WHO ARE YOU ( Chapter 04)

KEY SHINEE DAN SEORANG GADIS DITEMUKAN BERSAMA DI SEBUAH HOTEL?”

Saya mendapatkan foto ini dari salah satu Me2Day seorang yeoja yang diyakini sebagai petugas Hotel XXXXX [check it :: http://www.me2day.com/chocochip%5D. Tak sengaja ia melihat Key SHINee sedang menggendong seorang yeoja dan membawanya masuk ke dalam sebuah kamar beberapa hari yang lalu.

Selidik punya selidik, yeoja yang menjadi pusat perhatian itu adalah salah satu mahasiswi di kampus yang sama dengan Key.

Manager SHINee dan pihak SM belum mengkonfirmasi hal ini. Lalu, apakah foto tersebut memang benar adanya? Well, sepertinya Key akan mendapatkan ribuan anti-fans dari seluruh dunia.

Source: chocochip Me2Day, allkpop, BaiduBar (Reupload by: Chan-Chan)

It's Too Late (1)

Sudah berpuluh-puluh kali kubaca berita diatas melalui flat-monitor komputerku. Dan sudah berpuluh-puluh kali pula kuteguk air putih untuk menenangkan fikiranku. Kulihat ada dua ratus comment dibawah berita tersebut. Padahal beritanya baru menyebar sepuluh menit yang lalu. Dan comment tersebut semakin bertambah setiap detiknya.

Setelah Yeo Ra memberitahuku tentang berita ini di kelas Hyeo Seosaengnim, aku segera berlari ke asramaku dan mengunci pintu rapat-rapat, berusaha menghindar dari perhatian orang-orang di kampusku. Karena tepat setelah berita tersebut menyebar, Yeo Ra menelfonku kalau keadaan kampus menjadi kacau. Semua orang—terutama para yeoja—mencari tahu dan bertanya-tanya tentang kebenaran foto tersebut. Mereka mencariku dengan maksud ingin menginterogasiku. Dan karena tak berhasil menemukanku, walhasil Yeo Ra lah yang menjadi sasaran.

Saat otakku sedang kacau, tiba-tiba handphone-ku bergetar. Segera kulihat layar handphone-ku dan ku klik tombolnya untuk membaca sms masuk.

From : Si Mulut Lebar

Ikha, gawat! Asramamu sudah dikepung banyak orang. Aku tidak bisa masuk kesana. Apa ada pintu lain di belakang?

Aku segera beranjak dari tempat dudukku dan mengintip ke jendela. Benar kata Yeo Ra, kulihat banyak sekali orang didepan asramaku. Untung kamarku di lantai atas, jadi aku bisa memonitor mereka. Kuketik sms balasan padanya.

To : Si Mulut Lebar

Aku akan membukakan pintu belakang. Kau pergi lewat gang sempit samping asramaku, nanti ada pintu di ujungnya.

Kupakai Hoodie-ku sebelum keluar kamar, takut penghuni asrama lainnya mengetahui keberadaanku. Aku segera berlari ke arah pintu belakang dan kudapati Yeo Ra sudah menungguku disana. Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dan mencari tempat yang aman.

***

Kuseruput sweet-ice-tea milikku cepat-cepat untuk mendinginkan kepalaku. Well, kami akhirnya ‘bersembunyi’ di sebuah kedai makanan pinggir jalan setelah berhasil menghindar dari beberapa yeoja yang lewat di belakang asramaku.

“Ikha-ya,” sahut Yeo Ra yang duduk didepanku.

“Hmm,”

“Ternyata benar, malam itu kau pergi dengan Key, ya?” Yeo Ra menyeringai ke arahku. Aku hanya memutar bola mataku dan mendengus. “Mengaku sajalah,” ia menowel-nowel lenganku, menggodaku.

“Jangan asal bicara, Nona Seong Yeora,” kataku lalu mendelik ke arahnya.

“Kalau bukan begitu kejadiannya kau harus menerangkannya padaku atau selamanya aku akan salah paham padamu. Kita ‘kan teman,” pintanya sedikit memaksa. Kuhembuskan nafas dari mulutku dengan berat.

“Aku akan menceritakannya padamu, tapi nanti kalau masalah ini sudah selesai,”

“YA!! KAU—”

Kuacungkan tanganku padanya, menyuruhnya untuk diam. Sepertinya ada yang menelfonku karena dari tadi handphone-ku tak berhenti bergetar. Kuperhatikan handphone-ku dan tertera nomor tak dikenal di layarnya. Aku sempat agak ragu untuk mengangkat telfon ini, tapi kuputuskan untuk menerimanya. Mungkin ini telfon penting?

“Yeoboseyo?” tanyaku malas.

“Ikha-sshi. Ini aku, Key. kau ada dimana sekarang?”

“K-k-key?” tanyaku terbata-bata. Kualihkan perhatianku pada Yeora yang juga terlihat kaget mengetahui bahwa yang menelfonku itu adalah idolaku sendiri.

“Ne. Kau ada dimana? Kau sudah tahu tentang berita itu?”

“Ne,” jawabku singkat.

“Cepat ke SM building sekarang juga. Manager hyung ingin bertemu denganmu,”

“Eh? Ne, ne…”

“Sampai bertemu disana,”

Dan Key segera mengakhiri perbincangan singkat kami. Aku segera berdiri dari tempat dudukku dan beranjak pergi dari situ.

“Ya! Kau mau kemana?” suara Yeora menghentikanku.

“Menyelesaikan semuanya,” jawabku singkat. “Yeora, tolong bayar dulu minumanku, nanti akan kuganti setibanya di asrama nanti,”

“Tapi kau belum cerita,” desaknya lagi.

“Aku akan menceritakannya nanti malam. Sekalian kau menginap di kamarku. Eotthe?” kataku menawarkan sebuah kesepakatan. Kulihat ia mengangguk pelan dan akupun langsung melesat pergi. Tak lupa kurapatkan hoodie-ku dan kupakai kacamata hitamku.

***

Kuketuk sebuah pintu yang tertulis ‘SHINee Stuff’ diatasnya dengan perlahan. Tak lama kemudian, seorang namja yang kuketahui membuka pintu tersebut. Jonghyun—setelah membukakan pintu—mempersilahkanku masuk dan duduk di sebuah sofa yang terletak di tengah ruangan. Onew oppa dan Key ternyata sudah ada disana. Sayang, tidak ada Minho dan Taemin.

“Kukira kau tidak akan menghubungiku mengingat keadaan diluar sana sedang kacau balau,” kataku pada Key sambil melangkah menuju sofa dan duduk diatasnya. Aku memilih untuk duduk disamping Key. Mungkin hal itu dapat mengurangi stressku yang berkepanjangan.

“Manager Hyung menyuruhku untuk tidak menelfonmu dulu. Kau baik-baik saja ‘kan?” tanyanya.

“Anni. Keadaanku buruk,”

“Fans-nya Key menyerangmu?” sela Jonghyun yang duduk tepat di hadapanku.

“Lebih dari itu,” jawabku singkat. “Dimana Choi Jin Ahjusshi?” sambungku.

“Dia sedang mengadakan rapat dadakan dengan Soo Man Sunbaenim. Tunggulah sebentar,” Key terlihat mengotak-ngatik handphone barunya.

“Lukamu sudah sembuh?” tanyaku sambil memiringkan kepalaku, memperhatikan setiap inchi dari wajah si kunci hatiku ini.

“Ne. Lihat, aku sudah terlihat tampan lagi bukan?” ia menunjukkan kedua sisi wajahnya padaku dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya.

Kuputar bola mataku dan mendengus pelan. “Sekarang bukan saatnya memuji ketampananmu, Key,”

“Jadi kau yang bernama Cho Ikha itu?” Onew Oppa menatapku sambil tersenyum.

“Ne. Annyeong haseyo,” kubungkukkan tubuhku sedikit padanya.

“Key sempat menceritakanmu padaku,” terangnya, tetap memamerkan senyumnya padaku. Aku hanya menyeringai kecil pada Onew Oppa. Entahlah, saat ini aku sama sekali tak bisa tersenyum. Padahal sekarang aku sedang dikelilingi namja-namja idolaku.

“Kami pikir si Tuan Kim itu hanya orang iseng yang ingin mencari sensasi saja. Tapi ternyata dugaanku salah,” ucap Key kemudian mengambil secarik kertas diatas meja didepanku. Ia menunjukkan kertas tersebut padaku.

Dan, lagi-lagi, kertas itu berisi ancaman yang dibuat si Tuan Kim untuk Jin Ahjusshi. Diatas kertas tersebut bertuliskan : ‘Kau tak melakukan perintahku!! Ini sudah lewat dari tiga hari dan Kim Ki Bum masih saja berdiri di SM Building. Aku tak punya pilihan lain. Akan kubuat ia menderita, sedikit demi sedikit’

“Kukira dia ini seorang pshyco,” sela Onew.

Kubuang kertas itu sembarangan lalu kuusap wajahku menggunakan kedua tanganku. “Kalau orang ini memang membencimu, kenapa dia tidak langsung saja menaruh bom di dorm-mu agar kau mati seketika? Atau, kenapa dia tidak merusak rem mobilmu agar kau bisa mati mengenaskan di jalan?” tanyaku sewot sambil melirik ke arah Key.

Kudengar Jonghyun dan Onew Oppa tertawa pelan. Dan hanya Key yang tersenyum simpul. “Kenapa kalian tertawa? Ada yang lucu? Ini menyangkut kehidupan Key, Oppa… Kalau memang benar orang ini pshyco, berarti Key sekarang dalam bahaya!!” kataku sedikit berteriak ke arah Onew. Kurasakan nafasku sedikit memburu karena emosiku yang tak terkendali ini.

“Ikha-sshi. Kalaupun orang ini memang gila, manager hyung pasti akan mengerahkan segala cara untuk melindunginya,” ucap Onew menegaskan. “Aku tahu kalau kau itu fans-nya Key, tapi kau tak perlu mengkhawatirkannya,” lanjutnya lagi.

“Eh? Jadi, Ikha ini fans-nya Key?” Jonghyun mengarahkan telunjuknya padaku. Key dan Onew Oppa terlihat mengangguk sambil tersenyum.

“Hahaha, Tenang, Ikha-sshi. Tak akan terjadi hal buruk. Aku sudah berpengalaman dalam masalah ini,” ucap Jonghyun. Ya, dia memang pernah mengalami hal ini saat berita tentang statusnya dengan Shin Se Kyung tersebar. Tapi jelas-jelas cerita ini sangat berbeda dengannya.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” tanyaku pada namja disebelahku. Ia menoleh ke arahku dan membuat sebuah senyuman di bibirnya.

“Ada,” ucapnya singkat. “Aku tampan ‘kan?” kini ia tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya yang putih itu. Kulempar bantal sofa yang ada dibalik punggungku dan mengenai wajahnya.

“Ikha-ya, aku—“

“Mwo? Ikha-ya?” kataku memotong kalimat Key.

“Ne. Kenapa memangnya?” tanyanya tanpa dosa.

“Aku ini satu tahun lebih tua darimu, Key. Jadi bersikaplah sopan sedikit,” terangku.

“MWO? Kau lebih tua dariku?” Key membalikkan tubuhnya menghadapku dengan cepat sambil mengarahkan pandangannya padaku tanpa berkedip.

Beberapa saat kemudian, Jin Ahjusshi muncul dari balik pintu. Ia langsung bergabung dengan kami dan memilih duduk di sofa tunggal. Ia mengeluarkan beberapa berkas dari tas kerjanya tanpa mempedulikan kehadiranku.

“Intel SM sudah menyelidiki semuanya dan ternyata data dari si pemilik Me2Day itu palsu. Selain itu, tidak ada petugas hotel yeoja yang bertugas pada malam hari di hotel tersebut,” terangnya dengan raut muka seserius mungkin.

“Ulah si Tuan Kim lagi, huh?” sela Key diantara keheningan yang menyelimuti kami. Jin Ahjusshi mendesah pelan.

“Gara-gara berita ini, kalian harus masuk blacklist untuk beberapa event di Korea. Selain itu, posisi kalian sebagai duta anak-anak tahun ini mungkin akan bergeser dan digantikan oleh BEAST,” lanjut ahjusshi. Ia membolak-balik beberapa dokumen di tangannya.

“Sebegitu besarnya kah dampak dari pemberitaan tersebut?” tanyaku penasaran.

“Perlukah kusebutkan lagi hal-hal lainnya?” Jin Ahjusshi mengatakannya tanpa menatapku.

“Kalau begitu, ahjusshi segera terangkan pada publik bahwa aku ini bukan siapa-siapa-nya Key,” kataku tak mau kalah.

“Alasan tersebut kurang begitu logis, Ikha-ya,” Jonghyun menambahkan.

“Cari alasan lain!!!” kataku sedikit berteriak. Membuat semua mata di ruangan ini tertuju padaku. “Demi tuhan, ahjusshi. Aku tak pernah menyangka akan serumit ini kejadiannya,”

Kuputuskan untuk menjauh dari mereka dengan berjalan menuju sebuah meja yang jaraknya dua meter dari tempat dudukku dan menyenderkan kakiku pada meja tersebut. Kuusap pelipisku sambil memejamkan mata, mencoba menghilangkan pusing yang tak terkira.

“Aku pasti akan melakukan berbagai cara, Ikha-sshi. Ini menyangkut Key, menyangkut SHINee, menyangkut SM juga,” kudengar suara Jin Ahjusshi samar-samar.

Kurasakan seseorang menyentuh pundakku lembut, membuatku dengan seketika membuka kelopak mataku. Dan kudapati Key sedang tersenyum manis padaku. “Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja, Ikha-sshi,”

Aku hanya menggeleng pelan. Meskipun suara Key barusan membuat hatiku tenang, tapi keresahanku kembali datang setiap kali mengingat si Tuan Kim itu.

“Aku mengkhawatirkanmu. Itu saja,” ucapku tanpa menatapnya. “Aku tak pernah berharap akan terlibat sejauh ini, Key. Menjadi fans-mu saja itu sudah cukup bagiku,” gumamku sambil menundukkan kepalaku dan kedua tangan terlipat di dada.

Kedua tangan Key meremas pundakku pelan. “Ikha-sshi,” bisiknya tepat di depan wajahku. Segera kutatap kedua matanya yang sedang mengarah padaku.

“Kau harus percaya padaku kalau aku akan baik-baik saja. Semua member SHINee dan Manager hyung akan menjagaku. Justru yang kutakutkan itu adalah kau,” ucap Key dengan nada setenang mungkin.

Kuarahkan pandanganku pada Onew, Jonghyun dan Jin Ahjusshi satu per satu. Mereka sepertinya sedang sibuk membicarakan sesuatu. Kemudian kutatap kembali Key yang sedari tadi tak memalingkan wajahnya dariku.

“Aku akan baik-baik saja. Tak perlu kau takutkan keadaanku. Aku bisa membuat yeoja-yeoja yang menyerangku tunduk dihadapanku hanya dengan sekali tendangan,” kataku yang berhasil membuatnya tertawa pelan.

“Seharusnya malam itu aku bisa berlari lebih cepat. Kalau aku bisa memberitahu sequrity, kejadiannya tak akan seperti ini. Kau bisa tenang menjalani aktivitasmu, dan aku bisa melanjutkan kehidupan normalku seperti biasa,” desahku.

“Hei,” Key menggoyang-goyangkan pundakku. “Ayolah, Ikha-sshi. Jangan terlalu serius seperti itu. Aku ingin melihat kau yang sangat pintar bahasa inggris ini kembali ceria seperti di kelas kemarin,”

Aku hanya tersenyum tipis menanggapi kata-kata Key yang sedang mengejekku. Kupandangi dirinya yang sedang terkekeh pelan dihadapanku. Hhhh, ya tuhan… namja ini benar-benar membuat sendi-sendi di seluruh tubuhku melemah. Aku tak bisa bergerak hanya gara-gara melihat tawanya yang indah itu….

“Key,”

“Hmmm,”

“Berjanjilah satu hal padaku,” kataku sedikit berbisik.

“Ne?”

“Berjanjilah kalau kau akan baik-baik saja,”

Key mengangguk perlahan sembari menyunggingkan senyumnya. “Ne, Ikha-sshi. Meskipun aku tak begitu mengenalmu, terima kasih karena kau sangat perhatian padaku,”

***

“MWO???”

Kututup telingaku sekencang-kencangnya saat mendengar teriakan Yeora. Begitulah ekspresinya setelah mendengar penjelasanku tentang foto itu. Setelah berjanji untuk tidak mengatakannya pada siapapun, akhirnya kuputuskan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya pada sahabatku ini.

“KENAPA TIDAK LAPOR POLISI SAJA??”

Lagi-lagi kueratkan telingaku karena pengang mendengar suara Yeora. “Kan aku sudah bilang, si Tuan Kim itu mengancam mereka, Yeo….”

“Huh, berani-beraninya namja itu memukuli salah satu Member SHINee. Kalau orang itu sudah tertangkap, akan kuhajar dia!!” Yeora memukul-mukul gulingku kasar.

Kembali kupusatkan perhatianku pada monitor komputer. Aku sedang mengirim tugasku ke email milik Han Seonsaengnim. Gara-gara anti-fans-ku yang menggunung, aku tak bisa pergi ke kampus dan memilih untuk ikut kelas malam.

Sambil menunggu email, kucek beberapa situs fansite SHINee untuk mengetahui perkembangan berita tersebut.

“Yeora. Cepat kemari,” suruhku pada Yeora yang sedang tiduran di kasurku. Aku dan Yeora memperhatikan sebuah berita dari Newsen. Berita ini baru di post beberapa menit yang lalu. Ini menyangkut pemberitaan tadi siang. Dan mataku tak henti-hentinya tertuju pada deretan kalimat ini…..

=====================================================

“SMent ANGKAT BICARA MENGENAI KASUS FOTO KEY SHINEE”

…..berikut pernyataan manager SHINee terkait kasus foto Key yang menyebar di internet:

“Harap semua Locket dan SHINee World untuk tidak sembarangan menarik kesimpulan. Memang benar namja di dalam foto tersebut adalah Key. Tapi saya akan menekankan beberapa hal disini:

Pertama, yeoja yang ada di foto tersebut adalah teman Key. Yeoja itu tak sengaja terserempet sebuah taxi ketika akan meminta tanda tangannya. Karena merasa kasihan, jadi Key mengantarnya ke sebuah hotel yang ditempati oleh bibi dari si yeoja yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian.

Kedua, Key memenuhi permintaan temannya itu untuk foto bersama. Namun, karena belum siap, mata Key terlihat seperti orang yang sedang tertidur.

=====================================================

Kukerjapkan mataku sekali kemudian kubaca ulang pernyataan dari Choi Jin Ahjusshi.

“Apa-apaan ini?” Yeora mendesis disampingku. “Ya! Si namja tua itu berbicara seolah-olah semua ini adalah kesalahanmu, Ikha-ya,” ia melempar keripik singkong ke layar komputerku. Aku hanya bisa terdiam membaca artikel tersebut.

“Ikha-ya. Kau harusnya menuntut keadilan pada manager SHINee. Aku yakin, semua penghuni kampus akan memandangmu rendah nanti,”

Aku berjalan gontai ke arah tempat tidurku. Sengaja tak kutanggapi perkataan Yeora karena kepalaku kembali di serang pusing yang membuatku mual. Kupandangi jam dinding yang menunjukkan pukul 01.56am. Kubaringkan tubuhku diatas ranjang lalu kupejamkan mataku erat.

“Yeora, aku butuh istirahat,” kataku, tak lebih dari sekedar berbisik.

“Ikha-ya, gwenchanayo?” Yeora menghampiriku dan kurasakan tangannya mengelus kening dan pipiku lembut. Aku tak sanggup untuk bicara sekarang. Berita tersebut seolah menyedot semua tenagaku. Yang kubutuhkan saat ini hanyalah segera tertidur agar aku siap menghadapi hari esok yang akan terasa berat….

***

“Hhhhhh,,” kuhembuskan nafas dari mulutku dengan cepat selama beberapa kali. Ocehan Hwang Seonsaengnim pun tak kudengarkan dengan jelas.

Hari ini benar-benar hari yang sangat berat bagiku. Bayangkan, baru saja aku membersihkan halaman depan asramaku pagi harinya, tiba-tiba kulihat banyak sekali notes berwarna-warni menempel di pagar asrama. Dan semuanya ditujukan untukku. Isinya pun bermacam-macam. Ada yang menulis ‘DASAR WANITA PENGGODA’, ‘STAY AWAY FROM MY KEY’, ‘PARK JIYOON, YOU BITCH’, dan masih banyak lagi kata-kata makian yang mereka berikan padaku.

Belum selesai sampai disitu, saat aku dan Yeora sampai di kampus, semua tatapan para yeoja diarahkan padaku. Aku hanya diam menanggapinya. Tapi Yeora malah memarahi dan membentak mereka. Dia memang malaikat pembela kebenaran….

Drrrttt…

Handphone-ku bergetar membuyarkan lamunanku. Kurogoh kantung sweater-ku lalu kuambil benda kecil itu.

From : Key-somnia

Aku ada di kampus. Kau dimana? Bisa bertemu sebentar?

Eh? Key? Mengirimku pesan?

“Nugu?” Yeora mencondongkan tubuhnya padaku untuk melihat layar handphone-ku. “Key?” ia mengerutkan alisnya setelah tahu siapa orang yang telah meng-sms-ku.

Kutatap temanku ini bingung.

“Wae? Cepat datangi dia,” suruhnya tanpa ragu. Kemudian kukirim sms balasan padanya bahwa aku akan segera menemuinya.

***

Oke. Aku sudah sampai di halaman depan kampusku, tapi tak kutemukan juga sosok yang kucari. Kuedarkan pandanganku ke segala arah tapi tetap saja hasilnya nihil.

“Mencariku?” tanya seseorang dari balik punggungku. Kubalikkan tubuhku cepat dan kutemukan sosok namja yang membuatku jantungan ini. Ia melepas masker dan kacamatanya. Lagi-lagi kuedarkan pandanganku ke segala arah, memastikan bahwa tak ada orang lain yang melihat kami.

“Kenapa kau datang kemari?” bisikku pelan ke arahnya.

“Memangnya tidak boleh? Ini kan kampusku juga,” jawabnya santai.

“Ini sudah malam, Key. Kau tak takut kalau si Tuan Kim tiba-tiba datang menghajarmu lagi?” tanyaku, masih tetap mengedarkan pandanganku.

Key terlihat tersenyum tipis. “Disana ada seorang bodyguard yang menjagaku. Jadi kau tenang saja,” ia menunjuk ke sebuah arah dimana ada seorang namja berdiri di balik pagar. “Lagipula manager hyung tidak akan membiarkanku berkeliaran sendirian setelah mengetahui kejadian ini,”

“Kudengar kau selalu masuk kelas malam gara-gara fans-ku selalu mengejarmu? Benarkah?” tanyanya sambil merekatkan sweaternya.

“Tak apa. Anggap saja mereka itu memang fans-ku yang ingin meminta tanda-tanganku,” jawabku sekenanya. “Kau tidak ada jadwal hari ini?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Aku baru saja selesai siaran di KBS Kiss Radio dan kebetulan letaknya tak jauh dari kampus ini. Jadi aku menyempat diri untuk menemuimu,” jelasnya. Sebenarnya aku agak pegal karena dari tadi berdiri terus. Tapi setelah mencium wangi tubuh Key, semua pegalku hilang seketika.

“Mianhae,” ucapnya lirih. Kudongakan kepalaku menatapnya dan ia balas menatapku dan tersenyum. “Aku baru tahu tentang pernyataan manager hyung menyangkut masalah foto kita. Tak kusangka ia akan mengatakan hal seperti itu. Pasti hari-harimu sangat berat,”

Aku hanya mendengus pelan dan menyunggingkan senyumku. Kumasukkan kedua tanganku kedalam saku sweaterku dan menggedikkan bahu sekali. “Sudah kukatakan berapa kali padamu, Key. Jangan khawatirkan aku. Apapun akan kulakukan agar kau baik-baik saja,”

Kurasakan ia mengacak rambutku pelan, membuatku mematung sesaat ditempatku karena perlakuannya. EOMMA~ DIA MENGACAK RAMBUTKU….

“Gomawo, Ikha-sshi. Atau harus kupanggil Ikha noona?” ucapnya dengan nada yang membuat otakku meleleh seketika.

“Anni. Cukup ‘Ikha-sshi’ saja. aku tidak suka dipanggil noona,” sergahku cepat.

“Besok kita akan bertemu di kelas Mr. Lee. Kau jangan bolos kuliah, ok? Aku harus pergi sekarang. Annyeong,”

Ia segera pergi meninggalkanku sendirian di taman. Sebelum menghilang dari pandanganku, ia sempat melambaikan tangannya dari kejauhan.

Hhhh~ Eomma… imajinasiku sekarang berubah menjadi kenyataan… Key melambaikan tangannya padaku…

Seseorang…. tolong tampar wajahku….

***

Author’s Side

Key melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil. Bodyguard-nya mengikuti dari belakang.

“Sudah bertemu dengan Ikha?” Onew menutup buku yang sedang dibacanya dan mengalihkan perhatiannya pada Key.

“Ne,” jawabnya singkat. Ia menutup pintu mobil dan sang supir langsung melesatkan mobilnya.

“Bagaimana keadaannya?” lanjut Onew.

“Dia terlihat baik-baik saja,” terang Key. “Hyung, dia sama sekali tak marah karena statement manager hyung yang menyudutkannya. Malah dia bilang, jika hal itu dapat membuatku baik-baik saja, dia akan menerimanya,” Key menatap hyung-nya lurus.

Onew tersenyum lalu meletakkan bukunya di pangkuannya. “Dia itu fans-mu. Pasti dia akan melakukan segala cara agar idolanya baik-baik saja,” jelas namja berambut blonde itu. “Kau beruntung memiliki seorang fans seperti dia,” ucap Onew lalu menepuk pundak Key.

“Oh, kau tidak bilang padanya tentang surat yang Tuan Kim kirim tadi pagi itu kan?” sambung Onew.

“Anni. Aku tidak ingin ia mencemaskanku, hyung. Jadi biarkan saja ia tak mengetahuinya,” ucap Key lirih. Ia mengeluarkan secarik kertas yang baru saja ia terima tadi pagi. Setelah membacanya, ia mengalihkan pandangannya ke arah pepohonan dan bangunan yang melintas didepannya…

“YOU’LL GO TO HELL, SOON, KIM KI BUM. BUT, FIRST OF ALL, I’LL MAKE YOUR LIFE LIKE IN THE HELL….”

 

***

Ikha’s Side

Aku berjalan dengan sangat perlahan menuju kelasku. Saat ini aku sedang menikmati sentuhan Key barusan. Hmm~ wangi tubuhnya yang manis dan maskulin seketika itu juga menghilangkan segala kegelisahanku tentang anti-fans-ku.

Drrrrttt….

Kurasakan handphone-ku bergetar dibalik saku sweater-ku. Hhhh, ternyata Yeora menelfonku.

“Ne…” kataku setelah menekan tombol hijau di handphone-ku.

“Sekarang aku sedang menuju kelas. Tunggulah sebentar lagi,”

“Ne… kau ini berisik sekali,”

Kututup telefonnya kemudian kulanjutkan lagi langkahku yang sempat tertunda. Aku sempat bergidik saat melewati anak tangga pertama. Karena tak jauh dari tempatku berdiri adalah tempat kejadian dimana Key dipukuli oleh namja pshyco macam Kim Jung Hwa.

Kupercepat langkahku seketika itu juga untuk menghilangkan ketakutanku. Ergh, lebih baik kutelfon Yeora agar ia mau menemaniku selama perjalanan menuju kelas.

Baru saja kucari nama ‘Si Mulut Besar’ di phonebook-ku, tiba-tiba tangan seseorang membekap mulutku dan menarik tubuhku hingga membentur dinding disampingku. Untung handphone-ku tak terjatuh.

Kutatap orang yang membekap mulutku cepat. Melihat masker dan hoodie yang dipakainya, aku bisa tahu kalau dia adalah namja yang selama ini kucari.

“Annyeong, Cho Agasshi. Long time no see,” sapanya tepat didepan wajahku. Tangan kanannya masih membekap mulutku sehingga aku tak bisa mengucapkan apapun. Sengaja tak kubuat banyak perlawanan agar namja ini tidak melakukan hal-hal diluar dugaanku.

“Sebenarnya aku agak kesulitan untuk menemuimu akhir-akhir ini. Apakah hari-harimu menyenangkan?”

Kutatap mata namja ini dengan tajam, seolah menyiratkan bahwa aku sangat ingin merobek mulutnya. Bukannya takut, namja ini malah terkekeh pelan, membuatku semakin muak melihat tingkahnya.

“Sudah kukatakan berkali-kali pada idolamu itu kalau dia harus berhati-hati dalam bertindak. Tapi sepertinya dia mengabaikan peringatanku,” ia memiringkan kepalanya, matanya tak henti-hentinya mengamati setiap inchi wajahku.

“Sayang sekali, yeoja manis sepertimu harus menyukai seorang Key. Namja seperti dia itu tak pantas untuk dicintai, Nona Cho. Arasseo?” dinaikkannya sebelah alisnya tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dariku. Aku hanya diam mengamati setiap gerak geriknya.

“Hhhh, aku agak kesulitan untuk mendekati Key gara-gara manager-nya yang sangat protective padanya. Hah, sayang, aku memiliki kapasitas otak yang sangat besar sehingga aku memiliki berbagai cara untuk menghancurkan hidupnya,” lanjutnya lagi.

“Dengar, aku tidak akan main-main lagi, Nona Cho. Jadi, ikuti semua perintahku, atau orang yang kau cintai dalam bahaya,”

Ia membisikkan sesuatu ke telingaku. Sebuah rencana yang ia buat untuk Key-ku…

Dan yang membuatku tak bisa menolak, ia mengancamku dengan sesuatu yang membuatku mau tak mau harus melakukan hal itu…

“Pertimbangkan hal itu baik-baik, Nona Cho,” ucapnya kemudian pergi meninggalkanku begitu saja.

Tubuhku langsung merosot ke bawah karena tiba-tiba kakiku terasa berat menopang tubuhku. Ya, tuhan… apa yang harus kuperbuat? Aku tak mungkin melakukan hal itu padanya.. tapi jika aku tak melakukannya, akan terjadi sesuatu yang lebih parah dari itu…

Kupegangi kepalaku menggunakan kedua tanganku. Kemudian ditariknya rambutku kasar hingga aku merasakan perih di sekitar kepalaku.

God, Please help me….

…bersambung…

Advertisements

Author: HUGLOOMS

Indonesia | Southeast Asia | Nusantara Tanah Airku

5 thoughts on “WHO ARE YOU ( Chapter 04)”

The Pieces of Words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s