.

Ikha menutup novel yang tengah ia baca kemudian beranjak dari pembaringannya dan memposisikan dirinya duduk disamping namja berambut blonde tersebut. “Jawab pertanyaanku, Key,” titahnya.

Mwo?

“Apa kau mencintaiku?”

Key mendengus pelan sembari tersenyum penuh arti ketika mendengar kalimat yang dilontarkan Ikha. “Tentu saja. Pertanyaan bodoh macam apa itu?” tukasnya.

“Kalau begitu aku ingin kita menikah,”

“Aissh, jinjja! Kenapa akhir-akhir ini kau selalu mengajakku untuk menikah? Kita masih muda, Honey. Dan—“

“Aku bosan—“ ucap Ikha memotong kalimat Key. “—aku bosan menjadi mainanmu, Key,” imbuh Ikha setengah berdesis.

Key menyipitkan matanya dan memberenggut. “Apa maksud dari ucapanmu itu, huh?” kilahnya tak mengerti.

“Kau fikir atas dasar apa hubungan kita bisa bertahan selama ini? Cinta? Tidak! Aku tidak menemukan faktor itu didalam dirimu. Demi Tuhan, Key. Aku bosan. Kau tidak pernah serius dengan hubungan ini sedangkan semakin hari usiaku semakin tua. Aku ingin menikah dan tidak ingin bermain-main lagi,”

“Jadi selama ini kau fikir aku tidak mencintaimu?” ucap Key kembali membela diri.

“Ya,” tegas Ikha to-the-point.

Come on, Honey. Jangan bertingkah seperti ini lagi. Kurasa kau hanya sedang kesal pada seseorang dan menumpahkannya padaku. Kemarilah, sedikit ciuman akan membuatmu kembali tenang,” ujar Key lalu menarik tubuh Ikha mendekat padanya. Ketika Key berniat untuk mendaratkan bibirnya, dengan cepat Ikha menjauhkan wajah Key dengan kasar, membuat namja itu agak heran dibuatnya. Sebelumnya Ikha tidak pernah menolak setiap kali ia menciumnya, tapi kali ini lain.

“Jangan menyentuhku, Key. Kumohon,” desis Ikha seraya menatap Key tajam.

***

Sudah satu jam lebih Ikha memegang sekotak penuh benda-benda yang ingin dibuangnya. Sebenarnya ia tidak berniat melakukannya, namun ia sudah muak menghadapi sikap Key. Benda-benda pemberian Key serta foto-foto kebersamaan mereka ditumpuk kedalam kotak tersebut secara acak.

“Perlu kutemani?” ucap seseorang yang berhasil mengagetkan Ikha yang tengan melamun.

Yeoja itu menyipitkan matanya. “Mr. Lee? Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Ikha.

Sebelum menjawab pertanyaan Ikha, Eunhyuk memutuskan untuk duduk terlebih dahulu disampingnya. Meskipun belum diizinkan oleh Ikha, yeoja itu tidak protes ketika namja yang memiliki gummy-smile itu duduk dengan jarak yang cukup dekat dengannya. “Tidak terlalu sulit untuk mendapatkan izin dari Tuan dan Nyonya Cho,” jelasnya.

Eunhyuk memandangi kotak yang dipegang Ikha. “Jadi… dia ini kekasihmu?” tanya Eunhyuk seraya menunjuk salah satu foto dimana Ikha dan Key tengah berpelukan. Ikha menatap Eunhyuk keheranan.

“Nyonya Cho memberitahuku. SEMUANYA,” jawab Eunhyuk, seolah dapat membaca berbagai pertanyaan yang tergiang-ngiang di benak Ikha.

Ikha berdecak pelan. Dalam hati ia memaki-maki Eomma-nya yang terlalu ‘ember’ menceritakan kisah pribadinya pada namja yang baru ditemuinya sekali.

“Pantas saja kau tak menolak untuk bertemu denganku. Kau menghindarinya?” ucap Eunhyuk kembali bertanya.

“Berarti kau tidak tahu apa-apa, Mr. Lee,”kilah Ikha, berusaha untuk menghentikan ke-sok-tahu-an Eunhyuk.

“Aku tahu semuanya. Dan aku sangat mengagumi tindakanmu,” ujar Eunhyuk.

Ikha—yang semula hanya menatap kotak itu dengan datar—kini beralih menatap Eunhyuk. Namja itupun balas menatap Ikha lalu tersenyum simpul padanya. “Kau tidak salah mengajaknya menikah. Hanya saja kau masih mencintainya. Bagaimana bisa kau menikah denganku sementara kau masih mencintainya?” ucap Eunhyuk diakhiri dengan ejekan.

“Kau fikir aku akan menikahimu?” tukas Ikha kemudian melemparkan pandangan tak sukanya pada Eunhyuk. “Aku harus menutup mulut Eomma atau rahasiaku akan terbongkar ke ranah publik,” imbuhnya sambil meletakkan kotak tersebut di atas lantai.

“Berarti kau harus menutup mulutku juga atau aku akan menyebarkannya ke media massa,” Lagi-lagi Eunhyuk mengejek Ikha hingga yeoja itu hampir saja melemparkan kotak yang baru saja ia letakkan di lantai ke arah Eunhyuk.

“Kudengar mereka serius menjodohkan kita,” kata Eunhyuk mengalihkan pembicaraan.

“Oh,”

“Kau tidak kaget?”

Aniyo. Kau juga sama, ekspresimu biasa saja,”

“Itu karena aku sudah tahu. Dasar bodoh,”

Eunhyuk mengacak rambut Ikha dengan kasar. Membuat yeoja itu mengaduh pelan seraya membetulkan tata rambutnya.

“Kalau begitu ayo kita menikah. Kau tidak mempunyai kekasih atau semacamnya?” tanya Ikha tanpa berfikir panjang.

Eunhyuk mendengus sambil memutar bola matanya, tidak percaya bahwa yeoja itu akan membuat keputusan secepat itu. “Kau itu… terlalu mudah mengambil keputusan. Kau bahkan tidak mengenalku. Bagaimana kalau ternyata aku ini seorang pshyco?” hardik Eunhyuk kemudian memelototi Ikha.

“Wajahmu itu tidak menunjukkan kalau kau termasuk salah satualien bermuka jahat,” jelas Ikha, balas mengejek Eunhyuk.

“Bagaimana kalau aku tidak mau karena aku sudah mencintai yeoja lain?” kilah Eunhyuk.

“Itu masih ‘kalau’ ‘kan? Berarti masih ada harapan,” balas Ikha tak mau kalah.

“Aku tidak mau menikah denganmu,” serang Eunhyuk sembari tersenyum tak karuan.

Good. Kita bisa membatalkannya,” balas Ikha apa adanya.

Aiissh, kau ini—“

Wae?

“Tadi kau mengajakku menikah, tapi kau malah ingin kita membatalkannya. Tidak punya pendirian!” pekik Eunhyuk gemas.

“Kau tidak suka? Baiklah, kau bisa pulang Mr. Lee,” kata Ikha. Tangannya terbentang lebar mempersilahkan Eunhyuk untuk pergi menuju pintu keluar.

Eunhyuk hanya menggeleng sambil terus tertawa pelan. “Baiklah. Aku menyerah,” ucapnya seraya mengangkat kedua tangan.

“Mr. Lee,” sahut Ikha di tengah keheningan malam yang menyelimuti mereka berdua.

Ne,” balas Eunhyuk kemudian menatap Ikha yang sedang tertunduk lemah.

“Bantu aku keluar dari permasalahan ini,” kata Ikha dan balas menatap Eunhyuk dengan mata sayunya.

Eunhyuk tersenyum simpul, kepalanya ia anggukkan perlahan lalu mengusap puncak kepala Ikha dengan lembut.

“Tentu dengan senang hati,”

…bersambung….

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

63 thoughts on “IT’S TOO LATE, KEY (i)”

  1. Yah, kok diprotect lagi sih eon episode 2 nya 😐
    Aku penasaran sama kelanjutannyaaaaa~ Gimana Eunhyuk sama Ikha, gimana juga sama Key. Heih, kepo kepoooo~~~
    Minta passwordnya #plak hehehehe XP

    Kayanya aku bakal ngirim email ke eonni banyak2 nih biar dikasih password semua FF yang di protect kekekekekekek XD

  2. Yah, kok diprotect lagi sih eon episode 2 nya 😐
    Aku penasaran sama kelanjutannyaaaaa~ Gimana Eunhyuk sama Ikha, gimana juga sama Key. Heih, kepo kepoooo~~~
    Serahkan passwordnya! *nodong* #plak hehehehe XP

    Oh iya, aku reader baru disini eon. Kayanya aku bakal ngirim email ke eonni banyak2 nih biar dikasih password semua FF yang di protect kekekekekekek XD

  3. Waa~..
    cerita jodoh.2.an dengan bahasa yang ringan.. ^_^.)
    guess I’ll be addicted by this twoshoot..
    this Gummy Man has made me addicted for long time ago, actually..

    ah..
    annyeong, Author..
    I’m new reader..
    Ruphee3 imnida..
    you can call me ‘ru’.. ^_^.)

    you have lots of good stories..
    hope you don’t mind if I walk around your fascinated blog..
    Janji, saya bakal koment.. ^_^.)

      1. ehm, actually that Monkey oppa brought me here.. ^_^.)
        eh, your posters about him brought me here..
        and I’m reaaaally luuuucky to find a lot of amazing stories here.. ^_^.)

  4. Wah saya baru dapet wangsit untuk baca FF ini~

    And then ternyata saya makiiiiiiinnnn suka sama Key~

    Ih ngebayangin logatnya itu unyu’ banget yah~ wakakakaka~
    *siap-siap kabur sebelum dirajam Ikha

    Btw eonni, minta pw part 2 nya dong… please~~~ >.<

      1. Gak akan pernah khaa~ gue bakalan terus menerus ngerebut brondong lo.
        Muahahaha~ *ketawa evil kuenceng buanget*

        Dan you know what??? gue juga baru bangkit dari masa meditasi gue, dan dapet inspirasi yang super cemerlang buat nambah satu lagi FF yang cast nya Kai and satu FF dengan Cast Lee Taemin yang lucu dan menggemaskan >.<

        Tepuk tangan duooonnkkk… 😛

  5. Haaa .. Saya suka saya suka (\^o^/) !!
    Saya suka dengan karakter Eunhyuk di sini . Lebih dewasa, bijak & bikin melting eonn .. *sepertinya aku lebay :p*

    haha tapi eonn , aku baru tau loh kalo Key umurnya di bawah Ikha , di bawah umur ya ternyata .. 😀
    pantesan lah Ikha minta cepet kawin , terlalu nggantungin juga sih si Key ..

    Sesuai permintaan eonn , aku siaapp untuk komen di setiap cerita. & kali ini pendapatku walaupun twoshoot tapi tetep ciri khas eonn yng bisa bikin aku berdecak kagum *apa aku terlalu lebay lagi? :p :D*

  6. Unnie-ya
    masih inget aku ?? ah psti sdah lupa maklum sdh lma aku gak prnh bca ff lgi u.u

    Eonnie drmu pndah blog ya ?? aku kunjungi blog mu yg lma tpi hasilnya “nit found”

    knpa pindah blog eon ?? jadi nya kan aku harus ubek-ubek (?) mbah google dlu biar tau blog baru eon -_-
    Dan dengan susah payah *lebay* akhirnya ketemu juga yeaaayy *loncat bareng hyuk*

    Ahh pkoknya aku kangen ff eon dan Hyukjaeee (?) ><

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s