ACCIDENT (Chapter 03)

 

“Aku bisa menjelaskannya, Hyung,” sahut Key sambil terus saja mensejajarkan langkahnya dengan Manager Choi.

Choi Jin menghentikan langkahnya sejenak kemudian memutar matanya, menatap Key dengan tajam. “Apa benar yang dikatakan yeoja tadi?” tanyanya memastikan.

Igeo… semuanya bukan karena sebuah kesengajaan, Hyung. Aku—“

ACCIDENT

“Bagaimana bisa semua itu terjadi?” Kembali Choi Jin memotong pembicaraan Key.

“Aku sudah bilang kalau aku juga tidak tahu, Hyung!” ucap Key tetap kukuh pada pendiriannya.

“Jangan mengelak, Key! Kau harusnya tahu siapa dirimu! Kau itu Key, Almighty Key! Si member SHINEE!!” tukas Manager Choi. Kentara sekali bahwa ia sedang dilanda amarah. Hanya saja ia mencoba untuk tidak meledakkannya saat ini. Tidak di tempat umum lebih tepatnya—karena mereka sekarang masih di ruang istirahat Daegu Stadium untuk shootingIdolChampionship.

“Iya, aku tahu, Hyung! Hanya saja aku tidak tahu! Aku benar-benar tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi!” elak Key, membela diri.

FINE! Anggap saja kau tidak tahu dan tidak mengerti! Lalu kenapa yeoja itu bisa menjebakmu?” tanya Choi Jin kembali menyerangnya.

“Entahlah. Aku benar-benar tidak bisa memastikannya,” terang Key.

Choi Jin mengeluarkan desahannya dengan berat. “Kau… bersiap-siaplah. Tiga jam lagi kita harus pemotretan untuk jacketshootPV Jepang kita,” ucap namja paruh baya itu kemudian kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

“Kau tidak akan dengan mudah melepaskanku ‘kan, Hyung?” tanya Key setengah bergumam.

Choi Jin lagi-lagi menghentikan langkahnya. Tapi kali ini ia tidak berbalik menghadap Key. Posisinya masih tetap seperti itu. “Biar aku yang mengurus semuanya. Kau fokus saja dengan semua jadwalmu. Dan jangan sampai kabar ini terdengar oleh Soo Man Sunbaenim. Atau nanti kau akan didepak dari SHINee,” jelasnya dengan nada yang pelan namun tegas.

***

“Kenapa akhir-akhir ini kau selalu diam, Cho? Somethin’ happens to you?” selidik Taerin sambil sesekali melirik Ikha yang masih fokus pada laporannya.

Yeah,” jawab Ikha seadanya. Matanya masih terfokus pada layar notebook Sapphire Blue miliknya.

Tell me. Maybe i can help you,” ucap yeoja si penggemar Kim Hyun Joong dan Kim Heechul tersebut, memberikan sebuah tawaran.

“Aku akan cerita. Tapi nanti, jika semuanya sudah kembali normal,” jelas Ikha sambil terus saja menari-narikan jemarinya diatas keyboard.

“Kau juga terlihat tidak begitu fit. Apa kau sakit?” Kembali Taerin melayangkan pertanyaan pada yeoja berambut sebahu tersebut.

Ani. Aku baik-baik saja, Taerin-ah. Jangan banyak bertanya padaku. Kau seperti seorang Ahjumma saja,”

Ikha meraih ponsel yang ada didalam saku sweeter-nya saat ia mendengar bunyi ‘beep’ pelan. Jarinya bergerak cepat membuka pesan yang masuk dan membacanya sekilas pandang.

“Taerin-ah, aku pulang dulu. Eomma mengirimku pesan untuk segera pulang,” ucapnya kemudian membereskan benda-benda serta tek tek bengek lainnya yang berserakan diatas meja.

“Apa ada masalah? Tidak biasanya Eomonim menyuruhmu pulang lebih awal,” oceh Taerin sembari memasukkan permen karet yang dibelinya ke dalam mulut.

Nan mollayo. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Aku pergi. Bye,”

***

Ikha menghabiskan waktu ± 20 menit dalam perjalanan menuju rumahnya. Kalau saja ia tidak membawa notebook, buku-buku teori yang dipakai untuk laporannya dan juga beberapa berkas yang ia bawa, mungkin ia tidak akan kesulitan seperti sekarang ini. Dilepasnya sepatu serta kaus kaki yang ia pakai setelah sampai didepan rumah kemudian ia membuka pintu tersebut agak terburu-buru.

“EOMMA! Oh—

Ikha terpaku sejenak saat mendapati Tuan Cho tengah duduk manis di ruang tamu. “Appa? Tumben Appa sudah pulang? Apa ada sesuatu yang penting?” tanya Ikha pada Sang Appa yang tidak biasanya pulang lebih awal. Padahal sekarang masih menunjukkan pukul dua siang dan itu berarti bahwa Appa-nya masih harus bekerja.

Baik Eomma dan Appa-nya hanya terdiam. Namun sedetik kemudian Sang Eomma menatap Ikha dengan penuh kekhawatiran. Alisnya bertautan. Membuat kerutan di wajahnya semakin tampak.

Wae? Eomma, apa sesuatu telah terjadi?” tanya Ikha penasaran.

“DASAR ANAK TAK TAHU DIUNTUNG!”

Tiba-tiba Tuan Cho berteriak sambil melempar koran pagi ini yang tergeletak di atas meja ke sembarang tempat. Ikha—bahkan Eomma-nya—terlonjak saat Tuan Cho berteriak. Rasa takut mulai menjalar di seluruh tubuh Ikha. Nyonya Cho berusaha untuk menenangkan Tuan Cho, namun tidak berhasil. Justru Tuan Cho malah menyuruh Nyonya Cho untuk diam.

“KENAPA KAU BISA MELAKUKAN PERBUATAN SEHINA ITU, HAH?” teriak Tuan Cho histeris. Posisinya yang semula duduk kini berdiri tegap sambil menatap Ikha garang. Karena masih tidak mengerti dengan pembicaraan Appa-nya, Ikha memilih untuk diam. Jujur saja, Appa-nya terlihat sangat mengerikan ketika sedang marah.

“KATAKAN! SIAPA NAMJA YANG TELAH KAU TIDURI ITU!!” pekik Tuan Cho kembali berteriak ke arah Ikha.

“A—apa maksud Appa?” tanya Ikha meminta penjelasan lebih.

“JANGAN BERPURA-PURA BODOH, CHO IKHA!” bentak Tuan Cho untuk kesekian kalinya. Tubuh Ikha mengerut. Ia masih takut dengan suara Appa-nya yang menggema di seluruh ruangan. Lagipula sekarang ia tahu arah pembicaraan Appa-nya. Ya, ia sedang membicarakan perihal kejadian memalukannya dengan Key.

Appa, sudahlah. Dia ha—“

“JANGAN MEMBELANYA CHO AHRA! DIA HARUS KUBERI PELAJARAN!” Kini Tuan Cho malah berbalik membentak istrinya.

“Tidak, Appa. Lebih kita bicarakan ini baik-baik,” ucap Nyonya Cho menenangkan suaminya. Tuan Cho menurut, ia duduk kembali di atas sofa sambil mengatur nafasnya. Ia terlalu banyak berteriak sehingga butuh bernafas untuk mengontrol emosinya.

Ikha masih terpaku di tempat. Ia masih takut untuk mendekati Appa-nya yang mengerikan itu. Kemudian, kedua matanya menangkap sesuatu yang lain di atas meja. “Apa itu?” tanyanya, memberanikan diri.

“Seseorang datang ke rumah satu jam yang lalu. Ia mengaku bernama Choi Jin. Dia mengatakan… bahwa kau telah—“

Nyonya Cho menghentikan kalimatnya karena ia sendiri belum yakin dan tak berani untuk melanjutkannya. Ia menatap suaminya yang masih saja mengatur nafas. “Dia membawa sejumlah uang dan menyuruhmu untuk jangan mendekati namja itu,” imbuh Nyonya Cho, mencoba menerangkan selembut mungkin.

Ikha terhenyak. Bukan karena kedua orang-tuanya mengetahui perihal kehamilannya. Tapi lebih karena koper kecil yang ada di atas meja. Choi Jin? Bagaimana bisa ahjusshi itu mengetahui keberadaannya? Apa Key yang memberitahunya? Lalu apa ini? Uang? Dia memberinya sejumlah uang? Untuk apa? Untuk menyingkirkannya dan menjauhkannya dari Key?

“Tidak. Appa dan Eomma harus mendengarkanku. Bukan aku yang—“

“Aku tidak mau mendengar penjelasanmu!” potong Tuan Choi. Ia sama sekali tidak memberikan waktu sedikitpun bagi Ikha untuk menjelaskan.

“Tidak, Appa. semuanya tidak sesuai dengan apa yang kau fikirkan. aku—“

“Pergi,” Kembali Tuan Choi memotong perkataan Ikha. Nadanya memang lebih halus dari sebelumnya namun kentara sekali bahwa namja yang sudah berkepala empat itu amarahnya sedang memuncak.

Appa,”

“PERGI DARI RUMAH INI SEKARANG JUGA!!”

***

Key terlihat gelisah. Selama shooting Lucifer versi Jepang, ia tak begitu bersemangat. Sedari tadi ia terus saja memperhatikan ponselnya. Ia sudah mencoba menghubungi orang yang ingin dihubunginya, namun setiap kali itu pula nomor yang ditujunya tidak aktif.

Wae?” tanya Jonghyun saat mendapati gerak-gerik Key yang bisa dibilang sangat aneh.

Ani,” jawab namja berambut blonde itu asal.

Jonghyun menggaruk kepala bagian belakangnya meskipun tidak gatal sama sekali. Ia memperhatikan raut wajah Key sebelum ia melontarkan kalimatnya. “Apa benar yang dikatakan Choi Hyung?” tanya Jonghyun, sedikit berhati-hati.

“Mengenai?” tanya Key balik.

“Apa perlu aku menyebutnya lagi?”

Key mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik hingga membentuk sebuah smirk yang cukup mengerikan. “Semua hanya sebuah kecelakaan,” ungkap Key berkilah.

“Kapan?” tanya Jonghyun penuh rasa penasaran.

“Apa Hyung masih ingat ketika kita pergi ke Hongdae bulan lalu?” tanya Key mengingatkan. Tangannya masih saja memutar-mutar ponselnya. Ia terlalu malas untuk membahas masalah yang bisa dibilang cukup sensitif itu.

“Jadi… ketika kau tidak pulang ke dorm itu? Ketika kau menghilang, kau….”

“Aku juga tidak tahu persisnya Hyung. Tiba-tiba saja itu terjadi. Itu karena aku terlalu banyak minum,”

“Jadi secara tidak langsung kau menyalahkanku?” tukas Jonghyun setengah bercanda.

Aniya,Hyung. Aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Toh, semuanya sudah terjadi,”

Jonghyun memukul pundak Key pelan sambil tersenyum simpul. “Lalu, bagaimana dengan yeoja itu?” tanya Jonghyun lagi.

Key menggedikkan bahunya sekali dan mencibir, “Aku tidak tahu. Terakhir kali aku melihatnya sekitar dua hari yang lalu. Dan sampai sekarang aku tak mendengar kabarnya,” terangnya seadanya.

“Apa Choi Hyung melakukan sesuatu?” ucap Jonghyun seraya bertingkah seolah sedang berfikir.

“Pastinya. Tapi kita tidak tahu apa. Lagipula, Choi Hyung tidak pernah membahas masalah ini lagi setiap kali bertemu denganku. Sepertinya masalah ini hilang begitu saja,” jelas Key kemudian memandang sesuatu di luar jendela dengan tatapan yang kosong.

Ya, ia terlalu pusing untuk berfikir. Tapi saat mengingat perbincangannya dengan Cho Ikha beberapa hari yang lalu, dirinya malah semakin merasa bersalah. Ia akan membiarkan yeoja itu membesarkan anaknya—meskipun ia sendiri belum yakin kalau anak yang dikandung itu adalah anaknya—sendirian? Tidak, ia tidak akan sejahat itu. Lagipula ia tahu bagaimana rasanya menanggung semua beban itu. Pasti akan terasa berat baginya.

Key mengusap wajahnya dengan kasar. Ia bingung harus berbuat apa.Lebih baik biarkan saja semuanya mengalir begitu saja.

Ya, benar. Mengalir begitu saja…

***

Ikha mengeratkan sweeter floral pink-nya saat hawa dingin dari Air Conditioner di hadapannya berhembus menusuk kulitnya. Setahunya bulan ini masih musim panas, tapi kenapa ia merasa kedinginan? Apa karena suhu dari AC di ruangan ini terlalu tinggi?

“Ada perihal apa yang membuatmu datang menemuiku?” tanya seseorang dari balik pintu. Si pemilik suara kemudian mulai menampakkan diri. Kentara sekali bahwa ia sedikit tergesa-gesa.

“Aku tahu kau sibuk jadi aku tidak akan menyita waktumu terlalu banyak, Ahjusshi,” ucap Ikha setenang mungkin.

Choi Jin—si pemilik suara—tersenyum simpul, meremehkan. Ia melihat sesuatu di tangan Ikha yang menarik perhatiannya. “Apa uang yangg kuberikan masih kurang, Cho Agasshi?” tanya Choi Jin sembari memperhatikan koper kecil yang dipegang Ikha dengan erat.

“Kalau kau fikir bisa membeliku dengan uang sebanyak ini, jawabannya adalah ‘tidak’. Tanpa kau suruh-pun aku akan menjauh dari kehidupan Key dengan sendirinya,” ujar Ikha kemudian meletakkan koper tersebut di hadapan Choi Jin.

“Jadi.. kau menolak pemberianku ini?” tanya namja paruh baya tersebut kemudian mendengus pelan.

Ne. Dan jangan khawatirkan aku, Ahjusshi. Aku bisa menjaga rahasia ini dengan baik,” jelas Ikha meyakinkan namja yang berperawakan agak gemuk tersebut.

“Bagaimana mungkin aku bisa percaya semudah itu?”

Ikha memutar bola matanya kemudian tersenyum sinis pada namja yang lebih tua tiga belas tahun darinya. “Aku bukan tipe orang yang suka mengumbar rahasia. Jika memang suatu hari nanti rahasia ini tersebar, kau bisa menuntutku,” terangnya.

Choi Jin lagi-lagi tersenyum. Ia memandang Ikha dengan tatapan anehnya. “Kau lebih dewasa dari yang kukira,” tukasnya dengan nada yang masih meremehkan.

“Jangan melihat orang dari penampilan luarnya saja, Tuan Choi,” jelas Ikha sesopan mungkin.

Yeoja itu membungkuk pada Choi Jin sebelum benar-benar pergi meninggalkan lobby SMent yang menjadi tempat pertemuan mereka.

***

Semua member SHINee tertawa bersama sambil berjalan menuju lapangan parkir Sment setelah menghabiskan waktu ± 3 jam untuk shooting PV sesi pertama. Sesekali Minho memukul pelan perut Jonghyun ketika mereka saling melempar canda.

“Minho Hyung, rap-mu itu terdengar aneh. Kau harus belajar Bahasa Jepang lebih banyak pada Key Hyung,” ejek Taemin.

Ya! Lagipula ekpresiku didepan kamera lebih bagus dibandingkan ekspresimu. Terlalu dibuat-buat,” serang Minho tak mau kalah.

Onew, Jonghyun dan Key mengangguk mengiyakan. Membuat Taemin menggembungkan pipinya. Sungguh namja yang sangat manis.

Ketika mereka masih saling mengejek satu sama lain, sensor Key menangkap sesuatu yang lain di arah yang berbeda. Matanya menyipit, berusaha memastikan bahwa ia tidak salah penglihatan.

Hyung, kalian duluan saja. Kita bertemu di dorm nanti,” ucap Key seraya menepuk pundak Onew kemudian berjalan dengan tempo dua kali lebih cepat ke arah yang ditujunya.

Eodiga?” tanya Jonghyun setengah berteriak.

Somewhere,” balas Key tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun.

***

Ikha berjalan dengan sangat gontai ke arah pintu keluar SMent. Sesekali ia memperhatikan orang-orang yang melintasinya. Satu, dua, tiga, semua orang yang melewatinya hanya orang-orang biasa. Tidak ada sesuatu yang spesial. Bahkan salah satu diantara mereka bukanlah anggota Super Junior. Ergh, menyebalkan! Disaat ia bisa masuk dengan leluasa ke dalam SMent, ia malah tidak menemukan satu artis-pun yang dikenalnya. Damn! Damn! Damn!

Yeoja ber-hoodie itu menutup kepala dengan hoodie yang dipakainya setelah jarak antara dirinya dengan pintu keluar gedung tersebut hanya berkisar satu setengah meter. Ketika ia melangkahkan kaki kesekian kalinya, seseorang menarik lengan dengan agak kasar dan menyeretnya ke toilet pria yang berada tak jauh dari pintu keluar.

Sontak Ikha-pun memberontak. Untungnya ia tidak berteriak ketika orang yang menariknya itu menampakkan diri. “Kau?” tanya Ikha sambil mengerutkan kedua alisnya.

“Ternyata penglihatanku masih bagus,” ucap Key sembari melepaskan cengkramannya.

“Kau mengagetkanku, Kim Ki Bum,” desis Ikha, mencoba meredam suara sepelan mungkin takut-takut ada seseorang yang mendengar perbincangan mereka.

“Apa Choi Hyung melakukan sesuatu padamu? Kenapa kau tiba-tiba ada disini? Lalu kenapa kau harus menutupi wajahmu segala? Kulihat kau keluar darilobbydengan agak tergesa-gesa dan—“

“Aissh, kau ini cerewet sekali!!” pekik Ikha seraya menutup telinganya saat mendengar ocehan namja yang kini mewarnai rambutnya half-black and half-blonde.

“Kau belum menjawab pertanyaanku,” sergah Key.

“Apa pedulimu?” balas Ikha tak peduli.

“Aku bukan peduli padamu, tapi aku peduli pada calon bayiku,” cecar Key bersikukuh.

Ikha mengusap pelan perutnya sambil menatap Key tajam. “Ini bukan bayimu. Jadi pergilah. Kau menghalangi jalanku,” jelasnya kemudian berniat untuk pergi meninggalkan tempat tersebut meskipun pada akhirnya Key menghalanginya.

“Cho Ikha!” hardik Key, mencoba untuk berkomunikasi kembali dengan makhluk tuhan berjenis kelamin perempuan tersebut.

“Minggir! Atau aku akan teriak,” desis Ikha sembari menatap Key garang. Tanpa persetujuan Key, ia meninggalkan namja tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Key tercenung. Otaknya berfikir keras. Setahunya, yeoja yang baru ditemuinya beberapa kali itu tidak pernah menunjukkan amarahnya—kecuali ketika ia menghinanya beberapa minggu lalu saat mereka bertemu di sebuah cafe.

“Sepertinya ada yang tidak beres,” gumam Key pada dirinya sendiri Yeah, jika yeoja itu datang ke SMent bukan untuk menemuinya, lalu ia menemui siapa? Choi Jin?

Seketika itu juga Key merogoh kantung coat-nya lalu memencet beberapa tombol pada ponsel kesayangannya. Setelah memastikan bahwa orang di seberang line telefon telah mengangkat panggilannya, ia-pun mulai angkat bicara.

“Hyung, hari ini aku sudah tidak ada jadwal lagi bukan?”

***

Ikha melempar tas Auction miliknya yang berisi beberapa buku setebal tiga centimeter secara sembarangan. Hari ini ia begitu lesu dan tidak bertenaga. Padahal ia sudah makan nasi sebanyak empat kali terhitung hingga jam enam sore ini.

Setelah menyalakan beberapa lampu ruangan serta meneguk segelas air didalam kulkas, ia menghempaskan tubuhnya dengan berat ke atas sofa di ruang tamu. Tangannya dengan cepat memijat pelan kening serta pelipisnya. Yeah, satu hari lagi ia lewati dengan penuh keterpurukan dan kesendirian.

Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari ketiga pasca Sang Appa mengusirnya dari rumah. Untungnya Sang Eomma menyewakannya sebuah kamar  apartment di daerah distrik Myeong-do. Jika tidak? Bagaimana nasibnya kelak?

Yeoja yang memiliki double eyelid tersebut memejamkan matanya dengan erat. Bahkan ia sempat menghembuskan nafasnya dengan kasar beberapa kali selama satu menit. Ia terus saja menyesali apa yang telah terjadi. Kalau bukan karena ia harus pergi bersenang-senang dengan teman-temannya beberapa minggu yang lalu, ia tak mungkin ada di kamar apartment ini sendirian. Ya, hanya karena seteguk soju, ia harus melalui malam misteriusnya dengan salah satu member SHINee yang sangat terkenal dengan kecerewetannya itu dan berakhir seperti ini.

Ergh—kenapa sampai sekarang aku masih belum bisa mengingatnya?” gumam Ikha, lebih pada dirinya sendiri.

Jemarinya membentuk sebuah kepalan lalu dipukul-pukul kening mulusnya menggunakan kepalan tangannya dengan pelan selama beberapa kali.

“Kalau aku bisa mengingat siapa orang yang kutemui sebelum aku jatuh pingsan, mungkin semuanya akan terungkap,” gumamnya lagi, bicara pada diri sendiri.

Ikha memejamkan matanya lebih erat lagi. Ia mencoba membuka fikirannya hingga yang terdalam. Telunjuknya mengayun ke kiri dan ke kanan seiring dengan pergerakan kakinya.

“Ah—aku ingat!!” pekik Ikha lalu beranjak dari posisi tidurnya dan berubah posisi menjadi duduk diatas sofa.

“Ya, orang itu… Dia…”

***

Minho memperhatikan kelakuan Key sambil meringis. Bibirnya miring ke kiri dan ke kanan ketika melihat namja yang seumuran dengannya tengah memakan strawberry dengan lahap tanpa mengalihkan kedua matanya dari layar televisi.

Ya,Key-ah. Apa lidahmu sudah rusak?” tanya Minho sembari terus menatap Key keheranan.

Wae?

Hanya itu kata yang dilontarkan Key. Sepertinya ia tidak begitu tertarik dengan ocehan Minho.

“Igeo.. strawberry itu ‘kan rasanya sangat asam. Kenapa masih kau makan juga? Bukannya kau kemarin mengomeliku untuk segera membuang buah itu?”

Key menghentikan kegiatannya mengunyah buah berwarna merah tersebut sejenak. “Eh? Jinjja? Aku lupa,” jawabnya enteng. “Lagipula rasanya sekarang sudah enak. Kau mau coba?” tawarnya pada namja bertubuh atletis disampingnya.

Tanpa banyak berfikir, Minho mengambil satu diantara strawberry-strawberry tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mulut.

Yaks, WHAT THE HELL!” pekiknya seraya memuntahkan buah tersebut dengan cepat. Diambilnya sehelai tissue yang ada diatas meja lalu dibersihkan mulutnya dari buah berwarna merah tersebut.

“Ada apa?” sahut Onew yang muncul dari balik dinding bersama Jonghyun. Mereka berdua baru saja mengajari Taemin dan sepertinya magnae diantara mereka malah tertidur pulas di kamar.

“Kurasa Key sekarang agak sakit, Hyung. Pabwa!” tukas Minho yang masih meringis akibat kunyahan strawberry yang dirasanya asam tersebut sambil menunjuk buah yang dipegang Key.

“Kau memakan semuanya?” tanya Jonghyun kemudian memandang Key tak percaya. Namja yang lebih muda satu tahun darinya itu hanya mengangguk pelan tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari acara TV yang sedang di tontonnya.

“Ah, Key. Maaf jika aku harus menanyakan ini padamu. Tapi sebagai Leader, aku harus mengetahui lebih lanjut mengenai masalah ini,” kata Onew tiba-tiba.

Key memutar bola matanya kemudian menatap Onew malas. “Ayolah, hyung. Aku tidak ingin membahasnya,” pinta Key sedikit memelas.

Hei, come on,” rengek Minho sambil mendorong pundak Key hingga bergerak ke depan.

Namja yang tengah menjadi pusat perhatian tersebut mendesah tertahan sebelum memulai pembicaraan. Yeah, tidak ada salahnya juga jika dirinya harus bercerita pada temannya. Apalagi mereka sudah dianggap saudaranya sendiri.

“Jujur, aku juga tidak mengerti. Semuanya terjadi begitu saja,” jelas Key apa adanya.

“Kau sama sekali tidak mengingatnya?” selidik Onew.

“Tidak! Ini semua karena pengaruh soju yang kuminum malam itu,” terang Key membela diri.

“Sedikitpun?” Kini giliran Minho yang bertanya dan Key hanya berdeham pelan sambil menganggukkan kepalanya lemah.

“Jadi benar kalauyeoja itu menjebakmu?” cecar Onew.

“Tidak. Aku yakin dia juga tidak dengan sengaja melakukannya. Lagipula dia juga sama sepertiku. Dirugikan,” ucap Key. Setidaknya dia harus meyakinkan teman-temannya bahwa Ikha tidak menjebaknya. Seperti itulah yang ia yakini.

“Jadi kesimpulannya kalian berdua dijebak?” seloroh Jonghyun.

“Entahlah. Aku juga tidak yakin,”

“Lalu? Sekarang yeoja itu benar-benar sedang mengandung anakmu?” Giliran Minho yang kembali bertanya.

Key memasukkan satu strawberry yang masih ada di tangannya kemudian mengunyahnya pelan. “Bisa dibilang begitu,” jawabnya singkat.

“Sudah berapa bulan?” tanya Onew yang dilanda rasa penasaran.

“Sekitar… enam minggu?” jawab Key, setengah tidak yakin.

Oh my—“ pekik Minho seraya menghempaskan tubuhnya pada senderan sofa. “Apa dia benar-benar hamil? Mungkin saja—“

“Dia menunjukkan hasil test-pack-nya padaku,” jelas Key memotong kalimat Minho. “Dan hasilnya positive,” imbuhnya.

Baik Onew, Jonghyun dan juga Minho sama-sama tercenung. Mata mereka membulat, mulut merekapun sedikit terbuka. Keterangan dari Key barusan benar-benar membuat mereka agak terkejut dibuatnya. Tak disangka, seorang Almighty Key ‘menghamili’ seorang yeoja?

“Apa semua itu benar Kim Ki Bum?” tanya seseorang dari balik punggung mereka yang tengah berkumpul di ruang tamu.

Sontak mereka-pun memutar tubuh untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Dan betapa terkejutnya Key ketika mendapati seseorang yang sangat ia kenal tengah berdiri sembari melayangkan tatapan tak percaya padanya.

“O—Eomma?

…bersambung…

Header 01 (Cut)

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

31 thoughts on “ACCIDENT (Chapter 03)”

  1. wahwahwah lanjutanyaa >.< /
    itu eoma nya key tau , jadi gimana dong .
    ikha nya kasiann ihh .
    cho jin parah lahh .
    jahat banget .
    aaa lanjutannya dongg

  2. Omo!!! Ternyata mereka beneran ngelakuin itu yah eon??? >.< kok bisa???

    Kaya nya mereka dijebak gitu ya?? Kasian ikha nya diusir begitu!?
    Manager shinee selalu aja jahat ya, walaupun demi kebaikan key!!!

    Tapii salah juga kenapa key ditinggal sendirian coba di tempat karaoke itu? ? Jadi beginikan???
    Ini pasti salah ikha eonni yg buat ff *plakkk plokk~ *beruntung banget jadi ikha eonni T.T . Eonni sertakan aku disini donggs… Kekeke~~ asal kehadiran ku gk ngancurin ni ff *.*.. Yaudah lah ditnggu chap selanjut nya!!!

    Ohya. Songfic yg part 4 kapan dilanjutin eonni??? Aku nunggu udah lama banget :(!!

    1. AHahhaa, heh, kamu nyampah bgt c comment’y? banyak banget Key, ckckck…
      Loh? Kamu nyalahin onn? /plak plak

      Mau onn masukin? masukin gak yaaa? hahah, nama korea kamu apa emangnya saeng? onn lupa..

      4th Songfic? udah ada sayang.. noh, liat di page ‘my mind made ff’…

  3. Kkkk~~
    Ish eonni gak pa2 lah comment ku nyampah yg penting bukan org nya, wkwk

    Ayo masukin aku~~ jadi siapa gitu, asal jangan jadi sodara nya cho jin *apa coba ?_.*

    Namkor aku Han Ah Rin *.* >jadi malu<

    Iyaa songfic nya udh aku baca, hehe .
    Cepetan yo-a dilanjutin eon, jangan lama2:D!!

    Hwaiting?!!!!

    1. ahahaha, emang nyampah ko /plak
      onn itu kalo sayang ma orang bawaannya emang suka ngejek Saeng…

      Ih, bawel sumpah kek Key, iya tar onn pub.. kamu jangan lupa belajar, bentar lagi bukannya pada UAS ya? *kkkk~ asik si Key gue lindungin dari evil Keyta /plak*

      Marga kamu Han ya? wah, sama ma temen onn dong. Dia juga marganya Han dan suka banget nyampah di blog onn. kek kamu gitu.. * celingak celinguk lirik han taerin*

  4. dijebak ama siapa ? apa untungnya ngejebak ? *kalo emang dijebak*
    nah lo,, ketauan kan ama ibunya,
    uda ini ini ma, kawinin . hehehe.

  5. wah ternyata tebakan aku di part sebelumnya salah…
    nggak jadi dapet hadiah dong…
    wah gawat nih, kalau eomma key tahu jangan2 setelah ini key disuruh menikah lagi…
    aku lanjut lagi y eon…

  6. aish, si choi jin jahat banget sih dia pikir semuanya bisa selesai dgn uang apa…
    gara” dia datang ke humz ikha, eh ikha jd malah di usir… >.<

    aigoo…
    omo… omo…
    ketahuan zma mamanya key ???…
    apa yg bakalan terjadi nih ???…

  7. Kyknya ikha udh mulai mengingat sesuatu nich. . siapa ya kira2 yg d liat ikha sbelum pingsan?
    omona!!!! itu ibunya key????!! nah. . gmn lho. .? nikahin za key eomma. . kasian kan ikha nya. .
    next. .

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s