[FF – Key ‘SHINee] ACCIDENT – Part I

ACCIDENT

Part I – Igeumwoya???

Author : Zuleykha Lee a.k.a beibiiilee

Main Casts : Key ‘SHINee’ and Cho Ikha

Support Casts : Tuan dan Nyonya Kim // Tuan dan Nyonya Cho // Han Taerin // Taemin ‘SHINee’ // Jonghyun ‘SHINee’ // Minho ‘SHINee’ // Onew ‘SHINee’ // Cho Nami.

Cameo : Super Junior’ Name // Park Ahra // Park Hyesun

Type : Sequel

Length : 5 Parts (Only Prediction)

Genre : Entertain // Romantic // Life

Rate : General

a/n : Yeah, i’m coming back with a new fanficion…!!! >,<  Ini semua gara-gara kepenatan gue sama Seminar (pra-skripsi), makanya gue gak fokus lagi sama FF. Hhhh, tapi karena gue pengen melatih kemampuan menulis gue, walhasil gue bikin juga FF ini. Idenya tiba-tiba terbesit pas gue ngerjain tugas fotografi periklanan. HAHAHA. Well, semoga FF ini bisa diterima dengan baik *bow*

***

Author’ Side

“YA! CHO IKHA! CEPAT KEMARI!” teriak Taerin dari kejauhan pada seorang yeoja yang tengah sibuk dengan buku-bukunya. Yeoja yang dipanggil Cho Ikha tersebut hanya menoleh sejenak kemudian melemparkan pandangannya seolah menyiratkan bahwa yeoja itu menyuruh Taerin untuk diam.

Merasa tak ditanggapi, Taerin-pun menghampiri Ikha yang masih saja membolak-balikkan buku setebal tiga centimeter yang ada di pangkuannya. “Ya! Aku sedang bicara padamu, Paboya. Dan apa ini? Kau membaca buku-buku ini? Sungguh luar biasa!” tukas Taerin setengah meledek.

Ikha hanya berdecak pelan. Tidak ada waktu baginya untuk melayani candaan Taerin mengingat ia harus segera menyelesaikan laporannya sebelum bulan November. Kenapa? Karena ia harus mempresentasikan hasil laporannya tersebut dan hasil itu akan menjadi penentu apakah ia dapat meninggalkan kampus tercintanya itu selamanya atau tidak.

“Katakan saja apa yang ingin kau katakan, Taerin-ah. Can’t you see? I’m a bit busy now,” ucap Ikha disela kesibukannya.

Taerin mendengus pelan. Notebook yang bertengger di depan Ikha ia geser lalu memposisikan notebook-nya sendiri tepat dihadapan temannya itu. “See?” tanyanya sembari mengarahkan telunjuk lentiknya pada layar notebook.

Dilihatnya layar notebook milik Taerin tersebut oleh Ikha—meskipun hanya sekilas pandang saja—dengan malas. Awalnya yeoja berambut sebahu itu tidak tertarik, namun melihat kata ‘Super Junior’ terpampang dengan sangat besarnya diantara deretan kata yang menghiasi layar tersebut, mau tak mau yeoja itu-pun kembali memicingkan matanya untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat.

“IGEUMWOYA?” teriaknya sambil memegangi kedua sisi layar notebook dengan erat. Matanya terlihat bergerak dari kiri ke kanan saat membaca sebuah berita yang ditunjukkan Taerin padanya.

Melihat reaksi Ikha, Taerin-pun segera menutup kedua telinganya saat suara Ikha memekakkan alat pendengarannya. “Ya! Kau ini bisa tidak sih memelankan sedikit suaramu?” suruhnya. Sengaja Taerin tak ikut berteriak karena ia masih sadar diri jika dirinya sekarang sedang ada ditengah-tengah public-place.

Ikha memukul-mukul lengan atas Taerin tak sabaran. “Han Taerin! Aku harus datang! Aku harus datang!” pekik Ikha, membuat Taerin harus menghindari ‘serangan liar’-nya.

“Oke. Fine! Kau boleh datang tapi tolong Ikha-ya, berhenti memukuliku!” hardik Taerin. Ternyata ia baru mengetahui jika pukulan Ikha cukup bisa menandingi cubitannya yang terkenal sangat menyakitkan itu.

Dengan cepat Ikha segera menghentikan tangannya agar tidak lagi memukuli Taerin. Wajahnya-pun tak henti-hentinya menunjukkan sebuah kebahagiaan yang tiada tara. Senyum merekah, hidung kembang-kempis, dan alis bergerak naik-turun. “Aku hanya terlalu senang, Taerin-ah. Oh, apakah kau akan ikut denganku menonton Super Show 4?” tanya Ikha kemudian—sekali lagi—membaca artikel di notebook Taerin yang mengatakan bahwa Super Junior akan mengadakan Super Show ke-empatnya pada November mendatang di Seoul Gymnastic Stadium.

“Nan molla, Cho. Heechul-ku akan wamil. Jadi untuk apa melihat Sushow jika Oppa-ku yang setengah gila itu tidak ada?” balas Taerin lalu mengambil kembali notebook-nya dari hadapan Ikha.

“Yaaa, setidaknya masih ada namja setengah gila yang lain si Suju, Taerin-ah. Monyetku? Ikan-ku? Angel-ku? Si evil magnae? Shindong-hee?” ucap Ikha sambil menyebutkan beberapa namja member Suju yang menurutnya memiliki tingkat kewarasan yang lumayan rendah.

Taerin mendesah pelan. Bahunya ia angkat sebagai pertanda bahwa ia sedang dilemma. “Aku tidak janji bisa ikut denganmu, Ikha-ya,” katanya sembari memasang wajah sedihnya. Ikha hanya mengangguk pelan. Yeah, ia lupa kalau teman baiknya itu menyukai Heechul hanya karena pelampiasan saja. Kim Hyun Joong—bias utamanya—sempat mengecewakan dirinya hingga ia berpaling pada Heechul. Jadi wajar saja jika Taerin masih ragu untuk ikut bergabung dengan ELF lain.

“Tapi karena aku tidak bisa ikut menemanimu ke konser Suju nanti, aku akan mengajakmu ke Hongdae malam ini. Akhir-akhir ini kau terlihat sangat berantakan, Ikha-ya. Sepertinya kau lupa bagaimana rasanya bersenang-senang hanya gara-gara harus menyelesaikan laporanmu,” ajak Taerin tulus.

“Jinjja? Ah, tentu saja. Sudah lama aku tidak pergi kesana. Jam berapa kita akan pergi?” tanya Ikha memastikan.

Taerin memasang wajahnya seolah sedang berfikir. “Hmm, yang jelas setelah kau menyelesaikan tugasmu itu dan setelah aku bertemu dosen pembimbingku. Eottheo?” jelasnya seraya melirik tak jelas pada notebook Ikha yang masih tak disentuh oleh pemiliknya.

“Ah—“ Ikha segera menggeser notebook-nya segera. Benar, ia harus menyelesaikan terlebih dahulu laporannya itu atau laporannya akan terus menghantuinya saat ia sedang bersenang-senang bersama Taerin.

***

Taemin menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lewat hidung mulusnya dalam-dalam. Kedua tangannya ia rentangkan selebar-lebarnya sambil memejamkan mata. “INCHEON~ AKU RINDU BAU INCHEON~ I’M COMING BACK, SEOUL~” teriak Taemin kegirangan.

Minho mendorong tubuh Taemin yang menghalangi jalannya. “Ya! Kau jangan memalukan nama SHINee, Taemin-ah. Banyak fans yang melihat kita!” tukas Minho sambil terus berjalan dengan anggunnya.

“Seharusnya dia-lah yang lebih senang tinggal di Jepang selama kita promo album disana—karena diantara kami, Taemin-lah yang paling terkenal. Tapi melihat tingkahnya kali ini, ia terlihat seperti orang yang baru keluar dari penjara,” terang Jonghyun seraya menarik ujung bibirnya.

Taemin menggembungkan pipinya kesal. “Aku bosan tinggal di Jepang, Hyung. Toh, kita juga tidak bisa pergi kemana-mana karena jadwal kita yang kelewat padat,” bela Taemin tak mau kalah.

Key—yang sedari tadi sibuk dengan gadget-nya—memutar bola matanya sambil mendengus pelan. “Come on, Taeminnie. Jangan keluarkan aegyeo-mu lagi,” desah Key lalu menggeleng pelan.

“Anni, Key Hyung. Ini bukan aegyeo. Aku hanya menggembungkan pipiku,” bantah Taemin. Jonghyun tersenyum melihat tingkah Taemin. Sedangkan Minho memilih untuk mencubit pipi yeppeun-namja itu pelan. Yeah, apapun yang Taemin lakukan memang selalu terlihat lucu dan menggemaskan bagi mereka. He’s an-eternal-kid.

Onew yang sedari tadi berjalan didepan bersama Kyungshik serta Choi Jin—manager-nya—memelankan langkahnya agar bisa setara dengan Jonghyun dan Key yang tepat berada di belakangnya. Ia merangkul kedua namja tersebut hingga membuat Key agak terperanjat.

“Ya! Hentikan, hyung! Aku tidak ingin fans-ku mengira bahwa kita adalah sepasang homo!” tukas Key sambil berusaha melepas rangkulan Onew.

Onew hanya tersenyum dan malah semakin mengeratkan rangkulannya, membuat Key yang masih saja bermain dengan handphone-nya harus menghentikan aktivitasnya sejenak berkat ulah Sangtae Onew. “Kyungshik Hyung bilang kalau kunjungan kita ke Korea hanya sebentar. Kita masih harus promo album Juliette dan shooting MV Lucifer untuk versi Jepang,” jelas Onew.

Minho dan Taemin—yang berjalan dibelakang mereka—ikut bergabung. Taemin berada disamping Jonghyun, sedangkan Minho merangkul Key agak keras. Namja yang menjadi ‘eomma’ di dorm mereka itupun sempat meringis saat tangan Onew dan tangan Minho—yang notabene cukup kekar dan berotot—menambah beban bahunya.

“And then?” tanya Key sambil membenarkan posisi kacamata hitam-nya.

“Kyungshik Hyung mengajak kita untuk ‘sedikit’ bersenang-senang malam ini. Sudah lama kita tidak pergi ke Hongdae bersama-sama bukan?” tanya Onew sambil sesekali menatap Jonghyun dan Key yang berada di kedua sisi tubuhnya.

“Mmm, boleh juga. Kyungshik Hyung sudah menyewa tempatnya?” Jonghyun balik bertanya.

“Itu sudah diatur oleh Choi Jin Hyung. Baiklah, semua setuju bukan? Malam ini kita akan pergi ke Hongdae,” ujar Onew kemudian melepaskan rangkulannya dan berjalan mendahului mereka. Ia sempat berpose saat dirasa beberapa kamera fans membuntutinya. Membuat keempat namja lainnya menggeleng pelan. Yep, this is Onew, The Sangtae Onew!

***

Taerin keluar dari rumah Ikha diikuti oleh Si Tuan Rumah dari belakang. Ikha menutup pelan pintu rumahnya saat kakinya telah sampai di bagian depan rumahnya. Setelah yakin pintunya sudah tertutup rapat, ia menyeringai puas pada Taerin. Sama halnya dengan Ikha, Taerin-pun ikut menyeringai lalu mereka berdua ber-toss ria.

“Untung Appa-ku percaya kalau aku berdalih akan menginap di rumahmu. Jika tidak? Aku tidak akan bisa bersenang-senang malam ini. Akh, bahagianya bisa menghirup udara malam,” ucap Ikha di tengah langkahnya menuju jalan raya.

“Eum. Tapi aku tidak memaksamu untuk ikut loh,” terang Taerin. Tangannya melambai pelan pada sebuah taxi kosong yang melewatinya.

“It’s ok. Benar apa katamu tadi siang. Aku memang butuh sedikit hiburan,” elak Ikha.

Taerin hanya tersenyum simpul lalu melangkah masuk ke dalam taxi. “Kkaja! Ahra dan Hyesun sudah menunggu kita disana,” suruhnya. Ikha membuka pintu taxi yang lain kemudian ikut masuk kedalam.

***

“Ya! Taeminnie! Kenapa kau tidak memakai hoodie-mu?” tanya Jonghyun saat mendapati Taemin yang hanya mengenakan kaus loose-leaf putih serta jeans abu bercorak miliknya.

Taemin memperhatikan outfit yang ia pakai lalu melempar wajah kebingungannya. “Waeyo? Bukankah kita akan ke Hongdae, Hyung? Apa salahnya menggunakan kaus ini?” tanya Taemin sepolos-polosnya.

“Aisshh, meskipun kita mau kesana, tapi kau tidak ingin ‘kan para Shawol mengetahui keberadaanmu hingga akhirnya merusak kesenangan kita? Cepat pakai ini!” jelas Jonghyun seraya melempar salah satu hoodie milik Taemin yang tergantung pada rak gantung pakaian.

“Kalian sudah siap? Kkaja, Onew Hyung dan Minho sudah menunggu kita dibawah,” ucap Key pada Jonghyun dan Taemin yang masih saja sibuk dengan pakaian mereka.

“Siapa yang akan menyetir. Hyung?” tanya Taemin sembari menutup restleting hoodie-nya.

“Onew Hyung. Siapa lagi?” jelas Key sambil berjalan dengan santai.

“Mwo? Onew Hyung? Oh, tidak! Teknik menyetirnya itu sangat buruk! Lebih baik aku saja yang menyetir jika kalian mau selamat!” tukas Jonghyun lalu berjalan mendahului Key dan Taemin.

***

“Kau selalu tahu apa yang ku mau, Rinnie,” ucap Ikha puas sambil duduk pada sofa tepat disamping Hyesun yang sedang kelelahan. Jelas saja, yeoja tersebut sudah menyanyi empat lagu—CN Blue, FT Island, Super Junior, SS501—disertai tarian yang tak tentu arah tanpa jeda sedikitpun.

“Tentu saja. Kita sudah berteman lama, bukan? Tapi bisakah kau tidak memanggilku ‘Rinnie’ lagi? Kau fikir aku ini anak kecil?” elak Taerin sambil bicara menggunakan mic yang dipegangnya.

Ikha hanya menyeringai. Diperhatikannya Ahra yang sedang asyik menyanyikan lagu ‘Don’t Be Rude’ milik T-Max menggunakan seluruh tenaganya. Yeah. Disinilah mereka saat ini. Sebuah KTV yang tak begitu banyak pengunjung di daerah Hongdae menjadi tujuan utama mereka malam ini untuk menghilangkan stress yang melanda keempat yeoja tersebut.

Selang beberapa detik, seseorang mengetuk pintu ruangan yang mereka tempati. Setelah Hyesun mempersilahkan mereka masuk, oarang tersebut masuk sambil membawa sebuah nampan yang telah dipenuhi beberapa botol dan juga gelas.

“Siapa yang memesan soju?” tanya Ikha saat matanya dengan cepat mengenali beberapa botol hijau berukuran sedang yang ditata rapi oleh si pelayan di atas meja.

“Siapa lagi kalau bukan Taerin? Dia yang paling jago minum disini,” pekik Ahra setelah ia menyelesaikan lagunya. Yang disebut namanya hanya menyeringai tak berdosa.

“Shireunde, Taerin-ah….” ucap Hyesun memelas. Ya, Ikha dan Hyesun memang tidak begitu suka dengan Soju. Bagi mereka, minuman itu hanya merusak lidah mereka saking pahitnya.

“Come on! Aku yang memesan dan aku tidak menyuruh kalian untuk meminumnya,” bantah Taerin membela diri.

“Kau akan menghabiskan semua isi botol ini? Yang benar saja!” kata Ikha sedikit tak percaya lalu menghitung deretan botol soju tersebut.

“Ssstt! Kalian ini cerewet sekali? Tenang saja, aku yang akan membayar semuanya,” kilah Taerin, kembali membela dirinya.

Ikha hanya mendengus pelan. Kebiasaan Taerin yang satu ini memang bisa diacungi jempol. Seorang yeoja yang terlihat sangat feminin dari luar ternyata dapat menghabiskan lima botol soju sekaligus tanpa mabuk atau pusing sedikitpun? Wow, Ikha rasa temannya yang satu itu memang memiliki sebuah kelebihan.

“Ahra, gimme that mic. I wanna sing a song,” ucap Ikha. Ahra melempar mic yang ia pegang pada yeoja berambut sebahu itu dan dengan tepat ditangkapnya benda tersebut oleh Ikha.

***

“Kau pintar sekali memilih tempat ini, Hyung?” ucap Key setibanya mereka di sebuah KTV yang tak banyak pengunjung tersebut pada Choi Jin.

“Tentu saja. Aku hanya tidak ingin menjadi bahan pembicaraan paparazzi hanya gara-gara membawa member SHINee ke sebuah Bar di Hongdae. Citra-ku sebagai manager kalian akan rusak seketika,” terang namja paruh baya itu dengan nada bercanda.

“Kyungshik Hyung tidak ikut?” tanya Minho disela kegiatannya melepas hoodie yang ia pakai.

“Eum. Dia harus bertemu dengan Pihak Maypole dan Right-on untuk membicarakan pemotretan kalian besok. Dia bilang akan menyusul kita,” jelas Choi Jin kedua kalinya.

“LET’S TAKE THE PARTY DOWN, BABY!” teriak Onew sekencang-kencangnya lalu meraih mic yang belum disentuh siapapun dengan cepat. Leader SHINee tersebut memilih lagu DJ DOC ‘Run To You’ dan ketika musik mulai terdengar, ia mulai menyanyi sesuka hatinya.

***

♪♪ “Good bye, baby good bye. Jeulgeo wosseo jaemi isseot dago saenggak halge. Geureoni yeogi, kkaji hagi, neoye shoneun ije kkeut nan geoya. Baby good bye, good bye~” ♪♪

Ikha mengakhiri lagu ‘Goodbye Baby’-nya Miss A dengan tarian khas Min—salah satu member Miss A. Peluh di sekitar leher dan pelipisnya ia usap menggunakan telapak tangannya. Ia sudah cukup puas menyanyi malam ini. Tiga lagu dari Super Junior, dua lagu dari SHINee, satu lagu dari SNSD dan Miss A berhasil membuatnya kelelahan.

Saat memutar tubuhnya, yeoja itu mendapati ketiga temannya sedang terduduk lemah di atas sofa. Mungkin karena efek dari soju yang mereka minum, jadi mereka langsung ambruk seketika. Ikha mendengus sambil menggelengkan kepalanya. Tidak masalah jika Taerin saja yang mabuk malam ini. Tapi Ahra dan Hyesun—yang dipaksa Taerin meminum soju—pun ikut mabuk. Masalahnya adalah: ia tidak mungkin bisa membawa ketiga makhluk itu untuk pulang. Jaejanghi!!

Sebelum memutuskan untuk membopong mereka satu per satu, Ikha meraih gelasnya yang berisi air putih diatas meja. Diteguknya air tersebut dalam satu tegukan saking hausnya. Namun tepat setelah itu, wajah Ikha mengerut. Lidahnya ia julurkan dan matanya menyipit. Untuk memastikan sesuatu, yeoja itu mencium gelas tersebut seperti seekor anjing yang sedang medengus mencari makanan.

“Yaks! Pantas saja rasanya pahit! Pasti Taerin yang menuangkan soju ini kedalam gelasku. Damn!” tukas Ikha pada dirinya sendiri.

Sebelum efek soju tersebut menyerang kesadarannya, Ikha segera membawa Ahra keluar ruangan. Taxi yang biasa bertengger didepan KTV tersebut ia panggil lalu didudukkannya Ahra didalam taxi tersebut. Ikha mengulangi kegiatan itu selama tiga kali saat membawa Hyesun dan Taerin secara bergantian.

“Akh—Damn it!!” pekik Ikha seraya memukul keningnya. Hampir saja ia lupa mengambil tas tangannya yang tertinggal didalam ruangan karaoke.

Ia membuka pintu taxi tersebut lalu menjulurkan kepalanya agar dapat melihat wajah si sopir. “Jweosonghi, Ahjusshi. Aku akan kedalam mengambil tas-ku. Bisa anda tunggu sebentar?” tanya Ikha. Sopir tersebut hanya mengangguk pelan menuruti permintaan Ikha.

Saat Ikha kembali berjalan kedalam KTV, kepalanya mulai terasa berat dan pening. Ternyata soju yang ia minum sekaligus itu cepat bereaksi. Mungkin karena dirinya tidak pernah meminumnya maka efeknya sangat cepat. Otomatis Ikha-pun berjalan sempoyongan kedalam KTV. Sebelum kesadarannya mulai hilang, matanya menangkap bayang-bayang seseorang yang mendekatinya. Mata Ikha sengaja ia sipitkan dengan maksud agar ia dapat melihat pemilik wajah orang tersebut. Namun sayang, ia langsung terjatuh di tempatnya berdiri seketika itu juga…

***

Gelak tawa dari semua orang menghiasi ruangan dimana Choi Jin dan kelima member SHINee menikmati ‘free-night-from-their-full-schedules’. Key menggelengkan kepala dan menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan saat Jonghyun menyodorkan segelas soju ke-tujuh-nya.

“Ayolah, Key. Kau harus meminum ini. Bukankah perjanjiannya yang kalah harus minum soju?” suruh Jonghyun sambil terus memaksa Key meminum soju tersebut meskipun namja berambut blonde itu menolaknya.

“Biar aku saja yang meminumnya, Jjong. Lihat, Key sepertinya sudah tidak kuat,” ucap Onew lalu merampas gelas soju yang dipegang Jonghyun.

Taemin tertawa puas saat mendapati Key yang sepertinya sudah setengah sadar. Choi Jin menepuk-nepuk punggung Key pelan. Baru kali ini Key meminum soju sebanyak itu selama hidupnya dan efeknya benar-benar nyata, beberapa kali ia hampir muntah akibat soju yang memenuhi lambungnya.

“Pabo Key! Kenapa dia bisa kalah sampai tujuh kali? Padahal permainan ini sangat mudah,” ledek Onew.

Key—yang masih ‘agak’ sadar—berdiri dari tempatnya sambil memegangi perut dan juga mulutnya. Ia berjalan ke arah pintu ruangan tersebut dengan agak limbung. Untung Minho segera menangkap tubuh Key dengan cepat, jika tidak, mungkin hidung Key bisa bengkok saat menabrak dinding di depannya.

“Gwenchanjji, Key?” tanya Minho memastikan.

Key hanya berdeham pelan sambil memijit pelan keningnya. Ia mengibas-ngibaskan telapak tangannya menyuruh Minho untuk pergi. “Aku bisa sendiri, Minho-ya. Lanjutkan saja permainan kalian. Aku akan ke toilet sebentar,” ucap Key dengan nada yang berantakan. Minho melepaskan tangannya lalu membiarkan Key pergi keluar ruangan.

Key kembali memijit keningnya karena ia merasakan pusing dan pening secara bersamaan. Mualnya memang tiba-tiba hilang, namun kepalanya semakin terasa berat. Key berusaha melangkahkan kakinya ke arah toilet. Namun karena pusing sudah menyerangnya, namja itu melangkah pada jalur yang berbeda dan malah berjalan ke arah lobby KTV. Untungnya tidak ada siapa-siapa disana. Jika tidak, mungkin fans-nya akan memotretnya yang tengah ling-lung akibat soju yang diminumnya.

Saat Key mencoba membuka matanya yang kian memberat, ia merasakan seseorang menabrak tubuhnya. Karena tak mampu menahan berat badan orang tersebut, Key-pun ikut terjatuh hingga membuat tubuh orang itu menimpanya.

Dengan setengah sadar, Key berusaha menyingkirkan tubuh orang tersebut menggunakan sisa tenaganya. Ia kembali mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat indera penglihatannya itu menangkap sesosok yeoja yang kini disampingnya. Ia mengamati wajah yeoja tersebut dan sedetik kemudian ia tersenyum.

“Kau…” gumam Key lirih.

***

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum

Jungmal geudaeneun naega saneun eeyu.in geolyo…

Suara ringtone dari handphone yang tergeletak disamping Ikha membuat yeoja itu menggeliat pelan. Bukannya bangun, yeoja itu malah mengeratkan kembali selimutnya karena hawa dingin dari AC didalam ruangan tersebut menerpa kulitnya.

Selama beberapa detik Ikha tetap menutup matanya dan kembali tertidur. Namun saat suara handphone disampingnya yang terus berdering, ia terpaksa membuka matanya. Diraihnya handphone itu lalu ditekannya tombol merah yang ada diantara keypad tersebut sekali. Setelah itu, Ikha meletakkan gadget tersebut diatas meja samping tempat tidurnya.

Baru saja Ikha menutup kelopak matanya, ia langsung kembali menatap handphone—yang kembali berderingdisampingnya. Alisnya mengerut. Handphone yang barusan ia matikan itu bukan handphone-nya. Sejak kapan ia memiliki sebuah Blackberry? Dan jelas gadget berwarna putih itu bukan milik Taerin, Ahra atau-pun Hyesun. Karena ketiga temannya itu sama-sama menggunakan handphone bermerk Nokia.

Saat Ikha mencoba menerka-nerka tentang siapa pemilik handphone tersebut, matanya kembali dikejutkan oleh sesuatu. Ruangan yang sekarang ia tempati bukanlah ruangan yang sama seperti kamar Taerin. Tunggu, bukankah harusnya ia sekarang berada di kamar Taerin? Lalu sekarang ia ada dimana?

“Ngghh, Minho-ya. Tolong angkat telefonku,” gumam seseorang dibalik punggung Ikha. Sontak Ikha-pun berbalik untuk melihat siapa pemilik suara tersebut.

Tepat setelah Ikha membalikkan tubuhnya, pemilik suara itu-pun membalikkan tubuhnya dengan malas. Mata mereka saling bertemu dan….

***

Key menggeliat pelan ketika mendengar suara ringtone handphone-nya yang berdering cukup keras. Ingin sekali ia mengambil handphone tersebut, namun kepalanya masih sedikit pusing akibat soju yang diminumnya tadi malam. Sejenak ia mendengar handphone-nya tak berbunyi lagi kemudian namja itupun memutuskan untuk tidur kembali.

Tak lama kemudian, ia mendengar handphone-nya kembali berdering. Key memposisikan tubuhnya setengah duduk dengan bertumpu pada siku tangan kanannya. Tangannya yang lain memijit keningnya yang terasa masih terasa pening.

“Ngghh, Minho-ya. Tolong angkat tlefonku,” gumam Key seraya membalikkan badan karena ia merasa linu di beberapa bagian tubuhnya.

Ketika kelopak matanya yang masih menutup itu ia buka. Namja bewajah mulus itu mendapati seorang yeoja yang tengah menatapnya penuh tanya. Jangankan yeoja itu, Key-pun sama-sama terkejut saat mata mereka saling bertemu.

Baik Key dan juga Ikha—si yeoja—sama-sama memandangi tubuh masing-masing lawannya dengan cepat. Ikha menaikkan selimut yang ia pakai untuk menutupi bagian atas tubuhnya sedangkan Key menarik selimut tersebut untuk—setidaknya—menutupi setengah perutnya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAA~” teriak mereka bersamaan.

TO BE CONTINUE…

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesian Blogger | Nusantara Tanah Airku | Don't take 'spice' out of my life |

6 thoughts on “[FF – Key ‘SHINee] ACCIDENT – Part I”

  1. New ff? 😀
    Cemburu banget sama cho ikha;(
    tapi cerita nya seru !! Tapi- agak kurang mengerti pas awal2 cerita:p eon,, bingung sendiri:D

    *udah-ah*bnyak omong* mian yah eon, komen nya gak mutu 😡

    ditunggu chap 2 nya 🙂

    1. ahahaha, emang sengaja sayang… kan ciri khas-nya onn begitu.. sengaja dibikin bingung dulu. kalo mau tau jawabannya tar tunggu chap berikutnya yak,, /plak
      Jangan lupa belajar.. baca FF mulu.. bilangin Eomma nih… kkkk~

  2. Wkwk eomma saengi aja ikutan baca ff kok, *boong*…
    Iya deh unn ditunggu chap brikut nya:)

    di post nya ntaran aja ya unn , selesai uts ,haha *abaikan*

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s